spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 228

Pangkat dan Jabatan Sejenak Hilang, Polisi Tasikmalaya Larut dalam Lomba 17-an Bersama Warga

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Kemeriahan warga bersama jajaran Kepolisian di Asrama Polisi Mangunreja, dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Anggota kepolisian menanggalkan sejenak rutinitas kedinasan mereka di kompleks Asrama Polres Tasikmalaya, Mangunreja, Jumat (14/8/2026).

Suasana apel yang kaku pengganti gelak tawa riang warga yang memenuhi lapangan asrama. Semua elemen bersatu menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

Baca Juga: TMMD ke-129 Ubah Wajah Parungponteng Tasikmalaya

Ratusan warga berbaur akrab bersama jajaran anggota Polres Tasikmalaya tanpa sekat. Seragam cokelat khas kepolisian menyatu dengan pakaian santai warga sekitar, sementara anak-anak gembira membawa pulang berbagai hadiah perlombaan.

Panitia menyiagakan lima pos perlombaan seru, mulai dari menginjak balon, makan kerupuk, estafet sarung, cantolan kepala, hingga memasukkan paku ke dalam botol. Panitia sengaja menggabungkan anggota Bhabinkamtibmas, pengurus Bhayangkari, dan warga lokal dalam satu tim estafet sarung.

Sorak Canda dan Antusiasme Warga Sekitar Asrama

Nela (32), seorang warga di sekitar asrama, membagikan keceriaannya saat beradu ketangkasan bersama para petugas.

“Saya senang sekali bisa ikut acara hiburan bersama bapak-bapak dan ibu polisi. Tadi seru sekali saat lomba injak balon, ada rasa takut balonnya meletus tapi tetap ingin menang,” ujar Nela sembari memperlihatkan hadiah peralatan dapur yang ia dapatkan, Jumat (14/8/2026).

Nela menilai bahwa ajang ini memberikan ruang interaksi hangat yang mencairkan kecanggokkan antara masyarakat dan aparat kepolisian.

Agnia (30), warga lainnya, menyampaikan harapan agar kebersamaan ini berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di usia kemerdekaan yang baru.

“Saya berharap di usia Kemerdekaan Indonesia Ke-81 ini, negara kita semakin sejahtera. Kemeriahan dan kebersamaan seperti ini harapannya tidak berhenti di seremonial saja, tetapi harus terus dirasakan berkelanjutan,” ungkap Agnia.

Tegaskan Jati Diri Polri sebagai Pengayom Masyarakat

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, menegaskan bahwa pihaknya sengaja merancang acara santai ini demi merobohkan sekat komunikasi serta mendekatkan polisi dengan warga.

“Kami menyemarakkan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI ini bersama masyarakat di sekitar asrama. Kegiatan seperti ini sangat efektif dalam mempererat hubungan emosional antara polisi dan warga. Intinya, polisi harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat. Jika masyarakat bahagia, kami pun ikut bahagia,” kata AKBP Ade Papa Rihi.

Keseruan acara terus mengalir hingga siang hari. Di bawah kibaran bendera Merah Putih, para peserta menikmati santap siang bersama secara lesehan. Pangkat, jabatan, dan status sosial melebur dalam hangatnya perayaan kemerdekaan Indonesia.

(Seda)

Bikin Kagum! Bendera Merah Putih Raksasa Berkibar di Dalam Akuarium Pangandaran

0
PANGANDARAN, FOKUSJabar.id
Poto: bendera merah putih sepanjang 12 meter dengan lebar 3,2 meter membentang di aquarium Indonesia Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSjabar.id: Aquarium Indonesia Pangandaran menghadirkan atmosfer kemerdekaan yang terbilang unik dan berbeda. Pengelola mengibarkan Sang Saka Merah Putih berukuran raksasa di dalam tank akuarium utama demi menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahun ini, destinasi wisata bahari tersebut menyajikan rangkaian atraksi seru yang memadukan edukasi sejarah, hiburan keluarga, serta ajang kreativitas.

Baca Juga: Sejak Juni Tak Ada Air, Warga Pangandaran Rela Tempuh 3 Km Demi Mandi dan Mencuc

Direktur Aquarium Indonesia Pangandaran, Rika Sudranto, menjelaskan bahwa agenda ini sekaligus menjadi ajang pemanasan (gladi resik) menjelang puncak peringatan 17 Agustus mendatang.

“Dalam rangka HUT RI ke-81, Aquarium Indonesia ingin tetap menjaga bahwa kemerdekaan ini harus diisi dari berbagai macam kegiatan,” ujar Rika, Jumat (14/8/2026).

Parade Tokoh Pahlawan dan Bendera Raksasa di Dalam Air

Pengelola membuka rangkaian acara melalui penampilan parade pahlawan nasional. Kostum para pahlawan besar seperti Sultan Hasanuddin, Pattimura, Bung Karno, R.A. Kartini, hingga Jenderal Sudirman turut menghiasi area akuarium.

“Kita tampilkan pahlawan-pahlawan besar itu. Semoga kita juga akan mengikuti jejak-jejaknya,” katanya.

Puncak acara menyuguhkan pembentangan bendera Merah Putih berukuran super jumbo. Bendera berukuran panjang 12 meter dan lebar 3,2 meter tersebut menjadi kibaran bendera terbesar yang pernah membentang di dalam akuarium.

“Kita mengambil hari ini sebagai gladi resik untuk mengingatkan ke tanggal 17 nanti. Semoga ini mengingatkan teman-teman di daerah-daerah untuk bersiap-siap membuat kreativitas yang lebih unggul,” jelasnya.

Sensasi Lomba 17-an di Dalam Air dan Kuis Edukasi

Pihak pengelola menghadirkan nuansa pesta rakyat dengan sentuhan ekstrem. Mereka mengarahkan perlombaan khas kemerdekaan, seperti tarik tambang dan balap karung, untuk berlangsung langsung di dalam air.

Pengelola juga membagikan kuis edukasi seputar sejarah perjuangan bangsa guna mengasah wawasan para pengunjung muda dan anak-anak.

Bagi pengunjung yang menggemari seni, pengelola menyediakan sesi melukis tas bertema Merah Putih yang bisa langsung membawanya pulang sebagai kenang-kenangan.

Masyarakat luas juga bisa memenangkan hadiah menarik lewat kuis interaktif tebak nama pahlawan di akun Instagram resmi Aquarium Indonesia.

Tiket Gratis Bagi Siswa Berprestasi Selama Agustus

Sebagai bentuk apresiasi khusus pada bulan kemerdekaan, Aquarium Indonesia membebaskan biaya masuk bagi seluruh siswa yang berhasil meraih juara kelas atau mengantongi nilai rapor rata-rata minimal 8,5.

“Di bulan Agustus, tidak hanya tanggal 17 saja. Ini bentuk apresiasi kami,” ujarnya.

Pihak manajemen memastikan harga tiket masuk tidak mengalami kenaikan. Pengelola menetapkan tarif tiket sebesar Rp40.000 pada hari biasa (weekday) dan Rp50.000 pada akhir pekan (weekend).

Rika berharap konsep perayaan kreatif ini sanggup menginspirasi berbagai pengelola wisata di daerah lain untuk mengemas peringatan kemerdekaan secara edukatif dan menghibur.

(Sajidin)

Bandung Kekurangan 36 Ribu APJ, Pemkot Gandeng Investor untuk Tambah Penerangan

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi di Balai Kota Bandung Kamis (13/8/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini masih mengahadapi tantangan besar terkait keterbatasan Alat Penerangan Jalan (APJ). Kota Bandung masih membutuhkan sekitar 35 ribu hingga 36 ribu titik penerangan baru untuk menerangi seluruh sudut kota.

Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memicu Pemkot Bandung mengambil langkah strategis dengan membuka peluang kolaborasi bersama investor swasta.

Baca Juga: Pemkot Bandung Gaspol Benahi Soekarno Hatta, JPO dan 212 Lampu PJU Disiapkan

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menyebutkan bahwa hasil kajian teknis hingga akhir Desember 2025 mencatat total kebutuhan APJ di Kota Bandung menembus angka 97 ribu titik.

“Jadi terkait penerangan jalan umum itu, kita berbicara berdasarkan data kajian di akhir Desember 2025. Alat Penerangan Jalan (APJ) itu sekarang ada tiga jenis, yaitu PJU, PJL, dan Penerangan Jalan Gang yang sedang digagas dan sudah diuji coba,” kata Rasdian, Jumat (14/8/2026).

Kemampuan Anggaran Daerah Sangat Terbatas

Hingga saat ini, Dishub Kota Bandung baru berhasil merealisasikan sekitar 57 ribu titik APJ. Pada tahun 2026, Pemkot mematok target penambahan sekitar 5.000 titik baru demi mengerek angka realisasi menuju 61 ribu titik.

Rasdian membeberkan bahwa kemampuan kas daerah hanya sanggup membiayai pembangunan 5.000 titik APJ per tahun. Jika Pemkot terus mengandalkan skema konvensional ini, kapasitas terbangun hingga tahun 2029 hanya menambah 20 ribu titik. Artinya, Kota Bandung masih akan minus 15 ribu titik APJ setelah tahun 2029.

“Tahun ini ada pembangunan hampir 5.000 titik, berarti total menjadi sekitar 61.000-an, sehingga kita masih kekurangan 35.000 hingga 36.000 titik. Dengan kemampuan anggaran untuk membangun 5.000 titik per tahun, maka hingga tahun 2029 kita hanya mampu membangun 20.000 titik dan masih akan kurang 15.000 titik,” jelasnya.

Gagas Kerjasama KPBU dan Pengelolaan lewat BUMD

Guna memangkas durasi pemenuhan APJ, Pemkot Bandung mulai merancang skema pembiayaan alternatif. Pihaknya berencana menggaet investor swasta yang nantinya bakal berkolaborasi dengan BUMD milik kota, PT Bandung Infrastruktur Investasi (BII).

“Kita mencoba berbagai inovasi kolaborasi dengan investor untuk memenuhi kekurangan tersebut, yang nantinya akan dikelola oleh BUMD kita, BII,” katanya.

Rasdian menambahkan, pemetaan penerangan tidak berpatokan pada wilayah administratif semata, melainkan mengacu pada status kepemilikan jalan, mulai dari jalan nasional, provinsi, hingga jalan kota.

Sesuai catatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Kota Bandung membentangkan jalan kota sepanjang 1.200 kilometer. Sementara ruas jalan provinsi hanya melintasi beberapa titik, seperti kawasan Soekarno Hatta dan Ujungberung.

“Kita tidak melihat berdasarkan kawasan, melainkan dari status ruas jalannya, apakah jalan nasional, provinsi, atau kota,” ucapnya.

Tawarkan Proyek Strategis pada Investment Day

Pemkot Bandung kini menimbang berbagai opsi skema kerja sama, mulai dari penugasan langsung hingga Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Kendati demikian, implementasi skema KPBU memerlukan proses panjang karena mengikat jangka waktu kerja sama minimal 10 tahun. Pemkot Bandung telah menyosialisasikan peluang investasi ini kepada para calon investor demi eksekusi pada tahun depan.

“Penawaran sudah kita sampaikan saat acara Investment Day. Ada banyak mekanisme seperti penugasan atau KPBU, dan ini harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Sejak Juni Tak Ada Air, Warga Pangandaran Rela Tempuh 3 Km Demi Mandi dan Mencuci

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Para ibu rumah tangga sedang mencuci di sumur komunal

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sejak Juni 2026, warga Dusun Majingklak, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran meratapi krisis air bersih yang melanda wilayah mereka. Kondisi darurat ini mengubah total pola hidup harian masyarakat setempat.

Demi memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi dan mencuci, warga rela menempuh perjalanan bolak-balik sejauh 3 kilometer menuju satu-satunya sumur yang masih mengalirkan air.

Baca Juga: Bukan Sekadar Main di Pantai, Warga Pangandaran Justru Berburu “Harta Karun”

Sumur yang berlokasi di wilayah Cilutung tersebut kini menjadi tumpuan tunggal warga Majingklak. Walau sumur itu milik pribadi, sang pemilik tetap mengizinkan warga mengambil air dengan imbalan sukarela.

“Udah dari bulan Juni kita kaya gini terus. Syukurnya di sini tarifnya gak mahal, seikhlasnya. Buat mandi atau nyuci bayar Rp5.000 ya daripada enggak dapat air,” kata seorang warga, Yuni (51), saat membagikan pengalamannya, Jumat (14/8/2026).

Rutinitas Menguras Tenaga Setiap Pagi dan Sore

Yuni mengaku sudah hampir tiga bulan menjalani pola hidup yang berat ini. Setiap hari, ia harus menyambangi sumur Cilutung saat pagi dan sore demi membawa pulang pasokan air ke rumah.

“Susah air. Dari Majingklak ke Cilutung ya tiga kilo ada. Setiap hari pagi dan sore pun angkat air. Nyuci dua hari sekali,” ujarnya.

Satu-satunya sumber air yang tersisa ini memicu antrean panjang setiap hari. Terlebih warga yang datang terlambat harus rela mengular di lokasi.

“Mandi di tempat bisa numpang. Nyuci juga di sini numpang sekalian dekat sumurnya. Kalau udah kesiangan ya harus sabar antre,” kata Yuni.

Pindahkan Aktivitas Mencuci ke Area Sumur

Masyarakat kini terpaksa memindahkan seluruh aktivitas mencuci dari rumah ke area sekitar sumur. Mereka kemudian mengangkut tumpukan pakaian kotor dan perlengkapan cuci dari rumah, lalu menuntaskan semuanya di tempat penampungan air tersebut.

Bagi warga Majingklak, kekeringan ini telah menguras banyak waktu dan energi harian mereka hanya demi mendapatkan akses air bersih.

(Sajidin)

Bukan Sekadar Main di Pantai, Warga Pangandaran Justru Berburu “Harta Karun”

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
‎Poto: Saat mencari harta Karun di pantai barat Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pantai Pangandaran tidak sekadar menawarkan keindahan ombak dan pemandangan laut. Bagi sebagian warga lokal, hamparan pasir pantai ini justru menjadi ladang rezeki yang sangat unik melalui aksi “berburu harta karun”.

Yadi (51), warga Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, menjadi salah satu sosok yang menekuni profesi unik ini. Sejak Jumat (14/8/2026) pagi, ia telah melangkah menyusuri garis pantai dengan perlengkapan detektor logam lengkap.

Baca Juga: Empat Hari Dicari, Korban Terseret Arus Pangandaran Akhirnya Ditemukan 2 Km dari TKP

Sambil menggenggam metal detector seri 4080 di tangan kanan, Yadi memikul tas berisi peralatan gali di punggungnya. Tangan kirinya memegang cangkul saringan khusus untuk mengeruk dan memisahkan pasir.

“Cari sewaktu pantainya sepi, gak terlalu ramai,” kata Yadi saat membagikan pengalamannya.

Trik Berburu Saat Suasana Pantai Masih Lengang

Yadi sengaja memilih waktu berburu pada pagi hari sebelum rombongan wisatawan memadati pantai. Langkah ini membuatnya lebih leluasa menyisir area dari ujung ke ujung.

“Iya sepanjang pantai ini saja. Ini saya sudah dari pagi sampai lohor ini. Paling nanti istirahat dulu,” ujarnya.

Sistem kerjanya terbilang sederhana namun membutuhkan ketelitian tinggi. Yadi berjalan pelan sembari mengayunkan cakram detektor ke atas permukaan pasir.

Ketika alat tersebut mengeluarkan bunyi “tit tit”, ia langsung menghentikan langkah dan menggalinya menggunakan cangkul saringan.

Meski begitu, Yadi tidak selalu mendapatkan perhiasan bernilai tinggi. Sinyal detektor kerap kali hanya mengarah pada sampah logam seperti paku, tutup botol, atau potongan seng.

“Bukan rakitan, beli online. Ini metal detector seri 4080,” katanya.

Inovasi AlatModern Gantikan Pengais Besi

Penggunaan detektor logam modern ini sangat membantu efisiensi kerjanya. Jika dahulu para pencari barang hanya mengandalkan ingatan, jemari kaki, atau besi pengais sederhana, kini teknologi detektor mampu menyapu area yang jauh lebih luas secara cepat.

Tangkapan Yadi pun cukup bervariasi. Ia sering menemukan koin receh, potongan logam unik, hingga perhiasan emas atau perak milik wisatawan yang hilang.

Aktivitas berenang, bermain ombak, atau sekadar berjalan-jalan di bibir pantai memang kerap membuat perhiasan wisatawan lepas tanpa disadari.

“Magnet juga saya bawa, tapi buat bantu nyari pasir besi aja. Kalau buat koin sama perhiasan tetap andalannya metal detector,” jelas Yadi.

Kunci utama pekerjaan ini terletak pada kesabaran dan ketekunan. Yadi harus menempuh jarak jauh, terus menggali pasir, dan berharap sinyal berikutnya membawanya pada barang berharga yang tertimbun.

(Sajidin)

Tim Maung Sawal Kembali Beraksi di Ciamis, Patroli Malam Bakal Lebih Intensif

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Apel kebangsaan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kepolisian Resor (Polres) Ciamis Polda Jawa Barat resmi mengaktifkan kembali Tim Maung Sawal, sebuah tim gabungan yang mengintegrasikan berbagai satuan fungsi kepolisian.

Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar, menyampaikan langkah strategis tersebut di sela-sela agenda Deklarasi Kebangsaan, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera, Ini Pesan Herdiat untuk 54 Paskibraka Ciamis

Intensifkan Patroli Malam demi Tekan Angka Kejahatan

Eko menegaskan bahwa reaktivasi Tim Maung Sawal bertujuan utama untuk menjamin rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Ciamis.

“Tim Maung Sawal akan aktif berpatroli untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diharapkan akibat adanya tindak kejahatan di wilayah hukum Polres Ciamis,” kata Eko.

Pihaknya menargetkan kehadiran patroli rutin Tim Maung Sawal mampu menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan begitu, warga bisa menjalankan aktivitas harian tanpa rasa cemas, terutama saat melintas pada malam hari.

“Personel Tim itu merupakan personel pilihan dari berbagai satuan fungsi yang ada di jajaran Polres Ciamis,” ucapnya.

Gelar Deklarasi Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat”

Selain mengaktifkan kembali tim patroli khusus tersebut, Polres Ciamis juga menggelar Apel Deklarasi Kebangsaan “Jaga Rawat Jawa Barat”.

Kegiatan akbar ini melibatkan berbagai elemen penting daerah. Mulai dari jajaran TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Ciamis, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga para tokoh masyarakat setempat.

Eko menilai agenda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat sinergi antar-lembaga dan elemen masyarakat.

“Deklarasi itu merupakan perwujudan persatuan seluruh elemen dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Bukan Sekadar Mengibarkan Bendera, Ini Pesan Herdiat untuk 54 Paskibraka Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Paskibraka Kabupaten Ciamis saat dikukuhkan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengukuhkan secara resmi 54 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Ciamis Tahun 2026. Herdiat memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kedisiplinan dan kerja keras para pelajar yang berhasil menuntaskan seluruh tahapan seleksi hingga pelatihan ketat.

Pengukuhan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi penanda kesiapan para anggota Paskibraka menjalankan tugas negara pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Baca Juga: Kandang Ayam di Ciamis Mendadak Terbakar, Ribuan Broiler Mati dan Kerugian Rp100 Juta

“Selamat kepada adik-adikku 54 orang anggota Paskibraka Kabupaten Ciamis tahun 2026 yang baru saja dikukuhkan dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perjuangan, kerja keras, disiplin hingga mampu melewati tahapan pendidikan calon Paskibraka,” ujar Herdiat, Jumat (14/8/2026) malam.

Merah Putih Bukan Sekadar Kain Dua Warna

Herdiat menegaskan bahwa tidak semua remaja memiliki mental dan ketahanan fisik kuat untuk berlatih di bawah terik matahari setiap hari. Menurutnya, Bendera Merah Putih mengandungi makna luhur yang melampaui wujud fisiknya.

“Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan itu merupakan simbol kedaulatan, perjuangan, dan persatuan bangsa Indonesia,” katanya.

Ia menyebutkan bahwa masyarakat Kabupaten Ciamis menaruh rasa bangga besar kepada para anggota Paskibraka. Menurut Herdiat, posisi ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh.

“Kami harap penugasan pertama kalian pada upacara pengibaran dan menurunkan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT RI ke-81 tingkat Kabupaten Ciamis pada hari Senin 17 Agustus 2026 berjalan lancar dan sukses,” ucapnya.

Wajib Jadi Teladan dan Penggerak Indonesia Emas 2045

Bupati Ciamis berpesan agar seluruh anggota Paskibraka senantiasa menanamkan jiwa rela berkorban dan semangat juang yang tinggi demi bangsa dan negara.

“Paskibra harus menjadi teladan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Herdiat meyakini bahwa gemblengan selama masa pelatihan Paskibraka akan membentuk karakter mereka sebagai calon pemandu masa depan bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.

Apresiasi untuk Orang Tua dan Pelatih

Di akhir sambutannya, Herdiat menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang terus mendampingi para pelajar selama proses panjang ini.

“Kami ucapkan terima kasih kepada para orang tua, guru, pembimbing yang telah mendukung atas upaya-upayanya. Sehingga telah menghasilkan Paskibra ini,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)