spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 211

Umtas Gelar Penyuluhan Motivasi Belajar di MIS Binangun Banjar

0
KKN Umtas Penyuluhan fokusjabar.id
Mahasiswa KKN UMTAS Gelar Penyuluhan Motivasi Belajar di MIS Binangun Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.id: Semangat belajar jadi sorotan utama dalam kegiatan penyuluhan bertema “Aku Bisa! Raih Cita-cita dengan Semangat Belajar” yang di gelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) di MIS Binangun, Kota Banjar, Jawa Barat.

Sebanyak 30 siswa kelas IV, V dan VI antusias mengikuti program tersebut. Tujuannya, menumbuhkan motivasi belajar sekaligus membangun rasa percaya diri agar berani bercita-cita tinggi.

BACA JUGA:

Tak Ingin Warga Merasa Sendiri, Rosi Hernawati Sambangi Korban Musibah di Banjar

Materi di sampaikan oleh Shofiah Nur Azizah yang juga selaku pegiat pendidikan di Kota banjar. Dia menekankan pentingnya belajar sebagai bekal masa depan.

Pihaknya mengajak siswa agar merasa yakin bahwa setiap anak punya potensi besar untuk meraih cita-cita melalui usaha, disiplin, doa dan semangat belajar yang konsisten.

“Para siswa di ajak berdiskusi, menjawab pertanyaan hingga mengikuti permainan edukatif yang membuat kegiatan semakin hidup,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka dalam setiap sesi.

“Saya harap mahasiswa KKN Umtas bisa terus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan motivasi belajar sejak dini,” ujarnya.

BACA JUGA:

Komitmen Pemkot Banjar Ciptakan Lingkungan Pendidikan Ramah Anak

“Semangat yang di tanamkan di harapkan menjadi bekal bagi siswa MIS Binangun untuk terus tekun belajar, percaya pada kemampuan diri dan berusaha mewujudkan cita-cita di masa depan,” pungkas Shofiah.

(Budiana Martin)

Pemkab Garut Gelar Senja HUT ke-81 Kemerdekaan RI

0
HUT ke-81 Kemerdekaan fokusjabar.id
HUT ke-81 Kemerdekaan tingkat Kabupaten Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) di warnai Defile Karnaval dan Pasukan Bersatu di Halaman Gedung KNPI, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Garut Kota, Senin (17/8/2026).

Kemeriahan defile ini di ikuti oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), berbagai komunitas dan warga dari beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Garut Kota.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra Bicara Soal Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan

Beragam kegiatan dalam menyambut kemeriahan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kabupaten Garut di sambut hangat masyarakat.

Usai pelaksanaan Upacara Peringatan HUT ke-81, Pemkab Garut melaksanakan Gelar Senja dengan menampilkan Marching Band Federasi Youth Band Indonesia (FYBI), Pencak silat Himpunan Pencak Silat Indonesia Gadjah Putih Mega Paksi Pusaka Pusat.

Selain itu, menampilkan juara Pupuh dan Kawih FTBI, Tari Jaipong Subali Sugriwa dan Pelangi Voice.

Usai pelaksanaan Gelar Senja, kegiatan di tutup dengan pelaksanaan Upacara Penurunan Duplikat Bendera Pusaka HUT ke-81 RI di Lapangan Otista Kecamatan Garut Kota.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ungkap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin bertindak menjadi Inspektur Upacara.

Upacara di pimpin Kapolsek Cilawu, AKP Hasan Sadikin. Acara tersebut turut di hadiri Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, Sekretaris Daerah, Nurdin Yana, Forkopimda Kabupaten dan tamu undangan lainnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin menyampaikan sejumlah capaian positif pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Lapangan Otista, Senin (17/8/2026).

Menurut Syakur, Kabupaten Garut menunjukkan sejumlah perkembangan positif di tengah berbagai tantangan pembangunan. Capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah dan perlu terus di tingkatkan.

“Pertumbuhan perekonomian Kabupaten Garut pada tahun 2025 mencapai 5,9 persen. Kondisi ini naik di bandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4,95 persen,” kata Bupati Garut.

Selain pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut meningkat dari 69,91 poin menjadi 70,57 poin. Peningkatan tersebut mencerminkan perbaikan pada sektor pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

Indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin turun dari 9,68 persen menjadi 9,39 persen.

Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun dari 6,96 persen menjadi 6,54 persen.

(Bambang Fouristian)

Perpustakaan dan Gudang SDN 5 Karangpawitan Pangandaran Rusak Parah

0
SDN 5 Karangpawitan Pangandaran fokusjabar.id
Kondisi bangunan di SDN 5 Karangpawitan

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kondisi sejumlah fasilitas di SDN 5 Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat (Jabar) sudah tidak layak pakai.

‎Pantauan di lokasi, Selasa (18/8/2026), beberapa bangunan seperti perpustakaan dan gudang mengalami kerusakan cukup parah dan sudah lama belum tersentuh perbaikan.

‎BACA JUGA:

Kuda Bersayap Hingga Tikus Raksasa Turun ke Jalan, Warga Pangandaran Rayakan HUT ke-81 RI

‎Sejumlah lantai pecah, atap kayu penyangga genteng mengalami keropos sehingga rawan ambruk.

‎Di dalam ruangan perpustakaan, rak buku kayu masih terisi, amun sebagian sudah miring dan berantakan. Lantai keramik juga retak-retak hampir di seluruh bagian.

‎Padahal ruang tersebut seharusnya menjadi tempat nyaman bagi siswa untuk membaca. Dengan kondisi keramik retak dan atap yang rusak, jelas tidak layak di gunakan.

‎Seorang guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Anggi mengatakan, kondisi tersebut memerlukan rehab secepatnya. Ia khawatir bangunan lapuk itu bisa ambruk dan membahayakan peserta didik.

‎”Untuk kondisinya ada beberapa bangunan yang kurang layak. Seperti, keramik dan atap bangunan perpustakaan. Kemudian bangunan gudang juga sama. Atapnya harus segera di perbaiki,” ujar Anggi.‎

Dia menyebut, secara keseluruhan SDN 5 Karangpawitan memiliki 8 ruang kelas di tambah ruang perpustakaan dan gudang.

Untuk ruang kelas, kondisinya masih aman dan layak di gunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

‎”Kalau ruangan kelaas aman semuanya. Cuma perpustakaan dan gudang yang sudah rusak,” katanya.

‎Ia menambahkan, kerusakan pada atap perpustakaan dan gudang sudah terjadi sejak lama. Sejak ia bertugas di sekolah tersebut pada 2015 lalu, kedua bangunan tersebut belum pernah di rehab.

‎”Saya dari 2015 datang ke sini. Sampai sekarang belum ada perbaikan untuk gudang dan perpustakaan,” ungkapnya.

‎BACA JUGA:

Libur HUT ke-81 RI, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

‎Terkait upaya perbaikan, pihak sekolah mengaku sudah berulang kali mengajukan usulan rehabilitasi melalui sistem Dapodik. Namun hingga kini belum ada realisasi.

‎”Mengajukan sudah dari Dapodik cuma mungkin belum di realisasi atau gimana. Setiap tahun ajaran sudah di ajukan tapi belum ada,” jelas Anggi.

‎Kerusakan pada fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan gudang ini di harapkan segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Dengan begitu, seluruh sarana di SDN 5 Karangpawitan bisa berfungsi optimal untuk menunjang proses pembelajaran siswa.

(Sajidin)

‎

Satpam Salah Satu SPPG di Tasikmalaya Dikeroyok Hingga Babak Belur

0
Satpam SPPG Cinta Abadi 1 fokusjabar.id
foto ilustrasi

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id:  Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang semestinya di isi dengan kegembiraan justru berujung pada tindak kekerasan. Mamat Hikmat, Satpam salah satu SPPG di Tasikmalaya menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sejumlah orang di kawasan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar).

​Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin, (17/8/2026), sekitar pukul 15.00 WIB di Gang Peusar I, Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi.

BACA JUGA:

Reforma Agraria, Milik Rakyat atau Negara?

​Berdasarkan Laporan Polisi Nomor: STPL/42/VIII/2026/SPKT/POLSEK MANGKUBUMI/POLRES TASIKMALAYA KOTA, insiden bermula saat korban sedang asyik menonton hiburan perayaan 17 Agustus di dekat SPPG Cinta Abadi I.

​Secara tiba-tiba, terlapor yang di ketahui bernama Deden Nugraha mendatangi lokasi dan mencari keberadaan Ketua RT setempat, Momon.

​Di duga berada di bawah pengaruh minuman beralkohol, Deden tampak emosional ketika di beritahu bahwa orang yang di carinya tidak berada di tempat.

Melihat gelagat tersebut, Mamat lantas menyuruh Deden untuk pulang agar tidak membuat keributan. ​Namun, teguran baik-baik itu justru menyulut amarah sang terlapor.

​Tak terima di tegur, Deden bersama seorang rekannya yang bernama Tesko langsung menyerang korban.

Suasana semakin tak terkendali ketika rekan mereka yang lain, Jojo ikut campur dengan cara memegangi tubuh Mamat.

​Akibatnya, korban tidak bisa melakukan perlawanan saat Deden dan Tesko melancarkan pukulan menggunakan tangan kosong secara membabi buta ke arah wajah korban.

​“Saya di pukul menggunakan kepalan tangan kosong secara membabi buta ke arah muka. Lalu teman-temannya memegangi saya sehingga tidak bisa melawan,” ungkap Mamat dalam uraian laporan resminya.

​Akibat pengeroyokan tersebut, Mamat mengalami luka serius berupa pendarahan serta memar di bagian pipi sebelah kanan dan pelipis kanan.

​Tidak terima dengan tindakan kekerasan yang menimpanya, korban yang di dampingi pihak keluarga langsung mendatangi Mapolsek Mangkubumi untuk membuat laporan resmi.

​Kasus pengeroyokan ini kini tengah di tangani Polsek Mangkubumi, Polres Tasikmalaya Kota.

BACA JUGA:

Momen Mengharukan di Dadaha, Paskibraka Tasikmalaya Dapat Tepuk Tangan Meriah dari Ribuan Warga

Para pelaku terancam di jerat dengan ketentuan hukum terkait tindak pidana Penganiayaan dan/atau Pengeroyokan, sebagaimana di atur dalam Pasal 466 dan/atau Pasal 262 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana.

​Masyarakat sekitar berharap, pihak kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini dan mengamankan para pelaku demi menjaga keamanan serta ketertiban umum di lingkungan masyarakat.

​(Abdul Latif)

Tak Ikut Standar BGN, Sudaryono Tutup 1.300 SPPG

0
Sudaryono BGN fokusjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Tiga minggu menjabat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) telah menutup sekitar 1.300 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, penutupan tersebut sebagai bagian dari evaluasi BGN terhadap SPPG yang di nilai tidak memenuhi standar. Termasuk menyusul adanya kasus keracunan makanan.

BACA JUGA:

Gegara Sanitasi, BGN Tutup Permanen 504 SPPG

“Saya sudah menutup 1.300 SPPG,” kata Sudaryono di kutip kontan.co.id, Selasa (18/8/2026).

Dia menegaskan, dapur MBG yang tidak dapat di perbaiki dan tidak mampu memenuhi standar yang di tetapkan BGN akan di tutup permanen.

“Manakala masih ada yang belum, tidak mau di perbaiki mohon maaf kami tutup permanen. Ini demi kesehatan dan nyawa seseorang, demi pemenuhan gizi seluruh anak-anak kita serta demi primanya program MBG,” tegas Mas Dar.

Langkah tersebut di lakukan BGN untuk mencegah terulangnya kasus keracunan dalam program MBG.

Sudaryono mengatakan, evaluasi tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan organoleptik seperti bau, rasa,maupun mencicipi makanan sebelum di sajikan.

Ia mencontohkan kasus di Berastagi, Sumatera Utara yang menjadi bahan evaluasi BGN. Menurutnya, makanan yang di periksa bisa saja tidak menunjukkan masalah saat di cek secara organoleptik. Tetapi kemudian menimbulkan persoalan setelah di konsumsi.

Karena itu, BGN tengah mempertimbangkan penggunaan test kit di setiap dapur MBG untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap makanan.

Sudaryono menyebut, penerapan test kit telah di lakukan oleh sejumlah SPPG yang di nilai berhasil menjaga keamanan pangan. Salah satunya SPPG yang di kelola Bhayangkari dari Polri.

“Jadi kita belajar dari keberhasilan SPPG yang di kelola oleh Bhayangkari. Sampao saat ini tidak ada satu kasus keracunan,” ungkap Sudaryono.

Meski melakukan penutupan terhadap ribuan dapur, Sudaryono meminta masyarakat tidak menggeneralisasi bahwa seluruh dapur MBG bermasalah.

Menurutnya, sebagian besar dari sekitar 27.000 dapur MBG masih berjalan dengan baik. BGN akan terus melakukan evaluasi terhadap SPPG yang masih memiliki kekurangan.

“Dari 27.000 dapur, alhamdulillah sebagian besar itu bekerja dengan baik. Dan kita harus upayakan yang baik itu terus tambah baik serta mengevaluasi bagi yang belum baik,” jelasnya.

BACA JUGA:

BGN Minta SPPG Terdampak Gempa NTT Utamakan Keselamatan

Mas Dar mengancam akan mencopot atau memberhentikan personel yang tidak mampu mengikuti standar yang telah di tetapkan BGN.

“Yang tidak bisa di evaluasi, tidak bisa di perbaiki, mohon maaf harus saya tutup. Dan bagi personel yang tidak bisa mengikuti standar tinggi yang saya punya, mohon maaf harus saya copot atau saya pecat status ASN PPPK-nya,” tegas Sudaryono.

Ia memastikan penindakan akan di lakukan berdasarkan standar dan tidak melihat siapa pemilik atau pengelola SPPG tersebut.

(Bambang Fouristian)

Igor Tolic Tegaskan Dewata Challenge Series Laga Persahabatan

0
Dewata Challenge Series fokusjabar.id
Pelatih Persib, Igor Tolic

BALI, FOKUSJabar.id: Persib Bandung akan memaksimalkan laga persahabatan melawan Bali United di ajang Dewata Challenge Series 2026 sebagai ajang untuk memberikan kesempatan bermain kepada para pemain yang sudah bergabung dalam pemusatan latihan.

Laga tersebut akan digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Selasa (18/8/2026) malam ini.

BACA JUGA:

Marc Klok Bicara Soal Dewata Challenge Series 2026

Tim besutan Igor Tolic punya kesempatan besar menjadi juara turnamen segitiga tersebut. Di mana Persib dan Sabah FC sudah membukukan tiga angka. Sementara tuan rumah Bali United tanpa poin.

Hasil imbang atau kalah 0-1 nanti malam di pastikan mengantarkan Pangeran Biru menjadi juara turnamen pramusim tersebut,

Namun Igor Tolic seolah mengenyampingkan hitung-hitungan tersebut. Menurutnya, ini tetap laga persahabatan untuk memantapkan persiapan tim jelang laga melawan Manila Digger di fase pendahuluan AFC Champions League Two, 31 Agustus mendatang.

Bagi Tolic, memberi kesempatan dan atmosfer pertandingan kepada para pemain baru dan deretan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia yang menyusul bergabung adalah hal yang penting dari pertandingan nanti.

“Kami akan memberikan kesempatan bermain untuk pemain baru dan yang baru bergabung. Saya akan segera memasukkan mereka ke dalam tim agar dapat menit bermain dan mengenal rekan-rekannya,” tegas Igor Tolic.

Dari barisan pemain baru, hanya Sandy Walsh yang akan absen melawan Bali United. Ia masih harus menjalani pemulihan cedera bersama Luciano Guaycochea, Rosembergne “Berguinho” Da Silva, Dion Marx dan Ramon “Tanque” De Andrade Souza.

“Semua pemain timnas siap di turunkan dan dalam kondisi baik. Kecuali Sandy. Kami akan terus memantau dan saya pikir baru pekan depan dia siap bergabung di latihan bersama tim,” terangnya.

BACA JUGA:

Persib Bandung Bantai Sabah FC 3-0 di Dewata Challenge Series 2026

Pemain anyar Persib, Mariano Peralta menyebut, dalam persiapan pertandingan melawan Bali United selama dua hari ini, timnya di genjot untuk memburu kemenangan.

“Persiapan kami lancar, pelatih sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan kami ingin memenangi pertandingan ini,” singkat Peralta.

(Bambang Fouristian)

Kesenjangan Nurani Elit: Saat Bencana Alam Menghantam, Perilaku Koruptif Lukai Rasa Keadilan Publik

0
bencana alam koruptif fokusjabar.id
Tokoh Tasikmalaya Dr HN Suryana menyoroti bagaimana kepekaan sosial para elit di tingkat nasional seolah tumpul di tengah situasi darurat kemanusiaan yang terjadi saat ini di Indonesia.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Indonesia kembali di uji dengan gelombang duka yang mendalam. Di saat ribuan saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT) berjuang memulihkan diri dari terjangan bencana alam yang memakan banyak korban jiwa, wilayah lain seperti Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat turut berduka akibat hantaman banjir bandang.

​Namun, di tengah ratapan dan penderitaan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal serta akses jalan utama penunjang distribusi logistik akiba bencana alam, perhatian serius dari para pemangku kebijakan di nilai masih berjalan lambat.

BACA JUGA:

Bukan Sekadar Upacara HUT RI, Ini 7 Program Prioritas Viman untuk Masa Depan Kota Tasikmalaya

Situasi kontras ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat Tasikmalaya, H.N. Suryana, Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Kota Tasikmalaya.

​Suara Keprihatinan dari Tasikmalaya

Suryana menyoroti bagaimana kepekaan sosial para elit di tingkat nasional seolah tumpul di tengah situasi darurat kemanusiaan yang terjadi saat ini di Indonesia.

Menurutnya, penderitaan rakyat yang terdampak bencana membutuhkan tindakan konkret yang cepat dan terukur. Bukan sekadar janji atau penanganan birokrasi yang bertele-tele.

​”Salam hormat kepada para pemimpin kita. Melihat situasi dan membaca kondisi masyarakat yang terkena bencana. Perlu ada tindakan dan perhatian serius serta cepat dari para pemimpin di Republik ini untuk segera mengambil tindakan konkret guna meringankan penderitaan mereka,” kata Suryana, Selasa (18/8/2026).

​Ia juga menyoroti kondisi infrastruktur di lapangan. Hingga saat ini, banyak akses jalan penting yang rusak parah dan belum di perbaiki secara maksimal.

Padahal, jalur darat tersebut merupakan urat nadi utama dalam menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi para korban yang terisolasi.

​Alarm Keras Bagi Penegak Hukum: Bencana vs Korupsi

​Ironisnya kata Suryana, di saat rakyat kecil harus bertahan hidup di tengah keterbatasan fasilitas darurat pascabencana, publik kembali di kejutkan dengan rentetan berita mengenai tindakan korupsi yang di lakukan oleh oknum pejabat.

​Bagi Dia, maraknya perilaku koruptif di tengah duka nasional ini sudah berada di luar batas kewajaran. Hal tersebut harus menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas tanpa pandang bulu.

“Masyarakat berjuang meratapi kerugian harta benda dan kehilangan sanak saudara akibat bencana alam. Sebagian pejabat justru tersandung kasus rasuah, memperlihatkan hilangnya empati terhadap krisis kemanusiaan,” tegasnya.

​Kata Suryana, alih-alih merespons jeritan rakyat dan membenahi tata kelola penanggulangan bencana, sebagian elit politik di nilai sibuk berpolarisasi dan membela kepentingan kelompok atau pimpinan masing-masing yang kerap memicu kontroversi di tengah masyarakat.

​Harapan dan Refleksi Bersama

​Kondisi ini menyisakan pertanyaan besar mengenai arah kepedulian sosial di tingkat elit. Ketika empati publik di uji dengan musibah bertubi-tubi. Solidaritas akar rumput justru terlihat jauh lebih kuat di bandingkan kepekaan struktural para pengambil kebijakan.

BACA JUGA:

Momen Mengharukan di Dadaha, Paskibraka Tasikmalaya Dapat Tepuk Tangan Meriah dari Ribuan Warga

​Sudah saatnya seluruh elemen bangsa, khususnya para pemimpin dan elit politik menanggalkan kepentingan golongan.

Fokus utama saat ini seharusnya di arahkan secara penuh pada percepatan pemulihan daerah terdampak bencana di NTT dan wilayah Sumatra serta memastikan transparansi dan penegakan hukum yang adil bagi siapa saja yang mencoba mencari keuntungan di atas penderitaan rakyat.

​”Semoga segala bentuk penderitaan masyarakat akibat bencana ini dapat segera teratasi dengan uluran tangan solidaritas nasional dan tanggung jawab penuh dari negara,” tegasnya.

(Abdul Latif)