TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) ke Kawasan Komplek Olahraga Dadaha, Selasa (14/7/2026) sore.
Langkah tegas orang nomor satu di Kota Tasikmalaya ini bertujuan memastikan kondisi riil di lapangan pascainsiden ledakan bom rakitan pada Sabtu tengah malam lalu. Sebelum teror ledakan tersebut mencuat, kawasan ini juga sempat diwarnai aksi perselisihan hingga keributan antarpedagang kaki lima (PKL).
Baca Juga: Polres Tasikmalaya Bongkar Sindikat Curanmor Lintas Provinsi, 10 Motor Diamankan
Dalam sidak tersebut, Viman Alfarizi menggandeng unsur Forkopimda, Kasatpol PP, Kadishub, Kadisporabudpar, serta sejumlah pejabat teras terkait. Ia menyusuri dengan cermat setiap sudut komplek olahraga, pusat kuliner, deretan lapak PKL, hingga titik pusat ledakan guna menginventarisasi dampak kerusakan yang sempat memicu ketakutan warga Tasikmalaya.
Viman mengimbau masyarakat luas agar tetap tenang dan tidak memproduksi spekulasi liar terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini sudah mengambil alih penanganan kasus bom rakitan dan sedang menggelar penyelidikan mendalam.
“Saya minta masyarakat Kota Tasikmalaya tetap tenang pascakejadian ledakan kemarin. Jangan terpancing isu yang belum jelas. Serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab dan pelaku,” tegas Viman Alfarizi Ramadhan kepada FOKUSJabar, Selasa (14/7/2026) sore.
Bersihkan Dadaha dari Aktivitas Negatif dan Kumuh
Viman menggarisbawahi bahwa insiden ledakan ini harus menjadi momentum evaluasi bersama. Pemkot Tasikmalaya berkomitmen membersihkan Komplek Olahraga Dadaha dari segala bentuk aktivitas negatif yang merugikan warga dan mencoreng nama baik daerah.
“Ini momentum untuk kita benahi kawasan Dadaha, yang menjadi pusat olahraga masyarakat dan pusat ekonomi daerah. Pemkot akan melakukan penataan secara tegas kawasan alun-alun Dadaha, agar masyarakat yang datang ke sini merasa nyaman dan aman tidak dihantui rasa ketakutan dan kecemasan akibat trauma ledakan bom rakitan kemarin,” jelasnya.
Ia memaparkan bahwa jaminan keamanan dan kenyamanan warga yang berolahraga di pagi hari maupun para PKL yang mencari nafkah hingga malam hari menjadi prioritas utama. Oleh sebab itu, Pemkot Tasikmalaya segera mengeksekusi langkah penataan menyeluruh agar kawasan strategis ini tidak lagi terlihat kumuh dan rawan kejahatan.
Siapkan Siteplan Baru dan Buka Kran Investasi Swasta
Kawasan Dadaha memikul dua fungsi vital bagi denyut nadi Kota Tasikmalaya, yakni sebagai pusat kebugaran publik sekaligus motor penggerak ekonomi kerakyatan. Viman mengingatkan jangan sampai satu gangguan keamanan merusak kepercayaan para penanam modal.
Guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan di masa mendatang, Wali Kota telah mengeluarkan instruksi khusus kepada Satpol PP, kepolisian, dan Babinsa untuk melipatgandakan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan malam hari. Kehadiran aparat secara intensif harapannya mampu memulihkan gairah ekonomi di kawasan tersebut.
Terkait cetak biru pembangunan, Pemkot Tasikmalaya rupanya telah mematangkan konsep dan siteplan baru untuk menata ulang wajah Dadaha. Ke depan, pemerintah akan melokalisasi para PKL ke dalam zona khusus yang lebih rapi, representatif, dan higienis.
Viman membeberkan bahwa saat ini sudah banyak investor swasta yang menyatakan minat untuk ikut mengembangkan Kawasan Dadaha. Pemkot Tasikmalaya pun membuka ruang kolaborasi yang luas guna mendongkrak daya tarik estetika kota.
“Kami ingin Dadaha menjadi ikon baru Tasikmalaya. Ada ruang olahraga, ruang hijau, ruang usaha, dan ruang publik yang nyaman. Tapi semua harus berjalan dengan regulasi yang jelas dan tidak merugikan masyarakat dalam beraktivitas maupun berolahraga,” pungkas Viman.
(Seda)



