PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pantai Pangandaran tidak sekadar menawarkan keindahan ombak dan pemandangan laut. Bagi sebagian warga lokal, hamparan pasir pantai ini justru menjadi ladang rezeki yang sangat unik melalui aksi “berburu harta karun”.
Yadi (51), warga Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, menjadi salah satu sosok yang menekuni profesi unik ini. Sejak Jumat (14/8/2026) pagi, ia telah melangkah menyusuri garis pantai dengan perlengkapan detektor logam lengkap.
Baca Juga: Empat Hari Dicari, Korban Terseret Arus Pangandaran Akhirnya Ditemukan 2 Km dari TKP
Sambil menggenggam metal detector seri 4080 di tangan kanan, Yadi memikul tas berisi peralatan gali di punggungnya. Tangan kirinya memegang cangkul saringan khusus untuk mengeruk dan memisahkan pasir.
“Cari sewaktu pantainya sepi, gak terlalu ramai,” kata Yadi saat membagikan pengalamannya.
Trik Berburu Saat Suasana Pantai Masih Lengang
Yadi sengaja memilih waktu berburu pada pagi hari sebelum rombongan wisatawan memadati pantai. Langkah ini membuatnya lebih leluasa menyisir area dari ujung ke ujung.
“Iya sepanjang pantai ini saja. Ini saya sudah dari pagi sampai lohor ini. Paling nanti istirahat dulu,” ujarnya.
Sistem kerjanya terbilang sederhana namun membutuhkan ketelitian tinggi. Yadi berjalan pelan sembari mengayunkan cakram detektor ke atas permukaan pasir.
Ketika alat tersebut mengeluarkan bunyi “tit tit”, ia langsung menghentikan langkah dan menggalinya menggunakan cangkul saringan.
Meski begitu, Yadi tidak selalu mendapatkan perhiasan bernilai tinggi. Sinyal detektor kerap kali hanya mengarah pada sampah logam seperti paku, tutup botol, atau potongan seng.
“Bukan rakitan, beli online. Ini metal detector seri 4080,” katanya.
Inovasi AlatModern Gantikan Pengais Besi
Penggunaan detektor logam modern ini sangat membantu efisiensi kerjanya. Jika dahulu para pencari barang hanya mengandalkan ingatan, jemari kaki, atau besi pengais sederhana, kini teknologi detektor mampu menyapu area yang jauh lebih luas secara cepat.
Tangkapan Yadi pun cukup bervariasi. Ia sering menemukan koin receh, potongan logam unik, hingga perhiasan emas atau perak milik wisatawan yang hilang.
Aktivitas berenang, bermain ombak, atau sekadar berjalan-jalan di bibir pantai memang kerap membuat perhiasan wisatawan lepas tanpa disadari.
“Magnet juga saya bawa, tapi buat bantu nyari pasir besi aja. Kalau buat koin sama perhiasan tetap andalannya metal detector,” jelas Yadi.
Kunci utama pekerjaan ini terletak pada kesabaran dan ketekunan. Yadi harus menempuh jarak jauh, terus menggali pasir, dan berharap sinyal berikutnya membawanya pada barang berharga yang tertimbun.
(Sajidin)



