spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 296

Bukan Sekadar Konser, Flower City Fest 2026 Satukan Burgerkill, Pop Sunda, dan Kaulinan dalam Satu Festival

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Flower City Fest 2026 Siap Satukan Lintas Generasi dan Genre Musik. (Arif)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Komunitas Bandung Belong To Us siap menggelar kembali perhelatan Flower City Fest 2026 pada 9 Agustus 2026 mendatang di Lapangan PPI Pussenif, Kota Bandung. Event ini mengusung semangat besar untuk mempertemukan berbagai lintas generasi serta ragam genre musik ke dalam satu panggung bersama.

Festival musik bergengsi ini tidak hanya mengandalkan aksi panggung jajaran musisi ternama, tetapi juga menyuguhkan beragam fasilitas interaktif yang memanjakan kenyamanan para pengunjung.

Baca Juga: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi Digelar di Bali

Supervisi Flower City Fest, Coach Eza, mengungkapkan bahwa dukungan penuh dan antusiasme tinggi dari para penonton menjadi pendorong utama penyelenggaraan acara ini.

Eza menjelaskan bahwa Flower City Fest lahir dari keresahan bersama untuk memberi warna baru di tengah maraknya festival musik di Kota Bandung. Ia mengaku berawal dari pengalaman pribadinya yang pernah menjadi penonton dan penikmat musik jalanan.

“Jadi spiritnya tetap barudak ya. Kenapa tuh barudak?. Adanya Flower City Fest ya terus tumbuh dan berkembang bersama teman-teman semua yang ada di sini,” kata Eza, Minggu (2/8/2026).

Lebih lanjut, Eza menegaskan bahwa panitia senantiasa menyerap aspirasi penonton dalam menentukan deretan pengisi acara (line up), salah satunya melalui jajak pendapat di media sosial.

Aksi Panggung ke 3 Burgerkill

Pada edisi Flower City Fest tahun ini, grup musik Burgerkill kembali mengantongi kepercayaan untuk tampil menghentak panggung. Penampilan ini menjadi aksi panggung ketiga kalinya bagi band cadas tersebut di ajang Flower City Fest.

Eza menilai Burgerkill sebagai salah satu nama besar yang memegang sejarah panjang serta konsisten menjaga eksistensinya hingga kini. Selain merangkul musisi senior, Flower City Fest memegang komitmen kuat untuk membuka ruang apresiasi bagi band-band pendatang baru serta generasi pemusik muda yang tengah bermunculan di Bandung.

“Tidak lupa juga kita selalu support juga beberapa band baru yang baru bermunculan, generasi baru, yang perlu diapresiasi juga oleh teman-teman di Bandung, entah itu sebagai promotor, musisi, dan juga audiens,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eza menyuarakan harapannya agar anak-anak muda Bandung tidak sekadar menjadi penikmat karya musik. Melainkan berani mengambil peran sebagai pelaku industri kreatif melalui karya nyata.

Diversitas atau keberagaman menjadi salah satu identitas utama yang terus dibina oleh Flower City Fest. Pihak penyelenggara berikhtiar meleburkan sekat batasan antargenre maupun antar-komunitas pecinta musik.

“Adanya Flower City Fest tidak membuat gap itu ada. Jadi semua teman-teman bisa menikmati dari kakak-kakak kita yang sudah berperan menjadi musisi di Bandung duluan. Bahkan generasi sekarang juga tetap diapresiasi,” katanya.

Konsep Inklusif

Konsep inklusif tersebut mewujud nyata melalui kehadiran panggung Pop Sunda di tengah dominasi musik keras. Setelah sukses menghadirkan Bungsu Bandung pada edisi sebelumnya, tahun ini Flower City Fest menyuguhkan sentuhan musik etnik Sunda lewat penampilan penyanyi Yayan Jatnika.

Di sisi lain, Supervisi Flower City Fest, Fahmi, menyebutkan bahwa penyelenggaraan tahun ini mencatatkan lompatan kualitas dibandingkan edisi terdahulu. Pihaknya mencurahkan perhatian lebih terhadap penyediaan fasilitas umum serta kenyamanan para pengunjung.

Fahmi memandang Flower City Fest kini telah bertransformasi menjadi wadah perjumpaan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan industri musik. Mulai dari musisi, vendor pertunjukan, penonton, hingga promotor acara.

“Jadi kita emang secara tim juga benar-benar tahun sekarang teh benar-benar fokusnya ke fasilitas juga gitu, ke fasilitas penonton, ke kenyamanan penonton, dan lain-lain,” katanya.

Fahmi membocorkan bahwa Flower City Fest 2026 bakal menghadirkan tiga panggung berbeda. Selain panggung utama (main stage) yang mengusung konsep twin stage, panitia menyiapkan panggung mini Supermusic x BBTU serta panggung Aalitan.

Tak hanya pertunjukan musik, festival ini tetap mempertahankan arena kaulinan (permainan tradisional). Serta area Botram (makan bersama) sebagai bagian dari daya tarik khas Flower City Fest.

(Arif)

Cobek Hot Jeletot Jadi Menu Andalan AR Resto Pangandaran, Bisa Dinikmati di Atas Perahu

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan Cobek Hot Jeletot AR Resto Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Wisatawan belum sepenuhnya menikmati Pangandaran jika melewatkan ragam kulinernya. Selain suguhan olahan laut bakar dan ikan segar, sebuah tempat makan kini menjadi buruan para pelancong karena menawarkan konsep unik: menyantap hidangan di atas perahu.

Pengelola menamai tempat ini AR Resto. Posisinya membentang di jalur jalan baru pesisir Pantai Pangandaran, persis di dekat Jembatan Ranggajipang Wiradinata. Pengendara yang melintas dari arah Pangandaran menuju Pantai Batu Hiu akan menemukan Resto ini di sisi kanan jalan.

Baca Juga: Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

AR Resto tidak sekadar menyajikan santapan lezat, tetapi juga menyuguhkan pengalaman berkesan bagi para pengunjung.

Para tamu dapat menikmati hidangan langsung di atas perahu nelayan sembari menyusuri Muara Karangtirta. Dari atas geladak perahu, mata pengunjung akan memanjakan diri dengan lanskap panorama Pantai Sukaresik yang menyatu anggun bersama muara sungai.

“Di sini view-nya bagus. Selain menghadap pantai, juga ada muara sungai. Pengunjung bisa makan di atas perahu, jadi sambil menikmati hidangan juga bisa berlayar menikmati pemandangan,” ujar Pemilik AR Resto, Ade Ruminah, Minggu (2/8/2026).

Sensasi menyantap makanan sembari berlayar santai inilah yang mengundang daya tarik wisatawan, termasuk pengunjung yang sengaja datang dari luar daerah.

Variasi Olahan Hidangan laut

Menyikapi selera pengunjung, AR Resto menyediakan beragam variasi olahan hidangan laut khas Pangandaran hingga sajian kuliner Nusantara. Meski demikian, mayoritas pelanggan menjagokan menu Cobek Hot Jeletot sebagai hidangan favorit utama.

“Cobek Hot Jeletot ini salah satu makanan yang khas dan tradisional banget. Rasanya asem, gurih, pedas, jadi perpaduannya bikin ketagihan,” kata Ade.

Sajian ini menghadirkan perpaduan rasa yang kuat: pedas, asam, dan gurih yang menggugah selera. Pengelola menyajikannya langsung di atas cobek panas, sangat pas mendampingi nasi hangat usai pengunjung beraktivitas seharian di pantai.

Wisatawan tidak perlu cemas memikirkan isi dompet. Pengelola mematok harga makanan di AR Resto mulai dari Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per porsi.

Pengunjung yang ingin merasakan sensasi berlayar cukup mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per orang. Satu armada perahu sanggup menampung hingga 15 orang penumpang.

“Harganya tidak menguras dompet. Murah meriah, dan alhamdulillah banyak tamu dari luar Pangandaran yang sengaja datang makan ke sini,” ucap Ade.

Bagi pencinta kuliner yang ingin berkunjung, AR Resto berada di jalur baru pesisir Pangandaran – Batu Hiu, tepat di samping Jembatan Ranggajipang Wiradinata.

Desain tempat yang terbuka menyuguhkan pemandangan laut dan muara secara langsung. Lokasi ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati makan siang maupun bersantai pada sore hari menjelang matahari terbenam.

“Jadi, kalau ke Pangandaran jangan cuma foto di pantai. Cobain juga makan di atas perahu sambil nikmatin Cobek Hot Jeletot. Dijamin pengalamannya beda,” pungkasnya.

(Sajidin)

Plang “Tanah Milik” di Pantai Madasari Pangandaran Tuai Polemik, Warga Minta BPN Audit Sertifikat

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan Papan bertuliskan Tanah Milik Diduga Harim Laut

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Papan pengumuman bertuliskan “Tanah Milik” lengkap dengan ancaman larangan melintas mendadak memicu kegaduhan di Pantai Madasari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Keberadaan plang tersebut secara langsung mengancam ruang gerak warga serta nelayan yang menggantungkan mata pencaharian di kawasan pesisir.

Unggahan foto plang tersebut mendadak viral di platform media sosial dan menyulut polemik panas. Masyarakat mempertanyakan keabsahan klaim kepemilikan individu atas bibir pantai yang tergolong tanah harim atau sempadan pantai murni.

Baca Juga: KSDA Pangandaran Ingatkan Wisatawan Waspadai Monyet Ekor Panjang di Pantai Pasir Putih

Pemerintah Kecamatan Cimerak merespons cepat gejolak ini dengan menerjunkan tim langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.

Ketua Forum Masyarakat Peduli Madasari, Indra, meluapkan keprihatinan mendalam atas munculnya klaim sepihak tersebut. Ia menilai keberadaan plang membatasi akses fasilitas publik secara sewenang-wenang.

“Kami merasa prihatin karena di lokasi yang selama ini menjadi akses umum masyarakat dan nelayan kini muncul papan bertuliskan tanah milik disertai larangan masuk tanpa izin pemilik. Kondisi ini tentu memunculkan banyak pertanyaan,” kata Indra, Minggu (2/8/2026).

Indra membeberkan bahwa persoalan ini tidak hanya menyasar satu titik saja. Pihaknya menduga kuat beberapa bidang tanah di sepanjang garis pantai Madasari telah beralih status kepemilikan menjadi sertifikat hak milik.

Perwakilan warga telah menemui Pemerintah Desa Madasari guna meminta klarifikasi resmi. Peta kawasan milik desa memang mengonfirmasi keberadaan sejumlah petak tanah yang memuat status bersertifikat.

Kenyataan ini memicu kecurigaan besar di tengah masyarakat.

“Kalau memang tanah harim tidak bisa disertifikatkan, mengapa di lokasi ini justru muncul sertifikat? Sementara di tempat lain masyarakat tidak bisa mengurus sertifikat karena alasan lahannya merupakan tanah harim. Hal ini perlu dijelaskan secara terbuka,” ujarnya.

Indra menyoroti kejanggalan administrasi pertanahan yang sangat tidak rasional. Petak tanah yang berimpitan langsung dengan garis pantai justru mengantongi sertifikat, sedangkan lahan yang berada jauh di daratan utama malah tertahan status tanah harim.

“Kondisi tersebut perlu penelusuran secara menyeluruh agar tidak menimbulkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam proses administrasi pertanahan,” kata Indra.

Forum Masyarakat Peduli Madasari menyodorkan dua tuntutan utama kepada Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Pangandaran serta Pemkab Pangandaran:

  1. Mengaudit secara menyeluruh proses penerbitan sertifikat tanah di kawasan pesisir Madasari.
  2. Menginventarisasi serta memetakan ulang batas rinci sempadan pantai demi memisahkan kawasan ruang publik dari lahan berizin kepemilikan.

“Kami berharap tanah harim tetap dipertahankan sesuai aturan. Jangan sampai akses publik dan ruang bersama masyarakat di kawasan pantai perlahan berubah menjadi kepemilikan pribadi,” tegas Indra.

Pihak BPN Kabupaten Pangandaran maupun Pemerintah Desa Madasari belum memberikan tanggapan resmi hingga penulisan berita ini selesai.

Sementara itu, plang kepemilikan tanah tersebut masih berdiri kokoh di lokasi. Warga serta nelayan tetap memaksakan diri melintasi jalur tersebut di tengah rasa cemas dan was-was.

(Sajidin)

KSDA Pangandaran Ingatkan Wisatawan Waspadai Monyet Ekor Panjang di Pantai Pasir Putih

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Ilustrasi Monyet WEB

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Keindahan Pantai Pasir Putih Cagar Alam Pangandaran memang menyihir siapa saja. Namun, wisatawan perlu mewaspadai keberadaan kawanan monyet ekor panjang yang mendiami kawasan konservasi tersebut.

Pengelola kawasan mengimbau para pengunjung agar tidak memicu bahaya saat berinteraksi dengan satwa liar ini. Wisatawan memikul tanggung jawab untuk menjaga jarak aman, tidak memberi makan, serta membuang jauh-jauh niat menjinakkan monyet.

Baca Juga: Barcode Solar Subsidi Bikin Ribet Perajin Bata di Pangandaran

Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah XXI Pangandaran, Kusnadi, menegaskan bahwa pihaknya terus menggencarkan edukasi sejak pintu masuk.

Pesan yang petugas sampaikan sangat jelas: hindari membawa makanan mencolok, jangan membagi makanan ke monyet, jangan mendekat saat mengambil foto, dan jangan mengelus satwa.

“Jangan sekali-kali membuat monyet itu menjadi jinak, karena pada dasarnya monyet itu bukan hewan jinak,” ujar Kusnadi kepada FOKUSJabar.id di Kantor KSDA Wilayah XXI Pangandaran, Minggu (2/8/2026).

Sayangnya, sebagian pengunjung masih kerap mengabaikan imbauan keselamatan ini. Terbukti, kawanan monyet ekor panjang menggigit dua orang wisatawan di kawasan Pasir Putih pada momen libur sekolah lalu.

Refleks Kaget Monyet dengan Mencakar dan Menggigit

Tim medis RSUD Pandega Pangandaran harus menangani langsung kedua korban tersebut.

“Contoh pada saat libur sekolah lalu sempat terjadi dua kasus wisatawan yang digigit monyet ekor panjang,” katanya.

Kusnadi menilai rasa kaget menjadi pemicu utama serangan tersebut. Rasa terkejut saat berpapasan langsung dalam jarak dekat mendorong monyet bereaksi refleks dengan mencakar dan menggigit.

Menurut Kusnadi, monyet ekor panjang di cagar alam hidup bergerombol. Sifat alami mereka yang liar akan memicu naluri agresif saat mengendus kecurigaan atau merasa terganggu oleh kehadiran manusia yang terlalu dekat.

“Kami terus berupaya di lapangan agar tidak terjadi lagi pengunjung yang sampai digigit monyet,” ucapnya.

Di sisi lain, Kusnadi memastikan satwa jenis lain di Cagar Alam Pangandaran relatif tenang dan tidak mengganggu kenyamanan wisatawan.

Meningkatkan Frekuensi Patroli

Demi menekan potensi insiden serupa, KSDA memperkuat koordinasi bersama Balawista, Satpolairud Polres Pangandaran, serta instansi terkait. Petugas gabungan kini meningkatkan frekuensi patroli untuk mengawasi sekaligus mengingatkan para pengunjung.

Kusnadi menekankan bahwa status kawasan Pasir Putih masih berupa cagar alam murni. Kondisi ini membuat tata cara penanganan satwa liar berbeda dari penanganan di kebun binatang.

“Semua stakeholder harus ikut menjaga kawasan ini. Menutup kawasan juga bukan solusi karena banyak masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas wisata,” tegasnya.

Pimpinan KSDA saat ini tengah menimbang berbagai opsi strategis. Salah satu langkah yang mengemuka mencakup rencana alih status sebagian kawasan menjadi Taman Wisata Alam (TWA). Langkah ini bertujuan memberikan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan wisata.

Meski demikian, pihak berwenang belum menetapkan keputusan resmi terkait usulan alih status tersebut.

“Sekarang masih dalam tahap kajian oleh pimpinan. Tugas kami di lapangan adalah terus melakukan upaya pencegahan serta menyampaikan berbagai kondisi dan keluhan yang terjadi di lapangan,” kata Kusnadi.

Guna menjamin keamanan pengunjung, Kusnadi memberikan panduan keselamatan saat menjelajahi Pasir Putih:

  1. Simpan makanan secara tertutup dan hindari membawa kantong plastik transparan di tangan.
  2. Hindari memberi makanan dalam bentuk apa pun kepada monyet.
  3. Jaga jarak aman dan batasi keinginan berfoto selfie terlalu dekat.
  4. Jangan menyentuh, mengelus, atau mencoba menggendong anak monyet.

“Jadi kalau mau ke Pasir Putih, nikmati pemandangannya saja. Biarkan monyet tetap jadi monyet liar, bukan teman selfie,” pungkasnya.

(Sajidin)

Nenek di Ciamis yang Terkecoh Ular Koros Mirip Sabuk, Damkar Gercep Lakukan Evakuasi

0
Ketpot : Personel Damkar UPTD Ciamis saat sedang mengevakuasi ular koros dari dalam sumur milik warga di Kelurahan Sindangrasa Ciamis
Ketpot : Personel Damkar UPTD Ciamis saat sedang mengevakuasi ular koros dari dalam sumur milik warga di Kelurahan Sindangrasa Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Petugas Damkar Ciamis sukses mengevakuasi ular koros sepanjang 80 sentimeter. Reptil ini bersembunyi di sumur milik Hasanah (69).

Nenek ini berdomisili di Lingkungan Cibeureum, Kelurahan Sindangrasa, Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: 3 Pengunjung Hiburan Malam Diamankan Timgab Polres Ciamis

Awalnya, Hasanah melihat ular tersebut bertengger di atas tembok sumur. Saat itu, ia berniat mencuci perabotan rumah tangga.

Kasi Kebakaran Damkar Ciamis, Trisyanto, mewakili Kasatpol PP Rd Ega Anggara Alqausar memberikan kronologi kejadian.

“Saat pemilik rumah sedang mencuci terlihat ular koros itu seperti sebuah sabuk,” kata Trisyanto, Minggu (2/8/2026).

Baca Juga: Timgab Polres Ciamis Sita Puluhan Botol Miras di Panyingkiran

Hasanah kemudian berinisiatif untuk memegang satwa tersebut.

“Saat pemilik rumah akan mengambil yang dikiranya sabuk ular itu langsung loncat ke dalam sumur,” ucapnya.

Hasanah khawatir reptil tersebut mati dan mencemari air sumurnya. Ia langsung menghubungi petugas UPTD Damkar Ciamis untuk meminta pertolongan.

Petugas segera datang menyelamatkan satwa tersebut ke permukaan.

“Ular itu akhirnya berhasil kami evakuasi dari dalam sumur dengan kondisi masih hidup,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Banjar Patroman FA Sapu Bersih Piala Soeratin 2026, Siap Gebrak Tingkat Jabar

0
Banjar,FOKUSJabar.id
Caption: Tim Banjar Patroman FA U15 yang melaju ke Piala Soeratin Provinsi. (istimewa/fokusjabar.id)

BANJAR FOKUSJabar.id: PSSI Kota Banjar sukses menggelar kompetisi resmi Piala Soeratin U-13 dan U-15 tahun 2026. Antusiasme tinggi menyelimuti turnamen sepak bola usia dini tersebut.

Panitia menggelar pertandingan di Lapang Sepak Bola Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Ajang ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu (1/8/2026) hingga Minggu (2/8/2026). Turnamen ini menjadi wadah strategis untuk melahirkan talenta muda potensial.

Baca Juga: Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi Digelar di Bali

Ketua PSSI Kota Banjar, Acep Anggi D Sihombing, menyebut enam tim bertanding pada setiap kategori umur.

“Tim terbaik dari tiap kategori akan melaju ke tingkat provinsi untuk melanjutkan perjuangan. Untuk di provinsi terselenggara tanggal 16 Agustus,” ungkap Anggi, Minggu (2/8/2026).

Banjar Patroman FA sukses menjuarai kedua kategori, baik U-13 maupun U-15. Tim ini berhak mewakili Kota Banjar ke tingkat Jawa Barat.

“Kompetisi ini bukan hanya soal meraih juara, tetapi bagaimana anak-anak belajar berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi sportivitas, serta membangun mental bertanding sejak dini,” terangnya.

PSSI Kota Banjar memanfaatkan ajang ini untuk menjaring bibit unggul pesepak bola masa depan. Para pemain muda ini memikul harapan untuk mengharumkan nama daerah.

“Saya sebagai ketua PSSI Kota Banjar dan jajaran pengurus mengucapkan selamat kepada para juara yang siap menuju regional,” pungkasnya.

(Agus Purwadi)

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, Sumber Penghasilan Warga Hilang dalam Hitungan Pekan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Perahu-perahu wisata di objek wisata Situ Gede, akhirnya hanya bisa terparkir di tepi Danau akibat dihantui kemarau (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Musim kemarau panjang tahun ini memicu penyusutan debit air di Obyek Wisata Situ Gede, Kota Tasikmalaya. Kondisi air danau yang semakin dangkal memaksa puluhan pengusaha perahu wisata menghentikan seluruh aktivitas operasional mereka.

Dermaga Situ Gede tampak sepi tanpa aktivitas penyewaan perahu dalam kurun waktu beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: DPD Perbasi Jabar Gelar Rapim Perdana di Tasikmalaya, Satukan Langkah Wujudkan Basket Jabar Berprestasi

Para pemilik perahu menolak mengambil risiko pelayaran demi menghindari kerusakan mesin akibat benturan batu atau ranting.

“Sejak tiga minggu terakhir ini, tidak ada satupun perahu wisata yang beroperasi,” ungkap Hilman, Minggu (2/8/2026).

Hilman bersama para pemilik perahu kini memanfaatkan waktu senggang untuk mengecat ulang serta merawat mesin kapal.

Baca Juga: Ribuan Orang Bernama Asep Tumpah Ruah di Tasikmalaya, Paguyuban Asep Dunia Rayakan Milangkala ke-16

Saat kondisi air danau normal, mereka mampu mengantongi pendapatan ratusan ribu rupiah dari kunjungan wisatawan harian.

Kini, hilangnya sumber penghasilan utama memaksa para pengusaha perahu banting stir mencari pekerjaan sampingan lain.

Sebagian pemilik perahu beralih menjadi pengemudi ojek online, pekerja kuli bangunan, hingga membantu usaha warung lokal.

Dampak penyusutan air ini turut melumpuhkan omzet para pedagang kuliner, juru parkir, serta penyedia jasa rakit.

Para pelaku usaha berharap hujan segera turun agar debit air kembali melimpah dan memulihkan perekonomian warga.

(Seda)