spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Diburu Pembeli hingga Jawa Tengah, Tembakau Tarisi Pangandaran Tembus Rp28.000 per Kg

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Tembakau Tarisi asal Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mengukuhkan posisinya sebagai komoditas unggulan yang memikat pembeli. Nilai jual tanaman ini menembus angka Rp28.000 per kilogram di tengah terbatasnya stok pasokan dari para petani.

Petani di Dusun Maruyungsari, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, terus melestarikan budidaya tembakau Tarisi secara turun-temurun dari generasi ke generasi.

Baca Juga: Tiga Dekade Menanam Tembakau Tarisi, Juhendra Jaga Warisan Leluhur di Pangandaran

Komoditas lokal ini memikat segmen pasar tersendiri. Para pembeli menyerap hasil panen petani tidak hanya untuk kebutuhan kawasan Pangandaran, melainkan mengalir hingga Cilacap dan berbagai area di Jawa Tengah.

Tingginya permintaan pasar membuka peluang emas bagi peningkatan ekonomi warga setempat. Sayangnya, produksi tembakau Tarisi masih menghadapi kendala akibat ketergantungan pada kondisi musim serta luas lahan tanam.

Faktor alam ini membuat volume pasokan hasil panen belum bisa mengalir secara stabil sepanjang tahun.

Salah seorang petani tembakau Tarisi, Juhendra, menguraikan bahwa tradisi menanam tembakau sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi warga kampungnya.

“Tembakau Tarisi ini sudah ditanam turun-temurun. Selain menjadi warisan nenek mongyang, tanaman ini juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi petani,” kata Juhendra, Sabtu (10/10/2026).

Potensi Ekonomi Lahan 15 Hektare

Di wilayah Maruyungsari, sekitar 32 petani menggarap budidaya tembakau Tarisi di atas hamparan lahan seluas 15 hektare.

Patokan harga Rp28.000 per kilogram menjanjikan keuntungan finansial bagi masyarakat pengolah tanah. Meski demikian, dinamika cuaca, jadwal tanam, serta ketersediaan lahan tetap menjadi faktor penentu utama kapasitas produksi harian.

Bagi para petani, menjaga kelangsungan produksi tembakau Tarisi bukan melulu mengejar ceruk keuntungan pasar. Langkah ini merupakan strategi menjaga tradisi pertanian leluhur agar tidak tergerus zaman.

Keberadaan tembakau Tarisi kini menjadi salah satu aset pertanian lokal Pangandaran yang berpotensi melesat jika mendapat dukungan pengembangan secara berkelanjutan.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru