BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengusaha asal Bandung yang akrab dengan sapaan Bos Koi, Hartono Soekwanto (54), membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. Bersama rekan duetnya, Julius (56), ia sukses merebut podium juara kedua (runner up) pada kompetisi Padel Open kategori Bronze.
Turnamen olahraga yang tengah naik daun ini berlangsung seru di Lapangan Cititex Kota Bandung, Minggu (19/7/2026). Langkah hebat pasangan senior ini sukses mencuri perhatian penonton sepanjang kompetisi bergulir.
Baca Juga: Bandung Tutup Rangkaian Soccer for Equality 2026, Satukan Olahraga dan Gerakan Sosial
Memasuki putaran final, duet maut Hartono dan Julius harus mengakui agresivitas permainan pasangan muda, Adrian Setiawan (26) dan Bryan Hans Sundjaja (23). Kendati gagal membawa pulang trofi utama, Hartono sukses menunjukkan kekuatan fisik yang luar biasa.
Di usianya yang sudah menginjak setengah abad, ia sanggup mengimbangi determinasi olahraga padel yang menuntut durabilitas tinggi serta teknik yang matang. Stamina dan mentalitas bertandingnya mampu merepotkan barisan pemain yang jauh lebih muda.
“Saya juara 2 bronze open. Jadi saya kalahnya sama anak-anak muda yang umurnya 26 dan 23,” ungkap Hartono usai laga final.
Ia mengaku sangat bersyukur dengan pencapaian timnya dalam turnamen terbuka ini. Baginya, menembus babak final bersama Julius yang sudah menginjak usia 56 tahun merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.
“Kalah sama 26 dan 23. Dan saya sama partner saya, Julius 56, saya 54. Lumayan sudah masuk final,” tambahnya dengan nada optimistis.
Aksi memukau Hartono dan Julius di atas lapangan mengembuskan pesan positif bagi dunia olahraga nasional. Keberhasilan mereka menjadi bukti otentik bahwa performa fisik dan semangat kompetitif seseorang tidak melulu luntur termakan usia.
Meskipun menghadapi lawan yang memiliki usia separuh dari umur mereka, duet senior ini tetap mampu memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir pertandingan. Prestasi memikat ini sekaligus menginspirasi masyarakat luas untuk tetap aktif berolahraga tanpa memandang faktor usia.
(Irfansyahriza)



