spot_imgspot_img
Jumat 31 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Semangat Perjuangan PM Gatra tak Pernah Padam

GARUT, FOKUSJabar.id: Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Advokasi Paguyuban Masyrakat Garut Utara (PM Gatra), Uus Sumirat menegaskan, gagasan pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) bukanlah sekadar wacana administratif untuk menghadirkan pemerintahan baru.

Bagi PM Gatra, pemekaran merupakan ikhtiar bersama untuk mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA:

BUMD Penggerak Kemandirian Ekonomi DOB Garut Utara

Aspirasi tersebut telah tumbuh dan mengakar selama satu dekade lebih sebagai bentuk harapan masyarakat terhadap masa depan Garut Utara yang lebih maju, mandiri dan sejahtera.

Menurut Uus, keinginan tersebut lahir dari kesadaran bahwa wilayah Garut Utara memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah, jumlah penduduk yang besar serta posisi geografis yang strategis.

Sayangnya, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang optimal karena rentang kendali pemerintahan yang luas dan belum meratanya pembangunan.

Oleh karena itu, pembentukan DOB di pandang sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengelolaan potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Yang menarik, perjuangan masyarakat Garut Utara tidak berhenti atau padam. Berbagai elemen masyarakat telah menunjukkan kesiapan yang nyata.

“SDA telah tersedia sebagai modal pembangunan, SDM terus di persiapkan, fondasi kelembagaan pemerintahan mulai di bangun dan yang paling penting adalah semangat pengabdian masyarakat yang tidak pernah surut. Inilah modal sosial yang menjadi kekuatan utama dalam menyongsong lahirnya Garut Utara sebagai daerah otonom,” ungkap Uus.

SDA yang Menjanjikan

Tidak dapat di pungkiri bahwa Garut Utara memiliki kekayaan SDA yang menjadi modal dasar pembangunan daerah.

Wilayah tersebut memiliki lahan pertanian yang subur, kawasan perkebunan, potensi peternakan, perikanan dan potensi industri yang terus berkembang menyimpan peluang besar bagi pengembangan ekonomi.

Selain sektor pertanian dan perikanan, Garut Utara juga memiliki potensi pariwisata yang belum sepenuhnya di kembangkan. Kekayaan budaya lokal serta bentang alam yang khas dapat menjadi penggerak ekonomi baru apabila di kelola secara profesional dan berkelanjutan.

BACA JUGA:

Gali Potensi Sumber PAD Kunci Kemandirian DOB

“Potensi tersebut merupakan aset strategis yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi daerah apabila di dukung oleh kebijakan pembangunan yang tepat, infrastruktur yang memadai dan tata kelola pemerintahan yang baik,” imbuhnya.

SDM Penggerak Perubahan

Keberhasilan sebuah daerah tidak hanya di tentukan oleh kekayaan alam, tetapi juga oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Berbagai kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha hingga aparatur pemerintahan telah menunjukkan komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Generasi muda Garut Utara lanjut Uus, semakin banyak yang menempuh pendidikan tinggi serta diaspora yang memiliki keterampilan profesional dan berhasil dalam bidangnya masing-masing.

Semangat kolaborasi ini menjadi modal penting bagi lahirnya birokrasi yang profesional, pemerintahan yang responsif dan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pemekaran daerah bukan sekadar membangun kantor pemerintahan baru. Yang lebih penting adalah mempersiapkan sistem pemerintahan yang mampu menjalankan fungsi pelayanan publik secara efektif.

“Pemerintahan yang baik harus di bangun di atas prinsip integritas,  profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, bertanggung jawab, akuntabilitas, tata nilai, moral dan pelayanan kepada masyarakat.”

“Oleh karena itu, berbagai persiapan perlu di lakukan sejak dini. Mulai dari penataan kelembagaan, pengembangan kapasitas aparatur, penyusunan dokumen perencanaan pembangunan hingga penguatan koordinasi antarwilayah,” katanya.

BACA JUGA:

5 Pilar Rancangan Fondasi Pemerintahan DOB Garut Utara

Kesiapan kelembagaan ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya menginginkan status daerah otonom. Tetapi juga menginginkan pemerintahan yang berkualitas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.

Uus menyebut, kekuatan terbesar Garut Utara sesungguhnya terletak pada semangat masyarakatnya. Perjuangan panjang untuk mewujudkan pemekaran daerah telah melahirkan solidaritas, kebersamaan dan rasa memiliki yang kuat terhadap masa depan wilayah.

Semangat tersebut tercermin dalam partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat yang terus mengawal proses pemekaran dengan cara yang konstruktif, demokratis dan penuh tanggung jawab.

Mereka memahami, perjuangan membentuk daerah baru bukan hanya untuk kepentingan generasi sekarang. Tetapi sebagai warisan bagi generasi mendatang.

“Semangat mengabdi inilah yang menjadi energi sosial yang tidak ternilai. Ketika SDA bertemu dengan SDM yang berkualitas serta di dukung semangat pengabdian, maka fondasi pembangunan daerah akan semakin kokoh,” tegas Uus.

Pembentukan Garut Utara sebagai daerah otonom hendaknya di pandang sebagai momentum untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat akan mempermudah pengambilan keputusan, mempercepat pelayanan publik dan membuka ruang yang lebih luas bagi inovasi pembangunan sesuai karakteristik lokal.

BACA JUGA:

Curug Kancil Cibatu Mutiara Terpendam Garut Utara

Namun, keberhasilan pemekaran tidak hanya bergantung pada keputusan pemerintah pusat. Keberhasilan tersebut juga di tentukan oleh kemampuan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi serta mengelola potensi daerah secara bijaksana.

Karena itu, kesiapan Garut Utara harus terus di wujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan dan tata kelola pemerintahan yang berintegritas.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru