spot_imgspot_img
Rabu 8 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 208

Tak Pernah Kering Sejak 1926, Sumur Tua di Pangandaran Sarat Misteri

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan sumur tua di wilayah desa Paledah kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah sumur tua di Dusun Neglasari, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, terus menyimpan kisah yang melampaui logika. Sumur yang telah berdiri sejak 1926 itu bukan hanya sumber air, tetapi juga ruang hidup bagi cerita mistis dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Warga setempat tidak pernah mengetahui secara pasti siapa sosok pertama yang menggali sumur tersebut. Seiring berjalannya waktu, cerita demi cerita tumbuh dan membentuk keyakinan bersama bahwa sumur tua ini memiliki penjaga tak kasat mata.

Baca Juga: Panorama Indah Langit Senja Pantai Pangandaran

Sejumlah warga mengaku pernah mengalami kejadian tak biasa di sekitar sumur. Mereka mendengar suara langkah kaki pada malam hari, merasakan bisikan halus saat menimba air, hingga melihat bayangan putih yang muncul lalu menghilang begitu saja.

Salah satu cerita yang paling sering beredar berkaitan dengan etika bersikap di area sumur. Warga meyakini siapa pun harus menjaga tutur kata dan perilaku di sekitarnya. Konon, seorang pendatang pernah melontarkan ucapan kasar dan meremehkan keberadaan sumur tersebut. Tak lama kemudian, ia jatuh sakit tanpa penjelasan medis, hingga keluarganya memohon maaf melalui prosesi adat.

“Sumur ini bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dihormati,” ujar Karni, pemilik sumur tua tersebut, Minggu (1/2/2026).

Karni menuturkan, warga selalu mengawali kegiatan pembersihan atau perbaikan area sumur dengan ritual tertentu. Mereka menyiapkan sesaji sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang diyakini menjaga tempat tersebut.

Di balik kisah mistisnya, sumur tua Neglasari tetap memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari warga. Masyarakat memanfaatkan airnya untuk kebutuhan rumah tangga dan meyakini air tersebut membawa ketenangan batin serta keselamatan.

“Warga percaya air sumur ini memberi keberkahan dan rasa tenang,” kata Karni.

Kondisi Air di Sumur Tua Pangandaran Tetap Jernih Meski Cuaca Kemarau

Keunikan lain yang terus menjadi perbincangan ialah kondisi air sumur yang tak pernah surut. Bahkan saat musim kemarau panjang melanda, airnya tetap jernih, tidak berbau, dan selalu tersedia.

“Sejak dulu airnya seperti ini, tidak pernah kering atau berubah,” tambahnya.

Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, sumur berusia hampir satu abad ini tetap berdiri kokoh. Keberadaannya menjadi saksi perjalanan zaman sekaligus pengingat bahwa cerita mistis dan kearifan lokal masih hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Bagi warga Neglasari, sumur tua itu bukan sekadar sumber air, melainkan penjaga sejarah, tradisi, budaya, serta misteri yang terus bertahan melintasi waktu.

(Sajidin)

Dari Rumah Sempit Hingga Sudut Kota, Menteri LH Sidak Pengelolaan Sampah di Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melalkukan sidak langsung pengelolaan bank sampah di Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau langsung pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis, Minggu (1/6/2026) siang. Kunjungan mendadak ini bertujuan menguji kesesuaian praktik di lapangan dengan penilaian tata kelola sampah nasional.

Dalam peninjauan tersebut, Hanif menyusuri sejumlah lokasi strategis, mulai dari kawasan Bolenglang di Kelurahan Kertasari, Pasar Bojong Desa Bojongmengger, Bank Sampah Ciamis, hingga Pasar Manis Ciamis. Ia melakukan inspeksi tanpa pendampingan pejabat Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Sukadana Ciamis, Sejumlah Rumah dan Sekolah Rusak

Usai mengunjungi Bank Sampah Ciamis, Hanif menyampaikan capaian positif Kabupaten Ciamis dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan pemantauan selama satu tahun, Ciamis mencatat nilai tertinggi secara nasional.

“Dalam kerangka penilaian tata kelola sampah nasional, Ciamis menjadi satu-satunya daerah dari 514 kabupaten/kota yang meraih nilai tertinggi,” ujar Hanif kepada awak media.

Ia menjelaskan, keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berstatus controlled landfill turut mendongkrak nilai Ciamis. Selain itu, penilaian juga mencakup sistem anggaran, kualitas sumber daya manusia, serta ketersediaan sarana dan prasarana.

Hanif menegaskan, pemerintah pusat menilai seluruh daerah dengan parameter yang sama, mulai dari keberadaan bank sampah induk dan unit, TPS3R, hingga TPST. Berdasarkan indikator tersebut, Ciamis menempati posisi teratas dan berpeluang meraih penghargaan Adipura.

Meski demikian, Hanif tetap melakukan pengecekan langsung ke berbagai sudut kota sebelum rekomendasi penghargaan diberikan. Ia masih menemukan sejumlah aspek yang perlu pembenahan.

“Beberapa titik masih membutuhkan peningkatan. Namun harus diakui, hampir seluruh desa dan masyarakat Ciamis sudah membiasakan pemilahan sampah,” katanya.

Tantangan Pemerintah Daerah Terkait Keadaran Masyarakat

Hanif bahkan menyaksikan warga dengan keterbatasan ruang hunian tetap memilah sampah karena memiliki nilai ekonomi. Praktik serupa juga ia temukan di desa-desa lain di wilayah Ciamis.

Ia mengakui masih menemukan pengelolaan sampah bernilai rendah yang berujung pada pembakaran atau pembuangan ke sungai. Hanif menyebut kondisi ini menjadi tantangan yang perlu dituntaskan pemerintah daerah.

“Kementerian Lingkungan Hidup ingin memiliki satu kabupaten yang paripurna dalam pengelolaan sampah. Dari ratusan juta penduduk Indonesia, seharusnya ada daerah yang mampu menekan volume sampah secara signifikan,” tegasnya.

Hanif berharap model pengelolaan sampah di Ciamis dapat menginspirasi daerah lain, terutama kota-kota dengan kapasitas fiskal lebih besar. Ia menilai Ciamis berpotensi menjadi pemicu perubahan dalam penanganan darurat sampah nasional.

Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengaku terkejut dengan kehadiran mendadak Menteri Lingkungan Hidup. Ia membenarkan penilaian yang disampaikan Hanif terkait kelebihan dan keterbatasan daerahnya.

“Kami masih memiliki banyak kekurangan. Ciamis baru memiliki niat dan mimpi menjadi daerah bersih, sementara keterbatasan anggaran membuat ruang gerak kami sangat terbatas,” ujar Herdiat.

Ia menegaskan, pemerintah daerah mengandalkan peran aktif masyarakat sebagai kunci utama pengelolaan sampah. Keterbatasan anggaran membuat penerapan teknologi pengolahan modern belum memungkinkan.

“Karena itu kami terus mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Partisipasi warga menjadi kekuatan utama Ciamis,” pungkasnya.

Dion Markx: Saya Tak Ragu Gabung Persib Bandung

0
pemain anyar persib fokusjabar.id
Dion Markx (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek anyar Persib Bandung, Dion Markx siap bersaing dengan para pemain bertahan lain untuk mendapatkan tempat di tim besutan Bojan Hodak.

Tak hanya itu, Dion Markx juga mengaku tak ada keraguan menerima tawaran dari Persib Bandung.

BACA JUGA:

Cetak Gol dan Bawa Persib Menang atas Persis, Ini Kata Andrew Jung

Menurut Dia, saat bergabung bersama tim nasional Indonesia U23, dirinya sudah mulai mengikuti perkembangan kompetisi di Indonesia.

“Persib Bandung adalah klub besar dan sarat prestasi, juara dua kali beruntun. Tentu saya sangat senang dengan tawaran ini,” ungkap Dion, di kutip persib.co.id, Minggu (1/2/2026).

Dion menyebut, pelatih Bojan Hodak yang langsung menghubunginya kala itu.

“Saat itu, dia menjelaskan apa saja sisi kelebihan saya dan apa saja yang perlu saya perbaiki untuk kebutuhan tim nanti,” ungkap pemain berusia 20 tahun ini.

BACA JUGA:

Persib Badung Menang vs Persis, Hodak: Pertandingan Sulit

Keberadaan pemain bertahan sarat pengalaman di tim Maung Bandung saat ini seperti Frederico Barba, Patricio Matricardi, Julio Cesar hingga Layvin Kurzawa tak membuat Dion gentar dalam persaingan.

“Saya masih muda dan kompetitif. Saya siap untuk bersaing,” pungkasnya.

(Bambang Fouristian)

Pengajuan Jadwal Ulang Persib Bandung Dikabulkan Operator iLeague

0
Persib bandung Operator iLegue fokusjabar.id
(foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Operator kompetisi iLeague mengabulkan pengajuan Persib Bandung terkait penjadwalan ulang laga pekan ke-21 Super League 2025/2026.

Semula, pertandingan kontra Borneo FC Samarinda di jadwalkan berlangsung pada 16 Februari di geser ke 15 Maret 2026.

BACA JUGA:

Persib Badung Menang vs Persis, Hodak: Pertandingan Sulit

Penyesuaian jadwal tersebut seiring langkah Persib Bandung yang berhasil melaju ke babak 16 Besar AFC Champions League Two (ACL 2) dengan status juara grup.

Pada fase gugur tersebut, tim kebanggaan Bobotoh di jadwalkan menghadapi wakil Tailan, Ratchaburi FC. Leg pertama digelar pada 11 Februari dan kedua pada 18 Februari 2026.

Dengan jadwal awal kompetisi domestik yang hanya menyisakan jeda dua hari antarpertandingan, penyesuaian di nilai penting untuk memastikan waktu pemulihan pemain tetap ideal.

Dalam surat resmi No093/LI-COR/I/2026, Direktur Utama iLeague, Ferry Paulus menegaskan, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan antara integritas kompetisi domestik dan prestasi klub di kancah internasional.

Keberhasilan klub Indonesia di kompetisi Asia, akan berdampak langsung pada peringkat Indonesia di level AFC pada musim-musim berikutnya.

BACA JUGA:

Kiper Persib Teja Paku Alam Siap Hadapi Persis Solo

Oleh karena itu, dukungan teknis termasuk penyesuaian jadwal perlu dilakukan dengan tetap mengedepankan asas fair play serta menjunjung tinggi integritas kompetisi.

Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan mengapresiasi keputusan pihak operator iLeague.

“Terima kasih atas respons positif dan komunikasi terbuka dari iLeague. Penyesuaian jadwal ini bukan hanya membantu Persib secara teknis. Namun juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan klub Indonesia di level Asia,” kata Adhitia dikutip oersib.co.id, Minggu (1/2/2026).

Menurut Dia, kepercayaan dan sinergi seperti ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem sepakbola nasional yang sehat dan berdaya saing.

“Kami memandang ini sebagai langkah bersama. Ketika klub, operator liga dan seluruh stakeholder saling mendukung, maka yang di untungkan bukan hanya satu klub. Namun juga sepakbola Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.

“Persib berkomitmen untuk tetap menjaga integritas kompetisi domestik sambil memberikan yang terbaik saat membawa nama Indonesia di panggung Asia,” Dia menambahkan.

Selain laga kontra Borneo FC, iLeague juga telah menyiapkan skema penyesuaian lanjutan jika Maung Bandung mampu melangkah ke babak perempat final ACL 2.

BACA JUGA:

Bhayangkara FC Kembalikan Dedi Kusnandar ke Persib Bandung

Skema tersebut mencakup potensi pergeseran jadwal pertandingan menghadapi Persebaya Surabaya dan Persik Kediri pada periode Maret hingga April 2026.

Keputusan ini menjadi cerminan semangat kebersamaan dalam mendorong prestasi klub Indonesia di level internasional tanpa mengesampingkan kualitas dan kredibilitas kompetisi domestik.

(Bambang Fouristian)

Mengintip Ribuan Koi Harga Selangit di Situ Cipanten Majalengka

0
Ikan Koi Situ Cipanten fokusjabar.id
Salah satu pengunjung tengah menikmati keindahan Situ Cipanten (foto: AbdulLatif/FOKUSJabar)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Pernahkah Anda membayangkan sebuah danau alami yang airnya sebening kristal di huni ribuan ikan Koi? Jawabannya hanya ada di Situ Cipanten Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka Jawa Barat (Jabar).

Harga satu ekor Ikan Koi yang ada di Situ Cipanten setara dengan mobil mewah.

BACA JUGA:

Kunjungan ke Situ Cipanten Majalengka Hingga 27 Ribu Wisatawan

​Memasuki bulan Februari 2026, jagat maya di hebohkan dengan kabar kondisi terkini ribuan Koi yang di hibahkan seorang pengusaha ternama asal Bandung, Hartono Soekwanto.

Pertanyaannya bagaimana nasib ikan-ikan “darah biru” tersebut setelah satu bulan menghuni habitat barunya? Ternyata ribuan ikan sultan tersebut Betah di Situ Cipanten.

Umumnya, ikan Koi peranakan langsung Jepang (import) membutuhkan perawatan ekstra ketat. Mulai dari sistem filtrasi yang rumit hingga aerator yang menyala 24 jam. Namun di Situ Cipanten aturan itu seolah tidak berlaku.

​Sang masetro Koi, Hartono Soekwanto mengungkapkan alasan berani melepas 2.165 ekor Koi premium senilai miliaran rupiah di Situ Cipanten.

​”Situ Cipanten di dukung 7 mata air alami yang sangat jernih dan minim bakteri jahat. Ini adalah rumah paling nyaman yang pernah ada,” ungkapnya.

​Lokasi situ Cipanten berada di kaki Gunung Ciremai memberikan suhu air yang stabil dan kaya oksigen alami serta kualitas airnya kelas wahid. Sehingga sangat cocok bagi rumah Ikan Dewa (Tor Soro).

BACA JUGA:

Panggilan Jiwa Bos Koi Hartono Soekwanto untuk Situ Cipanten Majalengka 

​Hingga Minggu (1/2/2026), kabar menggembirakan datang dari Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali.

Dia menyebut, kondisi kesehatan ribuan Koi sangat memuaskan. Bagaimana tidak, tingkat kelangsungan Hidup 100 persen sejak ditebar 11 Januari lalu.

Menurut Rudi, tidak ditemukan satu pun ikan yang mati. Bahkan, ribuan ikan terlihat sangat ceria dan tidak stres meski berinteraksi dengan banyak pengunjung.

​Mineral alami dari mata air pegunungan dipercaya membuat pigmen warna pada tubuh Koi semakin cerah dan kontras.

​”Alhamdulillah, semua sehat. Pengunjung sangat menikmati momen bersentuhan langsung dengan ikan-ikan kelas premium tersebut. Ini benar-benar berkah bagi desa kami,” ungkap Rudi Yudistira Gozali.

Dia mengaku, ​kehadiran koleksi ikan yang harganya jutaan hingga ratusan juta rupiah per ekor ini menjadi magnet baru bagi pariwisata Majalengka.

Bahkan Bupati Majalengka, Eman Suherman mematok target ambisius. Yakni, kenaikan kunjungan wisatawan menembus 300 persen dari tahun sebelumnya.

​Dampak nyata yang sudah terlihat saat ini antara lain, menjadi lokasi wisata edukasi pertama di Dunia. Di mana Cipanten menjadi satu-satunya situ alami di dunia yang menjadi pusat pengembangan Koi kelas kontes.

​Tidak heran jika jumlah kunjungan naik dua kali lipat di awal Februari. Alhasil bisa menggerakkan roda ekonomi pedagang dan UMKM di sekitar lokasi.

​”Desa Gunungkuning kini disiapkan menjadi pusat budidaya Koi premium. Di mana pengunjung nantinya bisa membeli bibit atau ikan Koi berkualitas sebagai buah tangan,” kata Rudi.

Ke depan, setelah Situ Cipanten menjadi pusat pengembangan Koi Sultan dengan harga selangit. Kini muncul dorongan masyarakat agar Desa Gunungkuning menjadi pusat budidaya ikan Koi kelas premium.

Ketika di Gunungkuning ada pusat budidaya ikan Koi. para pengunjug bisa membelinya sebagai cinderamata.

“Ke depan kami ingin Desa Gunungkuning menjadi pusat budidaya ikan Koi untuk mendongkrak ekonomi masyarakat,” katanya.

​Menjaga Warisan di Bawah Air

​Meskipun menjadi objek wisata, pengelola sangat ketat dalam memberikan edukasi kepada pengunjung. Wisatawan di minta untuk menjaga ikan-ikan ini layaknya milik pribadi.

Memberi makan tidak boleh sembarangan dan di larang keras mengotori area danau.

BACA JUGA:

Penebaran Ikan Koi Harga Miliaran di Situ Cipanten Majalengka, Disaksikan Ribuan Pengunjung

Situ Cipanten kini bukan sekadar tempat wisata air biasa. Situ ini telah bertransformasi menjadi “Akuarium Raksasa Sultan” yang menawarkan ketenangan batin lewat tarian warna-warni Koi di balik jernihnya air pegunungan.

​Situ Cipanten siap menyambut wisatawan dengan kesejukan udara pegunungan dan kemewahan warna-warni Koi Jepang yang memanjakan mata.

(Abdul Latif)

Alun-alun Kota Tasikmalaya Area Favorit Masyarakat Yang Butuh Perhatian

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Alun-alun Kota Tasikmalaya tempat favorit anak-anak bermain sepakbola.(foto; Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Alun-alun Kota Tasikmalaya menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga seperti lari atau joging track.

Selain itu, nampak juga anak-anak yang sedang bermain sepakbola di area Alun-alun Kota Tasikmalaya. Suasananya begitu di penuhi dengan kegembiraan dan candaan.

Ada juga anak-anak yang bermain otoped dengan mengitari area alun-alun yang berada di jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Empangsari, Kecamatan Tawang.

Baca Juga: Penampakan Tembok Rusak di Alun-alun Kota Tasikmalaya

Hanya saja, fasilitas di area Alun-alun Kota Tasikmalaya seperti tidak terawat. Antara lain, tembok rusak juga catnya yang sudah pudar, ubin banyak mengelupas dan tempat buang sampah sebagian hilang.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah saat di konfirmasi terkait anggaran pemeliharaan area Alun-alun Kota Tasikmalaya?. Dia mengatakan akan kroscek dulu ke Dinas Lingkungan Hidup.

“Mohon maaf, harus di cek dulu ke Dinas LH,” jawab Asep Goparullah melalui pesan WhatAap, Minggu (1/2/2026).

Sebelumnya, Aktivis Eksponen 96, Dadi Abidarda mempertanyakan terkait Alun-alun Kota Tasikmalaya apakah kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Dulu alun-alun di bangun oleh pemkab Tasikmalaya, anggarannya bisa jadi dari Provinsi, tapi ini ikon Kota Tasikmalaya semestinya harus di rawat,” ungkap Dadi Abidarda.

Sebelumnya, Alun-alun Kota Tasikmalaya, menurut Dadi Abidarda, seharusnya areanya tertata rapi dan lingkungannya selalu bersih, asri dan indah mempesona.

“Intinya menurut hemat saya bahwa alun alun adalah wajah dari Pemerintah Kota Tasikmalaya yang sudah semestinya dapat perhatian penuh,” ungkap Dadi Abidarda.

Pemeliharaan Alun-alun

Perhatian tersebut, lanjut Dadi, yaitu baik dari sisi optimalisasi estitika bangunan, atau paling tidak dari aspek pemeliharaan Alun-alun Kota Tasikmalaya.

“Dan yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah ada anggaran pada tahun 2026 dari Pemkot yang peruntukannya untuk Alun-alun Kota Tasikmalaya?,” tanya Dadi Abidarda.

Minimal, kata Dadi, anggaran tersebut untuk pemeliharaan bangunan atau fasilitas Alun-alun Kota Tasikmalaya secara keseluruhan.

Baca Juga: Alun-alun Kota Tasikmalaya Seperti Tak Terurus?

“Dan dari sisi manfaatnya sudah jelas sangat produktif untuk sarana bermain juga kegiatan olahraga bagi masyarakat,” ujarnya.

Alun-alun yang merupakan ikon Kota Tasikmalaya, kata Dadi, seharusnya menjadi kewajiban Pemkot Tasikmalaya untuk memperindah dan memelihara dengan baik, supaya jadi kebanggaan masyarakat.

“Alun-alun Kota Tasikmalaya, lokasinya sangat strategis berada di pusat kota. Kalau rapih, bersih dan indah kan enak di lihatnya, karena ini wajah pemkot Tasikmalaya juga. Bersih dan tidaknya alun-alun bisa menjadi ciri pemimpinnya,” tegasnya.

(Nanang Yudi)

Cetak Gol dan Bawa Persib Menang atas Persis, Ini Kata Andrew Jung

0
Andrew Jung persib fokusjabar.id
Andrew Jung (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Stiker Persib Bandung, Andrew Jung menjadi pahlawan saat menghadapi Persis Solo pada pertandingan pekan ke-19 kompetisi Super League 2025/2026.

Pada pertandingan yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (31/1/2026), Persib berhasil membawa pulang tiga poin setelah unggul dengan skor 1-0 atas Persis.

BACA JUGA:

Alfeandra Dewangga Lontarkan Ungkapan Berkelas Soal Layvin Kurzawa

Gol tunggal kemenangan Persib pada pertandingan tandang kompetisi Super League 2025/2026 ini dicetak melalui sundulan Andrew Jung menit 39.

Menurut Andrew Jung, pertandingan tandang tersebut tidak mudah bagi skuad Maung Bandung, karena penampilan Persis berbeda dari sebelumnya.

Selain itu, pemain asal Prancis itu mengaku tidak peduli dengan skor tipis itu. Karena, yang terpenting adalah skuad Maung Bandung bisa membawa pulang poin penuh.

“Anda tahu pertandingannya tidak mudah, tetapi yang terpenting adalah kami menang,” kata Andrew Jung.

Pemain asal Prancis ini mengakui, pada pertandingan tersebut Persib memiliki peluang untuk mencetak gol. Namun, setelah skor 1-0 skuad Maung Bandung fokus untuk mempertahankan keunggulan.

BACA JUGA:

Kondisi Eliano Reijnders Bugar dan Siap Hadapi Persis Solo

“Oke, kami bisa saja mencetak lebih banyak gol. Tetapi kami menang 1-0 dan saya rasa kami pulang dengan membawa tiga poin,” pungkasnya.

Setelah pertandingan tersebut, Andrew Jung bersama rekan-rekannya akan langsung fokus menghadapi Malut United pada pertandingan kandang Jumat (6/2/2026).

(Arif)