spot_imgspot_img
Rabu 15 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 24

IDI Ciamis Siap Perkuat Pelayanan Kesehatan Berbasis Kolaborasi

0
IDI Ciamis fokusjabar.id
Pengurus IDI Ciamis Periode 2026–2029

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) masa bakti 2026–2029 resmi di lantik di Aula Setda, Jumat (10/7/2026).

Kepengurusan baru di pimpin Rizali Sofiyan yang berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Fiskal Sedang Tidak Baik, Bapenda Ciamis Genjot PAD dan Optimalisasi Aset Tanpa Melanggar Regulasi

Pelantikan di hadiri Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Ketua dan Sekretaris IDI Jawa Barat, para Ketua IDI cabang dari Kota Banjar, Kabupaten/Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran, para Direktur Rumah Sakit, ketua organisasi profesi kesehatan serta tamu undangan lainnya.

Ketua IDI Ciamis, Rizali Sofiyan menyampaikan, amanah memimpin organisasi profesi dokter bukan sekadar sebuah kehormatan. Melainkan tanggung jawab besar kepada organisasi dan masyarakat.

“Amanah ini kami terima bukan kehormatan semata, tetapi tanggung jawab besar kepada organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengpresiasi pengurus IDI Ciamis periode sebelumnya yang telah membawa organisasi semakin kuat dan mendapat kepercayaan masyarakat.

Pada masa bakti 2026–2029, IDI Ciamis mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh, Menguatkan Sinergi, Meneguhkan Pengabdian untuk Ciamis Sehat.”

Menurutnya, tema tersebut akan menjadi arah gerak organisasi selama tiga tahun ke depan.

“Guyub mengajarkan kepada kita keberhasilan organisasi tidak lahir dari kemampuan satu orang. Melainkan dari kebersamaan seluruh anggota. Semangat Ngawangun Galuh mengajak kita membangun Kabupaten Ciamis melalui kontribusi nyata di bidang kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, nilai silih asah, silih asih dan silih asuh harus menjadi landasan setiap dokter dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kepedulian serta membimbing sesama profesi.

Menurutnya, kepengurusan baru akan membangun sinergi yang lebih erat dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan, organisasi profesi lainnya dan seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA:

Tak Sekadar Panen Raya, Pemkab Ciamis Cetak Petani Mandiri Lewat Sekolah Lapang Organik

IDI juga berkomitmen menjadi organisasi yang responsif terhadap kebutuhan anggota, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperkuat advokasi bagi anggota melalui pelayanan yang lebih cepat, mudah dan transparan.

“Kami berkomitmen akan menjadi organisasi yang aktif dan solutif dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Rizali mengingatkan seluruh dokter agar selalu mengedepankan manfaat bagi masyarakat.

“Hirup ulah asa panghadeanana, tapi pangmanfaatna. Profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, tetapi pengabdian kepada masyarakat. Hayu guyub ngawangun Galuh,” ungkapnya.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya mengapresiasi jajaran pengurus IDI periode sebelumnya yang di pimpin Budi Ahmad Rasas beserta seluruh pengurus atas dedikasi selama delapan tahun mendampingi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada dr. Budi dan seluruh jajaran pengurus sebelumnya. Tidak terasa kita bersama-sama selama delapan tahun mengabdi untuk masyarakat Ciamis. Mudah-mudahan seluruh pengabdian dan dedikasi yang telah di berikan menjadi amal ibadah,” ujarnya.

Bupati menegaskan, profesi dokter merupakan profesi yang sangat mulia karena memiliki kesempatan besar memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain.

Namun menurutnya, pelayanan kesehatan tidak dapat di bangun oleh satu profesi saja sehingga kolaborasi menjadi kunci utama.

“Sehebat apa pun seorang dokter tidak akan bisa berjalan sendiri. Karena itu, sesuai tema Guyub Ngawangun Galuh, kebersamaan menjadi modal utama untuk membangun Kabupaten Ciamis yang lebih baik. Terutama di bidang pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia juga mengingatkan, sektor kesehatan merupakan pelayanan dasar yang menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, peningkatan kualitas layanan harus terus menjadi perhatian bersama.

Bupati berharap, IDI Ciamis dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas SDM kesehatan. Termasuk mendorong para dokter mengikuti pendidikan lanjutan dan berbagai pengembangan kompetensi.

BACA JUGA:

Kukang Dilindungi Masuk Permukiman Warga Ciamis, Damkar Lakukan Evakuasi Aman

Selain itu, tantangan kesehatan di Kabupaten Ciamis masih cukup besar. Salah satunya penanganan stunting yang angkanya masih berada di atas rata-rata Jawa Barat.

Menurutnya, persoalan tersebut hanya dapat di selesaikan melalui program yang terencana, terukur, berbasis data yang akurat dan di kerjakan secara bersama-sama.

Bupati mengajak seluruh insan kesehatan untuk terus menjaga semangat pengabdian tanpa membeda-bedakan latar belakang masyarakat yang di layani.

“Jangan hanya menjadikan pelantikan ini sebagai seremonial. Implementasikan tugas mulia ini dengan melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial,” ungkapnya.

“Mari kita bersama-sama membangun Ciamis yang lebih baik melalui pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,” pungkasnya.

(Mia)

BPJS Kesehatan Ganjar 25 Perusahaan Taat Bayar Iuran JKN

0
bpjs kesehatan fokusjabar.id
BPJS Kesehatan Cabang Bandung memberikan apresiasi kepada 25 badan usaha yang dinilai patuh dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran Program JKN (foto: Ist)

BANDUG, FOKUSJabar.id: BPJS Kesehatan Cabang Bandung memberikan apresiasi kepada 25 badan usaha yang di nilai patuh dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut di berikan dalam kegiatan Pertemuan Kemitraan Badan Usaha dan Sosialisasi Program JKN Bersama Badan Usaha Wilayah Kerja BPJS Kesehatan Cabang Bandung.

BACA JUGA:

Kriminalitas Bandung Jadi Sorotan, Farhan Pimpin Patroli Dini Hari dan Hidupkan Kembali Siskamling

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bandung, Dyah Miryanti mengatakan, badan usaha memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan Program JKN.

Menurutnya, segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) menjadi kelompok kepesertaan yang memberikan kontribusi terbesar di bandingkan segmen lainnya.

“Badan usaha merupakan mitra strategis BPJS Kesehatan dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi pekerja beserta keluarganya. Kepatuhan badan usaha dalam membayarkan iuran JKN tidak hanya mencerminkan kepatuhan terhadap regulasi. Tetapi juga bentuk kepedulian nyata terhadap kesejahteraan dan produktivitas pekerja,” kata Dyah, Jumat (10/7/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan Program JKN tidak lepas dari dukungan badan usaha yang secara konsisten mendaftarkan seluruh pekerjanya sebagai peserta JKN segmen PPU.

Sebagai bentuk apresiasi, BPJS Kesehatan Cabang Bandung memberikan penghargaan kepada 25 badan usaha yang terdiri dari BUMN, perusahaan besar, menengah, hingga kecil yang dinilai patuh memenuhi kewajiban pembayaran iuran JKN.

“Pemberian apresiasi ini di harapkan dapat mendorong peningkatan kepatuhan badan usaha lainnya sekaligus memperkuat budaya kepatuhan dalam penyelenggaraan jaminan kesehatan,” katanya.

BACA JUGA:

Farhan Pastikan Depo BRT Cicaheum Sudah Siap, Tinggal Tunggu SPKLU dan Kepastian Operator

Selain pemberian penghargaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana sosialisasi kebijakan terbaru Program JKN serta penguatan pemahaman mengenai hak dan kewajiban badan usaha dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi pekerja.

Salah satu penerima penghargaan, Officer Stakeholder Relation PT Telkom Indonesia, Alam mengaku, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menjaga komitmen mendukung Program JKN.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan atas penghargaan yang di berikan kepada Telkom sebagai badan usaha yang patuh dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran tepat waktu. Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi Telkom untuk terus menjaga komitmen dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik, memenuhi kewajiban secara konsisten, serta mendukung keberlangsungan Program JKN,” ujar Alam.

Ia berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi penyemangat bagi Telkom untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi pekerja dan masyarakat melalui dukungan terhadap Program JKN.

“Semoga apresiasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam menghadirkan manfaat bagi seluruh pekerja dan masyarakat,” ucapnya.

(Yusuf Mugni)

Prabowo Subianto Blak-blakan Soal Biodiesel B50

0
prabowo subianto Biodiesel B50 fokusjabar.id
Prabowo Subianto

KARAWANG, FOKUSJabar.id: Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengungkapkan, program mandatori Biodiesel B50 merupakan hasil kesinambungan kebijakan lintas pemerintahan.

Program tersebut di rintis Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dil anjutkan Joko Widodo (Jokowi). Kini memasuki tahap implementasi B50 pada masa pemerintahannya.

BACA JUGA:

BPJS Kesehatan Umumkan Kinerja 2025, Aset Dana JKN Tembus Rp30 Triliun

Menurut Prabowo Subianto, pengembangan biodiesel B50 tidak dapat di lepaskan dari kontribusi para pendahulunya. Dia menilai, implementasi B50 menjadi bukti pentingnya kesinambungan kebijakan dalam pembangunan nasional.

“Ini juga prestasi pemerintah-pemerintah sebelum saya. Karena ini kita canangkan sudah dari 2008. Itu pemerintahan SBY di lanjutkan pemerintahan Jokowi,” kata Prabowo di kutip republika.co.id, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, pembangunan nasional tidak akan menghasilkan kemajuan apabila setiap pemerintahan selalu memulai dari awal. Karena itu, Dia mengajak seluruh pihak menghargai fondasi yang telah di bangun pemerintahan sebelumnya.

Dia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan menghentikan kebiasaan saling mencela maupun merendahkan hasil kerja pihak lain.

“Jangan caci maki, jangan menghina orang. Terlebih memfitnah,” tegas Prabowo.

Program mandatori Biodiesel B50 resmi di luncurkan pemerintah di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat (Jabar), Kamis (9/7/2026) kemarin.

BACA JUGA:

Nadiem Makarim Ungkap Sempat Dirawat di Rumah Sakit Jelang Sidang Putusan

Melalui implementasi tersebut, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel dengan kandungan 50 persen bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.

Prabowo menilai, pencapaian itu menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Pihaknya berharap, pengembangan biodiesel dapat terus di tingkatkan ke level yang lebih tinggi pada masa mendatang.

(Bambang Fouristian)

11 Pemain Persib Bandung Dipanggil Timnas Indonesia

0
Persib Bandung Timnas Indonesia fokusjabar.id
Beckham Putra Nugraha

BANDUNG, FOKUSJabar.id: 11 pemain Persib Bandung mendapat panggilan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di turnamen ASEAN Champhionship 2026.

Turnamen tersebut di gelar 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 mendatang.

BACA JUGA:

Balsa Sekulic Resmi jadi Andalan Baru Persib di Lini Depan

Mereka adalah Teja Paku Alam, Saddil Ramdani, Dion Markx, Kakang Rudianto, Marc Klok, Thom Haye, Adam Alis, Eliano Reijnders, Beckham Putra Nugraha, Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.

Bersama pemain lain, mereka menjalani pemusatan latihan di Bali. Selanjutnya pelatih timnas Indonesia, John Herdman menentukan skuad final untuk turnamen yang akan di ikuti 11 negara Asia Tenggara itu.

Di Piala AFF 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja dan Timor Leste

Kepercayaan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia di sambut antusias gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha.

Mengikuti Pemusatan Latihan tahap 1 di Bali, Dia mengaku mampu beradaptasi dengan baik terhadap intensitas latihan yang di terapkan tim pelatih.

Pemusatan latihan yang berlangsung pada 5-11 Juli 2026 menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia menghadapi agenda internasional mendatang.

Meski di warnai materi latihan dengan intensitas tinggi, Beckham menilai proses adaptasi berjalan lancar berkat persiapan yang telah di jalani para pemain sebelum bergabung bersama skuad Garuda.

“Latihannya sangat intensif. Karena kita sudah menjalankan program juga sebelum latihan di mulai. Jadi tidak terlalu sulit untuk beradaptasi,” kata Beckham.

Menurut Beckham, bekal dari program latihan mandiri yang di jalani sebelumnya menjadi fondasi penting untuk menjaga kebugaran sekaligus memudahkan para pemain menyesuaikan diri dengan ritme latihan Timnas.

Kondisi tersebut membuatnya dapat mengikuti setiap sesi latihan dengan percaya diri dan fokus.

BACA JUGA:

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Nilai Transfer Tinggi

Kesempatan kembali mengenakan seragam Merah Putih juga menjadi motivasi bagi Beckham untuk terus berkembang sebagai pemain profesional.

Ia bertekad memanfaatkan setiap sesi latihan sebagai ruang belajar sekaligus memberikan kemampuan terbaik demi meraih kepercayaan dari tim pelatih.

Kepercayaan yang di berikan menjadi salah satu wujud kontribusi Persib Bandung dalam mendukung penguatan Tim Nasional Indonesia melalui para pemain yang terus menunjukkan perkembangan dan daya saing di level tertinggi.

Persib berharap, seluruh pemain dapat menjalani setiap tahapan pemusatan latihan dengan optimal serta memberikan kontribusi terbaik bagi perjuangan Timnas Indonesia.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut: Pos JPL 19 Tingkatkan Keselamatan Perlintasan

0
pos JPL 19 fokusjabar.id
Bupati Garut dan jajaran Daop 2 Bandung

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan Kepala PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung beserta jajaran di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (9/7/2026).

Kunjungan tersebut dalam rangka penyerahan aset bangunan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 19 di Jalan Mandalagiri.

BACA JUGA:

Mantan Kepala Badan Kesbangpol Garut Berlabuh ke Partai Demokrat

Bupati Garut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas penyerahan resmi bangunan pos tersebut.

Menurutnya, keberadaan fasilitas ini sangat krusial dalam mendukung kinerja petugas di lapangan demi menjaga keamanan kedatangan dan keberangkatan kereta api serta ketertiban lalu lintas di area perlintasan sebidang.

Bupati juga menyambut baik rencana strategis PT KAI yang akan melakukan penataan di Stasiun Leles. Langkah ini di harapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan serta menarik minat masyarakat Garut untuk beralih menggunakan moda transportasi massal kereta api.

Kepala KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono mengatakan, pembangunan pos JPL 19 merupakan bentuk kontribusi nyata dan sinergi antara KAI dengan Pemda dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.

Selama ini, pos perlintasan tersebut sudah memiliki petugas, namun belum di tunjang oleh fasilitas bangunan pos yang memadai.

“JPL 19 sebenarnya sudah ada petugasnya cuma belum ada bangunan pos. Sehingga kami membangun dan selanjutnya di serahkan kepada Pemda Garut untuk di gunakan,” katanya.

BACA JUGA:

Musda XI Partai Golkar, 35 PK di Garut Dukung Aris-Deden

Terkait pengembangan Stasiun Leles, urgensi penataan di dasarkan pada tingginya volume penumpang dan frekuensi kereta api yang berhenti di stasiun tersebut.

Fokus utama penataan tahun depan adalah penyediaan fasilitas area parkir yang saat ini belum tersedia.

“Kalau tahun ini sudah kita bangun sterilisasi stasiun dan juga peron sedang di Stasiun Leles. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa merealisasikan penataan area parkirnya,” tutur Hendra.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Garut, Satria Budi menegaskan, pihaknya siap mengoptimalkan pemanfaatan bangunan pos JPL 19 tersebut.

Fasilitas ini di nilai akan memberikan perlindungan dan kenyamanan kerja yang lebih baik bagi para petugas jaga perlintasan.

(Bambang Fouristian)

Piala Presiden 2026: Persib Berpotensi Tampil dengan Skuad Muda

0
persib piala presiden 2026 fokusjabar.id
Igor Tolic

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung tidak menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai ajang untuk mengejar gelar juara. Turnamen pramusim tersebut di posisikan sebagai bagian dari persiapan tim menghadapi musim kompetisi yang akan datang.

Pada Piala Presiden 2026, Persib tergabung di Grup A bersama Arema FC, DPMM dari Brunei Darussalam dan Tampines Rovers asal Singapura.

BACA JUGA:

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Nilai Transfer Tinggi

Seluruh pertandingan di grup ini akan di gelar di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung Jawa Barat (Jabar).

Tim besutan Igor Tolic di jadwalkan menjalani pertandingan pembuka menghadapi Arema FC pada Jumat (25/7/2026). Meski berstatus tuan rumah, Persib tidak memasang target khusus dalam turnamen tersebut.

“Kami tidak memiliki ekspektasi apa pun di Piala Presiden. Kami akan mencoba menjadikannya sebagai bagian dari periode persiapan kebugaran fisik pemain,” kata Igor di kutip dari laman Persib.

Bagi Persib, Piala Presiden menjadi momentum untuk membangun kondisi tim sebelum memasuki musim yang di prediksi sangat padat.

Musim ini, Maung Bandung akan tampil di empat kompetisi. Yakni, Super League, AFC Champions League (ACL) 2, League Cup atau Piala Indonesia serta ASEAN Club Championship.

Dengan agenda pertandingan yang cukup padat, Persib lebih memprioritaskan kesiapan tim secara menyeluruh daripada membebani pemain dengan target juara di ajang pramusim.

“Target utama bagi kami adalah menghadapi pertandingan empat kompetisi. Kami menggunakan Piala Presiden agar para pemain bisa mengenal klub, Bobotoh sekaligus menjadi lebih bugar dan siap menghadapi bulan September,” ujar Igor.

BACA JUGA:

Pelatih Fisik asal Kroasia Karlo Reinholz Direkrut Persib

Selain berfungsi sebagai ajang meningkatkan kebugaran, Piala Presiden juga di manfaatkan sebagai sarana adaptasi bagi para pemain agar semakin mengenal atmosfer klub dan dukungan Bobotoh sebelum kompetisi resmi di mulai.

Pelatih asal Kroasia tersebut juga mengisyaratkan tidak akan selalu menurunkan komposisi pemain terbaiknya selama turnamen berlangsung.

Kondisi ini di pengaruhi oleh banyaknya pemain Persib yang mendapat panggilan memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Saat ini terdapat 11 pemain Persib yang mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia untuk persiapan Piala AFF 2026. Jika seluruh pemain tersebut masuk ke skuad akhir, Persib berpotensi kehilangan sejumlah pemain utama selama Piala Presiden berlangsung.

Terlebih lagi, jadwal Piala Presiden bertepatan dengan pelaksanaan Piala AFF. Sehingga Persib harus menyesuaikan komposisi tim yang di turunkan di setiap pertandingan.

“Tahun ini ada keadaan khusus karena tim nasional sedang bersiap-siap untuk kompetisi mereka. Jadi, pada dasarnya kami ingin membantu Indonesia, kami ingin membantu tim nasional. Dan kami memiliki jumlah pemain yang besar di tim nasional,” ucap Igor.

“Jadi kami sebenarnya masih belum tahu berapa banyak pemain yang akan kami miliki. Kami akan melakukan kombinasi dari para pemain asing dan pemain-pemain muda. Jadi, kami tidak memiliki ekspektasi apa pun di Piala Presiden,” tuturnya.

Dengan situasi tersebut, Persib di perkirakan akan mengandalkan perpaduan pemain asing dan sejumlah pemain muda selama Piala Presiden 2026.

Turnamen ini pun lebih di fokuskan sebagai sarana pematangan tim sebelum menghadapi tantangan di empat kompetisi sepanjang musim mendatang.

(Jingga Sonjaya)

Razia Unik di Tasikmalaya, Pelanggar Lalu Lintas Tak Langsung Ditilang tapi Diberi Tausiah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Sanksi yang unik dan menyentuh yang diberikan Petugas Satlantas Polres Tasikmalaya, saat menggelar razia kendaraan (ist Polres Tasikmalaya)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Satlantas Polres Tasikmalaya menggunakan cara unik sekaligus menyentuh hati dalam menggelar razia bagi para pengendara yang melanggar aturan lalu lintas di jalan raya.

Biasanya, operasi kepolisian di jalan identik dengan lembaran surat tilang. Namun, pemandangan berbeda tersaji saat Satlantas Polres Tasikmalaya menggelar razia di Perempatan Muktamar Singaparna, Kamis (9/7/2026). Petugas menerapkan pendekatan yang lebih humanis guna menyadarkan para pelanggar.

Baca Juga: Baso Gejrot Tasikmalaya Resmi Buka Cabang di Makkah, Tembus Pasar Internasional

Dalam razia tersebut, polisi tetap melakukan penindakan terhadap para pelanggar lalu lintas kasat mata. Uniknya, petugas tidak langsung menyodorkan blanko surat tilang, melainkan mengajak para pengendara menepi, duduk santai, dan mendengarkan tausiah singkat dari ustaz yang telah bersiaga di lokasi.

Sasarannya adalah para pelanggar dengan kategori ringan atau administratif kecil. Mulai dari pengendara yang lupa mengenakan helm, tidak memakai sabuk pengaman, hingga mereka yang lupa membawa surat-surat kendaraan.

Salah satu pelanggar aturan, Aminah (36), mengaku terkejut dengan metode ini. Ibu rumah tangga tersebut kedapatan mengendarai motor tanpa memasang pelat nomor kendaraan. Saat diperiksa, pelat tersebut ternyata disimpan di dalam bagasi karena baru diambil dari bengkel.

“Kirain saat diberhentikan petugas, saya akan langsung ditilang sepeti biasa, tapi malah saya diceramahi sama Pa ustadz. Ini membuat jadi malu sendiri karena melanggar,” ungkap Aminah sambil tersenyum, Kamis (9/7/2026).

Pentingnya Menjaga Nyawa

Polisi mengumpulkan para pelanggar lalu lintas di sebuah ruangan terbuka bersama seorang ustaz. Materi ceramah pun bukan membahas pasal-pasal hukum, melainkan menekankan nilai pentingnya menjaga nyawa di jalan raya. Ustaz mengingatkan bahwa kepatuhan berkendara merupakan kewajiban bersama demi mencegah kecelakaan yang bisa merenggut nyawa diri sendiri dan orang lain.

Ujang (38), pengendara lain yang terjaring razia karena tidak memakai helm, juga sempat merasa panik saat polisi menghentikan laju motornya.

“Saya tadi kaget saat diberhentikan petugas Polisi lalu lintas, ini pasti saya langsung tilang karena tidak memakai helm, namun ternyata justru mendapatkan ceramah dari ustadz. Ternyata Pak Ustaz mengingatkan bahayanya kecelakaan di jalan raya karena bisa sampai merenggut nyawa diri sendiri dan orang lain,” ujar Ujang.

Setelah mendengar petuah keagamaan tersebut, Ujang mengaku sadar dan berjanji akan selalu mengenakan helm berstandar SNI demi keselamatan pribadinya.

“Mulai sekarang, mulai hari ini, saya akan memakai helm kelengkapan lainnya saat mengendarai kendaraan di jalan raya,” tegasnya.

Menariknya, polisi tidak hanya memberikan “sanksi rohani” bagi pelanggar ringan. Pengendara yang terbukti tertib, berdisiplin, mengenakan helm, menyalakan lampu, dan memasang pelat nomor lengkap justru mendapatkan hadiah segelas teh manis gratis dari petugas.

Pendekatan Persuasif

Aris (30), seorang pengendara yang selalu disiplin di jalan raya, menjadi salah satu warga yang beruntung mendapatkan apresiasi manis tersebut.

“Alhamdulillah, surat-surat kendaraan saya lengkap semua, lampu juga nyala. Dikasih teh manis sama bapak polisi di jalan. Nuhun bapak Polisi,” ucap Aris.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Tasikmalaya, Ipda Dian Mardiana, mengungkapkan bahwa langkah persuasif ini merupakan arahan langsung dari pimpinan untuk mengedepankan pendekatan yang humanis.

“Kami tetap lakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan yang terlihat secara kasat mata, tapi bagi pelanggaran ringan kami kasih pemahaman lewat sisi agama. Makanya kami menghadirkan ustadz, untuk menyadarkan pengendara yang melanggar aturan lalu lintas melalui sisi keagamaan,” terang Ipda Dian.

Meski demikian, Ipda Dian menegaskan bahwa pendekatan persuasif ini bukan berarti polisi abai terhadap pelanggaran berat. Pihaknya tetap akan menindak tegas di tempat bagi pengendara yang membahayakan keselamatan publik, seperti pengguna knalpot brong atau pelaku aksi kebut-kebutan.

“Kalau pengendara kendaraan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan raya lainnya, ya kami pasti berikan sanksi tilang namun kalau pelanggaran yang masih kategori ringan, kami coba edukasi melalui ceramah dan tauziah dari ustadz,” pungkasnya.

(Seda)