spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 26

BKPSDM Banjar Tegaskan Tak Ada Tim Bayangan dalam Rotasi dan Mutasi ASN

0
Banjar, FOKUSjabar.id
Caption: Forum komunikasi Kota Banjar berdiskusi dengan jajaran BPKSDM Kota Banjar. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Forum Masyarakat Kota Banjar menggelar audiensi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjar di Aula BKPSDM, Kamis (9/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menuntut kejelasan mengenai mekanisme rotasi dan mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjar.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan warga mempertanyakan kejelasan mekanisme pelaksanaan rotasi dan mutasi ASN serta peran Tim Penilai Kinerja (TPK) yang sebelumnya bernama Baperjakat. Selain itu, mereka juga meminta klarifikasi atas rumor yang beredar di masyarakat. Terkait dugaan adanya pihak luar atau “aktor informal” yang ikut mengatur penentuan jabatan.

Baca Juga: Gibas dan Apache Datangi BPKPD Kota Banjar, Perjuangkan Hak Ahli Waris Dua Korban Tower

Koordinator Forum Masyarakat Kota Banjar, Deni Mulyadi, menyatakan bahwa audiensi ini merupakan bentuk nyata partisipasi warga dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingin memperoleh penjelasan yang jelas mengenai mekanisme rotasi dan mutasi ASN. Kemudian peran Tim Penilai Kinerja, serta berbagai informasi yang berkembang di lingkungan ASN. Harapannya, seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan sesuai aturan yang berlaku,” kata Deni.

Menurut Deni, pemerintah kota perlu membuka informasi ini secara transparan. Tujuannya agar tidak memicu spekulasi liar dan persepsi negatif di tengah masyarakat.

Proses Rotasi dan Mutasi ASN Sesuai Undang-undang

Kepala BKPSDM Kota Banjar, Egi Ginanjar, menegaskan bahwa instansinya menjalankan seluruh proses rotasi dan mutasi ASN sesuai ketentuan perundang-undangan melalui mekanisme resmi TPK.

“Proses rotasi dan mutasi ASN dilakukan melalui Tim Penilai Kinerja. Dulu namanya Baperjakat, sekarang berubah menjadi TPK. Semua usulan dan pertimbangan melalui pembahasaan, tim tersebut sesuai mekanisme yang berlaku,” tutur Egi.

Egi menjelaskan, TPK mengemban tugas utama untuk memberikan pertimbangan matang kepada pejabat pembina kepegawaian dalam manajemen talenta, rotasi, promosi, hingga mutasi ASN berdasarkan regulasi yang ada.

Dalam kesempatan tersebut, Egi juga membantah keras isu miring mengenai keberadaan “tim bayangan” . Isu yang santer disebut-sebut ikut campur dalam menentukan posisi jabatan ASN di Pemkot Banjar.

“Tidak ada tim bayangan. Seluruh proses berjalan sesuai mekanisme dan kewenangan Tim Penilai Kinerja,” tegasnya.

Egi menambahkan, BKPSDM sangat terbuka terhadap setiap aspirasi masyarakat dan siap meluruskan informasi yang simpang siur.

“Seluruh proses manajemen ASN terlaksana berdasarkan prinsip profesionalisme, kompetensi dan kebutuhan organisasi. Serta mengacu pada sistem merit sebagaimana tertauang dalam ketentuan yang berlaku,” pungkas Egi.

(Agus Purwadi)

Meski Fiskal Terbatas, Citra Pitriyami Naikkan Insentif Kader Posyandu Pangandaran

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Bupati Pangandaran saat menyampaikan sambutan di depan ratusan kader posyandu

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memutuskan untuk menaikkan nilai insentif bagi para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mengumumkan langsung kebijakan tersebut saat menghadiri acara pembinaan kader Posyandu di GOR Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kamis (9/7/2026).

Kebijakan menaikkan insentif ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah daerah terhadap dedikasi kader Posyandu. Selama ini, mereka konsisten menjadi garda terdepan dalam menyalurkan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

Baca Juga: Bupati Pangandaran Siap Tuntut Kompensasi Jika Tumpahan Batu Bara Tongkang Nautika 22 Rugikan Warga

Citra menjelaskan bahwa agenda pembinaan kader tidak sekadar bertujuan meningkatkan kapasitas teknis, melainkan juga untuk membakar semangat para kader saat mendampingi masyarakat di lapangan.

“Yang saya umumkan hanya insentifnya naik dari tahun sebelumnya. Pembinaan kader ini salah satunya untuk memberikan semangat kepada kader-kader, karena kader adalah garda terdepan. Kader lebih paham kondisi masyarakat,” kata Citra.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Pangandaran wajib terus memperkuat sinergi dengan para kader Posyandu. Menurutnya, fondasi kemajuan suatu daerah bergantung pada kemajuan tingkat desa yang mendapat topangan pelayanan dasar yang prima.

“Jadi biar kader lebih semangat, biar sinergi antara pemerintah daerah dengan kader semakin kuat. Saya meyakini bahwa kemajuan suatu daerah diawali dari desanya dulu harus maju, dan kader adalah garda terdepan,” ujarnya.

Fiskal Belum Pulih Total

Di hadapan ratusan kader Posyandu yang hadir, Citra juga blak-blakan mengenai kondisi keuangan daerah yang saat ini masih mengalami keterbatasan. Selain kapasitas fiskal daerah yang belum pulih total, Pemkab Pangandaran juga harus menghadapi kebijakan pemotongan alokasi dana transfer dari pemerintah pusat.

“Ya, saya hanya sedikit bercerita bahwa kondisi fiskal kita terbatas. Saya jadi bupati memang dalam kondisi fiskal terbatas, sudah begitu transfer pusat ke daerah dipotong lagi. Tapi saya bilang, dengan kondisi fiskal terbatas pun saya masih memperhatikan insentif kader,” tutur Citra.

Melalui program pembinaan intensif ini, Pemkab Pangandaran berharap kolaborasi antara jajaran pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu semakin solid. Langkah ini menjadi strategi utama agar pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dapat berjalan jauh lebih optimal.

(Sajidin)

Bupati Pangandaran Siap Tuntut Kompensasi Jika Tumpahan Batu Bara Tongkang Nautika 22 Rugikan Warga

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat dorstop dengan wartawan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Pangandaran memastikan proses evakuasi bangkai kapal tongkang Nautika 22 yang terdampar di pesisir pantai Sukaresik akan segera berjalan.

Namun, petugas memprioritaskan pembersihan tumpahan batu bara di laut terlebih dahulu sebelum mengangkat kapal yang bermuatan 8.109 ton komoditas tersebut.

Baca Juga: Jual Perhiasan dan Berutang, Pendiri SLBN Widi Asih Pangandaran Perjuangkan Dana Lahan Sejak 2004

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, mengambil langkah ini usai menggelar diskusi panjang bersama pihak terkait, termasuk pihak pengusaha batu bara belum lama ini.

“Betul. Jadi tadi kita sudah bertemu dengan pihak pengusaha, asuransi dan semuanya yang terkait. Insyaallah segera, saya sudah minta di-share jadwal mulai,” ujar Bupati Citra di aula Desa Karangmulya, Padaherang, Kamis (9/7/2026).

Citra menjelaskan bahwa rencana awal berfokus pada pengangkatan badan tongkang secara langsung. Namun setelah berdiskusi kembali, tim sepakat untuk mendahulukan pembersihan sisa muatan yang tumpah ke perairan.

“Memang tadinya tongkang yang mau diangkat. Tetapi kemarin malam kita berdiskusi, jadi intinya prioritasnya kita mengangkat tumpahan batu bara, setelah itu baru tongkangnya,” katanya.

Bupati Serahkan Interpretasi Data Kepada Para Tenaga Ahli

Meskipun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat telah merilis hasil uji laboratorium, Citra belum bisa memastikan tingkat keparahan potensi pencemaran lingkungan tersebut. Ia memilih menyerahkan interpretasi data sepenuhnya kepada para tenaga ahli.

“Saya tidak bisa mengatakan itu. Itu tenaga ahli yang harus menyampaikan. Laporannya memang sudah keluar, tapi saya tidak akan bisa memastikan. Nanti biar tenaga ahli yang menyampaikan secara langsung,” ujarnya.

Kendati demikian, Citra menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menuntut kompensasi bagi masyarakat terdampak jika tumpahan tersebut terbukti merugikan warga Pangandaran.

“Tentu itu pasti. Ya itu mah pasti karena masyarakat saya, tentu mereka tidak boleh sampai dirugikan lagi,” tuturnya.

Menurut Citra, bentuk kompensasi dapat berupa program kegiatan sosial maupun dana tunai. Pihak asuransi masih menghitung nominal pastinya setelah seluruh proses penanganan selesai di lapangan.

“Ada kegiatan dan ada juga uang. Tapi nanti kita lihat karena pihak asuransi memang ingin selesai dulu dan harus ada perhitungan persisnya berapa kerugiannya,” pungkas Citra.

(Sajidin)

Mantan Kepala Badan Kesbangpol Garut Berlabuh ke Partai Demokrat

0
Kesbangpol Demokrat Garut fokusjabar.id
Drs. Wahyudijaya M Si

GARUT, FOKUSJabar.id: Mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Wahyudijaya resmi bergabung dengan Partai Demokrat (PD).

Hal itu terungkap ketika Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dalam kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) di kantor DPC Kabupaten Garut, Kamis (9/7/2026).

BACA JUGA:

Ketua DPD Demokrat Jabar Bangun Optimisme Kader Garut

Berlabuhnya Wahyudijaya ke Partai Demokrat menjadi sorotan karena rekam jejaknya selama menjadi pejabat publik di kenal aktif melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kesatuan bangsa dan politik.

Usai menerima KTA Partai Demokrat, Wahyudijaya menyebut alasan utama gabung  partai besutan Agus Harmurti Yudhoyono (AHY) karena visi Partai Demokrat yang prorakyat dan berpihak pada pembangunan.

BACA JUGA:

Musda XI Partai Golkar, 35 PK di Garut Dukung Aris-Deden

“Saya melihat Partai Demokrat punya semangat perubahan dan perbaikan. Nilai-nilai AHY tentang demokratisasi serta keberpihakan pada rakyat kecil sejalan dengan hati nurani saya,” ungkapnya kepada FOKUSJabar.

Selain itu, Demokrat merupakan partai kader yang mengedepankan nilai-nilai kebangsaan yang rasional dan proporsional serta mempunyai prospek bisa memperbaiki tatanan berbangsa yang lebih baik.

kesbangpol demokrat garut fokusjabar.id
Ketua DPD Demokrat Jabar menyerahkan KTA

“Atas dasar itu, Saya jatuh hati terhadap Partai Demokrat,” ucap Wahyudijaya.

Dia menegaskan, siap bekerja dari akar rumput untuk membesarkan partai berlambang mercy ini di Kabupaten Garut.

Secara terpisah Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Ahmad Bajuri menegaskan, PD merangkul semua orang dari berbagai latar belakang tanpa diskriminasi (inlklusif).

BACA JUGA:

Komisi 4 DPRD Garut Buka Suara Soal Kegaduhan SPMB SMPN 1 dan 2

Menurutnya, beberapa tokoh Garut gabung Demokrat. Salah satunya, mantan eksekutif, Wahyudijaya.

Harapan Bajuri, Dia membawa warna baru dan menambah kekuatan Demokrat Garut dalam menghadapi Pemilu 2029.

“Dengan pengalaman Beliau di Kesbangpol dan jejaringnya bisa membawa tenaga konsolidasi DPC Demokrat Garut,” singkat Bajuri.

(Bambang Fouristian)

Kriminalitas Bandung Jadi Sorotan, Farhan Pimpin Patroli Dini Hari dan Hidupkan Kembali Siskamling

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons sorotan terkait meningkatnya aksi kriminalitas di Kota Bandung dengan memperkuat patroli rutin sekaligus menghidupkan kembali semangat Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) dengan melibatkan masyarakat. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, bergerak cepat merespons sorotan publik terkait meningkatnya aksi kriminalitas di Kota Kembang. Langkah konkretnya adalah memperkuat patroli rutin dan menghidupkan kembali semangat Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) berbasis masyarakat.

Farhan menyatakan bahwa dirinya bersama jajaran Pemkot Bandung akan turun langsung memimpin patroli setiap hari Minggu buta, mulai pukul 02.00 WIB. Pihaknya ingin memantau secara langsung kondisi keamanan di sejumlah titik rawan di Kota Bandung.

Baca Juga: Farhan Pastikan Depo BRT Cicaheum Sudah Siap, Tinggal Tunggu SPKLU dan Kepastian Operator

“Betul. Itu sebabnya saya bersama jajaran setiap hari Minggu akan melakukan operasi mulai jam 2 pagi untuk keliling,” kata Farhan di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

Selain mengintensifkan patroli malam, Farhan menjamin seluruh korban kejahatan jalanan, termasuk begal, akan mendapatkan bantuan medis sepenuhnya. Ia menegaskan larangan keras bagi fasilitas kesehatan di Bandung untuk menolak pasien darurat.

“Semua korban begal akan mendapatkan bantuan. Karena kita punya prinsip, untuk perawatan kesehatan tidak boleh ada fasilitas kesehatan yang menolak pasien,” ucapnya.

Menurut Farhan, upaya memberantas kriminalitas tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada pundak aparat penegak hukum saja. Peran aktif masyarakat melalui siskamling menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dari gangguan kamtibmas.

“Karena bagaimanapun juga, ini bagian dari kita melakukan Siskamling. Siskamling adalah kuncinya, melibatkan seluruh warga, dengan semangat warga jaga warga, warga jaga kota,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali membangkitkan budaya saling menjaga keamanan lingkungan sekitar dan tidak bersikap pasif.

“Kita tidak boleh terus-menerus hanya menggantungkan diri kepada aparat hukum. Bagaimanapun juga, masyarakat harus turun menjaga kota kita dari serangan-serangan atau penyimpangan-penyimpangan kriminalitas tersebut,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Tak Sekadar Panen Raya, Pemkab Ciamis Cetak Petani Mandiri Lewat Sekolah Lapang Organik

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Kegiatan panen raya padi organik berlokasi di pesawahan Desa Cisadap Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkomitmen kuat untuk terus mendukung pembangunan sektor pertanian. Salah satu langkah utamanya yaitu dengan mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) para petani lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswanda, menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian selalu berawal dari petani yang mau terus belajar. Ia menyampaikan hal tersebut di sela-sela agenda panen raya di areal persawahan Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Kukang Dilindungi Masuk Permukiman Warga Ciamis, Damkar Lakukan Evakuasi Aman

Ape mengatakan, sebelum mengikuti kegiatan panen raya, pihaknya sempat melihat langsung berbagai hasil pembelajaran yang para petani pamerkan.

“Kami telah menyaksikan bagaimana proses belajar itu telah menghasilkan berbagai inovasi, mulai dari pengelolaan explogo tanah, pembuatan mikroorganisme lokal (MOL), kompos, pestisida nabati, pemanfaatan jerami hingga berbagai produk olahan hasil pertanian,” katanya.

Menurut Ape, apa yang tersaji dalam pameran tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar hasil karya fisik. Ia menilai esensi inilah yang menjadi tujuan utama dari pembangunan sektor pertanian.

“Saya lihat adalah tumbuhnya pengetahuan, keterampilan, kreatifitas dan kemandirian petani,” tuturnya.

Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Pertanian

Ape melanjutkan, memajukan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan mencetak sawah dan menyediakan sarana prasarana penunjang saja. Pemerintah wajib mengimbanginya dengan peningkatan kapasitas SDM yang benar-benar mengerti dunia tani.

“Ketika petani memiliki pengetahuan, keterampilan, keberanian untuk mencoba inovasi, maka pembangunan pertanian akan terus berjalan sekalipun program pemerintah telah selesai dilaksanakan,” jelasnya.

Ape menjelaskan, agenda panen raya kali ini bukan sekadar aktivitas memetik hasil padi di sawah. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa program pembangunan pertanian milik Pemkab Ciamis berjalan sukses di lapangan.

“Lokasi yang kita panen hari ini merupakan lokasi pelaksanaan sekolah lapang pertanian sehat ramah lingkungan berkelanjutan,” beber Ape.

Ape menambahkan, proyek percontohan ini awalnya hanya memanfaatkan lahan sekitar 460 bata sebagai media pembelajaran. Melalui proses belajar intensif, para penyuluh pertanian, narasumber, dan fasilitator terus mendampingi para petani yang punya semangat tinggi.

“Metode budidaya Sri organik mampu menunjukkan hasil yang meyakinkan sehingga kepercayaan petani pun semakin tumbuh,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Farhan Pastikan Depo BRT Cicaheum Sudah Siap, Tinggal Tunggu SPKLU dan Kepastian Operator

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kondisi Terminal Cicaheum Bandung usai operasional bus di Alihkan ke Terminal Leuwipanjang (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan depo Bus Rapid Transit (BRT) di kawasan Cicaheum sudah siap beroperasi.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tinggal menunggu pemasangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sebelum meresmikan penggunaan depo tersebut.

Farhan menyebut petugas sudah mengosongkan kawasan Terminal Cicaheum sepenuhnya. Pihaknya juga telah merelokasi seluruh pedagang yang sebelumnya beraktivitas di lokasi tersebut serta memberikan kompensasi yang sesuai.

Baca Juga: Farhan Ungkap Hal Paling Menegangkan Jelang Oprasional BRT Bandung Raya

“Depot Cicaheum sudah siap. Kita lagi menunggu kemungkinan untuk menjadikan Stasiun Hall juga sebagai depo. Kalau itu jadi, keren sih,” kata Farhan, Kamis (9/7/2026).

Menurut Farhan, langkah krusial berikutnya adalah memasang SPKLU untuk mendukung operasional armada bus listrik.

“Sudah kosong sekarang. Tinggal masuk SPKLU saja. Ada beberapa SPKLU dari Korea yang akan masuk ke sana. Penanganannya lumayan,” ucapnya.

Fasilitas Utama Depo BRT

Farhan menjelaskan bahwa para pedagang di kawasan Cicaheum telah menerima uang kompensasi secara tuntas, mengingat sebagian besar dari mereka berstatus sebagai penyewa kios.

“Sudah selesai. Cicaheum kita sudah berikan kompensasi, karena mereka rata-rata ngontrak. Sudah kita berikan kompensasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan pekerja kini meruntuhkan bangunan kios di area tersebut guna memberi ruang bagi fasilitas utama depo BRT.

“Iya, dibongkar. Karena nanti kan buat depo,” jelasnya.

Farhan mengungkapkan manajemen kemungkinan besar akan mengoperasikan armada bus berukuran besar dengan kapasitas sekitar 50 penumpang. Depo Cicaheum sendiri bakal menampung puluhan unit bus tersebut.

“Ada puluhan bus di sana. Kayaknya kita pakai bus yang besar akhirnya. Yang isinya sekitar 50 penumpang,” ujarnya.

Meski infrastruktur fisik depo hampir rampung, Farhan mengaku masih cemas menunggu kepastian mengenai model pengelolaan operasional BRT. Pasalnya, ada potensi perubahan rencana dari skema awal yang melibatkan badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai operator.

“Itu dia yang lagi saya deg-degan. Model transportasi bersama para operatornya saya lagi menunggu. Tadinya rencananya akan dilakukan oleh BUMD, tapi kayaknya ada perubahan,” ungkapnya.

Farhan berharap instansi terkait dapat memberikan kepastian pengelolaan ini dalam waktu dekat agar warga Bandung bisa segera menikmati operasional BRT Bandung Raya.

“Mudah-mudahan hari ini saya sudah bisa dapat kepastian,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)