spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 208

20 Lapangan Padel Tumbuh di Kota Tasikmalaya, Bapenda Ingatkan Pajak 10 Persen

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Bapenda Kota Tasikmalaya, memberikan plakat Piagam kepada pengelola lapangan Padel yang telah memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pertumbuhan usaha lapangan olahraga padel kian pesat di Kota Tasikmalaya. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tasikmalaya bergerak cepat menggelar edukasi khusus bagi para pemilik lapangan padel agar memenuhi kewajiban pajak daerah guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kota Tasikmalaya kini mencatatkan jumlah lapangan padel terbanyak se-Priangan Timur. Sektor jasa olahraga baru ini menyimpan potensi pendapatan daerah yang sangat besar jika pengelolaannya berlangsung optimal.

Baca Juga: Unik! Juara Sepak Bola HUT RI di Tasikmalaya Dapat Domba Hidup, Kades Jual Pete untuk Hadiah

Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda Kota Tasikmalaya, Dede Irfan Sani, mengonfirmasi bahwa jajarannya telah mendata 20 lokasi lapangan padel berizin yang beroperasi aktif.

“Dari hasil pertemuan dan pendataan, 14 diantaranya, tempat padel ini sudah kami tetapkan sebagai wajib pajak. Sementara 6 tempat lainnya masih dalam proses pendaftaran dan penetapan,” ungkap Dede Irfan Sani, Selasa (18/8/2026).

Bapenda Luruskan Kesalahpahaman Pengusaha Terkait Pajak 10 Persen

Dede membeberkan bahwa para pengelola padel melontarkan berbagai alasan saat petugas mendatangi lokasi. Pengusaha sering berdalih bangunan belum selesai 100 persen hingga belum mengantongi keuntungan.

“Mereka itu sebenarnya usaha Padelnya sudah beroperasi, namun sangat di sayangkan masih rendah kesadaran pengusaha untuk membayar kewajiban pajak dari aktivasi usaha yang mereka lakukan,” ujarnya.

Dede menegaskan bahwa pemerintah tidak memungut pajak dari keuntungan pribadi pemilik usaha. Pemerintah menerapkan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 10 persen yang berasal dari pembayaran konsumen atau penyewa lapangan.

“Pemerintah tidak menarik pajak dari untung rugi usaha. Yang kami pungut 10 persen dari pembayaran konsumen. Jadi tugas pengusaha hanya menyisihkan dari biaya yang dibayarkan pelanggan Padel untuk dibayarkan pajak 10 persen,” paparnya.

Dede menyayangkan masih banyak pemilik usaha mengira uang pajak berasal dari kantong pribadi mereka. Padahal pengelola hanya bertindak menyetorkan uang konsumen kepada negara.

“Masih banyak pengusaha yang enggan membayar pajak karena, mereka menyangka uang pajak itu dari kantong pribadinya, padahal itu uang yang sudah dibayarkan konsumen Padel, ini terus kami lakukan edukasi, agar para pengusaha Padel bisa lebih memahami dan mengerti terkait pajak yang pemerintah pungut dari aktivitas usahanya,” ucap Dede.

Ancam Denda, Bapenda Patok Batas Waktu Akhir September 2026

Bapenda memberikan tenggat waktu penyetoran pajak hingga akhir September 2026. Pihaknya akan melancarkan penagihan susulan serta menerapkan sanksi denda keterlambatan bagi pengelola yang mangkir.

Ia mengingatkan bahwa pajak dari pelaku usaha mengalir langsung untuk membiayai pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, serta pendidikan masyarakat.

“Pajak yang diperoleh pemerintah dari masyarakat dan pengusaha itu, merupakan pendapatan asli daerah pajak, dan menjadi sumber utama untuk pembiayaan pembangunan, mulai dari infrastruktur, kesehatan, hingga pendidikan, jadi ini kembali ke masyarakat dan dirasakan kembali manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Pemerintah kota mendukung penuh pertumbuhan dunia usaha padel. Namun, para pelaku usaha wajib menyimbangi pertumbuhan tersebut dengan kepatuhan membayar pajak.

“Kami tidak ingin menghambat dunia usaha Padel, melainkan terus mendorong dunia usaha di Kota Tasikmalaya terus tumbuh dan berkembang. Tapi pertumbuhan itu juga harus diimbangi dengan kepatuhan membayar kewajiban pajak. Kalau semua pengusaha taat bayar pajak, PAD akan meningkat, pembangunan Kota Tasikmalaya pun juga ikut maju dan berkembang untuk kesejahteraan masyarakatnya,” terangnya.

Siapkan Pendampingan Teknis Pelaporan Pajak

Bapenda siap memberikan pendampingan teknis meliputi tata cara penghitungan, pelaporan, hingga mekanisme penyetoran resmi agar pengelola tidak menemui kendala.

“Dalam fungsinya, kami di Bapenda juga telah memberikan pendampingan teknis bagi para wajib pajak, mulai dari cara menghitung pajak, pelaporan, hingga mekanisme penyetoran melalui kanal resmi pemerintah daerah,” paparnya.

Dede mengimbau para pengusaha agar tertib sejak awal tanpa harus menunggu surat teguran dari pemerintah.

“Jangan sampai ada teguran baru mau bayar pajaknya, lebih baik tertib dari awal. Kami siap bantu, jangan sampai ada denda atau sanksi karena telat lapor,” pesannya.

Melalui pendekatan ini, Bapenda menargetkan seluruh lapangan padel di Kota Tasikmalaya terdaftar secara resmi dan taat menyetor pajak sebelum penutupan tahun anggaran.

(Seda)

SAGC Ciamis dan Smansa Siapkan Atlet Menuju SAC 9 Tangerang

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Atlet SAGC Ciamis latihan di Stadion Atletik Prabu Linggabuana Ciamis, Selasa (18/08/2026).

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sekolah Atletik Galuh Ciamis (SAGC) Kabupaten Ciamis bersama SMAN 1 Ciamis (Smansa) terus mematangkan persiapan para atlet jelang Sirkuit Atletik 9 Championship (SAC 9) Kabupaten Tangerang.

Pihak pelatih menyiapkan sebanyak 17 atlet pelajar untuk bersaing dalam kejuaraan yang mengambil tempat di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, pada 29 Agustus 2026 mendatang.

Baca Juga: FORKI Jabar Kirim 4 Atlet ke Kejuaraan Internasional di Philipina

Ajang ini memberi ruang bagi atlet muda Ciamis untuk mengasah kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding pada level yang lebih luas.

CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Persiapan para atlet SAGC Ciamis jelang Sirkuit Atletik 9 Championship (SAC 9) Kabupaten Tangerang

Daftar Atlet Pelajar Ciamis yang Siap Berlaga

Para atlet yang memperkuat SAGC Ciamis berasal dari berbagai jenjang sekolah. Alea Al Dzafirah Kurniawan mewakili MI Ciwahangan, sedangkan Assad Khaizan Al-Ghifary memperkuat dari MI Al Mu’minin.

Selanjutnya, Naufal Afkar Nurfikri dan Salwa Desira Rahayu berasal dari SDN 1 Cijeungjing, serta Muhammad Fawwaz Mahafir Rizki Al Aziz mengukir nama dari MI Bojonghuni.

Barisan atlet juga mencakup Kaisa Marhamah Sajiha dari SDN 2 Ciharalang, Salsabila Fauziyyah Shavira Anjani dari MIS Ciharalang, serta Kenisha Ahza Putri Kusnadi dari SMPN 4 Ciamis. Sejumlah atlet berbakat dari SMAN 1 Ciamis dan SMAN 2 Ciharalang turut melengkapi jajaran skuad utama.

Fokus Latihan SAGC: Pertajam Kecepatan dan Mental Bertanding

Kepala Sekolah Atletik Galuh Ciamis, Sri Maryati, mengonfirmasi bahwa jajarannya menggelar latihan rutin secara intensif. Porsi latihan berfokus pada peningkatan teknik, kecepatan, daya tahan, hingga kesiapan mental para atlet.

Sri menegaskan bahwa keikutsertaan dalam SAC 9 Tangerang tidak melulu soal mengejar trofi kemenangan. Kompetisi ini menjadi sarana mengukur kemampuan anak didik saat menghadapi pesaing dari daerah lain.

“Persiapan terus kami lakukan agar anak-anak bisa tampil maksimal. Yang terpertama mereka mendapatkan pengalaman dan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujar Sri saat memantau atlet latihan di Stadion Atletik Prabu Linggabuana Ciamis, Selasa (18/8/2026).

Dukungan Penuh Sekolah dan Orang Tua Pacu Semangat Atlet

Dukungan serupa mengalir dari Pembina Atletik SMAN 1 Ciamis, Vila Elin Rusliani. Ia menyebut SAC 9 sebagai momentum krusial bagi para pelajar untuk menguji efektivitas program latihan bulanan mereka.

Tim pelatih merancang persiapan secara bertahap sesuai kondisi fisik tiap atlet. Sinergi antara sekolah, pembina, pelatih, dan orang tua memicu rasa percaya diri serta menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan.

“Kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan. Kami berharap mereka bisa tampil optimal dan memperoleh pengalaman berharga dari kompetisi tersebut,” kata Vila.

Melalui kolaborasi erat SAGC dan Smansa, para atlet Ciamis berpeluang memanen hasil manis di SAC 9 Tangerang sekaligus mematangkan modal bertanding untuk kejuaraan mendatang.

(Mia)

Unik! Juara Sepak Bola HUT RI di Tasikmalaya Dapat Domba Hidup, Kades Jual Pete untuk Hadiah

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Keterangan foto Tim dusun Cibentang berhasil menjadi juara turnamen sepakbola antar kampung dan berhasil membawa pulang seekor domba.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia selalu menghadirkan keunikan tersendiri di berbagai daerah. Warga Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya merayakan hari kemerdekaan melalui turnamen sepak bola antar-dusun berhadiah domba hidup.

Atmosfer perayaan HUT RI ke-81 tahun ini berlangsung sangat meriah. Pertandingan lapangan hijau menyajikan drama sengit sekaligus menghadirkan kisah unik di balik ketersediaan hadiah utamanya.

Baca Juga: Sabet Galunggung Award 2026, Dicky Candra Tegas Menolak Istilah ‘Budaya Korupsi’ di Tasikmalaya

Duel Klasik Cibentang vs Cintabodas Membakar Tensi Lapangan

Partai puncak turnamen sepak bola antar-dusun mempertemukan dua rival abadi, yaitu Dusun Cibentang melawan Dusun Cintabodas (CBO), Selasa, (18/8/2026)

Kedua tim menerapkan permainan ngotot sejak awal babak pertama demi menjaga harga diri dusun masing-masing. Pertahanan kokoh dari kedua kubu membuat babak pertama berakhir dengan skor imbang 0-0.

Dua Gol Cepat Babak Kedua Kunci Kemenangan Cibentang

Kebuntuan akhirnya pecah pada babak kedua. Pemain Cibentang mencetak gol pembuka melalui eksekusi tendangan bebas terukur yang memanfaatkan celah dari pelanggaran lawan.

Tim CBO langsung menaikkan tempo permainan secara drastis untuk menyamakan kedudukan. Namun, serangan balik cepat dari Cibentang justru membobol kembali gawang CBO sebanyak dua kali menjelang akhir laga. Skor telak 3-0 mengantar Dusun Cibentang meraih gelar Juara Pertama.

Aksi Kades Cintabodas Jual Pete Demi Borong Hadiah Domba

Kemenangan ini membuat skuad Cibentang berhak membawa pulang hadiah utama berupa seekor domba hidup atau tradisi warga menyebutnya nungtun domba.

Pelatih Tim Cibentang, Latif (Pimong), menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya mempertahankan konsistensi juara.

“Alhamdulillah untuk HUT Kemerdekaan RI tahun ini Tim Sepak Bola Cibentang melenggang lolos menjadi juara pertama,” ujar Latif.

Kategori anak Madrasah Diniyah (MD) juga melahirkan juara baru. MD Citomas menyusul keberhasilan Cibentang membawa pulang domba usai memenangi adu penalti 3-1 atas CBO.

Kepala Desa Cintabodas, Cecep Gunawan, menjadi sosok penting di balik penyediaan hadiah unik ini. Cecep mendanai seluruh pembelian domba menggunakan uang pribadinya.

Cecep mengungkapkan asal-usul dana hadiah tersebut sambil melempar gurauan yang memicu gelak tawa warga.

“HUT Kemerdekaan RI ke-81 ini, Tim Sepak Bola Dusun Cibentang dan Tim Madrasah Diniyah Citomas pulang nungtun domba. Alhamdulillah pakai uang sendiri, hasil dari menjual pete!” kata Cecep.

Kemeriahan derby Desa Cintabodas ini membuktikan bahwa semangat sportivitas dan kebersamaan menjadi esensi utama warga dalam merayakan hari kemerdekaan.

(Abdul Latif)

Respons Laporan Warga, Tim DLH Bandung Turun Tangan Obati 10 Pohon Rusak Pakai Antracol dan Ijuk

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung Tengah Melakukan Perawatan 10 Pohon Yang Dikuliti di Jalan Pahlawan Kota Bandung Selasa (18/8/2026). (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menemukan sekitar 10 pohon di Jalan Pahlawan mengalami pengerikan dan pengelupasan kulit batang.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, mengonfirmasi bahwa temuan tersebut berasal dari laporan masyarakat serta unggahan di media sosial. Tim DLH bergerak cepat ke lokasi dan memastikan adanya tindakan pengelupasan kulit pohon tersebut.

Baca Juga: Sampah Organik Menumpuk hingga 3 Ton, Warga Pakemitan Bandung Minta Prosignal Kembali Beroperasi

“Dari laporan itu, ada indikasi tindakan yang mengarah pada perusakan terhadap pohon. Kami melakukan pengecekan langsung dan ternyata memang benar ditemukan tindakan tersebut,” kata Darto saat meninjau lokasi, Selasa (18/8/2026).

Mitos Perawatan yang Justru Membahayakan Pohon

Darto menilai pelaku kemungkinan berniat merawat pohon dengan cara melakukan pengerikan. Namun, langkah keliru ini justru mengancam kelangsungan hidup dan pertumbuhan tanaman.

“Kalau dilihat, mungkin pelakunya bermaksud melakukan pengerikan dengan tujuan merawat pohon. Namun, setelah kami periksa, tindakan tersebut bukan merupakan bentuk perawatan. Justru tindakan itu dapat membahayakan dan berpotensi menyebabkan pohon mati,” katanya.

Ia membeberkan bahwa pengelupasan seluruh lapisan kulit memutus jaringan kambium. Hal ini menghambat aliran nutrisi sehingga memicu kerusakan bertahap hingga pohon berisiko tumbang.

“Seluruh lapisan kulit pohon dipotong sehingga bagian kambium tidak dapat tersambung dengan baik. Kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan pohon,” jelasnya.

DLH Oleskan Antracol dan Balut Pohon dengan Ijuk

Guna menyembuhkan luka pada tanaman, tim DLH langsung memberikan perawatan darurat pada 10 pohon tersebut. Petugas menyemprotkan zat aktif untuk mencegah jamur sekaligus merangsang pembentukan jaringan baru.

Petugas juga mengoleskan fungisida Antracol agar jamur tidak membunuh jaringan kayu yang terbuka.

“Kami juga mengoleskan Antracol untuk mencegah pertumbuhan jamur. Jamur pada tanaman dapat berkembang pada bagian pohon yang terluka dan berpotensi memperparah kondisi hingga menyebabkan pohon mati,” ungkapnya.

Setelah memberikan cairan penanganan, petugas menutup batang pohon yang terluka menggunakan karung dan mengikatnya erat memakai tali ijuk aren.

“Hari ini ada 10 pohon yang kami lakukan perawatan. Mudah-mudahan perawatan ini bisa kami lakukan secara intensif selama minimal tiga bulan,” ujarnya.

Himbauan DLH kepada Masyarakat Kota Bandung

Darto menegaskan bahwa temuan kasus pengerikan kulit pohon ini baru terjadi di kawasan Jalan Pahlawan. Ia meminta warga tidak lagi mempraktekkan cara pengerikan yang salah.

“Sejauh ini kami menemukan kasus tersebut di Jalan Pahlawan. Harapannya, kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di tempat lain,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat agar segera menghubungi DLH apabila menemukan oknum yang merusak atau menguliti pohon di area publik.

“Kalau masyarakat masih menemukan kejadian serupa, kami mohon segera diinformasikan kepada kami agar kami bisa melakukan tindakan penanganan seperti yang dilakukan hari ini,” katanya.

Darto mengingatkan bahwa pengerikan ekstrem dapat mengeringkan batang hingga akhirnya memicu pohon roboh ke jalan raya.

“Kalau tindakan seperti itu dilakukan, indikasinya pohon bisa lama-kelamaan mengering dan kemudian tumbang. Karena itu kami segera melakukan penanganan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Harga Tomat dan Bawang Merah Naik di Pasar Galuh Kawali Ciamis, Ini Penyebabnya

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Tomat dan Bawang Merah yang mengalami kenaikan harga nya

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sejumlah pedagang di Pasar Galuh Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menaikkan harga jual tomat merah dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga ini tidak hanya melanda tomat merah, tetapi juga berdampak langsung pada harga tomat hijau.

Baca Juga: Tak Pernah Kering Meski di Ketinggian, Mata Air Cikahuripan Jadi Daya Tarik Tersembunyi Ciamis

Selain tomat, harga bawang merah turut merangkak naik menembus angka Rp 40.000 per kilogram. Sebelumnya, pedagang hanya menjual bawang merah pada kisaran Rp 35.000 per kilogram.

Kenaikan harga dua komoditas utama tersebut lalu memicu kenaikan harga wortel impor di pasaran.

Sementara itu, harga cabai merah lokal masih menempati posisi tertinggi. Pedagang belum menaikkan atau menurunkan harga komoditas ini, melainkan membiarkannya tetap bertengger pada level Rp 120.000 per kilogram.

Musim Kemarau Pangkas Hasil Panen Petani

Kepala UPTD Pasar Galuh Kawali, Dana Sudiana, membeberkan pemicu utama lonjakan harga komoditas sayuran ini. Musim kemarau yang melanda wilayah penghasil memicu gangguan serius pada produksi tanaman petani.

“Dugaan penyebab kenaikan harga Tomat dan Bawang merah itu karena hasil panen petani terganggu musim kemarau yang melanda beberapa waktu ini,” kata Dana Sudiana, Selasa (18/8/2026).

Dana menjelaskan bahwa pasokan air yang minim menurunkan volume hasil panen secara signifikan. Jumlah produksi petani menyusut drastis jika membandingkannya dengan periode panen terdahulu.

“Menurut para pedagang komoditas itu agak sulit didapatkan sehingga berdampak pada harga pembelian, dari petani nya,” ucapnya.

Marak Hajatan Bulan Maulud Pacu Kebutuhan Pasar

Dana menambahkan bahwa kelangkaan stok dari tingkat petani berbenturan dengan lonjakan permintaan pembeli di pasar. Masyarakat lokal memasuki bulan Maulud yang identik dengan beragam pesta hajatan, seperti pernikahan dan sunatan.

“Bisanya pada Bulan Maulud ini banyak warga yang mengadakan hajatan sehingga permintaan barang tinggi sedangkan stok barang di pasar berkurang itu pasti hukum pasar berlaku,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Sabet Galunggung Award 2026, Dicky Candra Tegas Menolak Istilah ‘Budaya Korupsi’ di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Dicky Candra menerima penghargaan Galunggung Award 2026

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di kawasan Geopark Batu Ampar, Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (18/8/2026), menghadirkan momen penting bagi tata kelola pemerintahan daerah.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Candra Negara, sukses menyabet penghargaan bergengsi Galunggung Award 2026 dari Majelis Adat Sunda. Pihak Majelis Adat memberikan penghargaan tersebut atas komitmen kuat Dicky dalam menjaga nilai-nilai kebudayaan dan integritas moral.

Baca Juga: Batu Mahpar Tasikmalaya Jadi Panggung Kemerdekaan Bernuansa Sunda

Ketua Majelis Adat Sunda Jawa Barat, Abah Anton Charliyan, menyerahkan langsung penghargaan prestisius tersebut. Ratusan penggiat budaya se-Bumi Pasundan menghadiri upacara tradisi tahunan ini dengan mengenakan pakaian adat lengkap.

Menolak Keras Istilah “Budaya Korupsi”

Saat bertindak sebagai inspektur upacara, Iamenyampaikan pidato yang sarat makna di hadapan para pejabat dan masyarakat. Ia melontarkan pernyataan tajam guna meluruskan istilah keliru yang sering beredar di tengah publik.

Ia secara tegas menolak penyematan kata “budaya” pada tindak pidana korupsi. Ia meminta seluruh elemen masyarakat agar tidak menormalisasi tindakan tercela tersebut dengan dalih apa pun.

“Korupsi itu bukan budaya. Itu perilaku buruk yang harus kita lawan bersama. Jangan sampai kita menormalkan hal yang salah dengan menyebutnya budaya,” ujar Diky di hadapan ratusan peserta upacara.

Para budayawan yang hadir menyambut pidato tersebut dengan gemuruh tepuk tangan. Momen ini menegaskan bahwa penguatan karakter berbasis kearifan lokal menjadi benteng utama untuk mencegah praktik penyimpangan kekuasaan.

Jejak Sejarah 18 Agustus dan Pesan Moral Abah Anton

Pada kesempatan yang sama, Abah Anton Charliyan mengungkapkan alasan historis di balik pemilihan tanggal 18 Agustus sebagai waktu pelaksanaan upacara. Catatan sejarah menunjukkan bahwa warga menyelenggarakan upacara peringatan kemerdekaan RI pertama kali sehari setelah proklamasi di Manonjaya, Tasikmalaya.

Majelis Adat menghidupkan kembali tradisi ini untuk mengingatkan generasi muda mengenai peran penting Tasikmalaya pada awal sejarah kemerdekaan Indonesia.

Abah Anton juga menegaskan bahwa kemajuan suatu peradaban memerlukan akar budaya yang kuat. Kemudian ia mencontohkan negara-negara maju seperti Swiss, Finlandia, Inggris, dan Jerman yang terus menjunjung tinggi wawasan budaya dalam pembangunan nasional mereka.

“Bangsa yang melupakan budayanya, akan menuju kehancuran,” pungkas Abah Anton.

Melalui apresiasi Galunggung Award 2026 ini, harapannya kepemimpinan Diky Candra mampu terus menjadi motor penggerak inspiratif bagi generasi muda untuk melestarikan nilai-nilai luhur Sunda yang berintegritas.

(Abdul Latif)

130 Tukik Berlari Menuju Laut di Legok Jawa Pangandaran, Ada Pesan Penting untuk Generasi Muda

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Pelepasliaran tukik di Pantai Legok Jawa Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Langkah nyata menjaga kelestarian laut kembali berlangsung di pesisir selatan Jawa Barat. Pihak terkait melepasliarkan sebanyak 130 ekor tukik atau anak penyu di kawasan Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menyasar penyelamatan populasi penyu di perairan Pangandaran. Panitia penyelenggara sekaligus memanfaatkan momen ini sebagai sarana edukasi bagi siswa sekolah guna menanamkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan ekosistem laut.

Baca Juga: Pria Curi Gelang Emas Milik Seorang Nenek Diciduk Polres Pangandaran

Anggota Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pangandaran, Hadiat Kelsaba, menekankan pentingnya memberikan edukasi konservasi kepada anak-anak sejak usia dini.

Menurut Hadiat, manusia memikul tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

“Untuk mengedukasi anak sekolah, salah satunya beribadah kepada Yang Kuasa. Bukan hanya hablum minallah, tapi termasuk juga hablum minal alam,” kata Hadiat.

Peran Vital Penyu untuk Ekosistem Laut dan Pariwisata

Hadiat memaparkan bahwa penyu memegang peran sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Salah satu fungsi utamanya yakni menekan populasi ubur-ubur agar tetap seimbang.

Selain itu, kehadiran penyu memperkaya keanekaragaman hayati di sepanjang perairan Pangandaran.

“Supaya keberadaan penyu di wilayah perairan Pangandaran terjaga. Di mana penyu itu sangat penting dalam ekosistem laut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kelestarian penyu turut memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata daerah. Keanekaragaman hayati yang terjaga mampu menyedot perhatian para wisatawan untuk berkunjung ke Pangandaran.

Alasan BKSDA Memilih Kawasan Legok Jawa

BKSDA Pangandaran memilih pantai Legok Jawa sebagai titik pelepasliaran bukan tanpa alasan. Kawasan ini masih tergolong asri dan minim gangguan dari aktivitas manusia.

“Kawasan Legok Jawa belum terlalu dipengaruhi hiruk-pikuk aktivitas nelayan maupun wisatawan. Kondisi tersebut mendukung keberadaan penyu di kawasan tersebut,” katanya.

Di samping faktor alam yang mendukung, warga lokal Legok Jawa juga membentuk kelompok masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perlindungan penyu.

“Mengingat untuk Legok Jawa itu masih terjaga dari mulai hiruk-pikuk nelayan, aktivitas wisatawan. Dan kebetulan di sana ada kelompok yang peduli terhadap binatang penyu tersebut,” ujar Hadiat.

Hadiat mengingatkan bahwa penyu merupakan salah satu jenis satwa purba yang masih mampu bertahan hidup hingga saat ini di wilayah perairan Pangandaran.

“Dan penyu pun salah satu binatang purba yang masih terdapat di wilayah Pangandaran,” pungkasnya.

(Sajidin)