spot_imgspot_img
Kamis 9 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Musda XI Partai Golkar, 35 PK di Garut Dukung Aris-Deden

GARUT, FOKUSJabar.id: Menjelang Musda ke XI DPD Golkar Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), para Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) usai menggelar pertemuan.

Mereka telah mempelajari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Peraturan Organisasi (PO) dan juklak juknis tentang pelaksanaan Musda.

BACA JUGA:

Musda Golkar untuk Perubahan Nasib Rakyat Garut

Ketua PK Cibatu, Dedi Supriadi selaku juru bicara pertemuan membenarkannya. Pihaknya telah mempelajari aturan tersebut agar Musda bisa berjalan pada rel yang benar sebagaimana kewajiban kader yang di perintahkan AD/ART. Yakni, memegang teguh dan melaksanakannya.

Menurutnya, dalam juklak dan juknis pelaksanaan Musda jelas terpampang bahwa calon Ketua DPD Partai Golkar harus memenuhi syarat. Di antaranya, telah menjadi anggota 5 tahun tidak terputus dan pernah menjadi pengurus atau Ormas yang mendirikan atau yang di dirikan satu periode penuh.

“Aturan tersebut yang menjadi pegangan kami,” tegas Dedi.

Untuk itu, Dia mengajak seluruh kader Golkar Garut untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Musda dengan mematuhi peraturan yang ada. Yaitu, menegakan AD/ART dan peraturan lainnya.

Pihaknya sangat menghormati kepada kader yang berbeda pandangan dengan wacana Diskresi kepada calon yang tidak memenuhi syarat.

“Kami bukan tidak mendukung pak Abdusy Syakur Amin selaku Bupati Garut. Kami di tuntut harus melaksanakan kewajiban menjaga tegaknya AD/ART partai Golkar,” ungkap Dedi.

Dia menyebut, kapasitas seorang Bupati tentunya sudah tidak di ragukan lagi atas kelebihan dan kekurangannya. Namun aturan partai harus tegak lurus mengusung calon yang memenuhi syarat mutlak sesuai aturan dan tidak berwacana serta berandai-andai tentang diskresi karena tidak tercantum dalam AD /ART maupun PO dan juklak juknis tentang Musda.

Saat ini, Syakur sudah di berikan kedudukan yang sangat strategis di kepengurusan DPD Golkar Jabar (Ketua Bidang Pemenangan Pemilu) juga Euis Ida Wartiah sebagai Ketua Bidang Sosial.

Dia berharap, Syakur dan Euis bisa berkiprah serta bersinergi bersama untuk membesarkan partai Golkar. Khususnya di Kabupaten Garut agar lebih maju dan bisa berkiprah di tengah masyarakat sebagaimana keinginan Ketua DPD Golkar Jabar, Daniel Mutaqim.

“Kami tidak ingin merusak fondasi konstitusi sebagai mana yang di syarankan Dewan Pertimbangan partai Golkar Garut. Tolong jangan di benturkan dengan wacana tidak mendukung Bupati. Kami tunduk kepada aturan partai,” tegasnya.

Waktu Pilkada, semua kompak mendukung Pak Syakur karena tugas partai. Oleh karena itu, Dia mengajak semua kader Golkar untuk menjaga marwah konstitusi partai.

BACA JUGA:

Golkar Jabar Era Daniel Mutaqien Mulai Tancap Gas

“Kami sepakat memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader Golkar yang memenuhi syarat dan telah berkiprah membesarkan partai. Sehingga bisa terus menjadi pemenang Pemilu,” imbuhnya.

Aris Munandar (Ketua DPRD Garut) adalah peraih suara terbanyak pada Pemilu 2024. Dia sosok muda gen Z yang bisa meraih pemilih anak-anak muda dengan jaringan jabatan yang di embannya sudah barang tentu akan memaksimalkan pengabdiannya.

Ssdangkan mantan Ketua Fraksi dan anggota DPRD 4 periode, Deden Sopian sudah banyak berkiprah serta memahami lapangan.

Dia sosok senior yang berpengalaman dekat dengan siapa pun, mudah bergaul dan aktif berorganisasi. Sehingga akan memudahkan langkah dalam menjalankan roda organisasi.

Menariknya, mereka berasal dari dua wilayah yang berbeda. Aris Munandar merupakan kekuatan Darut Selatan (15 PK) dan Deden Sopian merepestrasikan kekuatan Garut Utara-tengah (20 PK).

“Kami mendorong dan mendukung mereka karena untuk kebaikan perjalanan Partai Golkar ke depan. Mari kita menjaga kekompakan serta mengedepankan kepentingan bersama dengan mematuhi aturan main yang telah di tentukan,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru