spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tingkatkan Kualitas Data Pembangunan, DPMD Ciamis Mutakhirkan Indeks Desa Tahun 2026

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Ciamis mematangkan akurasi data pembangunan melalui agenda Pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026, Selasa (14/7/2026). DPMPD Ciamis mengemas acara di Aula DPMD Ciamis ini secara bauran (hybrid), yakni tatap muka langsung (luring) serta memanfaatkan koneksi virtual Zoom Meeting.

Agenda strategis ini menghadirkan perwakilan DPMD Ciamis, Bapperida Ciamis, jajaran dari 27 kecamatan, utusan 258 pemerintah desa. Hingga Tim Pendampingan Profesional (TPP) Kabupaten Ciamis. Seluruh pihak berkumpul guna menyatukan visi. Sekaligus meningkatkan kualitas data pembangunan desa sebagai fondasi kokoh untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.

Baca Juga: Igor Tolic Akhirnya Buka Suara soal PSGC Ciamis Jadi Tim Satelit Persib

Sekretaris DPMD Ciamis, Aman, yang hadir mewakili Kepala Dinas, menegaskan bahwa Indeks Desa memegang peran sebagai kompas strategis yang memotret kondisi riil di lapangan serta menuntun arah pembangunan daerah.

“Indeks Desa bukan sekadar angka pajangan atau status administratif belaka. Angka ini memikul peran sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan. Oleh sebab itu, ketajaman data hari ini memegang kunci keberhasilan mutu perencanaan pembangunan masa depan,” tutur Aman saat membacakan sambutan.

Aman memaparkan bahwa pemutakhiran data kali ini berlandaskan pada Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Nomor 9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa. Regulasi tersebut mewajibkan petugas menempuh rantai proses mulai dari pendataan awal, verifikasi lapangan dan validasi bertahap. Hingga penetapan data resmi secara berjenjang demi memproduksi data yang presisi, aktual, serta akuntabel.

Rapor Hijau Ciamis: Bebas dari Status Desa Tertinggal

Dalam forum tersebut, panitia juga membeberkan grafik capaian Indeks Desa Kabupaten Ciamis untuk rapor tahun 2025. Dari total 258 desa yang tersebar, sebanyak 220 desa (85,27%) sudah berhasil mencaplok status Desa Mandiri.

Sementara itu, 36 desa (13,95%) menyandang predikat Desa Maju, dan tersisa 2 desa (0,78%) yang masih berada pada level Desa Berkembang. Prestasi cemerlang ini sekaligus mengikis habis keberadaan Desa Tertinggal maupun Desa Sangat Tertinggal di Tatar Galuh Ciamis.

Aman melayangkan pujian bahwa rapor hijau tersebut lahir berkat kerja sama apik antara pemerintah desa. Juga peran pemerintah kecamatan, perangkat daerah, para pendamping desa, serta seluruh elemen masyarakat. Kendati demikian, ia meminta semua pihak tidak lekas berpuas diri demi mengantar sisa desa yang ada menuju level mandiri secara menyeluruh.

“Kita pantang cepat berpuas diri. Kita masih memikul tugas untuk menuntun sisa desa agar segera naik kelas menjadi Desa Mandiri. Maka dari itu, tim lapangan wajib menyisir data secara cermat agar pimpinan mampu mengambil keputusan pembangunan yang jitu,” sambungnya mengingatkan.

Pilar Penyusunan Dokumen RPJMD Ciamis

Pertemuan intensif ini juga mengupas tuntas rencana pemanfaatan data Indeks Desa. Tentunya sebagai salah satu pilar penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Ciamis, mengevaluasi hasil kerja tahun lalu. Serta menyelaraskan aspek teknis pengerjaan instrumen pendataan tahun ini.

Sebelum menutup paparan, Aman mengajak seluruh peserta berkomitmen kuat dalam menyuguhkan data yang valid, objektif, dan tepercaya demi kepentingan warga Ciamis.

“Tujuan Indeks Desa bukan untuk melabeli desa terbaik atau terburuk, melainkan berfungsi sebagai alat ukur objektif guna merancang arah kebijakan pembangunan. Mari kita persembahkan data bermutu tinggi agar desa-desa di Ciamis tumbuh semakin maju, mandiri, berdaya saing, serta berkelanjutan,” pungkas Aman optimistis.

DPMD Ciamis menaruh ekspektasi besar agar proses pembaruan data kali ini berjalan lancar. Sehingga melahirkan basis data yang kokoh demi memuluskan perencanaan, eksekusi, hingga pengawasan pembangunan pedesaan di Kabupaten Ciamis.

(CiamisKab/Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru