spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 210

300 Ton Sampah Sehari di Gedebage Bandung Bakal Disulap Jadi Briket

0
Bandung@fokusjabar.id
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiapkan instalasi pengolahan sampah baru di kawasan Gedebage dengan kapasitas mencapai 300 ton per hari.

Fasilitas tersebut akan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) tipe 5 yang menghasilkan briket dari sampah organik dan anorganik.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, pembangunan instalasi baru tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Rencana itu juga mendapat dukungan dari kementerian serta PT Pindad.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Soroti 80 Ribu Warga Jabar yang Belum Punya Akses Listrik

“Sesuai dengan arahan Pak Wali Kota, kami akan membangun instalasi baru di Gedebage yang mendapatkan dukungan dari kementerian, kemudian Kementerian Riset dan Teknologi atau Ristek Dikti serta Pindad,” kata Darto Selasa (18/7/2026).

Darto menyebut, teknologi baru tersebut akan ditambahkan pada fasilitas pengolahan sampah yang sudah ada di Gedebage, termasuk fasilitas maggot komunal.

“Untuk instalasi yang sekarang ada, termasuk yang berkaitan dengan maggot komunal di Gedebage, kemungkinan akan ditambahkan dengan teknologi baru,” katanya.

Menurutnya, RDF tipe 5 berbeda dengan RDF berbentuk curah karena hasil pengolahan sampah akan dipadatkan menjadi bahan bakar.

“Teknologinya berupa RDF atau Refuse Derived Fuel tipe 5, yaitu RDF yang sudah dipadatkan. Jadi bukan RDF dalam bentuk curah,” ucapnya.

Baca Juga: Alun-alun Bandung Dibuka Permanen, Farhan: PKL Tak Boleh Masuk

Dari proses tersebut, sampah nantinya menghasilkan briket yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

“Hasil akhirnya berupa briket,” jelasnya.

Farhan menambahkan, bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari sampah organik dan anorganik, dengan kapasitas pengolahan yang direncanakan mencapai sekitar 300 ton per hari.

“Kapasitas yang direncanakan adalah sekitar 300 ton sampah per hari,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Tokoh Garut Bicara Soal Jalan Pasar Baru, Kebijakan Pemda jadi Sorotan

0
Jalan Pasar baru Garut fokusjabar.id
Suasana di jalan pasar baru

GARUT, FOKUSJabar.id: Dalam konteks Kota Garut, Jalan Pasar Baru dapat di pahami sebagai salah satu koridor perdagangan rakyat. Keberadaannya penting bagi pedagang kecil, pemilik toko, pembeli dari berbagai kecamatan serta kegiatan ekonomi pendukung di pusat kota.

Namun, agar tetap menjadi pusat perekonomian, kawasan tersebut perlu di dukung oleh akses jalan yang baik, parkir, kebersihan, keamanan, penataan PKL dan promosi perdagangan.

BACA JUGA:

Holil Aksan Umarzen: Apdesi, BPD dan KNPI Kekuatan Strategis Perjuangan Garut Utara

Demikian di katakan Pengamat Kebijakan Publik Kabupaten Garut, Anton Heryanto. Dia menyebut, pertumbuhan toko-toko di Pasar Baru saat ini nyaris gulung tikar sampai ke Garut Plaza (GP) karena jalan pasar barunya di tutup permanen oleh PKL.

Menurutnya, kebijakan menutup jalan tersebut akhirnya membuat PKL di Pasar Baru kehilangan konsumen. Karena fondasi pokoknya (toko-toko) tidak bisa berkembang.

Itu yang tidak di pahami oleh Bupati Abdusy Syakur Amin. Kebijakan tersebut berbanding terbalik saat kepemimpinan Bupati Agus Supriadi.

Di mana kebijakannya sudah sangat tepat. Yakni, menghidupkan jalan Pasar Baru dan membangun Garut Plaza. Sehingga muncul simbiosis mutualisme (saling menguntungkan) antara toko di Pasar Baru dan para PKL.

Jalan Pasar baru Garut fokusjabar.id
Anton Heryanto

“Jujur, Saya prihatin melihat Pasar Baru Garut saat ini. Di mana yang seharusnya menjadi pusat perekonomian rakyat malah terbengkalai karena salah kebijakan dari pemerintah,” kata Anton, Selasa (18/8/2026).

Dia mengatakan, seharusnya jalan pasar baru di aktifkan. Sehingga menjadi tempat tumbuhnya perekonomian dasar masyarakat dari dini hari sampai malam hari. Kemudian para PKL di tata agar tercipta simbiosis mutualisme antara pemilik toko dan PKL.

Mochamad Fachrudin, penduduk asli Pasar Baru sekaligus salah satu tokoh senior mengatakan hal senada.

Menurutnya, jika jalan Pasar Baru di fungsikan seperti semula, maka perekonomian akan bergerak dari mulai pengkolan ke arah Garut Plaza berputar ke Ciwalen sampai ke Asia.

“Dengan begitu, secara otomatis akan tumbuh perekonomian di sana,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Bupati Garut Ajak Masyarakat Hargai Jasa Para Pejuang Kemerdekaan

“Garut ini aneh. Jalan protokol hotmix di tutup di jadikan penampungan PKL. Akhirnya mematikan roda perekonomian di Pasar Baru Garut yang sudah melegenda sejak zaman dulu,” kata Mochamad Fachrudin.

Mantan Bupti Garut dua periode, Rudy Gunawan mengatakan, keputusan Pemerintah Daerah (Pemda) Jalan Pasar Baru untuk lokasi PKL di nilai kurang efisien.

“Ini sangat tidak efisien. Kalau ada kebakaran bagaimana?,” singkat Rudy Gunawan.

(Bambang Fouristian)

Ahmad Bajuri Terima Penghargaan Galunggung Award 2026

0
ahmad bajuri galunggung award fokusjabar.id
Ahmad Bajuri saat menerima penghargaan Galunggung Award

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Tokoh masyarakat Kampung Gugunungan, Kelurahan Margawati Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut sekaligus Ketua Padepokan Ki Ajar Padang, Ahmad Bajuri menerima Penganugerahan dan Penghargaan Galunggung Award sebagai tokoh Pelestari Tradisi dan Budaya Sunda (Adiluhung Ki Sunda Utama).

Penghargaan Adiluhung Ki Sunda Utama di berikan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bertempat di Taman Rekreasi Geopark Batu Ampar Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026).

BACA JUGA:

Kesenjangan Nurani Elit: Saat Bencana Alam Menghantam, Perilaku Koruptif Lukai Rasa Keadilan Publik

Ahmad Bajuri di nilai layak menerima penghargaan atas kiprah dan pengabdiannya yang konsisten melestarikan tradisi dan Budaya Sunda.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi tokoh masyarakat yang turut menjaga, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni serta budaya di tengah masyarakat.

Galunggung Award Adiluhung Ki Sunda Utama di serahkan secara langsung oleh Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol (pur) Anton Charliyan.

Penganugerahan ini sekaligus menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para tokoh yang di nilai konsisten memberikan kontribusi dalam pelestarian seni dan budaya serta membangun kehidupan sosial kemasyarakatan.

Bagi Ahmad Bajuri, penghargaan tersebut di harapkan menjadi motivasi untuk terus mengabdi, berkarya dan menjaga nilai-nilai budaya serta kearifan lokal sebagai bagian penting dari jati diri bangsa Indonesia.

Penghargaan yang di terima bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut juga menjadi pengingat bahwa mengisi kemerdekaan tidak hanya di lakukan melalui pembangunan fisik. Namun juga dengan merawat budaya, memperkuat kepedulian sosial dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Momen Mengharukan di Dadaha, Paskibraka Tasikmalaya Dapat Tepuk Tangan Meriah dari Ribuan Warga

Dengan penghargaan tersebut, kiprah Bajuri di harapkan dapat terus memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk turut melestarikan warisan budaya dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Ketua Umum Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan (Abah Anton), mengatakan, acara peringatan HUT kemerdekaan ini yang ke 7 di adakan di tempat yang bersejarah

Di kalangan budayawan Galunggung punya catatan tersendiri dengan di temukannya naskah Galunggung yang merupakan naskah agar cinta tanah air.

“Dalam acara ini di berikan juga penganugrahan Galunggung award kepada para pelaku tokoh yang konsisten berjuang melestarikan budaya Sunda dan bergerak di bidang kesosialan di masyarakat,” singkat Abah Anton.

(Bambang Fouristian)

Cegah Judi Online, OJK Bekali Pramuka Kota Tasikmalaya Cerdas Finansial

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Para anggota Pramuka, sedang mendengarkan pemaparan edukasi keuangan dan aktivitas keuangan ilegal, disampaikan pihak OJK Tasikmalaya di Aula SMPN 1 Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya bersama Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) Cabang Tasikmalaya.

Memperkuat literasi dan inklusi keuangan bagi generasi muda. Melalui edukasi keuangan kepada para anggota Pramuka SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka Ke-65 tersebut, menjadi bagian dari upaya OJK. Untuk membekali para pelajar dan generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam mengelola keuangan secara bijak.

Baca Juga: Satpam SPPG Cinta Abadi 1 Tasikmalaya Dikeroyok Hingga Babak Belur

Sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai aktivitas keuangan ilegal yang semakin berkembang di tengah pesatnya penggunaan teknologi digital.

Edukasi literasi keuangan itu pun, disampaikan oleh Tim Edukasi OJK Tasikmalaya, Nur Izmi bersama Fyrda Farida. Dengan materi Edukasi Keuangan untuk Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal.

Materi disampaikan dengan interaktif dan disesuaikan dengan kehidupan pelajar, mulai dari pengenalan peran dan fungsi OJK, pengelolaan keuangan dengan benar. Hingga pengenalan berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal mulai dari judol, pinjol, dan investasi bodong.

Dalam edukasi tersebut, pelajar diajak memahami pentingnya mengelola keuangan sejak usia pelajar, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan. Menyusun anggaran sederhana serta membiasakan diri menabung.

Kebiasaan tersebut sejalan dengan nilai kepramukaan yang menanamkan sikap disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai yang mereka pelajari dalam gerakan Pramuka juga dapat diterapkan dalam mengelola keuangan sehari-hari. Sejak usia pelajar, penting untuk bisa membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Membuat anggaran, serta menyisihkan uang untuk ditabung,”Ungkap Nur Izmi Selasa (18/8/2026).

Ia menuturkan, Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi bekal bagi generasi muda. Untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.

Edukasi Literasi Keuangan

Ia juga mengingatkan, pelajar khususnya angota gerakan Pramuka untuk menghindari perilaku keuangan yang dapat mendorong pengeluaran secara tidak terkendali. Seperti Fear of Missing Out (FOMO), Fear of People’s Opinion (FOPO), dan You Only Live Once (YOLO). 

“Kita dorong mereka untuk tidak mengambil keputusan keuangan hanya karena mengikuti tren. Mencari pengakuan dari lingkungan, atau mengejar kesenangan sesaat,”ujar Nur Azmi.

Ia menjelaskan, Selain pengelolaan keuangan, edukasi literasi keuangan ini juga memberikan pemahaman. Mengenai pinjaman daring (pindar) legal dan pinjaman online (pinjol) ilegal.

Pelajar akan diperkenalkan pada karakteristik penyelenggara aktivitas keuangan sistem daring yang legal serta risiko pinjaman online ilegal. 

“OJK menekankan pentingnya memastikan legalitas suatu layanan jasa keuangan sebelum menggunakannya, dan menjaga keamanan data pribadi. Sehingga tidak disalah gunakan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu, juga turut diberikan edukasi mengenai bahaya judi online. Termasuk modus perjudian yang disamarkan melalui permainan atau game online.

Tidak Mudah Terjebak

Pelajar diperkenalkan dengan sejumlah istilah yang kerap digunakan dalam aktivitas judi online. Agar mampu mengenali indikasinya dan tidak mudah terjebak dalam tawaran yang dikemas menyerupai permainan biasa atau game online.

“Melalui edukasi ini, kita berharap para anggota Pramuka di lingkungan SMPN 2 Tasikmalaya dan SMPN 1 Tasikmalaya. Dapat menjadi generasi muda yang tidak hanya memiliki kecerdasan akademik dan karakter positif,” ucap Azmi.

Baca Juga: Reforma Agraria, Milik Rakyat atau Negara?

Tetapi juga, lanjutnya, harus memiliki kecerdasan finansial. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dibagikan kepada teman, keluarga, dan lingkungan sekitar,”harap Azmi.

Ia pun mengajak, para pelajar sebagai generasi muda untuk cerdas dalam mengelola keuangan, waspada terhadap aktivitas keuangan ilegal. Serta memastikan legalitas dan memahami karateristik setiap produk atau layanan keuangan sebelum menggunakannya.

Tentu Dengan literasi keuangan secara berkelanjutan dan semakin baik, generasi muda khususnya para pelajar diharapkan. Mampu membangun masa depan keuangannya secara bijak, lebih sehat, aman, dan sejahtera.

(Seda)

Holil Aksan Umarzen: Apdesi, BPD dan KNPI Kekuatan Strategis Perjuangan Garut Utara

0
Holil Aksan Umarzen garut utara fokusjabar.id
Ketum PM Gatra, Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum (Ketum) Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen mengatakan, perjuangan pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Kabupaten Garut Utara butuh kesinambungan gerakan, ikatan yang kuat serta pembagian peran yang jelas di tengah masyarakat.

Menurutnya, gagasan pemekaran Garut Utara bukan gagasan yang lahir secara tiba-tiba. Gagasan tersebut telah tumbuh dari visi dan aspirasi para Kepala Desa, alim ulama, tokoh masyarakat dan berbagai elemen masyarakat yang sejak lama melihat pentingnya pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat, pelayanan publik yang lebih efektif serta pemerataan pembangunan.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra Bicara Soal Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan

“Perjuangan hari ini merupakan kelanjutan dari gagasan dan cita-cita yang telah tumbuh sejak lama. Karena itu, kita harus memastikan tidak terjadi keterputusan antara gagasan yang di rintis para pendahulu dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang,” tegas Holil Aksan Umarzen.

Pihaknya berharap, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), BPD dan KNPI tidak hanya menjadi bagian dari dukungan formal. Tetapi tampil sebagai kekuatan strategis di tengah masyarakat.

Menurutnya, Apdesi memiliki posisi penting melalui para kepala desa yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memahami persoalan pembangunan serta pelayanan publik.

BPD memiliki peran strategis dalam memperkuat representasi aspirasi masyarakat. Sedangkan KNPI memiliki kekuatan generasi muda yang dapat menghadirkan energi, kreativitas, gagasan dan komunikasi publik dalam mengawal masa depan Garut Utara.

Di sisi lain, alim ulama dan tokoh masyarakat tetap menjadi kekuatan moral dan sosial yang memberikan arah, keteladanan serta menjaga perjuangan agar tetap berada dalam semangat kemaslahatan dan persatuan.

“Kita tidak harus melakukan pekerjaan yang sama. Yang di perlukan adalah tujuan yang sama, ikatan yang kuat dan pembagian peran yang jelas. Dengan demikian, setiap unsur dapat bergerak di ruangnya masing-masing dengan saling menguatkan dalam satu perjuangan,” imbuhnya.

3 Pilar Kesinambungan Perjuangan

Ketum PM Gatra menegaskan, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian bersama. Yakni, tujuan dan pergerakan, membangun ikatan yang kuat serta berbagi peran di tengah masyarakat.

Menurutnya, gagasan yang telah lahir dari para kepala desa, alim ulama dan masyarakat harus terus di lanjutkan secara konsisten.

Perubahan strategi dan pendekatan harus di lakukan sesuai perkembangan zaman, regulasi serta dinamika pemerintahan dan politik. Tetapi tujuan besarnya tetap sama.

Perjuangan Garut Utara butuh komunikasi, koordinasi dan hubungan yang erat antarelemen. Tidak boleh terjadi fragmentasi gerakan yang justru melemahkan perjuangan bersama.

Setiap unsur memiliki kekuatan dan ruang pengabdian masing-masing. Kepala desa, BPD, pemuda, ulama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan PM Gatra dapat menjalankan peran yang berbeda tetapi saling melengkapi.

BACA JUGA:

Soal Remisi Warga Binaan Lapas Garut, Bupati Syakur Bilang Begini

Dalam pembagian peran tersebut, PM Gatra akan tetap fokus pada tahapan-tahapan strategis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dalam perjuangan pembentukan CDOB Kabupaten Garut Utara.

Fokus tersebut meliputi penguatan kajian dan dokumen, pemenuhan persyaratan administratif, komunikasi kelembagaan serta pengawalan proses perjuangan melalui jalur pemerintahan dan politik, Baik tingkat Kabupaten Garut, Provinsi hingga pemerintah pusat.

PM Gatra juga akan terus membangun komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan lembaga negara yang memiliki kewenangan dalam proses pembentukan DOB.

“Kami tidak mengambil alih peran siapa pun. Justru kami ingin setiap elemen menjalankan perannya secara optimal.”

“PM Gatra fokus pada jalur strategis, pemerintahan dan politik sampai ke tingkat pusat. Sementara kekuatan masyarakat terus di bangun dan di perkuat dari bawah,” ungkap Holil.

Dia menyebut, kekuatan perjuangan Garut Utara akan semakin besar apabila terdapat mata rantai perjuangan yang utuh. Mulai dari desa hingga pemerintah pusat.

Apdesi dan BPD dapat memperkuat aspirasi serta konsolidasi di tingkat desa. KNPI memperkuat keterlibatan generasi muda. Alim ulama dan tokoh masyarakat memberikan kekuatan moral dan sosial.

Sementara PM Gatra mengonsolidasikan perjuangan pada jalur strategis dan kelembagaan.

Dengan pembagian peran tersebut, perjuangan tidak berjalan sendiri-sendiri. Melainkan menjadi satu gerakan yang saling terhubung.

“Kita ingin membangun mata rantai perjuangan yang utuh dari masyarakat, ulama, pemuda, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, pemerintah provinsi sampai pemerintah pusat. Setiap mata rantai memiliki fungsi dan kekuatan masing-masing,” ungkapnya.

Garut Utara adalah Perjuangan Bersama

Menurut Holil, Garut Utara bukan milik PM Gatra, Apdesi, BPD dan bukan milik KNPI. Garut Utara adalah cita-cita bersama masyarakat yang telah tumbuh dari visi para kepala desa, alim ulama, tokoh masyarakat dan generasi penerusnya.

Karena itu, yang di perlukan saat ini bukan persaingan siapa yang paling berperan. Melainkan sinergi siapa yang dapat memberikan kontribusi terbaik bagi perjuangan bersama.

“Mari kita jaga kesinambungan tujuan, perkuat ikatan dan berbagi peran. Kita tidak perlu berada di tempat yang sama untuk berjalan menuju tujuan yang sama. Yang penting adalah seluruh kekuatan bergerak dalam satu arah. Yakni mewujudkan Kabupaten Garut Utara,” tutup Holil.

(Bambang Fouristian)

Bupati Garut Ajak Masyarakat Hargai Jasa Para Pejuang Kemerdekaan

0
Bupati garut kemerdekaan fokusjabar.id
Bupati Garut (tengah)

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengajak masyarakat untuk terus menghargai jasa dan pengorbanan para pejuang kemerdekaan.

Ajakan tersebut Bupati sampaikan saat menghadiri Silaturahmi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Garut di Gedung Pendopo.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Gelar Senja HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Kegiatan tersebut di gelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bupati Garut menilai, silaturahmi bersama para veteran menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan yang telah di lakukan para pejuang dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia di raih melalui perjuangan panjang. Baik melalui jalur diplomasi maupun perjuangan bersenjata dengan semangat dan keyakinan kepada Allah SWT.

“Upaya untuk merebut dan mendapatkan kemerdekaan bangsa Indonesia tidak lepas dari jasa para pendiri bangsa dan para pejuang kemerdekaan yang melakukan perjuangan,” ungkapnya.

Syakur menegaskan, jasa para pejuang harus terus di kenang dan menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.

BACA JUGA:

Ketum PM Gatra Bicara Soal Tugu Perjuangan Alun-alun Limbangan

Ketua LVRI Cabang Kabupaten Garut, Tating Sudrajat mengapresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Garut kepada para veteran.

Dia menjelaskan, sebagian besar anggota veteran saat ini telah berusia lanjut (80-100 tahun). Sehingga sebagian tidak dapat menghadiri kegiatan secara langsung.

Melalui momentum HUT ke-81 RI, LVRI Kabupaten Garut berharap perhatian terhadap kesejahteraan para veteran dan janda pejuang dapat terus di pertahankan dan di tingkatkan.

(Bambang Fouristian)

Fiskal Terbatas, Pemkab Pangandaran Belum Salurkan Bantuan ke NTT

0
Pemkab Pangandaran gempa NTT fokusjabar.id
Ilustrasi

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran Jawa Barat (Jabar) hingga saat ini belum menyalurkan bantuan materi bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kendala utama yang di hadapi adalah kondisi fiskal daerah. Anggaran Pemkab Pangandaran saat ini belum tersedia untuk di alokasikan sebagai bantuan kebencanaan ke luar daerah.

BACA JUGA:

Perpustakaan dan Gudang SDN 5 Karangpawitan Pangandaran Rusak Parah

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi membenarkan hal tersebut.

“Bantuan berupa materi dari Pemda belum ada. Anggarannya juga sedang tidak ada. Jadi, tidak ada yang di berikan,” tegas Dodo, Selasa (18/8/2026).

Dodo menyebut, kemungkinan penyaluran bantuan masih bergantung pada kebijakan Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami.

Ia mencontohkan, saat terjadi bencana di Aceh beberapa waktu lalu, para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pangandaran sempat melakukan penggalangan dana secara sukarela.

“Waktu kejadian di Aceh, para PNS sempat urunan. Dana yang terkumpul sekitar Rp200 juta,” katanya.

Namun untuk bencana di NTT, saat ini belum ada perintah maupun rencana penggalangan dana dan penyaluran bantuan dari Pemkab Pangandaran.

Menurut Dodo, BPBD Pangandaran saat ini lebih memprioritaskan penanganan dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah.

“Sekarang kita fokus terhadap masyarakat terdampak kekeringan akibat kemarau panjang,” ucapnya.

Setiap hari, BPBD melakukan penyisiran ke wilayah yang di laporkan mengalami kesulitan air bersih guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

BACA JUGA:

Momen HUT ke-81 RI di Pangandaran, Citra Pitriyami Buka-Bukaan Soal Efisiensi Anggaran

Selain distribusi air bersih, penanganan juga mulai diarahkan pada solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di titik-titik krisis air.

“Setiap hari kita menyisir masyarakat terdampak kekeringan dan alhamdulillah sekarang ada bantuan berupa sumur bor yang sudah dimulai,” ujarnya.

(Sajidin)