spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 297

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi Digelar di Bali

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: AFU

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Panitia menunjuk Pulau Bali sebagai lokasi penyelenggaraan babak semifinal dan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden Maruarar Sirait mengonfirmasi langsung kepastian venue partai puncak tersebut.

Baca Juga: Menakar Strategi Pelatih Persib dan Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Pria yang akrab disapa Ara ini semula mempertimbangkan Kota Surabaya sebagai tuan rumah laga semifinal dan final.

Ia menilai penyelenggaraan fase grup di Kota Pahlawan berlangsung sangat aman, bersih, serta kondusif.

“Tadinya saya maunya di Surabaya dengan pertimbangan di sini kotanya aman… masyarakatnya penuh semangat,” ujar Ara, Minggu (2/8/2026).

Namun, hasil diskusi bersama Wali Kota Surabaya memunculkan pertimbangan baru terkait pemindahan lokasi pertandingan.

Ara langsung menghubungi Ketua Umum PSSI Erick Thohir melalui sambungan telepon guna mengusulkan Pulau Bali.

Erick Thohir merespon positif dan langsung menyetujui usulan penunjukan Bali sebagai arena penutup turnamen pramusim ini.

“Baik. Setuju ya. Jadi teman-teman semifinal dan final sesuai arahan Ketua Umum PSSI… di Bali,” tegas Ara.

Keputusan ini membatalkan rencana awal penggunaan stadion di Bandung maupun Surabaya untuk babak semifinal dan final.

(Arif)

Sensasi Terapi Ikan di Mekar Hurip Garut

0
Terapi Ikan Mekar Hurip fokusjabar.id
Para pengunjung lagi asik terapi ikan

GARUT, FOKUSJabar.id: Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan dan menciptakan ruang publik yang sehat, Pemerintah Desa (Pemdes) Mekar Hurip Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) menyiapkan tempat terapi ikan (fish therapy).

Kolam terapi berisi ratusan ikan Garra rufa lokasinya di depan balai desa Mekar Hurip.

Garra rufa adalah sebuah spesies ikan dalam genus garra, famili Cyprinidae.

Ikan tersebut mendapat julukan ikan pengisap, ikan kangal, dermatologis kecil dan ikan dokter. Dalam konteks non-medis, Garra rufa di sebut pengisap kulit mati.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

Kolam yang menyerupai anak sungai tersebut berisi ikan kecil Garra rufa laris manis di serbu ratusan pengunjung yang ingin relaksasi sekaligus merawat kulit.

Terapi ikan adalah metode perawatan dengan cara merendam kaki atau tangan di dalam kolam yang berisi ratusan ikan kecil.

Manfaat Terapi Ikan:

Mengangkat Sel Kulit Mati

Gigitan lembut ikan membantu mengeksfoliasi kulit, membuat kaki dan tangan terasa lebih halus.

Melancarkan Peredaran Darah

Sensasi geli dari ikan memicu titik refleksi di telapak kaki.

Mengurangi Stres

Banyak pengunjung mengaku merasa rileks dan tertawa karena geli. Efek tersebut di percaya bisa menurunkan hormon kortisol.

Alternatif Perawatan Murah

Cukup 15-20 menit merendam kaki atau tangan sudah bisa merasakan manfaatnya dengan biaya terjangkau semua kalangan masyarakat.

“Terasa geli-geli gimana gitu. Tapi abis terapi, kaki jadi ringan dan nggak pecah-pecah lagi,” kata salah satu pengunjung asal Desa Sukaluyu, Dewi di lokasi terapi ikan, Minggu (2/8/2026).

Terapi Ikan Mekar Hurip fokusjabar.id
Suasana di tempat terapi ikan

Senada di katakan Kartika warga Kecamatan Sukawening. Dia mengaku rutin datang tiap dua minggu sekali untuk terapi ikan.

“Terapi ikan mengikis kulit kering di tumit atau telapak kaki dan melancarkan darah,” ungkap Kartika.

Pengelola Terapi Ikan Desa Mekar Hurip, Yadin mengatakan, para pengunjung cukup duduk di tembok dan merendam kaki selama 10-20 menit.

Air kolam di jaga kebersihannya. Ikan yang di gunakan tidak memiliki gigi sehingga aman dan tidak menyakitkan. Hanya sensasi seperti kesemutan.

“Kebersihan tempat dan air jadi prioritas. Ikan juga rutin di cek kesehatannya. Jadi aman untuk semua usia,” ungkap Yadin.

BACA JUGA:

Bupati Garut Proyeksikan Curug Sanghyang Taraje jadi Destinasi Unggulan

Menurut Dia, pihaknya tidak memasang tarif untuk terapi ikan.

“Kami tidak pasang tarif. Berapapun yang di berikan pengunjung Kami terima untuk biaya pemeliharaan tempat,” pungkasnya.

Terpantau FOKUSJabar, di lokasi tersebut juga terdapat tempat bermain anak. Mulai dari mandi bola hingga  naik mobil-mobilan.

(Bambang Fouristian)

Menakar Strategi Pelatih Persib dan Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

0
semifinal piala presiden 2026 fokusjabar.ud
Menakar strategi pelatih Persib dan Persija

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Laga klasik Indonesia akhirnya terjadi lagi. Persib Bandung versus Persija Jakarta akan bentrok di semifinal Piala Presiden 2026, Selasa (4/8/2026).

Pertandingan Maung Bandung kontra Macan Kemayoran merupakan laga “El Clasico” yang selalu panas, ketat dan penuh emosional bagi kedua tim dan suporter masing-masing.

BACA JUGA:

Persib Bertemu Persija di Semifinal Piala Presiden 2026

Persib Bandung unggul dari sisi kekompakan, pertahanan dan bermain sebagai tuan rumah.

Tim besutan Igor Tolic hingga menjelang laga semifinal belum kebobolan.

Sementara Persija Jakarta unggul dari sisi pengalaman dan memiliki coach Shin Tae-yong yang jago membangun mental tim. Tapi mereka butuh waktu adaptasi.

Dengan keunggulan yang mereka punya, tim yang paling efektif di transisi dan paling sedikit membuat kesalahan bakal melaju ke babak final melawan pemenang antara Persebaya Surabaya kontra Arema FC.

Persib Bandung

Persib Bandung berhasil sapu bersih tiga laga Grup A Piala Presiden 2026. Laga pamungkas menang 1-0 kontra Tampines Rovers (Singapura).

Gol roket Balsa Sekulic (82′) yang menjadi pembeda pada laga kali ini. Seisi stadion bersorak menyambut pemain dari Montenegro tersebut.

Kemenangan atas Tampines Rovers mengantar Persib memuncaki klasemen Grup A Piala Presiden 2026 dengan poin sempurna (9 poin) di sertai catatan tiga gol dan tanpa kebobolan sama sekali.

Menurut Igor Tolic, intensitas permainan yang tinggi di tunjukkan oleh tim lawan. Sehingga membuat anak asuhnya bertahan lebih dalam.

Tolic juga menyinggung gol Balsa Sekulic yang bersumber dari tendangan keras di luar kotak penalti.

BACA JUGA:

Balsa Sekulic Senang Cetak Gol kontra Tampines Rovers

“Pertandingan ketiga dalam sembilan hari. Pertandingan yang sangat sulit, lawan yang bagus. Tetapi tim bermain dengan baik,” katanya.

“Kami bertahan dengan baik, sekali lagi ini clean sheet dan kami juga mencetak gol yang luar biasa,” ungkapnya.

Persija Jakarta

Persija berhasil menaklukkan PSMS Medan dengan skor telak 4-1 pada laga pamungkas grup B.

Empat gol Macan Kemayoran di cetak Arlyansyah pada menit ke-23, Victor Dethan (80′), Agi Firmansyah (84′) dan Gustavo Almeida (88′).

Sementara gol semata wayang PSMS Medan di cetak Ikhsan Chan saat pertandingan memasuki menit ke-60.

Kemenangan atas PSMS membuat Persija naik ke posisi dua klasemen akhir Grup B menggeser Port FC.

Port FC sendiri pada pertandingan terakhir Grup B, harus mengakui keunggulan tuan rumah Persebaya Surabaya dengan skor 2-1.

Port FC sempat unggul lebih dulu melalui Issam Abdallah pada menit ke-30.

Namun, Persebaya berhasil bangkit dan membalikkan kedudukan lewat gol Miguel Pereira di menit ke-40 dan Alex Martins pada menit ke-47.

Dengan hasil tersebut, Persebaya kokoh di puncak klasemen. Sedangkan Port FC finish di peringkat tiga serta gagal melangkah ke babak semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

(Bambang Fouristian)

Hartono Soekwanto Ungkap Teknik Keeping Irfan Hakim Meningkat Pesat hingga Raih Male Champion A di 13thKediri Koi Show 2026

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Artis Irfan Hakim kembali mengukir prestasi gemilang dalam kompetisi ikan koi tingkat nasional. Melalui varietas Showa Sanshoku berukuran 68 cm, ia sukses menyabet gelar Male Champion di Kediri Koi Show 2026.

Ajang bergengsi tersebut berlangsung di Convention Hall SLG Kediri pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Baca Juga: Usia 54 Tahun, Bos Koi Hartono Soekwanto Bikin Heboh! Nyaris Juarai Kompetisi Padel Open Bandung

Ikan koi milik Irfan memukau juri di Kelas A Gosanke berkat keunggulan warna, postur, serta pola seimbang.

Irfan Hakim mendapat binaan teknis langsung dari pengusaha asal Bandung Hartono Soekwanto atau Bos Koi. Tim Samurai Koi Centre Bandung mengawal proses handling hingga membawa koi tersebut merebut podium tertinggi.

Hartono Soekwanto melayangkan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan anak didik barunya di arena kontes nasional.

“Teknik keeping Pak Irfan Hakim sekarang melonjak pesat, makanya ia selalu berhasil naik panggung,” puji Hartono, Minggu (2/8/2026).

Irfan Hakim sukses mengumpulkan 22 gelar juara dari tiga kompetisi nasional hanya dalam waktu kurang dari sebulan.

Ia memborong 14 gelar di Bogor Koi Show, dua gelar di Jogja, serta enam gelar di Nusatic Koi Show.

Pencapaian spektakuler ini membuktikan efektivitas kombinasi antara kualitas koi, teknik keeping, serta penanganan matang.

Gelaran 13th Kediri Koi Show 2026 sendiri menghadirkan ratusan peserta yang memperebutkan puluhan kategori bergengsi.

Keberhasilan ini semakin memperkuat posisi Bandung sebagai pusat pembinaan dan pengembangan hobi koi berkualitas di Indonesia.

(IrfansyahRiza)

3 Tahun Menunggu, Faris Abdul Hafizh Pecah Telur

0
Faris Abdul Hafizh fokusjabar.id
Faris Abdul Hafizh (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Buah sabar dan kerja keras bek muda Persib Bandung, Faris Abdul Hafizh akhirnya mendapat kepercayaan coach Igor Tolic.

Seperti di ketahui, Faris Abdul Hafizh di promosikan ke tim senior sejak musim 2023/2024.

BACA JUGA:

Balsa Sekulic Senang Cetak Gol kontra Tampines Rovers

Pemain jebolan Akademi Persib ini akhirnya menjalani debut kompetitif bersama Pangeran Biru saat menghadapi Tampines Rovers FC pada laga terakhir Grup A Piala Presiden 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar), Jumat (31/7/2026).

Faris Abdul Hafizh menyebut, kesempatan tampil sebagai starter menjadi momen yang telah lama dia nantikan.

Sejak promosi ke skuad utama, Dia terus bekerja keras mempersiapkan diri. Sebelumnya, kembali memperkuat tim Elite Pro Academy U-20 dan menjalani masa peminjaman ke Gresik United pada awal 2025.

“Setelah penantian lama, alhamdulillah di kasih kepercayaan buat debut sejak menit pertama oleh coach Igor Tolic,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada tim pelatih atas kepercayaan yang di berikan,” Faris menambahkan.

Kepercayaan yang di berikan pelatih Igor Tolic di jawab dengan penampilan yang cukup menjanjikan. Selain tampil disiplin menjaga lini pertahanan, Dia juga beberapa kali ikut membantu serangan.

Bahkan, Dia sempat mengirim umpan matang dari sisi kanan kepada Ramon “Tanque” de Andrade Souza. Kemudian, ia juga mengirim bola berbahaya melalui sepak pojok yang di sambut Uilliam Barros.

Meski belum berbuah gol, kontribusi tersebut menunjukkan keberaniannya tampil di level tertinggi.

Debut Dia juga membuahkan hasil maksimal. Persib Bandung menang 1-0 atas Tampines Rovers FC melalui tendangan roket Balsa Sekulic pada menit ke-82.

Kemenangan tersebut membukukan Persib Bandung menyapu bersih tiga pertandingan fase grup Piala Presiden 2026.

Tim kebanggaan Bobotoh mengantongi sembilan poin dengan catatan tanpa kebobolan untuk melaju ke babak semifinal sebagai juara Grup A.

BACA JUGA:

Umuh Muchtar Puas dengan Gol Spektakuler Balsa Sekulic

Faris berharap, debutnya menjadi awal dari perjalanan yang lebih panjang bersama Pangeran Biru.

Pemain muda asal Bandung itu bertekad terus meningkatkan kualitas permainan untuj menjawab kepercayaan tim pelatih.

“Kepercayaan yang sangat besar dari tim pelatih dan dipercaya mengambil tendangan sepak pojok. Jika di beri kesempatan lagi, saya siap berkontribusi lebih banyak untuk tim,” tutup Faris di kutip persib.co.id.

(Bambang Fouristian) 

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

0
Dinkes Garut fokusjabar.id
Kepala Dinkes Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Leli Yuliani membuka puncak acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Tahun 2026.

Acara tersebut dirangkaikan dengan Seminar Kesehatan Ibu dan Anak yang di gelar di Aula RS Intan Husada, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Proyeksikan Curug Sanghyang Taraje jadi Destinasi Unggulan

Kepala Dinkes Garut menyoroti besarnya kontribusi para bidan yang memegang peran hingga 85 persen dalam menjaga kesehatan ibu dan anak.

Pihaknya mengajak jajaran bidan untuk mengubah narasi penanganan. Yakni dari sekadar berfokus pada penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi gerakan aktif mewujudkan ibu dan bayi yang sehat serta selamat.

“Kita semua bertekad selamatkan ibu dan bayi atau wujudkan ibu dan bayi sehat selamat. Saat membantu persalinan, bidan harus rileks,” pesan Leli.

Dia juga berpesan agar para bidan tidak lupa menjaga kesehatan diri sendiri agar tetap bisa bekerja secara optimal, selaras dengan moto Dinkes Kabupaten Garut yaitu “Sehat, Bugar, Produktif.”

Pengurus Pusat (PP) IBI, Ade Jubaedah mengingatkan, bidan tidak bisa bekerja sendiri dalam mengawal kesehatan masyarakat.

“Karena bidan punya kemampuan terbatas. Sehingga kemampuan-kemampuan lain butuh dukungan profesi kesehatan lain. interprofesional dan kolaborasi adalah harga mati,” tegasnya.

BACA JUGA:

Semangat Perjuangan PM Gatra tak Pernah Padam

Ketua IBI Cabang Garut, Husnul Hotimah menyampaikan bahwa kehadiran para pimpinan dan stakeholder menjadi dorongan motivasi bagi para bidan di lapangan untuk menjalankan tugas guna memberikan pelayanan dalam rangka penyelamatan ibu dan bayi.

Dari sisi fasilitas kesehatan, Direktur RS Intan Husada, Muhammad Hasan menekankan bahwa upaya penyelamatan ibu dan bayi merupakan tugas kolektif seluruh elemen, bukan hanya Dinas Kesehatan.

“Ibu dan bayi itu sangat berharga sekali dan tidak ternilai harganya. Semakin banyak bidan yang kompeten, profesional dan berdaya saing dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” ungkap Muhammad Hasan.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Pembibitan Atlet Lewat Piala Soeratin 2026

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dedeh Hamidah melaporkan, puncak HUT ke-75 IBI mengusung tema “One Million More Midwives.”

Seminar ini di rancang untuk memperkuat peran bidan di jalur promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif pada ibu dan bayi.

HUT ke-75 IBI Kabupaten Garut juga di isi dengan beragam aksi nyata dan edukatif. Di antaranya, Gerakan Cegah Stunting (Genting), pelayanan KB dan Imunisasi gratis dan seminar Bidan Cerdas.

(Bambang Fouristian)

Barcode Solar Subsidi Bikin Ribet Perajin Bata di Pangandaran

0
Barcode solar pangandaran fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Cuaca kemarau mempercepat pengeringan batu bata di Pangandaran. Tapi di balik lancarnya produksi, para perajin di Desa Paledah Kecamatan Padaherang justru ketar-ketir gara-gara solar.

‎Bahan bakar untuk mesin cetak itu kini susah di dapat lewat jalur subsidi. Ribetnya urus barcode bikin mereka lari ke solar eceran yang harganya jauh lebih mahal.

‎BACA JUGA:

Saat Petani Khawatir Kemarau, Perajin Batu Bata di Pangandaran Justru Kebanjiran Pesanan

‎Nining, perajin batu bata di Desa Paledah mengaku mesin cetaknya nyala hampir setiap hari. Tanpa solar, 5.000 batu bata yang di targetkan tiap 2 hari sekali tidak akan jadi.

‎”Untuk produksi seminggu butuh sekitar 50 liter. Sebulan bisa sampai 200 liter,” ujar Nining di lokasi produksinya.‎

‎Harga resmi solar subsidi di SPBU Rp6.400 per liter. Tapi untuk beli, perajin wajib punya Surat Rekomendasi Pembelian BBM dari dinas, lengkap dengan barcode atau QR Code.

‎Masalahnya, surat itu cuma berlaku 1-3 bulan. Kalau habis masa berlakunya, harus urus lagi dari awal.

‎”Barcode itu isi suratnya harus di perpanjang tiga bulan sekali. Memang gratis, tapi kita harus ke Parigi. Jauh,” kata Nining.

‎Nining menyebut prosesnya panjang. Pertama minta surat pengantar ke desa. Lalu dokumen itu di bawa ke kantor dinas di Parigi untuk di proses dan dapat barcode baru.

‎Tak hanya itu, prosesnya butuh waktu, tenaga dan biaya. Sedangkan produksi tidak bisa berhenti.Oleh karena itu, banyak perajin pilih jalan pintas dengan membeli solar eceran.

‎”Solar Rp6.400 di SPBU. Kalau di eceran Rp8.500. Gak tentu ecerannya di mana. Kita harus minta bahkan sampai nyedot ke mobil, minta 10 liter,” ucapnya.

‎Dari pembelian itu, selisih Rp2.100 per liter. Untuk kebutuhan 200 liter sebulan, artinya Nining harus keluar uang lebih Rp420 ribu di banding harga subsidi.

‎”Ya kita mending bayar saja lah ke eceran. Ya bayar lebih sedikit,” ujarnya pasrah.

‎Ia menyebut tidak semua penjual bensin eceran punya solar. Kadang harus keliling dulu baru dapat.

‎Di Paledah, batu bata masih jadi andalan ekonomi warga. Hasil produksinya di kirim ke berbagai wilayah di Pangandaran bahkan sampai Jawa Tengah.

‎BACA JUGA:

Dulu Memulung Bersama Ayah, Kini Tiga Anak di Pangandaran Siap Kembali Bersekolah

‎Namun, dengan sistem barcode yang harus di perpanjang tiap 3 bulan dan jarak ke Parigi yang jauh, perajin kecil seperti Nining merasa terbebani.

‎Aturan subsidi ini di buat BPH Migas bersama Pemda untuk menertibkan penyaluran.

“Tujuannya memang baik agar solar subsidi tepat sasaran,” ujar Nining.

‎Tetapi fakta di lapangan, justru mempersulit pelaku usaha mikro yang butuh solar setiap hari dan tidak punya waktu luang untuk bolak-balik urus administrasi.

‎Akibatnya, alih-alih menghemat, perajin justru membayar lebih mahal demi produksi tetap jalan.

‎”Mesin harus tetap nyala. Kalau berhenti, pesanan numpuk,” tutup Nining.

(Sajidin)