PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Bukit Nanggerang di Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran kini mulai memikat hati para pelancong. Destinasi yang akrab dengan sebutan “titik nol Bagolo” ini menawarkan perpaduan epik antara hamparan laut biru yang luas dan hijaunya perbukitan yang menyejukkan mata dari atas ketinggian.
Secara geografis, bukit ini berada di RT 10/06 Dusun Bagolo Kolot. Dari puncak tertinggi Nanggerang, para pengunjung dapat menyaksikan langsung megahnya bentangan Samudera Hindia serta gulungan ombak yang menghantam bibir pantai di bawah tebing perbukitan.
Baca Juga: Sertijab Polres Pangandaran Jadi Sorotan, Lima Posisi Strategis Kini Diisi Wajah Baru
Pihak pengelola juga mendirikan ikon khas Pangandaran berupa patung ikan marlin berukuran besar di atas sebuah tugu. Keberadaan ikon ini langsung menjadi spot berfoto favorit bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen dengan latar belakang laut lepas dan garis pantai yang memanjang.
Embusan angin laut yang sepoi-sepoi dan cerahnya langit biru senantiasa menemani para pengunjung yang datang untuk bersantai. Selain itu, bukit ini menjadi lokasi yang sangat ideal untuk berburu momen matahari terbit (sunrise) maupun matahari terbenam (sunset). Perubahan warna langit yang dramatis di atas samudra menciptakan atmosfer eksotis yang romantis.
Akses Mudah dan Pengelolaan Desa
Para pengendara roda dua dapat menjangkau lokasi Bukit Nanggerang dengan cukup mudah. Letaknya berada strategis di jalur selatan Pangandaran yang menghubungkan wilayah Kecamatan Kalipucang dengan pusat keramaian wisata Pangandaran.
Pemerintah Desa Bagolo bersama warga setempat kini bahu-membahu mengelola potensi alam ini agar menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan.
“Kami baru saja melahirkan tempat wisata ini, dan saat ini kami masih terus melakukan penataan. Namun, alhamdulillah pengunjung sudah mulai ramai berdatangan,” ujar Kepala Desa Bagolo, Sutoyo, Kamis (14/5/2026).
Masih Bebas Tiket Masuk
Karena masih dalam tahap pengembangan infrastruktur, pemerintah desa belum memberlakukan tarif tiket masuk resmi bagi para pelancong.
“Kami belum memungut biaya tiket. Pengunjung hanya mengisi kencleng sukarela saja yang nantinya kami gunakan untuk biaya kebersihan lokasi,” tambah Sutoyo.
Melalui panorama laut dan perbukitan yang masih sangat asri, Bukit Nanggerang menyimpan magnet kuat bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Kehadiran objek wisata baru ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi warga Desa Bagolo dan memperkaya pilihan destinasi wisata alam di Kabupaten Pangandaran.
(Sajidin)


