spot_imgspot_img
Senin 27 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menjaga Pesisir, Merawat Masa Depan: Aksi Nyata 5.000 Mangrove PT PNM Tasikmalaya di Pangandaran

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id : ​Garis pantai Samudra Hindia di Desa Pamotan Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) menyimpan cerita tentang perjuangan hidup.

Di sini, deburan ombak bukan sekadar pemandangan. Melainkan ancaman abrasi dan intrusi air laut yang menghantui keseharian para nelayan dan warga pesisir.

BACA JUGA:

Gelombang Tinggi Hantam Pangandaran, Lampu Navigasi di Muara Sungai Cikidang Rusak

​Namun, secercah harapan kini mengakar kuat di lumpur pesisir. Bertepatan dengan Hari Mangrove Sedunia, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PT PNM Cabang Tasikmalaya menghadirkan gerakan PNM Green Impact bertema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, dengan menanam 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora secara serentak.

​Selama ini, PT PNM di kenal sebagai pilar utama penggerak ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan modal usaha bagi pelaku ultra mikro dan ibu-ibu prasejahtera lewat program Mekaar.

Namun ada filosofi kuat yang di pegang. Yakni, ekonomi yang tangguh tidak akan berdiri di atas lingkungan yang rapuh.

​Pemimpin Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara menegaskan, kawasan Kalipucang membutuhkan intervensi ekologis yang serius karena kerusakan pesisir berbanding lurus dengan runtuhnya kesejahteraan masyarakat.

​”PNM Green Impact adalah wujud nyata kepedulian kami. Kami tidak hanya fokus pada permodalan usaha nasabah. Tetapi juga bertanggung jawab menjaga ruang hidup tempat mereka tinggal dan mencari nafkah,” ujar Ara.

​Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pesisir Pangandaran

​Aksi penanaman ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong yang melibatkan berbagai elemen strategis. Mulai dari BUMN, pemerintah daerah, aparat keamanan hingga relawan.

​Pemerintah dan Tokoh Lokal

Kegiatan tersebut di hadiri Kepala Dinas Sosial dan PMD Kabupaten Pangandaran, Trisno, Camat Kalipucang Ruhendi, Wadandim Kalipucang, Asep Saepudin dan Kepala Desa Pamotan, Andi Suandi.

​Dukungan Lapangan

Melibatkan 30 Relawan Tagana di bawah komando Nana Suryana serta dukungan penuh dari Rini Purnamasari (Manager Regional Mekaar Tasikmalaya II) dan Hatta Hidayat (Manager Bisnis ULaMM).

BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Minta Pemda Pangandaran Beri Insentif dan Benahi Fasilitas Pacuan Kuda Legok Jawa

Menurut Trisno, langkah ini sebagai teladan konkret dalam memperkuat ketahanan kawasan pesisir Pangandaran dari ancaman bencana ekologis.

​4 Manfaat Utama Penanaman 5.000 Mangrove bagi Ekosistem dan Warga

​Program ini di rancang bukan sekadar seremoni musiman. Melainkan investasi jangka panjang yang menghadirkan multi-manfaat.

​Perisai Alami Abrasi

Akar mangrove yang rapat berfungsi sebagai benteng peredam gelombang ekstrem serta penahan intrusi air asin ke sumur warga.

​Rumah Keanekaragaman Hayati

Kawasan mangrove yang subur menjadi spawning dan nursery ground (tempat pemijahan serta pembesaran) bagi ikan, udang dan kepiting bakau.

​Dongkrak Ekonomi Nelayan

Pulihnya ekosistem laut otomatis meningkatkan hasil tangkapan nelayan serta membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis komunitas.

​Paru-Paru Biru (Carbon Sink)

Mangrove berperan aktif menyerap emisi karbon untuk menstabilkan iklim global dan menghasilkan udara yang lebih bersih.

​Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, PT PNM Cabang Tasikmalaya bersama Tagana dan Pemdes Pamotan akan terus melakukan pemantauan dan perawatan berkala untuk memastikan seluruh bibit tumbuh optimal.

BACA JUGA:

Susi Pudjiastuti Dorong Pacuan Kuda Pangandaran Masuk Kalender Nasional

​Langkah kecil yang di gagas oleh PT PNM Cabang Tasikmalaya ini membuktikan bahwa BUMN tidak hanya hadir untuk kinerja finansial yang cemerlang.

Tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ekologis yang tinggi. Karena pada akhirnya, menjaga alam adalah cara terbaik untuk mengamankan masa depan generasi mendatang.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru