spot_imgspot_img
Senin 21 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Reaktivasi Bandara Husein, Momentum Hidupkan Kembali Pasar Baru Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung diharapkan menjadi momentum untuk kembali menggairahkan aktivitas perdagangan di Pasar Baru Trade Center.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menilai keduanya memiliki keterkaitan erat dalam mendukung pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bandara Husein dan Pasar Baru sejak lama memiliki hubungan yang erat. Menurutnya, terhentinya operasional bandara turut berdampak terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Baru.

Baca Juga: Bandara Husein Dibuka Lagi, Ini Harapan Pedagang Pasar Baru Bandung

“Dari dulu kita meyakini bahwa Bandara Husein dan Pasar Baru memiliki ‘hubungan darah’. Artinya, kalau operasional Bandara Husein dihentikan, Pasar Baru akan kehabisan darah,” kata Farhan di Pasar Baru Trade Center Kota Bandung Senin (21/9/2026).

Kini, setelah Bandara Husein kembali direaktivasi, Pemkot Bandung menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan potensi kunjungan wisatawan dapat ikut menggerakkan aktivitas perdagangan.

Intruksi Presiden Prabowo Subianto

Farhan menyebut, reaktivasi Bandara Husein merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto sejak 25 Mei lalu. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kebijakan tersebut.

“Sekarang bandara sudah direaktivasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sejak 25 Mei lalu memberikan instruksi reaktivasi, salah satunya untuk Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung,” ucapnya.

Menurut Farhan, dibukanya kembali bandara harus diikuti kesiapan sektor perdagangan, khususnya Pasar Baru. Pemkot Bandung kini mencari berbagai solusi agar aktivitas perdagangan di kawasan tersebut kembali bergeliat.

“Reaktivasi ini tentu harus kita jawab dengan langkah nyata setelah pembukaan ini. Hal yang kita lakukan sekarang adalah mengaktifkan kembali Pasar Baru dan mencari berbagai solusi perdagangan, karena bagaimanapun aktivitas perdagangan harus terus berjalan,” katanya.

Farhan mengingatkan, kedatangan wisatawan tidak akan memberikan dampak maksimal apabila pusat perdagangan tidak siap. Pedagang perlu memastikan ketersediaan barang, kualitas produk, hingga daya tarik Pasar Baru bagi calon konsumen.

“Tanpa kesiapan pedagang, akan percuma jika turis datang tetapi melihat suasana sepi, barang tidak ada, atau tidak ada produk yang bagus. Oleh karena itu, kita harus siap menangkap potensi para calon konsumen,” ungkapnya.

Di tengah upaya menghidupkan kembali Pasar Baru, Pemkot Bandung juga menghadapi persoalan terkait kelanjutan kerja sama pengelolaan antara Perumda Pasar dan pihak ketiga, PT Munara.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung telah menemukan akar persoalan dalam perjanjian kerja sama yang dibuat sebelum pandemi COVID-19. Kondisi pandemi kemudian membuat pelaksanaan kerja sama tersebut menghadapi situasi yang luar biasa.

Peninjauan Ulang Perjanjian

“Pemerintah Kota Bandung, khususnya Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM), telah menemukan akar permasalahan dari perjanjian yang dibuat sebelum masa pandemi COVID-19. Saat pandemi terjadi, situasi menjadi sangat luar biasa. Aturan dalam kerja sama tersebut terlampau ketat sehingga sulit menemukan solusi yang fleksibel. Masalah ini sedang terus dibicarakan,” ujarnya.

Lebih lanjut Farhan mengatakan, tidak menutup kemungkinan perjanjian tersebut ditinjau ulang. Hasil pembahasan nantinya dapat mengarah pada penyusunan adendum maupun opsi masuknya investor baru.

“Bukan tidak mungkin ke depan akan dilakukan peninjauan ulang (review) terhadap perjanjian tersebut, yang berujung pada penyusunan adendum atau opsi masuknya investor baru. Namun hal itu masih bergantung pada hasil pembahasan,” jelasnya.

Baca Juga: Unpad dan BNI Perkuat Kolaborasi, Dorong Transformasi Digital dan Ekosistem Pendidikan

Di sisi lain, Farhan mengimbau para pedagang Pasar Baru tidak hanya menunggu peningkatan kunjungan wisatawan. Pedagang diminta terus berkreasi dan menghadirkan inovasi serta produk-produk baru.

Dengan begitu, ketika wisatawan berkunjung ke Bandung melalui Bandara Husein Sastranegara, Pasar Baru diharapkan mampu menjadi salah satu tujuan perdagangan dengan menawarkan produk berkualitas dan harga terjangkau.

“Pada saat yang sama, saya mengimbau para pedagang untuk tetap berkreasi serta menghadirkan inovasi dan produk-produk baru. Dengan demikian, saat turis berkunjung, Pasar Baru tetap konsisten menawarkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Hal itulah yang paling penting,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru