PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti, mendorong penyelenggara agar menetapkan ajang pacuan kuda di Gelanggang Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, sebagai agenda tahunan tetap yang masuk kalender nasional. Konsistensi jadwal menjadi kunci utama keberhasilan pergelaran serta dampak besarnya bagi daerah.
“Dan jangan berhenti Pak. Kalau ini nanti jeda setahun, jeda setahun lagi. Kalau kita marketing mau jalan, mau sukses, you have to continue constant. Ada lagi, ada lagi,” tegas Susi usai menyaksikan Indonesia Derby 2026, Minggu (26/7/2026).
Baca Juga: Susi Pudjiastuti Minta Pemda Pangandaran Beri Insentif dan Benahi Fasilitas Pacuan Kuda Legok Jawa
Susi menekankan pentingnya mengunci tanggal pelaksanaan yang sama setiap tahun agar ajang ini menjadi rujukan utama bagi tingkat nasional maupun internasional.
“Kalau bisa tanggalnya sama setiap tahun. Sehingga menjadi kalender nasional. Itu kita minta. Pak Arief tinggal minta sama menteri siapa yang mencatatkan kalender nasional kuda pacu di Pangandaran. Selesai,” ujarnya.
Jadwal Pasti Mudahkan Investor dan Tarik Minat Pemilik Kuda Jepang
Susi meyakini bahwa kepastian jadwal akan memudahkan para pemilik kuda dan investor dalam merancang rencana investasi jangka panjang.
“Jadi kita nanti investasi apa semua mudah karena sudah ada kepastian orang bisa mengatur jadwal,” tambahnya.
Susi membuktikan tingginya minat pasar luar negeri dengan memboyong langsung rekannya dari Jepang ke arena pacuan. Keluarga rekannya tersebut mengoleksi lima hingga enam ekor kuda pacu di negaranya.
“Hari ini saya bawa teman dari Jepang yang mana mereka keluarganya tuh memiliki kuda pacu 5 sampai 6 ekor. Gitu, itu tertarik melihat begini,” kata Susi.
Susi mengamati bahwa nilai jual kuda pacu di Indonesia saat ini masih sangat kompetitif. Investor luar negeri memandang harga pasar domestik masih menawarkan peluang besar.
“Jadi ya masih banyak ruang tumbuh. Masih banyak karena harganya tuh belum maksimum begitu jadi siapa saja mau terjun tuh masih murah gitu mau investasi di peternakan kuda, di industri pacuan kuda.”
Jadikan Pangandaran Kiblat Utama Pacuan Kuda Indonesia
Susi menegaskan bahwa Legok Jawa Pangandaran memegang keunggulan alamiah yang tidak ada tandingannya di daerah lain.
“So, saya ingin Pangandaran menjadi agenda utama iya iya untuk pacuan kuda di Indonesia. Yang lain oke, tapi Pangandaran nomor satu gitu. Maunya itu. So, karena sudah gampang pekerjaannya. Promosiinnya gampang, bener enggak?,” tuturnya.
Susi turut mengajak insan media dan pejabat daerah agar terus menggemakan potensi besar ini ke publik luas.
Melihat kesuksesan Indonesia Derby 2026 yang menyedot 40 ribu penonton serta 158 kuda dari 13 provinsi, Susi berharap Pemda Pangandaran, Pordasi, dan Sarga.co segera menetapkan Pangandaran sebagai kiblat utama olahraga pacuan kuda nasional.
(Sajidin)



