spot_imgspot_img
Minggu 26 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Dicky Candra Hadiri UKT Perisai Diri Tasikmalaya, Target Rekrut 1.000 Anggota Baru

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, menghadiri agenda Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sekaligus Sarasehan Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri (PD) Cabang Kota Tasikmalaya.

Kegiatan bernuansa khidmat dan penuh kebersamaan ini mengambil tempat di kampus SMKN 3 Kota Tasikmalaya, Jalan Tamansari, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).

Baca Juga: Tugu Koperasi Tasikmalaya Resmi Direvitalisasi dan Jadi Cagar Budaya Nasional

Kehadiran Dicky Candra membakar semangat para pesilat. Para peserta menyajikan beragam atraksi serta jurus khas Perisai Diri yang memukau para tamu undangan di lokasi.

Para pesilat menampilkan keahlian memainkan senjata toya, kipas, payung, jurus tangan kosong, hingga kombinasi dua pedang. Demonstrasi pematahan benda keras mengandalkan teknik tenaga dalam menjadi penutup atraksi spektakuler tersebut.

Pentingnya Menjaga Jati Diri Bangsa

Dalam sambutannya, Ia menegaskan bahwa olahraga pencak silat merupakan warisan leluhur yang membutuhkan pelestarian secara berkelanjutan.

“Perisai Diri merupakan gerakan pencak silat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan budi luhur, serta rasa kekeluargaan dan persaudaraan,” ungkapnya, Minggu (26/7/2026).

Ia mengajak masyarakat agar terus mempertahankan serta mengembangkan seni bela diri Nusantara ini.

“Mungkin kita boleh mengagumi bela diri yang lahir dari luar, namun jangan sampai lupa jati diri sebagai anak bangsa. Perisai Diri adalah bela diri asli Nusantara yang banyak masyarakat gemari,” ujarnya.

Ia mengapresiasi keberhasilan Perisai Diri yang merambah lingkungan sekolah melalui kegiatan ekstrakurikuler. Langkah ini menjadi strategi efektif dalam membenteng kebudayaan lokal.

Ia menilai pembinaan pencak silat tidak sekadar mengasah ketangkasan fisik, melainkan juga menempa karakter dan melatih kesabaran peserta didik.

“Pendekatannya santun dan merakyat. Selain seni bela diri, anak-anak juga mendapat pengetahuan dan etika. Bahaya kalau seorang jawara kuat secara fisik tapi kosong ilmu dan kesabaran,” paparnya.

Ia juga menyoroti penanaman nilai spiritual dan keimanan yang menjadi ciri khas pembinaan di Perisai Diri.

“Yang paling berkesan itu filosofi ‘kunci silat adalah shalat’. Ketenangan lahir dari salat. Ini bekal bagus bagi para pesilat, agar percaya diri sekaligus menjaga tradisi Sunda,” imbuhnya.

Perisai Diri Tasikmalaya Patok Target 1.000 Anggota Baru

Ketua Perisai Diri Cabang Kota Tasikmalaya, Gungun Anantaguna, menjelaskan bahwa UKT periode ke-80 ini mengumpulkan 236 pesilat dari berbagai jenjang tingkatan.

“UKT ini agenda rutin enam bulanan. Selain evaluasi, kita juga pakai momen ini untuk menyusun strategi dan teknik,” kata Gungun.

Sesi sarasehan menghadirkan para pembina ekstrakurikuler, guru, dan Ketua OSIS dari berbagai sekolah guna merumuskan penguatan olahraga silat di lingkungan pendidikan.

“Targetnya, Perisai Diri akan merekrut sebanyak 1.000 anggota baru pada September 2026 di seluruh sekolah se-Kota Tasikmalaya,” tutur Gungun.

“Langkah ini kami lakukan agar budaya pencak silat terus hidup di setiap generasi, dan gen Z. Kita ingin silat jadi olahraga di negeri sendiri,” lanjutnya.

Gungun menyampaikan penghargaan atas dukungan penuh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kehadiran Wakil Wali Kota memberikan suntikan motivasi besar bagi seluruh keluarga besar Perisai Diri.

Mengusung tema “Kita Perisai Diri, Kita Keluarga”, pengelola merancang perhelatan ini sebagai wadah silaturahmi sekaligus evaluasi pembinaan demi melahirkan atlet silat berprestasi.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru