PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Gelombang tinggi di sertai cuaca berkabut melanda perairan Pangandaran, Senin (27/7/2026) pagi.
Kondisi tersebut menyulitkan aktivitas nelayan dan menyebabkan kerusakan pada fasilitas di muara Sungai Cikidang.
BACA JUGA:
Susi Pudjiastuti Minta Pemda Pangandaran Beri Insentif dan Benahi Fasilitas Pacuan Kuda Legok Jawa
Berdasarkan pantauan Sar Barakuda, menunjukkan gelombang besar terus menerjang pemecah gelombang. Air laut berwarna gelap dengan buih putih menghantam struktur beton dan tiang lampu navigasi di ujung dermaga.
Ketua SAR Barakuda, Sakio melaporkan kondisi tersebut.
”Pantauan Sar Barakuda pada pagi hari ini terlihat cuaca penuh dengan kabut dan gelombang juga sangat tinggi,” kata Sakio.
Menurut Sakio, tingginya gelombang membuat satu unit lampu navigasi di muara Sungai Cikidang mengalami kerusakan.
”Ini menyulitkan untuk para nelayan yang keluar Sungai Cikidang. Nah sementara tiang lampu atau lampu lift yang merah ini putus satu di terjang gelombang kemarin malam,” jelasnya.
Sakio mengatakan, tiang lampu berwarna merah di ujung dermaga tampak miring. Beberapa bagian rangkanya juga sudah berkarat dan terkena hantaman ombak secara langsung.
Sakio mengimbau para nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika kondisi gelombang masih tinggi.
BACA JUGA:
Setara Mobil Mewah! Harga Kuda Pacu di Indonesia Tembus Rp750 Juta per Ekor
Hingga saat ini, gelombang di perairan Pangandaran masih terpantau tinggi. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Jawa Barat.
Warga dan wisatawan juga diimbau untuk tidak mendekat ke bibir pantai dan area pemecah gelombang demi keselamatan.
(Sajidin)



