spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 209

Sampah Organik Menumpuk hingga 3 Ton, Warga Pakemitan Bandung Minta Prosignal Kembali Beroperasi

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Direktur Utama CV Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah Bersama Ketua RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Rustamaji Saat Meninjau Lokasi Perkebunan Warga Hingga Tumpukan Sampah Organik Selasa (18/8/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penghentian sementara operasional CV Prosignal Karya Lestari sejak 1 Juli 2026 menyisakan persoalan serius. Kegiatan pengolahan sampah organik di Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung kini mengalami kemacetan total.

Direktur Utama CV Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah, menegaskan komitmen pihaknya dalam menjalankan program hilirisasi sampah organik sejak akhir tahun lalu. Program ini menyasar kawasan RW 03 Kelurahan Pakemitan.

Baca Juga: Ada Apa Kerja Sama DLH Kota Bandung dan Prosignal Terhenti?

“Alhamdulillah, program hilirisasi yang kami sampaikan akhir tahun lalu telah dijalankan di Kelurahan Pakemitan, khususnya RW 3. Kompos hasil olahan sampah organik bermanfaat langsung bagi warga. Saya sangat salut dengan semangat swadaya warga RW 3 Pakemitan,” kata Aldi saat meninjau tumpukan sampah organik di RW 03 Pakemitan, Selasa (18/8/2026).

DLH Hentikan Operasional Akibat Penumpukan Residu

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menerbitkan surat keputusan tertanggal 29 Juni 2026. Surat ini menghentikan operasional Prosignal secara penuh per 1 Juli 2026.

Aldi menjelaskan alasan penghentian tersebut. Pihak DLH memprotes keberadaan tumpukan sampah anorganik atau residu di fasilitas pengolahan. Padahal, Prosignal memegang kontrak kerja sama yang ketat dengan UPT Pengelolaan Sampah. Kontrak tersebut melarang masuknya sampah non-organik.

“Kegiatan kami dihentikan sementara oleh Kepala Dinas per 1 Juli berdasarkan surat 29 Juni. Penyebabnya adanya penumpukan sampah anorganik atau residu. Padahal dalam kontrak dengan UPT Pengelolaan Sampah, kami dilarang menerima sampah yang tidak dapat diolah. Residu itu ternyata mayoritas berasal dari sapuan jalan,” ungkapnya.

Aldi menuntut pengawasan ekstra dari petugas lapangan. Pasalnya, armada pengangkut sampah yang mengirim material ke lokasi sepenuhnya milik pemerintah.

“Seharusnya petugas pengawas dari Dinas atau UPT yang mengawasi kelayakan sampah yang masuk, karena kendaraan pengangkut pun milik Dinas,” katanya.

Ribuan Ton Sampah Menumpuk di Fasilitas Pengolahan

Sebelum penghentian operasional, volume sampah di lokasi pengolahan sempat menyentuh angka 1.500 ton. Prosignal berhasil mengolah sekitar 750 hingga 900 ton bahan organik menjadi kompos berkualitas.

Untuk mengatasi sisa residu, Prosignal telah mengajukan skema Pengangkutan Luar Biasa (Pelsus) kepada UPT. Langkah ini membutuhkan sedikitnya 14 armada truk untuk mengangkut hampir 300 ton sampah residu.

“Residu yang menumpuk sudah kami usulkan pengangkutan khusus (Pelsus) ke UPT sekitar 14 truk atau hampir 300 ton. Total penumpukan sempat mencapai 1.500 ton,” ucapnya.

Saat ini, sebanyak 100 ton residu masih tertahan sembari menunggu alokasi kuota pengangkutan. Tim Prosignal terus mengayak sisa sampah organik dan membagikannya secara terbatas.

“Sebagian besar, 750–900 ton bahan organik sudah diolah menjadi kompos. Sekitar 100 ton residu masih menunggu kuota pengangkutan. Sisa bahan organik terus kami ayak dan salurkan secara terbatas meski belum maksimal,” ujarnya.

Aldi mendesak DLH agar mengizinkan kembali Prosignal beroperasi. Pihaknya siap memfokuskan pengolahan pada sampah organik murni seperti limbah dapur dan pasar.

“Kami ingin segera kembali beroperasi sesuai kontrak, fokus mengolah sampah organik murni seperti sisa dapur dan pasar. Dengan begitu tidak akan ada penumpukan, dan manfaat kompos bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” pungkasnya.

Warga Keluhkan Kelangkaan Pasokan Pupuk Kompos

Dampak penghentian kerja sama ini langsung menekan masyarakat RW 03 Kelurahan Pakemitan. Ketua RW 03, Rustamaji, mengeluhkan penumpukan sampah organik yang terus membesar. Padahal, permintaan masyarakat terhadap kompos sedang tinggi-tingginya.

“Permintaan kompos Alhamdulillah banyak. Sejak kerja sama dengan Prosignal Karya Lestari dihentikan, sampah organik menumpuk. Saya juga ketua forum kelurahan, jadi permintaan pupuk dari seluruh RW dikirim ke saya. Memang betul semuanya terhambat,” kata Rustamaji.

Rustamaji menyebut keterbatasan peralatan menjadi kendala utama warga dalam mengolah sampah secara mandiri.

“Di sini kami hanya punya cangkul dan bak. Terpaksa membuat lubang kompos sementara di dalam drum, itu satu-satunya cara,” ujarnya.

Kini, sekitar 2 hingga 3 ton sampah organik menggunung di wilayah RW 03. Rustamaji meminta DLH Kota Bandung segera meninjau lokasi dan memberikan jalan keluar yang nyata.

“Harapan saya Prosignal bisa kembali beroperasi. DLH juga sebaiknya turun ke lapangan, lihat kendala sebenarnya, lalu berikan solusi,” katanya.

(Yusuf Mugni)

Perumdam Tirta Anom Banjar Usung Inovasi AMDK dan Sambungan Gratis

0
Banjar@fokusjabar.id
Perumdam Tirta Anom Kota Banjar ikut pawai alegoris. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Kemeriahan Pawai Alegoris dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kota Banjar berlangsung semarak.

Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Anom Kota Banjar turut ambil bagian dengan mengusung semangat inovasi pelayan publik untuk masyarakat.

​Direktur Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E Fitrah Nurkamilah, menegaskan. Bahwa komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan layanan terbaik melalui berbagai terobosan tanpa batas. Salah satu inovasi unggulan yang dikenalkan kepada publik adalah Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ‘TAB’.

Baca Juga: Umtas Gelar Penyuluhan Motivasi Belajar di MIS Binangun Banjar

Produk ini menghadirkan kesegaran air murni khas Tirta Anom yang kini sudah bisa didapatkan langsung di kantor Perumda Tirta Anom. Maupun toko dan warung terdekat yang telah bekerja sama. 

Promo Pemasangan Gratis 2027

​Selain memperluas jangkauan produk air minum kemasan. Perumdam Tirta Anom juga membawa kabar gembira terkait peningkatan akses air bersih bagi warga Kota Banjar.

Program pemasangan gratis sambungan rumah (SR) baru bagi warga Kota Banjar direncanakan berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Juga layanan akses air jernih dan lancar dengan memastikan masyarakat. Memperoleh pasokan air bersih dan lancar langsung ke rumah tanpa beban biaya pemasangan awal.

Baca Juga: Perumda Tirta Anom Imbau Warga Banjar Tampung Air

​”Optimalisasi layanan perumdam Tirta Anom salah satunya dengan memanifestasikan integrasi teknologi dan inovasi. Demi tercapainya kepuasan pelanggan secara maksimal,” kata Nurkamilah Selasa (18/8/2026) 

Mengakhiri peryataannya dalam momen bersejarah tersebut, E Fitrah Nurkamilah menyampaikan. Ucapan selamat dirgahayu untuk kemerdekaan Indonesia serta menyelipkan pesan semangat lokal.

​”Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81. Indonesia berdaulat, adil, dan makmur. Ngigelan zaman, motekar, piken masagi,” pungkasnya.

(Agus Purwadi) 

Batu Mahpar Tasikmalaya Jadi Panggung Kemerdekaan Bernuansa Sunda

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Budayawan dan Para Raja Sunda Gelar Upacara HUT RI ke-81 di Batu Mahpar Galunggung, Selasa (18/8/2026).(fokusjabar.id/farhan kamil)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Suasana berbeda terasa di taman geopark kawasan Batu Mahpar (Ampar), kaki Gunung Galunggung, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026).

Ratusan budayawan, kasepuhan, serta perwakilan keturunan raja-raja di Jawa Barat berkumpul untuk mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Upacara yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu sengaja dilaksanakan sehari setelah peringatan Proklamasi 17 Agustus.
Bukan karena terlambat, melainkan untuk mengangkat kembali narasi sejarah mengenai pelaksanaan upacara kenegaraan pertama Republik Indonesia yang menurut penyelenggara berlangsung pada 18 Agustus 1945.

Baca Juga: Ahmad Bajuri Terima Penghargaan Galunggung Award 2026

Pemandangan di Batu Mahpar pun terasa istimewa. Hampir seluruh peserta mengenakan pakaian adat Sunda. Para keturunan kerajaan datang dengan atribut kebesaran masing-masing, termasuk mahkota yang memperkuat suasana historis di tengah kawasan kaki Gunung Galunggung.

Para pengibar bendera Merah Putih juga tampil berbeda. Mereka mengenakan busana adat lengkap, termasuk celana pendek yang menjadi bagian dari pakaian prajurit kerajaan pada masa lalu.

Namun, perbedaan busana tidak mengurangi kedisiplinan upacara. Barisan peserta tetap tegak dan tertib. Saat Sang Merah Putih dikibarkan, seluruh peserta mengikuti prosesi dengan khidmat.

“Ini budayawan banyak hadir termasuk para kasepuhan di Jawa Barat,” ujar budayawan Sunda Anton Charliyan.

Di bagian depan, sejumlah raja dan perwakilan kerajaan terlihat mengikuti jalannya upacara. Di antaranya berasal dari Sumedang, Cirebon, dan Tasikmalaya.

Para tamu undangan pun turut mengenakan pakaian adat sehingga suasana Batu Mahpar seolah membawa masyarakat menyusuri kembali jejak masa kerajaan di tatar Sunda.

Bukan Sekadar Seremoni

Anton Charliyan mengatakan, penentuan tanggal 18 Agustus memiliki pesan sejarah yang ingin diwariskan kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, 17 Agustus 1945 merupakan hari pembacaan teks Proklamasi. Sementara pelaksanaan upacara kenegaraan pertama disebut berlangsung sehari setelahnya.

“Jadi kenapa tanggal 18 Agustus karena dulu juga upacara mah 18 Agustus di Manonjaya malahan. Nah 17 itu Proklamasi dibacakan. Kita kenang lagi masa perjuangan dulu para pahlawan,” tutur Anton.

Karena itu, kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi arti penting 17 Agustus. Justru sebaliknya, peringatan ini menjadi upaya untuk mengajak masyarakat memahami bahwa perjalanan menuju kemerdekaan memiliki rangkaian sejarah yang panjang.

Generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal kemerdekaan sebatas upacara rutin setiap 17 Agustus, tetapi juga memahami nilai perjuangan, sejarah, dan kebudayaan yang menjadi bagian dari perjalanan bangsa.

Nasionalisme dalam Balutan Tradisi

Kehadiran unsur budaya dalam upacara tersebut mendapat apresiasi dari Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan.
Menurut Hendra, kebudayaan dapat menjadi pondasi penting dalam membangun dan menjaga nasionalisme masyarakat.

“Alhamdulillah siang ini kita hadiri suatu kebudayaan dan diangkat bahwa kebudayaan ini menumbuhkan nasionalis justru jadi pondasi,” ujarnya.

Polda Jawa Barat, kata Hendra, mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari Program Kapolda Jabar “Jawara Jaga Rawat Jawa Barat”. Program itu menjadi salah satu bentuk komitmen untuk menjaga nilai-nilai lokal sekaligus merawat kebudayaan Jawa Barat.

“Kita selalu adaptif dengan lingkungan yaitu adat budaya Sunda untuk rawat budaya,” katanya.

Hendra juga menilai penampilan Paskibra dalam balutan pakaian adat memberikan warna tersendiri dalam peringatan HUT RI ke-81.

“Budaya konteksnya HUT ke-81 sangat bagus dimana mereka ada Paskibra tidak kalah dengan di Istana kemarin,” ungkapnya.

Ia menilai keterlibatan masyarakat asal kerajaan Sumedang, Cirebon, dan Tasikmalaya menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam semangat kebangsaan.

Galunggung Award dan Harapan Warga

Tak hanya upacara, kegiatan di Batu Mahpar juga diisi dengan pemberian Galunggung Award. Puluhan tokoh inspiratif dan budayawan Jawa Barat mendapat penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga dan melestarikan budaya Sunda.

Kombes Pol Hendra Rochmawan menjadi salah satu penerima penghargaan. Ia mendapat Galunggung Award dalam kategori penggiat budaya dan sosial kemasyarakatan.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan pertunjukan seni tradisional.

Warga yang menyaksikan kegiatan tersebut berharap peringatan bernuansa budaya seperti ini dapat terus digelar secara rutin setiap tahun.

Baca Juga: Cegah Judi Online, OJK Bekali Pramuka Kota Tasikmalaya Cerdas Finansial

Bukan hanya sebagai kegiatan memperingati kemerdekaan, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Sunda kepada generasi muda.

Dari Batu Mahpar, pesan itu terasa kuat: kemerdekaan dapat dirayakan dengan banyak cara. Salah satunya melalui budaya sendiri dengan tetap menjaga Merah Putih sebagai simbol persatuan dan menjadikan sejarah sebagai pijakan untuk melangkah ke masa depan.

Dengan demikian, Galunggung diharapkan tidak hanya dikenal karena gunungnya, tetapi juga sebagai salah satu ruang budaya yang ikut menjaga nyala semangat kemerdekaan di Tatar Sunda.

(Farhan Kamil)

FORKI Jabar Kirim 4 Atlet ke Kejuaraan Internasional di Philipina

0
Bandung@fokusjabar.id
Pelepasan tim Karate Jabar menuju kejuaraan internasional bertajuk '7th Manuel Veguillas Philippine International Open Karate Championship 2026 and Joint Training Camp' di Tagaytay CT Velodrome, Tagaytay City, Philipina, 20-23 Agustus 2026. (fokusjabar.id/ Ageng)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Menjaga ekosistem prestasi karate Jawa Barat. Pengurus provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jabar mengirim empat atlet ke kejuaraan internasional.

Yakni ‘7th Manuel Veguillas Philippine International Open Karate Championship 2026 and Joint Training Camp’ di Tagaytay CT Velodrome. Tagaytay City, Philipina, 20-23 Agustus 2026.

Pada kejuaraan karate internasional tersebut, empat atlet karate Jabar yang ikut bertanding. Yakni Nazwa Septakirani Nugraha di kategori cadet kumite -47 kg putri, Arumy Emeraldiannisa di kategori junior kumite -66 kg putri.

Baca Juga: Bangun Ekosistem Futsal Indonesia menuju Dunia, Proton FC Gandeng Imane Thailand

Mirza Sukma di kategori cadet kumite -52 kg putra, serta Alif Afifan di kategori kadet -57 kg putra. Mereka akan didampingi Tanri Rizky Djabar sebagai pelatih dan Ferry Fendrian sebagai wasit.

“Ini menjadi bentuk tanggung jawab kami sebagai pengurus FORKI Jabar, bagaimana ekosistem keprestasian ini bisa terus dijaga. Meski di tengah kondisi kesulitan akibat efisiensi anggaran,” ungkap Ketua Umum Pengprov FORKI Jabar, Gianto Hartono. Di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (18/8/2026).

Harus Tetap Unggul

Prestasi karate Jawa Barat, kata Gianto, harus tetap unggul dibanding provinsi lain. Selain itu, keberangkatan empat atlet karate menuju kejuaraan internasional pun. Menjadi bentuk tanggung jawab terhadap hasil dari sirkuit yang dilakukan secara periodik.

Dan yang dikirim, kata dia, yaitu merupakan atlet karate terbaik hasil dari pelaksanaan sirkuit.

“Hasil dari sirkuit harus kita apresiasi sekaligus pertanggungjawaban kepada masyarakat karate Jabar yang sudah mendukung kegiatan tersebut. Jadi atlet yang dikirim merupakan pilihan dari hasil sirkuit. Dan sebelumnya, kami pun sudah mengirimkan atlet pada kejuaraan internasional SEAKF di Vietnam,” Gianto menerangkan.

Baca Juga: PSGC Ciamis: Pemain Lokal Dapat Tempat di Liga 2

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi FORKI Jabar, Arif Herdiana menambahkan. Bahwa atlet yang dikirim pada kejuaraan internasional ‘7th Manuel Veguillas Philippine International Open Karate Championship 2026.

Dan akan berlaga di kategori kadet dan junior. Atlet-atlet tersebut menjadi salah satu bagian upaya FORKI Jabar melakukan kesinambungan prestasi melalui regenerasi atlet.

“Keempat atlet yang kita berangkatkan ini dipandang mampu berkompetisi baik di tingkat nasional maupun internasional. Semoga, mereka akan menjadi atlet andalan Jabar di masa depan. Untuk mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional baik kejurnas maupun PON,” kata Arif.

(Ageng)

33 PK Sepakat Dukung Aris Munandar jadi Ketua DPD Golkar Garut

0
Aris Munandar DPD Golkar Garut fokusjabar.id
33 PK Golkar dukung Aris Munandar jadi ketua DPD Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua DPRD Garut Jawa Barat (Jabar), Aris Munandar mengisi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) dengan kegiatan semangat kemerdekaan.

Salah satunya, konsolidasi bersama 33 Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar, Dewan Pertimbangan (Wantim) dan Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Majelis Dakwah Islamiyah (MDI).

BACA JUGA:

Tokoh Garut Bicara Soal Jalan Pasar Baru, Kebijakan Pemda jadi Sorotan

Acara konsolidasi ini di adakan untuk lebih mempererat tali silaturahmi menjelang Musda DPD Golkar Garut yang akan di selenggearakan pada 27 Agustus 2026 mendatang.

Ketua PK Golkar Karangpawitan, Darda Fadiki menegaskan, Musda harus terselenggara dengan kondusif dan penuh kekeluargaan. Pasalnya, tujuan Musda untuk mengkonsolidasikan kekuatan partai Golkar dalam menyusun program menjelang Pemilu 2029.

Selain itu, untuk menyusun program yang bermanfaat bagi warga. Khususnya masyarakat Kabupaten Garut.

Partai Golkar harus bersinergi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan bisa ikut membantu menyelesaikan permasalahan yang masih perlu perhatian bersama.

Dia menyebut, persainga dalam pemilihan Ketua dalam pelaksanaan Musda itu hal biasa. Namun hal itu harus di pandang sebagai proses demokrasi sesuai AD/ART partai.

“Siapapun yang memenuhi syarat bisa mencalonkan diri dan tentunya semua pilihan di serahkan kepada pemegang hak suara. Yaitu, PK, Ormas dan Wantim sesuai dengan AD/ART, PO dan juklak” ungkapnya.

BACA JUGA:

Holil Aksan Umarzen: Apdesi, BPD dan KNPI Kekuatan Strategis Perjuangan Garut Utara

Dalam pertemuan tersebut, 33 PK, Wantim, SOKSI, MKGR dan MDI menyatakan dukungan penuh kepada Aris Munandar untuk menjadi ketua DPD Partai Golkar Garut.

“Saya mengajak semua kader partai Golkar untuk menjaga kondusivitas dan mempererat kekeluargaan untuk menyongsong kejayaan partai golkar. Golkar Garut maju, solid dan menang,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Ada Apa Kerja Sama DLH Kota Bandung dan Prosignal Terhenti?

0
Bandung@fokusjabar.id
Pengelolaan sampah organik di RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, kembali tersendat setelah kerja sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dengan Prosignal Karya Lestari terhenti. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pengelolaan sampah organik di RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, kembali tersendat setelah kerja sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung dengan Prosignal Karya Lestari terhenti.

Ketua RW 03 Kelurahan Pakemitan, Rustamaji, mengatakan saat ini sekitar 2 hingga 3 ton sampah organik menumpuk karena belum dapat diolah secara optimal.

Ironisnya, di tengah penumpukan tersebut, kebutuhan masyarakat terhadap kompos justru cukup tinggi. Permintaan bahkan datang dari sejumlah RW di wilayah Kelurahan Pakemitan.

Baca Juga: 300 Ton Sampah Sehari di Gedebage Bandung Bakal Disulap Jadi Briket

“Permintaan kompos Alhamdulillah banyak. Sejak kerja sama dengan Prosignal Karya Lestari dihentikan, sampah organik menumpuk. Saya juga ketua forum kelurahan, jadi permintaan pupuk dari seluruh RW dikirim ke saya. Memang betul semuanya terhambat,” kata Rustamaji saat ditemui di lokasi, Selasa (18/8/2026).

Menurut Rustamaji, warga selama ini mengandalkan pengelolaan sampah secara swadaya. Namun, keterbatasan sarana membuat pengolahan sampah organik sulit dilakukan dalam jumlah besar.

Belum Ada Solusi

Pihaknya juga telah mengajukan bantuan kepada DLH Kota Bandung. Namun, hingga kini belum ada solusi konkret untuk mengatasi kendala tersebut.

“Di sini kami hanya punya cangkul dan bak. Terpaksa membuat lubang kompos sementara di dalam drum, itu satu-satunya cara,” ujarnya.

Rustamaji mengungkapkan, persoalan pengelolaan sampah tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian warga sejak masa darurat sampah pada Desember-Januari. Saat sampah tidak dapat dibuang ke TPA Sarimukti, warga berinisiatif mengelolanya secara mandiri.

Baca Juga: Alun-alun Bandung Dibuka Permanen, Farhan: PKL Tak Boleh Masuk

“Dulu saat tidak bisa membuang ke Sarimukti, kami inisiatif sendiri. Pembakaran dilarang, lalu mau ditumpuk di depan kelurahan? Tidak mungkin. Kami terpaksa mengelola sendiri,” katanya.

Ia berharap Prosignal Karya Lestari dapat kembali beroperasi sehingga persoalan sampah organik di wilayahnya segera teratasi. Rustamaji juga meminta DLH turun langsung ke lapangan untuk melihat kendala yang dihadapi warga.

“Harapan saya Prosignal Karya Lestari bisa kembali beroperasi. DLH juga sebaiknya turun ke lapangan, lihat kendala sebenarnya, lalu berikan solusi,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pria Curi Gelang Emas Milik Seorang Nenek Diciduk Polres Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Ilustrasi by web

PANGANDRAN,FOKUSJabar.id: Seorang pria berinisial IS (47) diamankan polisi karena diduga mencuri gelang emas milik pedagang ikan lansia di Desa Batu karas, Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Pelaku beraksi dengan modus pura-pura jadi pembeli.

‎Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kasat Reskrim AKP Idas Wardias mengatakan, penangkapan dilakukan Tim Resmob Polres Pangandaran bersama Polsek Cijulang pada Sabtu (15/8/2026).

‎”Terduga pelaku berhasil diamankan setelah polisi melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV dan informasi masyarakat,” kata Idas Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Fiskal Terbatas, Pemkab Pangandaran Belum Salurkan Bantuan ke NTT

‎Peristiwa itu terjadi pada Kamis (13/8/2026) sekitar pukul 12.10 WIB di Jalan Batukaras Green Canyon. 

‎Saat itu korban Irah (77) sedang berjualan ikan menggunakan sepeda. Tiba-tiba datang pelaku dengan mengendarai Honda PCX putih.

‎Pelaku berpura-pura hendak membeli ikan. Ia lalu meminta korban untuk menunjukkan gelang emas yang dikenakannya. Begitu gelang dipegang, pelaku langsung mengambilnya dan kabur.

‎Akibat kejadian itu korban rugi 1 gelang emas seberat 5,3 gram senilai Rp 3.445.000.

‎Usai kejadian, polisi mengecek CCTV dan menelusuri keberadaan pelaku. Petunjuk mengarah ke wilayah Cimerak. 

Baca Juga: Perpustakaan dan Gudang SDN 5 Karangpawitan Pangandaran Rusak Parah

‎IS akhirnya ditangkap di sekitar sebelum SPBU Cimerak. Dari tangannya, polisi menyita barang bukti berupa gelang emas milik korban dan 1 unit motor Honda PCX yang dipakai saat beraksi.

‎”Dari pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui perbuatannya,” ujar Idas.

‎Kini IS masih menjalani penyidikan di Polres Pangandaran. Ia dijerat Pasal 476 UU No 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang pencurian.

‎Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap modus kejahatan, khususnya yang menyasar pedagang dan lansia. Jika mengalami atau melihat tindak pidana, segera laporkan ke 110.

(Sajidin)