BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai mematangkan persiapan Asia Afrika Festival (AAF) 2026. Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung selama festival yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 tersebut, dinas terkait tengah menyiapkan sejumlah kantong parkir strategis dan merancang skema rekayasa lalu lintas.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa petugas akan mengondisikan kantong parkir di beberapa titik yang mengitari pusat penyelenggaraan festival, mulai dari Jalan Naripan hingga kawasan Cikapundung.
Baca Juga: 6 Maskapai Berminat Buka Rute dari Bandara Husein Bandung, Singapura dan Malaysia Jadi Prioritas
“Nah, kantong parkir akan kita siapkan mulai dari Jalan Naripan sampai ke Cikapundung. Itu semua akan menjadi kantong parkir, titik start dan titik finish-nya,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (8/7/2026).
Di samping menyediakan ruang parkir resmi, Pemkot Bandung juga sedang mematangkan skema pengalihan arus jalan. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Polrestabes Bandung masih menguji dan menganalisis dampak lalu lintas secara mendalam. Langkah taktis ini bertujuan agar arus kendaraan tetap mengalir lancar selama Asia Afrika Festival bergulir.
“Rekayasa jalan. Sekarang sedang pematangan berbagai macam analisis dampak lalu lintasnya oleh Dishub dan juga Polrestabes,” terangnya.
Ultimatum Keras: Tidak Ada Toleransi untuk Juru Parkir Nakal
Farhan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi praktik parkir liar maupun aksi getok tarif parkir selama Asia Afrika Festival berlangsung. Ia memastikan personel di lapangan bakal langsung menindak tegas oknum yang nekat melanggar aturan tersebut.
“Pokoknya begitu kita menemukan ada yang parkir liar, kita akan sikat. Tidak boleh ada parkir liar, tidak boleh ada getok parkir,” pungkas Farhan dengan nada bicara tegas.
(Yusuf Mugni)



