spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 25

Hari Sibuk Damkar Ciamis, Dua Kebakaran Rumah Terjadi di Panjalu dan Cipaku

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Personel Damkar pos WMK Kawali saat berjibaku memadamkan api di rumah warga wilayah Desa Bangbayang yang terbakar

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Amukan si jago merah menghanguskan bangunan dapur rumah milik O Komara di Dusun Karoya, Desa Sandingtaman, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Beruntung, peristiwa kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka. Karena pemilik rumah sedang beraktivitas di luar ruangan saat api membesar.

Baca Juga: Berawal dari 450 Bata, Pertanian Organik Desa Cisadap Ciamis Kini Meluas Jadi 4 Hektare

Meski tidak ada korban cedera, musibah ini menyisakan trauma mendalam bagi pemilik rumah. Selain itu, korban juga harus menanggung kerugian material yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp 10 juta.

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran, Trisyanto, menduga kuat api berasal dari tungku kayu bakar yang menyala tanpa pengawasan.

“Saat sedang menjerang air, pemilik meninggalkan tungku api untuk pergi mencuci baju,” ujar Trisyanto, Kamis (9/7/2026).

Trisyanto menuturkan, ketika pemilik rumah asyik mencuci baju, seorang tetangga tiba-tiba datang dan mengabarkan bahwa bagian dapur korban sudah terkepung kobaran api yang cukup besar.

“Upaya pemadaman kebakaran beberapa saat setelah terlihat api oleh gotong royong warga sekitar dengan peralatan seadanya,” ucapnya.

Trisyanto melanjutkan, sebagian warga berjibaku memadamkan api, sementara warga lainnya berinisiatif melaporkan peristiwa kebakaran tersebut ke Pos Damkar WMK Kawali.

“Beberapa saat setelah ada laporan, personel piket pos Damkar WMK Kawali langsung menindaklanjuti laporan itu. Petugas langsung menerjunkan mobil Damkar ke lokasi kejadian,” jelasnya.

Trisyanto menjelaskan, selain menangani kebakaran di wilayah Kecamatan Panjalu, pada hari yang sama personel Damkar pos WMK Kawali juga harus memadamkan kebakaran rumah milik Rendra Via Ferbriansyah. Kebakaran kedua ini melanda Dusun Bangbayang Kaler, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis.

“Akibat kebakaran rumah milik warga di wilayah Desa Bangbayang, pemilik rumah mengalami kerugian materi dalam taksira mencapai sekitar Rp 25 juta. Dugaan penyebab kebakaran dari pembakaran sampah yang pemilik tinggal pergi,” ungkap Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Inspektorat dan Diskominfosantik Bekasi Bersinergi Dukung Program Pariwara Antikorupsi KPK

0
BEKASI, FOKUSJabar.id
Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bekasi, Nano Setiana.

BEKASI, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi terus memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan mendongkrak budaya integritas di lingkungan pemerintahan. Langkah konkret yang mereka tempuh salah satunya lewat pelaksanaan kampanye antikorupsi serentak dalam Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026.

Pemerintah daerah menuangkan komitmen tersebut dalam Surat Edaran Bupati Bekasi tentang Kampanye Antikorupsi Serentak dalam Program Pariwara Antikorupsi Tahun 2026. Program besutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2026.

Baca Juga: Baso Gejrot Tasikmalaya Resmi Buka Cabang di Makkah, Tembus Pasar Internasional

Melalui program ini, Pemkab Bekasi mendorong seluruh perangkat daerah untuk aktif menyusun berbagai konten kampanye edukatif. Tujuannya agar masyarakat semakin paham dan berani menolak praktik korupsi, mulai dari suap, gratifikasi, pungutan liar (pungli), hingga penyalahgunaan fasilitas negara.

Sebagai tindak lanjut, Inspektorat Kabupaten Bekasi menggelar Rapat Teknis Program Pariwara Antikorupsi serta rencana aksi budaya antikorupsi dan pengendalian gratifikasi di Gedung Inspektorat Kabupaten Bekasi, Kamis (9/7/2026).

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bekasi, Nano Setiana, menyatakan bahwa program ini menjadi momentum tepat bagi Kabupaten Bekasi untuk memperluas edukasi antikorupsi, terutama pada instansi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

“Ini momen yang baik buat Kabupaten Bekasi untuk ikut serta, terutama perangkat daerah yang sifatnya pelayanan publik. Karena di situ kita harus menampilkan edukasi tentang antikorupsi dan gratifikasi,” ujar Nano.

Nano menegaskan, aparatur pemerintah tidak boleh memandang kampanye antikorupsi ini sebatas kegiatan seremonial atau ajang perlombaan konten belaka. Lebih dari itu, program ini mengemban misi besar untuk mengubah budaya kerja birokrasi di lapangan.

“Jangan sampai dalam pelayanan publik terjadi gratifikasi ataupun imbalan-imbalan yang menyalahi ketentuan. Kami mendorong perangkat daerah membuat konten yang sifatnya edukasi khususnya tentang antikorupsi dan gratifikasi,” katanya.

Program Pariwara Antikorupsi 2026

Nano menambahkan, meskipun puncak peringatan Hakordia jatuh pada setiap bulan Desember, fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah menyukseskan gerakan kampanye serentak melalui Program Pariwara Antikorupsi 2026.

“Intinya setiap perangkat daerah harus mampu membuat konten edukasi antikorupsi, memperkenalkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, Rhamdan Nurul Ikhsan, menyebut instansinya bersama Inspektorat mendapat mandat penuh untuk mengawal kesuksesan program ini.

Dalam rapat teknis tersebut, Diskominfosantik memberikan sosialisasi kepada perwakilan dinas mengenai jenis konten yang wajib mereka produksi, bentuk kampanye, hingga mekanisme pelaksanaannya di media digital.

“Kami mensosialisasikan kepada perangkat daerah untuk ikut serta dalam kampanye antikorupsi. Mulai dari jenis-jenis konten yang bisa dibuat, program kampanye yang bisa dilakukan, sampai tata cara pelaksanaannya,” jelas Rhamdan.

Merujuk pada surat edaran KPK, Program Pariwara Antikorupsi ini berlangsung sejak April hingga September 2026. Pihaknya pun meminta seluruh instansi di Pemkab Bekasi memanfaatkan sisa waktu tiga bulan ke depan, yakni Juli hingga September, secara maksimal untuk menggencarkan konten edukasi.

“Ini bukan hanya sekadar perlombaan konten. Kami berharap kampanye ini menjadi budaya yang terus dibangun sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Rhamdan.

Menurut Rhamdan, indikator keberhasilan gerakan ini tidak sekadar diukur dari kuantitas video atau grafis yang rilis. Melainkan juga dari meningkatnya kesadaran bersama dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Tujuannya tentu membangun kesadaran bersama, membangun budaya antikorupsi, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama mencegah praktik korupsi,” pungkas Rhamdan.

(Jingga Sonjaya)

Baso Gejrot Tasikmalaya Resmi Buka Cabang di Makkah, Tembus Pasar Internasional

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wakil Wali Kota Dicky Candra Negara, saat pelepasan resmi karyawan Bakso Gejrot ke Kota Mekkah Arab Saudi di Aroma Rempah Cimulu (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kota Santri Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi harum di kancah internasional. Kali ini, “Baso Gejrot”, jenama (brand) bakso khas Tasikmalaya, secara resmi membuka cabang pertamanya di luar negeri, tepatnya di Kota Suci Makkah, Arab Saudi.

Untuk mengawali ekspansi internasional tersebut, pihak manajemen menggelar acara pelepasan karyawan yang akan bertugas di Tanah Suci secara istimewa di Kafe Aroma Rempah, Jalan Cimulu, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Kamis (9/7/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dicky Candra Negara, manajemen Baso Gejrot, keluarga karyawan, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya. Momentum pemberangkatan ini menjadi bukti nyata bahwa kuliner khas daerah mampu bersaing secara global.

Pemilik sekaligus Owner Baso Gejrot, Dede Redi Sutisna, mengungkapkan bahwa tingginya minat jemaah umrah dan haji terhadap kuliner khas Nusantara melatarbelakangi keputusan ekspansi ke Makkah. Ia menilai peluang bisnis kuliner di Arab Saudi sangat menjanjikan karena mayoritas jemaah di sana berasal dari Indonesia.

“Selama ini banyak jemaah yang rindu masakan rumah. Kami melihat peluang itu. Baso Gejrot hadir bukan hanya untuk jualan, tapi juga membawa rasa Tasik sekaligus melepas rasa kangen para perantau dan jemaah dengan kuliner tanah air,” kata Dede Redi.

Dede menjelaskan, gerai baru Baso Gejrot di Makkah menempati kawasan strategis yang ramai oleh lalu lalang jemaah. Menu andalan mereka tetap mempertahankan cita rasa bakso kuah pedas khas Gejrot dengan varian bakso urat, bakso telur, serta aneka pilihan taburan (topping).

“Seluruh bahan dan proses produksi baksonya sudah berstandar dan telah menyesuaikan sertifikasi halal sesuai standar pemerintah Arab Saudi,” ujarnya.

Prinsip Utama Bisnis dengan Menjaga Amanah Konsumen

Ia menegaskan, prinsip utama yang menggerakkan bisnisnya adalah menjaga amanah serta kepercayaan konsumen melalui kejujuran dan pelayanan sepenuh hati. Pihaknya ingin membuktikan kuliner lokal bisa bersaing secara global tanpa mengabaikan aspek kehalalan.

Pada tahap awal pembukaan cabang Makkah ini, manajemen resmi memberangkatkan tujuh karyawan terbaik dari Tasikmalaya untuk mengemban tugas internasional tersebut.

“Ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah misi membawa nama Tasikmalaya. Jaga kekompakan, jaga nama baik, dan layani pelanggan dengan sepenuh hati,” ucap Dede menambahkan.

Suasana haru sempat mewarnai momen perpisahan karena sejumlah karyawan mengaku ini merupakan pengalaman pertama mereka menginjakkan kaki ke luar negeri.

“Bangga rasanya bisa mewakili Baso Gejrot ke Makkah. Semoga bisa memperkenalkan kuliner khas Tasikmalaya ke jemaah dari seluruh dunia,” tutur Angga, salah satu pekerja yang berangkat.

Dede menargetkan outlet di Makkah tersebut dapat menjadi titik singgah wajib bagi para jemaah asal Indonesia. Selain menyajikan hidangan khas daerah, tempat tersebut juga menyediakan area istirahat serta pusat informasi seputar kuliner halal di sekitar Masjidil Haram.

Melalui ekspansi ini, manajemen berharap bisa membuka lapangan kerja baru sekaligus menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM asal Tasikmalaya lainnya untuk menembus pasar Timur Tengah.

“Doakan, mudah-mudahan usaha kami dilancarkan, dan membawa keberkahan bagi kita semua dalam mengembangkan serta memajukan kuliner daerah di dunia internasional,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menyambut positif langkah berani pengusaha lokal tersebut. Ia mengaku bangga karena Baso Gejrot sukses membawa nama Tasikmalaya ke panggung internasional lewat jalur kuliner.

“Ini bukti kuliner dan produk-produk UMKM Tasikmalaya berkualitas dan punya daya saing global. Semoga Bakso Gejrot yang sudah menginternasional ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain. Tentunya untuk terus berkarya dan berani menembus pasar internasional,” ungkapnya.

(Seda)

Kemarau Ancam Pangandaran, Citra Pitriyami Siapkan Pompa Air dan Pasokan Air Bersih

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: areal pesawahan di Pamotan terdampak kekeringan

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Musim kemarau panjang mulai memicu dampak buruk di sejumlah wilayah Kabupaten Pangandaran. Salah satunya, warga Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, melaporkan ancaman kekeringan ekstrem yang mengancam ketersediaan air bersih dan merusak lahan pertanian.

Merespons krisis tersebut, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bergerak cepat dengan menyiapkan bantuan mesin pompa air. Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan langsung kebijakan penyelamatan tersebut usai menghadiri pembinaan posyandu di GOR Desa Karangmulya, Padaherang, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Meski Fiskal Terbatas, Citra Pitriyami Naikkan Insentif Kader Posyandu Pangandaran

“Ya, nanti akan didatangkan pompa air,” ujar Citra singkat.

Citra mengakui bahwa titik lokasi yang membutuhkan pasokan air darurat di wilayah Pangandaran sebenarnya cukup banyak. Namun untuk tahap awal, Pemkab Pangandaran akan memantau terlebih dahulu realisasi serta efektivitas penyaluran pompa tersebut di lapangan.

“Sebenarnya titik (area terdampak kekeringan) banyak, tetapi nanti kita lihat realisasinya berapa,” jelasnya.

Menurut Citra, hantaman kemarau kali ini paling parah merugikan sektor pertanian. Banyak hamparan sawah mengalami gagal pasokan air akibat cuaca panas yang melanda kawasan tersebut.

Mayoritas Petani Terdampak Kekeringan Akibat Kemarau

Mengenai opsi bantuan khusus untuk sektor pertanian, Citra membenarkan hal tersebut. Ia menyebut mayoritas warga terdampak krisis air memang berprofesi sebagai petani.

“Ya, itu kan petani kebanyakan yang kekeringan. Ada sebagian buat petani, ada memang sebagian untuk wilayah,” kata Citra.

Ia menegaskan, kehadiran bantuan pompa ini memikul harapan besar untuk meringankan beban para petani sekaligus menyuplai kebutuhan air bersih bagi masyarakat desa yang didera krisis.

Hingga kini, Pemkab Pangandaran terus memetakan wilayah-wilayah rawan kekeringan secara berkala. Selain Desa Pamotan di Kalipucang, petugas juga memasukkan beberapa desa di wilayah Kecamatan Mangunjaya dan Padaherang ke dalam daftar pemantauan ketat.

Melalui pendistribusian pompa air ini, Citra berharap warga bisa segera lepas dari kesulitan air bersih dan mampu memulihkan aktivitas pertanian meskipun di tengah balutan musim kemarau.

“Intinya kita upayakan agar masyarakat tidak terdampak terlalu parah. Apalagi petani, ini menyangkut ketahanan pangan kita juga,” pungkas Citra.

(Sajidin)

Berawal dari 450 Bata, Pertanian Organik Desa Cisadap Ciamis Kini Meluas Jadi 4 Hektare

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Panen Raya Pertanian PSRLB kedua kalinya di kawasan TPS3R Desa Cisadap

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, terus membuktikan komitmen kuatnya dalam mengembangkan sektor pertanian organik. Bukti nyata ini terlihat saat warga menggelar Panen Raya Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB) untuk kedua kalinya di kawasan TPS3R Desa Cisadap, Kamis (9/7/2026). Saat ini, luas lahan pertanian organik di wilayah tersebut telah meluas hingga mencapai sekitar empat hektare.

Agenda panen raya tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat, jajaran DPRD Kabupaten Ciamis, unsur Forkopimcam, penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswandana, juga turut hadir untuk mewakili Bupati Ciamis.

Baca Juga: Fiskal Sedang Tidak Baik, Bapenda Ciamis Genjot PAD dan Optimalisasi Aset Tanpa Melanggar Regulasi

Saat membacakan sambutan tertulis Bupati Ciamis, Ape Ruswandana menegaskan bahwa panen raya ini menjadi bukti sahih keberhasilan program Sekolah Lapang PSRLB besutan pemerintah daerah.

Ia menjelaskan, program ramah lingkungan tersebut awalnya hanya bermula dari lahan percontohan kecil seluas 450 bata yang menggunakan sokongan APBD Kabupaten Ciamis Tahun Anggaran 2025.

Berkat pendampingan intensif dari para penyuluh dan fasilitator, para petani kini sukses mengadopsi metode System of Rice Intensification (SRI) Organik secara mandiri hingga arealnya meluas menjadi empat hektare.

“Keberhasilan sebuah program tidak diukur dari besarnya anggaran, tetapi dari kemampuan masyarakat melanjutkan dan mengembangkan program tersebut secara mandiri. Itu yang kini terjadi di Desa Cisadap,” ujar Ape.

Kemandirian Ekonomi Petani

Ape menambahkan, ekspansi lahan tersebut menunjukkan bahwa sistem pertanian organik tidak hanya ampuh meningkatkan kemandirian ekonomi petani. Namun juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesuburan tanah dan kelestarian ekosistem lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Cisadap, Muslih, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas antusiasme para petani yang terus merespons positif program ini.

“Alhamdulillah panen raya yang sekarang dilaksanakan merupakan panen raya yang kedua kalinya dengan luas kurang lebih empat hektare. Memang hasil panen dibandingkan panen pertama sedikit menurun. Karena faktor kekeringan pada musim tanam kali ini, tetapi semangat para kelompok tani tetap tinggi,” tutur Muslih.

Menurut Muslih, pencapaian terbesar dari program ini adalah pergeseran kultur bertani masyarakat. Petani di Desa Cisadap kini mulai meninggalkan ketergantungan pada pupuk kimia maupun pestisida buatan pabrik. Lalu Petani beralih memproduksi kompos dan pupuk organik secara mandiri melalui kelompok tani.

“Sedikit demi sedikit para petani sudah mulai beralih dari pemakaian pupuk kimia maupun pestisida ke pupuk organik hasil produksi sendiri. Ini menjadi langkah penting menuju pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan,” katanya.

Pemerintah Desa Cisadap optimistis luas lahan pertanian organik ini akan terus bertambah pada musim tanam berikutnya. Jika saat ini luasnya baru menyentuh empat hektare, pihak desa menargetkan luasan tersebut mampu melesat hingga dua kali lipat pada masa mendatang.

“Kami optimistis hasil panen berikutnya akan lebih baik. Mudah-mudahan luas lahannya juga bisa bertambah dua kali lipat sehingga semakin banyak petani yang menerapkan sistem pertanian organik,” pungkasnya.

Langkah progresif Desa Cisadap ini sejalan dengan ambisi besar Ciamis. Pemerintah sedang gencar mendorong daerahnya agar bertransformasi menjadi pusat pertanian organik unggulan.

(Mia)

Fiskal Sedang Tidak Baik, Bapenda Ciamis Genjot PAD dan Optimalisasi Aset Tanpa Melanggar Regulasi

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Sekda Kabupaten Ciamis Andang Firman saat dihadapan peserta Rakor optimalisasi PAD Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Plt. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Ciamis, Fikriamsyah, mengakui kondisi kemandirian fiskal Kabupaten Ciamis saat ini sedang tidak baik-baik saja. Padahal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi indikator utama penentu kekuatan keuangan daerah, Kamis (9/7/2026).

Melihat situasi keuangan yang sulit tersebut, Fikriamsyah meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan untuk bergerak aktif. Mereka harus berkontribusi nyata dalam mengejar capaian target PAD demi menyelamatkan kondisi kas daerah.

Baca Juga: Tak Sekadar Panen Raya, Pemkab Ciamis Cetak Petani Mandiri Lewat Sekolah Lapang Organik

“Untuk menghasilkan PAD diperlukan kerjasama berbagai pihak bukan hanya Bapenda saja,” kata Fikriamsyah.

Fikriamsyah menuturkan, pemerintah daerah wajib merumuskan dan mengeksekusi sejumlah langkah strategis demi mendongkrak pemasukan daerah agar target yang telah dicanangkan bisa tercapai.

“Langkah kordinasi ini dalam upaya penguatan optimalisasi penerimaan pendapatan kas daerah,” ucapnya.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triadi, membeberkan bahwa jajarannya masih menyia-nyiakan banyak aset milik Pemkab Ciamis yang belum produktif menghasilkan pemasukan. Oleh karena itu, ia mendorong jajaran birokrasi untuk mengolah seluruh potensi tersebut menjadi sumber PAD yang riil.

“Kita harus mempunyai keberanian dan terobosan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa melanggar regulasi,” jelas Andang.

Andang menegaskan, instansi pemerintah kini tidak boleh menyewakan aset daerah secara konvensional kepada pihak ketiga. Sebagai gantinya, pemerintah daerah harus memakai skema kerja sama pemanfaatan (mitra bisnis) terpadu agar nilai keuntungan yang masuk ke kas daerah jauh lebih berlipat ganda.

“Sudah tidak zamannya lagi Pemkab Ciamis menyewakan aset-aset karena hasilnya tidak akan besar,” tegas Andang.

(Husen Maharaja)

Farhan Ungkap Kriminalitas Bandung Melonjak 20 Persen, Banyak Pelaku Masih Remaja

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut angka kriminalitas di Kota Kembang melonjak rata-rata sekitar 20 persen. Lonjakan kasus kejahatan jalanan ini terpantau rawan terjadi terutama saat memasuki masa libur sekolah.

Meski angka kasus naik, Farhan menegaskan bahwa keberadaan Satgas Anti Begal tetap efektif dalam mengungkap berbagai tindak kriminal.

Baca Juga: Kriminalitas Bandung Jadi Sorotan, Farhan Pimpin Patroli Dini Hari dan Hidupkan Kembali Siskamling

Menurutnya, keberhasilan mengungkap banyak kasus baru justru membuktikan tim Satgas bekerja dengan baik di lapangan. Namun, ia mengakui efektivitas penanganan kriminalitas tidak akan maksimal tanpa kontribusi aktif dari masyarakat.

“Udah efektif. Bahkan sekarang, dengan terungkapnya banyak kejadian begal, itu menunjukkan bahwa kita memang sedang membongkar banyak hal. Tapi, seperti saya bilang, efektivitas tim satgas ini tidak akan maksimal apabila tidak ada keikutsertaan warga,” kata Farhan di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kota Bandung, Kamis (9/7/2026).

Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan kembali menggiatkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai tameng utama pencegahan tindak kriminal di tingkat lingkungan.

“Jadi Siskamling, warga jaga warga, warga jaga kota, itu akan kita gencarkan kembali,” ujarnya.

Perketat Pengawasan di wilayah Perbatasan Kota Bandung

Farhan mengungkapkan bahwa petugas juga akan memperketat pengawasan di wilayah perbatasan Kota Bandung. Berdasarkan hasil pemetaan, para pelaku kejahatan kerap memanfaatkan kawasan perbatasan sebagai jalur pelarian utama.

“Perbatasan itu sering menjadi tempat para pelaku kabur. Memang ada ruang ke sana yang seolah-olah tidak ada yang mengawasi. Nah, itu yang berusaha kita tutup bersama-sama,” katanya.

Farhan menjelaskan, jajaran kepolisian dan pemerintah telah membagi patroli Satgas Anti Begal ke dalam lima wilayah operasi, yakni Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Tengah, Bandung Selatan, dan Bandung Utara agar pengawasan berjalan lebih fokus.

Farhan menilai tren kenaikan kriminalitas saat musim libur sekolah ini menjadi perhatian yang sangat serius. Pasalnya, mayoritas pelaku tindak kekerasan jalanan tersebut ternyata masih berusia remaja.

“Perlu diketahui bahwa ketika memasuki masa libur sekolah, biasanya memang tingkat kriminalitas akan melejit. Dan yang paling menakutkan adalah banyak para pelakunya masih remaja,” ucapnya.

Farhan menyebut jenis tindak kekerasan yang melibatkan kelompok remaja ini cukup beragam, mulai dari aksi tawuran, pembegalan, hingga kasus pencurian dengan kekerasan.

“Kalau yang remaja itu rata-rata pada dasarnya semua kekerasan. Ada kekerasan karena tawuran, ada kekerasan berupa pembegalan, ada pencurian dengan kekerasan. Nah, intinya semua kekerasan,” jelasnya.

Farhan menambahkan bahwa dirinya belum mengantongi data spesifik mengenai angka pasti kasus pembegalan terbaru. Ia berencana segera berkoordinasi dengan pihak Polrestabes Bandung untuk memperoleh rincian data valid tersebut.

“Nah, itu saya belum tahu. Nanti saya cari tahu detailnya. Kita tanya ke Polrestabes, ya,” pungkas Farhan.

(Yusuf Mugni)