TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Langkah strategis Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menggelar pertemuan dengan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, membuahkan hasil yang menggembirakan bagi seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya.
Dalam pertemuan istimewa tersebut, kedua tokoh membahas secara komprehensif sejumlah persiapan matang untuk menyambut peringatan Hari Koperasi Nasional (HKN) Ke-79 tahun 2026.
Baca Juga: Alarm Bahaya! Situ Gede Surut, Kekeringan Ancam Ribuan Hektare Sawah di Tasikmalaya
Kabar yang lebih menggembirakan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI resmi mempercayakan Kota Tasikmalaya sebagai pusat panggung peringatan Hari Koperasi Ke-79 pada bulan Juli ini. Agenda besar tingkat nasional tersebut bahkan berpotensi menghadirkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Keberhasilan memenangi hak sebagai tuan rumah menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi antara Kemenkop RI dan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Momentum ini sekaligus mengangkat kembali nilai historis Kota Tasikmalaya sebagai lokasi asli penyelenggaraan Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada tahun 1947, yang menandai lahirnya gerakan perkoperasian di tanah air.
Wali Kota Viman Alfarizi menyampaikan bahwa momentum HKN tahun ini memuat makna yang sangat krusial. Agenda ini bukan sekadar seremoni peringatan sejarah biasa, melainkan menjadi titik balik kebangkitan gerakan koperasi sebagai mesin penggerak ekonomi kerakyatan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kota Tasikmalaya memiliki jejak sejarah yang sangat penting dalam perjalanan lahirnya perkoperasian di tanah air Indonesia. Melalui kolaborasi dengan Kementerian Koperasi, kami ingin memastikan bahwa warisan sejarah tersebut tidak hanya dikenang, tetapi juga dihidupkan kembali agar memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa di masa mendatang,” ungkap Viman Alfarizi Ramadhan saat dihubungi, Rabu (8/7/2026).
Agenda Groundbreaking Revitalisasi Kawasan Sejarah Koperasi
Dalam pertemuan bersama Menkop tersebut, kedua pihak juga menyepakati rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek revitalisasi kawasan bersejarah Kongres Koperasi Pertama serta Monumen Koperasi. Otoritas menjadwalkan agenda bersejarah tersebut bergulir pada 26 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian utama HKN ke-79.
“Groundbreaking revitalisasi kawasan bangunan kongres Koperasi pertama dan Monumennya tidak hanya terfokus pada pembenahan infrastruktur fisik. Tetapi juga mengarah untuk menjadi ruang publik yang produktif, edukatif, dan inklusif. Tujuannya untuk perkembangan dunia koperasi di tanah air khususnya di Kota Tasikmalaya,” ujar Viman.
Viman mengimbuhkan, tim perencana merancang kawasan sejarah koperasi tersebut sebagai pusat aktivitas koperasi. Terlebih menjadi wwahana edukasi sejarah, pusat pemberdayaan ekonomi warga, serta ruang kolaborasi kreatif bagi generasi muda.
Menteri Koperasi Dorong Digitalisasi dan Sasar Gen Z
Pada kesempatan yang sama, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan proyek revitalisasi kawasan bersejarah ini merupakan bagian dari upaya keras pemerintah pusat. Targetnya adalah menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi soko guru perekonomian nasional.
“Kawasan gedung kongres pertama koperasi akan kita kembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat. Pusat aktifitas yang mampu mempertemukan nilai historis dengan jiwa inovasi. Sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku koperasi, UMKM, komunitas, serta generasi milenial dan Gen Z. Tentunya melalui pendekatan yang lebih modern dan adaptif,” kata Ferry Juliantono.
Ferry juga mengungkapkan, selain membahas penataan kawasan fisik, pertemuannya dengan Wali Kota Tasikmalaya turut mengunci komitmen penguatan transformasi koperasi menuju era digital. Langkah ini mencakup peningkatan daya saing lembaga serta pembangunan ekosistem koperasi yang tangguh menghadapi tantangan ekonomi masa depan.
Pemkot Tasikmalaya sendiri menyambut baik kucuran dukungan penuh dari pemerintah pusat ini. Kolaborasi lintas sektor ini harapannya mampu menegaskan identitas Kota Tasikmalaya sebagai ibu kota sejarah koperasi. Sekaligus memicu lahirnya koperasi-koperasi modern yang inovatif, profesional, dan berdaya saing global.
“Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 harapannya menjadi momentum memperkuat kembali semangat nilai-nilai gotong royong. Terlebih meningkatkan partisipasi generasi muda dalam berkoperasi. Serta memperkokoh koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan menuju Indonesia yang semakin maju dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Ferry Juliantono.
(Seda)



