spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 27

Farhan Ungkap Hal Paling Menegangkan Jelang Oprasional BRT Bandung Raya

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut proyek pembangunan dan sosialisasi Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya terus menunjukkan tren positif.

Meskipun petugas masih menemukan sejumlah penolakan di lapangan, penerimaan masyarakat terhadap moda transportasi massal ini mulai meningkat. Berbagai pihak pun terus menggencarkan sosialisasi secara masif agar warga memahami manfaat jangka panjang BRT.

Baca Juga: Farhan Ultimatum Parkir Liar saat Asia Afrika Festival: Ketahuan Langsung Disikat!

“BRT sekarang ini saya senang sekali melihat progres sosialisasi yang berjalan oleh semua pihak untuk memastikan agar BRT ini sudah mulai bisa masyarakat terima. Memang ada beberapa resistensi, tapi resistensi tersebut bisa tertangani dengan sangat baik,” kata Farhan, Kamis (9/7/2026).

Selain urusan sosialisasi, Farhan juga mengapresiasi pengerjaan halte BRT. Ia menilai kontraktor menggarap proyek tersebut dengan baik dan sangat memperhatikan aspek keselamatan kerja.

“Pembangunan halte, kalau kita perhatikan, pembangunannya juga bagus. Ada penutupnya, penanganan proyeknya bagus, tidak sampai membahayakan,” ucapnya.

Kendati demikian, Farhan mengaku masih menunggu kepastian terkait model bisnis yang akan berlaku bagi operator BRT. Menurutnya, aspek ini menjadi poin paling krusial menjelang peluncuran layanan transportasi massal tersebut.

“Yang paling menegangkan buat saya sekarang adalah mengenai kepastian bisnis model operator transportasi. Nah, ini belum. Saya belum dapat kepastian. Kita masih menunggu konsep yang ditawarkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Musda XI Partai Golkar, 35 PK di Garut Dukung Aris-Deden

0
Musda Golkar fokusjabar.id
Ketua PK Cibatu, Dedi Supriadi

GARUT, FOKUSJabar.id: Menjelang Musda ke XI DPD Golkar Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), para Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) usai menggelar pertemuan.

Mereka telah mempelajari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO) dan juklak juknis tentang pelaksanaan Musda.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Ketua PK Cibatu, Dedi Supriadi selaku juru bicara pertemuan membenarkannya. Pihaknya telah mempelajari aturan tersebut agar Musda bisa berjalan pada rel yang benar sebagaimana kewajiban kader yang di perintahkan AD/ART. Yakni, memegang teguh dan melaksanakannya.

Menurutnya, dalam juklak dan juknis pelaksanaan Musda jelas terpampang bahwa calon Ketua DPD Partai Golkar harus memenuhi syarat. Di antaranya, telah menjadi anggota 5 tahun tidak terputus dan pernah menjadi pengurus atau Ormas yang mendirikan atau yang di dirikan satu periode penuh.

“Aturan tersebut yang menjadi pegangan kami,” tegas Dedi.

Untuk itu, Dia mengajak seluruh kader Golkar Garut untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Musda dengan mematuhi peraturan yang ada. Yaitu, menegakan AD/ART dan peraturan lainnya.

Pihaknya sangat menghormati kepada kader yang berbeda pandangan dengan wacana Diskresi kepada calon yang tidak memenuhi syarat.

“Kami bukan tidak mendukung pak Abdusy Syakur Amin selaku Bupati Garut. Kami di tuntut harus melaksanakan kewajiban menjaga tegaknya AD/ART partai Golkar,” ungkap Dedi.

Dia menyebut, kapasitas seorang Bupati tentunya sudah tidak di ragukan lagi atas kelebihan dan kekurangannya. Namun aturan partai harus tegak lurus mengusung calon yang memenuhi syarat mutlak sesuai aturan dan tidak berwacana serta berandai-andai tentang diskresi karena tidak tercantum dalam AD /ART maupun PO dan juklak juknis tentang Musda.

Saat ini, Syakur sudah di berikan kedudukan yang sangat strategis di kepengurusan DPD Golkar Jabar (Ketua Bidang Pemenangan Pemilu) juga Euis Ida Wartiah sebagai Ketua Bidang Sosial.

Dia berharap, Syakur dan Euis bisa berkiprah serta bersinergi bersama untuk membesarkan partai Golkar. Khususnya di Kabupaten Garut agar lebih maju dan bisa berkiprah di tengah masyarakat sebagaimana keinginan Ketua DPD Golkar Jabar, Daniel Mutaqim.

“Kami tidak ingin merusak fondasi konstitusi sebagai mana yang di syarankan Dewan Pertimbangan partai Golkar Garut. Tolong jangan di benturkan dengan wacana tidak mendukung Bupati. Kami tunduk kepada aturan partai,” tegasnya.

Waktu Pilkada, semua kompak mendukung Pak Syakur karena tugas partai. Oleh karena itu, Dia mengajak semua kader Golkar untuk menjaga marwah konstitusi partai.

BACA JUGA:

Golkar Jabar Era Daniel Mutaqien Mulai Tancap Gas

“Kami sepakat memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader Golkar yang memenuhi syarat dan telah berkiprah membesarkan partai. Sehingga bisa terus menjadi pemenang Pemilu,” imbuhnya.

Aris Munandar (Ketua DPRD Garut) adalah peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024. Dia sosok muda gen Z yang bisa meraih pemilih anak-anak muda dengan jaringan jabatan yang di embannya sudah barang tentu akan memaksimalkan pengabdiannya.

Ssdangkan mantan Ketua Fraksi dan anggota DPRD 4 periode, Deden Sopian sudah banyak berkiprah serta memahami lapangan.

Dia sosok senior yang berpengalaman dekat dengan siapa pun, mudah bergaul dan aktif berorganisasi. Sehingga akan memudahkan langkah dalam menjalankan roda organisasi.

Menariknya, mereka berasal dari dua wilayah yang berbeda. Aris Munandar merupakan kekuatan Darut Selatan (15 PK) dan Deden Sopian merepestrasikan kekuatan Garut Utara-tengah (20 PK).

“Kami mendorong dan mendukung mereka karena untuk kebaikan perjalanan Partai Golkar ke depan. Mari kita menjaga kekompakan serta mengedepankan kepentingan bersama dengan mematuhi aturan main yang telah di tentukan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Komisi 4 DPRD Garut Buka Suara Soal Kegaduhan SPMB SMPN 1 dan 2

0
SPMB SMPN 1 Garut fokusjabar.id
Anggota Komisi 4 DPRD Garut, Tatang Sumirat

GARUT, FOKUSJabar.id: Anggota Komisi 4 DPRD Garut Jawa Barat (Jabar), Tatang Sumirat mengatakan, hampir setiap tahun Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 1 dan 2 Garut memang sering “gaduh.”

Menurut politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), tahun 2026 adalah kegaduhan paling parah.

BACA JUGA:

Ketua DPD Demokrat Jabar Bangun Optimisme Kader Garut

“Sampai saat ini kami belum mendapat rilis resmi dari Dinas Pendidikan sebagai instansi terkait kepada publik,” ungkap Tatang Sumirat.

Pihaknya menganalisis beberapa persoalan terhadap kegaduhan SPMB di SMPN 1 dan 2 Garut. Di antaranya, faktor daya tampung dan peminat yang  tidak seimbang.

SMPN 1 dan 2 merupakan sekolah favorit di Garut Kota. Calon peserta didik yang daftar bisa beberapa kali lipat dari kuota yang ada. Alhasil, banyak yang tidak lolos dan orang tua protes.

Selain itu, sistem zonasi 50 persen, afirmasi (15 persen) dan mutasi (5 persen) membuat bingung orang tua.

Masalahnya adalah batas zona sering berubah tiap tahun, ada warga “numpang KK” biar masuk zona SMPN 1 maupun 2 Garut, warga di perbatasan zona merasa di rugikan karena jarak ke SMPN 1 lebih dekat tapi masuk zonanya SMP lain.

Selanjutnya dugaan tidak bijak dari Dinas Pendidikan sehingga sering menjadi  sorotan orang tua akibat sosialisasi telat/kurang, Juknis PPDB keluar mepet, banyak orang tua tidak paham jalur dan poin/

Terakhir verifikasi lemah yaitu adanya dugaan pemalsuan KK dan server PPDB error. Alhasil pada hari pertama pendaftaran web/operator down, orang tua antre dan kurangnya sekolah favorit. Sehingga dari dulu yang “di buru” cuma SMPN 1 dan 2.

Dinas Pendidikan belum berhasil menaikkan mutu SMP lain biar secara merata, adanya faktor internal SMPN 1 dan 2 tidak bisa nambah kelas seenaknya karena PBM, guru dan ruang kelas terbatas. Jika di paksakan, kualitas menurun.

Jadi mereka ikut kuota dari Dinas Pendidikan. Sehingga menimbulkan dampak demonstrasi orang tua siswa akibat tidak transparan dan berdampak psikologis terhadap  peserta didik.

BACA JUGA:

Sawala Budaya Sunda, Ketum PM Gatra: Bibit Kelapa Simbol Kehidupan

“Kepercayaan SPMB online menurun yang akhirnya kembali lagi ke orang dalam. Maka harus ada solusi yang dapat di lakukan sebagai langkah kebijakan dengan melakukan pemerataan. Sehingga Dinas Pendidikan harus percepat program sekolah penggerak di SMP lain  agar tidak tertinggal jauh, melakukan audit data, verifikasi KK dan afirmasi lebih ketat dari awal.”

“Melakukan sosialisasi dini, dua bulan sebelum PPDB sudah keliling ke SD serta melakukan penambahan Rombel. Jika memungkinkan, SMPN 1 dan 2 di beri tambahan ruang kelas baru,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Ketua DPD Demokrat Jabar Bangun Optimisme Kader Garut

0
Demokrat Garut fokusjabar.id
Dikpol Partai Demokrat Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), gelar Pendidikan Politik (Dikpol) bagi para pengurus, kader dan Srikandi di Aula Manggala Karya Bhakti, Jalan Proklamasi Jayaraga Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (9/7/2026).

Hadir dalam Dikpol, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, Kepala BPOKK DPD dan jajaran, sejumlah Ketua DPC, Kepala Kesbangpol, Nuroddin.

BACA JUGA:

DPC Partai Demokrat Garut Gelar Rakercab, Ini Harapan BPOKK Jabar

Ketua DPC Partai Demokrat Garut, Aman Nurjaman mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPD Jabar yang telah bisa hadir dalam kegiatan.

Menurutnya, kehadiran Ketua DPD Jabar secara tidak langsung mendorong semangat para pangurus dan kader Demokrat di Kabupaten Garut.

“Pendidikan politik merupakan proses pembelajaran dan pemahaman mengenai hak, kewajiban serta tanggung jawab warga negara dalam berbangsa dan bernegara. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran politik, kedewasaan sikap sekaligus  pengkaderan,” kata Aman.

Bagi para pengurus dan kader, pendidikan politik ini untuk menempa, melatih dan mempersiapkan agar memiliki kapasitas, loyalitas serta komitmen dalam mengawal perjuangan.

Selain itu memberikan manfaat nyata bagi rakyat sesuai dengan harapan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pihaknya mengajak seluruh pengurus dan kader tetap solid serta berada di tengah-tengah masyarakat. Khususnya yang membutuhkan.

“Sebentar lagi Partai Demokrat menginjak 25 tahun. Mari kita isi momentum ini dengan melakukan hal terbaik yang bisa memberikan manfaat dan di rasakan langsung oleh masyarakat,” pesan Dia.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto optimistis bisa kembali meraih kejayaan seperti yang pernah di raih di Pemilu 2009.

demokrat garut fokusjabar,id
Ketuas DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Anton Sukartono Suratto

Anton menyebut, kemenangan pada tahun 2009 dan setelahnya menjadi pengalaman berharga sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kontestasi Pemilu yang akan datang.

BACA JUGA:

Sawala Budaya Sunda, Ketum PM Gatra: Bibit Kelapa Simbol Kehidupan

“Insyallah kita akan mengulangi kejayaan itu. Tahun 2009 kita pernah juara. Mudah-mudahan ke depan kita bisa berkembang,” tegas Anton.

Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI ini berharap, kader Demokrat di Kabupaten Garut selalu kompak, solid, melakukan yang terbaik untuk kebesaran partai sert memberikan manfaat kepada masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Tasikmalaya Dipilih Jadi Tuan Rumah Hari Koperasi Nasional, Presiden Prabowo Berpotensi Hadir

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan bersama jajaran, saat melakukan pertemuan strategis bersama Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono di Jakarta (ist Prokopim)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Langkah strategis Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menggelar pertemuan dengan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, membuahkan hasil yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.

Dalam pertemuan istimewa tersebut, kedua tokoh membahas secara komprehensif sejumlah persiapan matang untuk menyambut peringatan Hari Koperasi Nasional (HKN) Ke-79 tahun 2026.

Baca Juga: Alarm Bahaya! Situ Gede Surut, Kekeringan Ancam Ribuan Hektare Sawah di Tasikmalaya

Kabar yang lebih menggembirakan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI resmi mempercayakan Kota Tasikmalaya sebagai pusat panggung peringatan Hari Koperasi Ke-79 pada bulan Juli ini. Agenda besar tingkat nasional tersebut bahkan berpotensi menghadirkan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Keberhasilan memenangi hak sebagai tuan rumah menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antara Kemenkop RI dan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Momentum ini sekaligus mengangkat kembali nilai historis Kota Tasikmalaya sebagai lokasi asli penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada tahun 1947, yang menandai lahirnya gerakan perkoperasian di tanah air.

Wali Kota Viman Alfarizi menyampaikan bahwa momentum HKN tahun ini memuat makna yang sangat krusial. Agenda ini bukan sekadar seremoni peringatan sejarah biasa, melainkan menjadi titik balik kebangkitan gerakan koperasi sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kota Tasikmalaya memiliki jejak sejarah yang sangat penting dalam perjalanan lahirnya perkoperasian di tanah air Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi, kami ingin memastikan bahwa warisan sejarah tersebut tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali agar memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa di masa mendatang,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan saat dihubungi, Rabu (8/7/2026).

Agenda Groundbreaking Revitalisasi Kawasan Sejarah Koperasi

Dalam pertemuan bersama Menkop tersebut, kedua pihak juga menyepakati rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek revitalisasi kawasan bersejarah Kongres Koperasi Pertama serta Monumen Koperasi. Otoritas menjadwalkan agenda bersejarah tersebut bergulir pada 26 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian utama HKN ke-79.

Groundbreaking revitalisasi kawasan bangunan kongres Koperasi pertama dan Monumennya tidak hanya terfokus pada pembenahan infrastruktur fisik. Tetapi juga mengarah untuk menjadi ruang publik yang produktif, edukatif, dan inklusif. Tujuannya untuk perkembangan dunia koperasi di tanah air khususnya di Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.

Viman mengimbuhkan, tim perencana merancang kawasan sejarah koperasi tersebut sebagai pusat aktivitas koperasi. Terlebih menjadi wwahana edukasi sejarah, pusat pemberdayaan ekonomi warga, serta ruang kolaborasi kreatif bagi generasi muda.

Menteri Koperasi Dorong Digitalisasi dan Sasar Gen Z

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan proyek revitalisasi kawasan bersejarah ini merupakan bagian dari upaya keras pemerintah pusat. Targetnya adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi soko guru perekonomian nasional.

“Kawasan gedung kongres pertama koperasi akan kita kembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pusat aktifitas yang mampu mempertemukan nilai historis dengan jiwa inovasi. Sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku koperasi, UMKM, komunitas, serta generasi milenial dan Gen Z. Tentunya melalui pendekatan yang lebih modern dan adaptif,” kata Ferry Juliantono.

Ferry juga mengungkapkan, selain membahas penataan kawasan fisik, pertemuannya dengan Wali Kota Tasikmalaya turut mengunci komitmen penguatan transformasi koperasi menuju era digital. Langkah ini mencakup peningkatan daya saing lembaga serta pembangunan ekosistem koperasi yang tangguh menghadapi tantangan ekonomi masa depan.

Pemkot Tasikmalaya sendiri menyambut baik kucuran dukungan penuh dari pemerintah pusat ini. Kolaborasi lintas sektor ini harapannya mampu menegaskan identitas Kota Tasikmalaya sebagai ibu kota sejarah koperasi. Sekaligus memicu lahirnya koperasi-koperasi modern yang inovatif, profesional, dan berdaya saing global.

“Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 harapannya menjadi momentum memperkuat kembali semangat nilai-nilai gotong royong. Terlebih meningkatkan partisipasi generasi muda dalam berkoperasi. Serta memperkokoh koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Ferry Juliantono.

(Seda)

Kukang Dilindungi Masuk Permukiman Warga Ciamis, Damkar Lakukan Evakuasi Aman

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos WMK Banjarsari saat menangkap Kukang

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Personel Damkar Pos WMK Banjarsari berhasil mengevakuasi dan mengamankan seekor Kukang (Nycticebus) yang berkeliaran di kebun pisang milik warga Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Tim Damkar Pos WMK Banjarsari segera menyelamatkan primata tersebut mengingat undang-undang mengategorikan kukang sebagai satwa yang dilindungi karena populasinya di alam liar sudah hampir punah.

Baca Juga: 2 Hektare Lahan Terbakar di Ciamis, Api Nyaris Capai SMPN 2 Banjarsari

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menjelaskan bahwa personel piket menerima laporan dari warga sekitar pukul 20.30 WIB mengenai keberadaan satwa nokturnal tersebut di atas pohon pisang.

“Karena Kukang itu hewan dilindungi, maka menjaga hal-hal yang tidak diinginkan saat menerima informasi keberadaannya di kebun warga, personel Damkar langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” kata Trisyanto, Rabu (8/7/2026).

Trisyanto menuturkan seorang warga yang rumahnya berada dekat dengan area perkebunan menjadi orang pertama yang menyadari kehadiran kukang liar tersebut.

“Seorang warga yang keluar rumah melihat hewan Kukang itu pertama kali di pohon pisang,” ucapnya.

Petugas Amankan Kukang Tanpa Cedera dan Siap Lepas Liar

Trisyanto melanjutkan, petugas di lapangan langsung bergerak taktis. Setelah berjibaku selama beberapa waktu di area kebun, tim rescue akhirnya sukses menangkap kukang liar tersebut. Penangkapan berlangsung dengan aman tanpa menimbulkan cedera pada tubuh si hewan.

“Setelah berhasil kami tangkap, selanjutnya Kukang itu kami bawa ke Mako Damkar. Selanjutnya akan kita lepas di habitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk,” ungkap Trisyanto.

Pihak Damkar berencana menyerahkan atau melepas kembali satwa pemalu tersebut ke kawasan hutan yang aman. Tujuannya agar memastikan kelestarian ekosistem dan menjauhkannya dari ancaman konflik dengan manusia.

(Husen Maharaja)

Mengenal KIM Depok, Komunitas Warga untuk Sebarkan Informasi Positif dan Promosikan Potensi Daerah

0
DEPOK, FOKUSJabar.id
Flyer KIM Kota Depok.

DEPOK,FOKUSJabar.id: Perkembangan teknologi digital membuat masyarakat dapat mengakses dan membagikan informasi dengan sangat cepat. Kondisi ini menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan besar, terutama dalam memastikan kebenaran dan kemanfaatan informasi yang beredar luas di ruang publik.

Di tengah derasnya arus informasi tersebut, publik harus semakin cermat dan bertanggung jawab saat menggunakan berbagai platform digital. Kemampuan memilah informasi yang akurat kini menjadi salah satu kunci penting untuk membendung penyebaran berita bohong yang menyesatkan.

Baca Juga: Jual Perhiasan dan Berutang, Pendiri SLBN Widi Asih Pangandaran Perjuangkan Dana Lahan Sejak 2004

Sebagai langkah nyata untuk mencetak masyarakat yang lebih melek informasi dan aktif di ruang siber, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menghadirkan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Otoritas membentuk komunitas ini sebagai wadah partisipasi warga untuk mengelola, menyebarluaskan, dan memanfaatkan informasi demi kemajuan lingkungan.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Depok, Ade Hukmawan, menjelaskan bahwa KIM mengemban peran vital sebagai penghubung informasi antara pihak pemerintah dan warga. Kehadiran komunitas tersebut tidak hanya berfokus pada penyebaran berita yang benar dan positif, tetapi juga mendorong pemanfaatan informasi untuk mendongkrak sektor ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Selain sebagai penyebar informasi, KIM memiliki sejumlah fungsi penting, yaitu menjadi penggerak literasi informasi dan digital, mendorong pemberdayaan masyarakat, mempromosikan potensi daerah, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Jadi, masyarakat dapat berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi secara positif,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Berbagai Keuntunan Gabung KIM

Ade menambahkan, warga yang bergabung dalam KIM juga bakal memetik berbagai keuntungan. Selain memperluas wawasan dan pengetahuan, para anggota komunitas dapat mengasah kemampuan literasi digital serta memperlebar jejaring kolaborasi dengan berbagai kelompok profesi lainnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memfasilitasi anggota KIM dengan website komunitas gratis. Mereka dapat memanfaatkan situs web tersebut sebagai media promosi efektif sekaligus sarana penyebaran informasi kepada masyarakat secara lebih luas.

“KIM juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk turut membangun Kota Depok melalui ide, kreativitas, dan informasi yang bermanfaat,” kata Ade merinci keuntungan program.

Terbuka untuk Umum, Simak Syarat Ketatnya

Pemkot Depok pun membuka pintu kesempatan selebar-lebarnya bagi berbagai elemen masyarakat untuk bergabung dalam komunitas ini. KIM menerima pendaftaran dari Karang Taruna, pengurus RT dan RW, pelaku UMKM, komunitas pemuda, relawan digital, hingga masyarakat umum yang memiliki semangat tinggi untuk menyebarkan informasi positif dan mengangkat potensi wilayah masing-masing.

Meski demikian, panitia menetapkan sejumlah persyaratan administratif yang ketat dalam pembentukan kepengurusan KIM. Calon pengurus komunitas tidak boleh berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak pernah terlibat tindak pidana hukum. Serta tidak memiliki afiliasi atau hubungan dengan partai politik tertentu maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Masyarakat dapat mengurus proses pendaftaran komunitas ini melalui kantor kelurahan di wilayah masing-masing. Selain cara manual, Pemkot Depok juga menyediakan akses digital berupa kode QR khusus untuk mempermudah warga mendaftarkan komunitasnya.

“Melalui KIM, kami berharap semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi dalam menyebarkan informasi yang akurat. Terlebih menangkal hoaks, mempromosikan potensi daerah, serta bersama-sama mewujudkan masyarakat yang informatif, cerdas digital, dan berdaya,” pungkas Ade menutup penjelasan.

(Jingga Sonjaya)