spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 207

Penuh Semangat, Training Center Tarung Derajat Satlat Dokar Kota Tasikmalaya

0
tarung derajat satlat dokar tasikmalaya@fokusjabar.id
Para anggota Tarung Derajat Satlat Dokar Kota Tasikmalaya sedang diberi pengarahan oleh pelatih saat training center.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Anggota Tarung Derajat Satuan Latihan (Satlat) Dokar Kota Tasikmalaya begitu penuh semangan dan antusias mengikuti kegiatan training center.

Training center tersebut di ikuti oleh para anggota Tarung Derajat Satlat Dokar Kota Tasikmalaya. Yaitu bagi calon petarung yang akan akan berlaga di kejuaraan.

“Bagi para calon petarung memang di sarankan untuk mengikuti training center. Latihan khusus yang di selenggarakan seminggu dua kali,” ungkap Pelatih Tarung Derajat Satlat Dokar Kota Tasikmalaya, Kang Warjo, Minggu (1/2/2026).

Baca Juga: Alun-alun Kota Tasikmalaya Area Favorit Masyarakat Yang Butuh Perhatian

Tujuan dari training center, lanjutnya, supaya para calon petarung dari Satlat Dokar Kota Tasikmalaya. Semakin mempersiapkan diri ketika nanti ada kejuaraan.

“Jadi anggota Tarung Derajat Satlat Dokar, biar lebih mengetahui secara mendalam terkait teknik-teknik petarung. Intinya terus belajar dan belajar terus,” tuturnya.

Kedisipinan dan olah fisik, Kang Warjo menegaskan, tentu menjadi bagian dari training center. Yang di ikuti oleh para calon petarung dari Satlat Dokar Kota Tasikmalaya.

“Semoga Satlat Dokar selalu melahirkan atlet-atlet berbakat dalam olahraga bela diri Tarung Derajat,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, anggota Tarung Derajat Satlat Dokar selalu di ajarkan. Untuk mampu menguasai diri, berprilaku baik, sopan dan sombong terhadap siapa saja.

Baca Juga: Peringatan! Jangan Buang Sampah Disini Banyak Pocong

“Tarung Derajat selalu mengajarkan kepada semua petarung untuk berprilaku sopan, baik dan tidak menyombongkan diri,” jelasnya.

Dengan motto Tarung Derajat aku ramah bukan berarti takut. Aku tunduk bukan berarti takluk. Maka dari itu, kata Kang Warjo, seluruh anggota harus berpegang terguh terhadap semboyan tersebut.

“Anggota Tarung Derajat harus menjadi pribadi mandiri yang melahirkan prestasi. Dan pesan Sang Guru (Achmad Drajat-red) harus jadi motivasi yaitu jadikanlah dirimu oleh diri sendiri,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Milomir Seslija: 3 Hal yang jadi Kekuatan Persib Bandung

0
Milomir Seslija fokusjabar.id
Milomir Seslija (foto: web)

SURAKARTA, FOKUSJabar.id: Juru racik Persis Solo, Milomir Seslija (Milo) mengaku kecewa dengan hasil laga timnya melawan Persib Bandung pada pekan ke-19 Super League di Stadion Manahan Surakarta Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (31/1/2026).

Menurut Milomir Seslija, tak bermain maksimal. Terutama di babak pertama.

BACA JUGA:

Persib Badung Menang vs Persis, Hodak: Pertandingan Sulit

Dia mengatakan, Persib Bandung the best dalam tiga perkara utama bermain sepakbola.

“Laga kemarin memang sulit. Kami melawan tim terbaik di liga dalam urusan fisik, taktikal dan pengalaman,” kata Milo.

Dia menjelaskan, pola permainan timnya tidak cukup baik di 45 menit pertama. Banyak transisi atau alur bola yang tidak mengalir dengan baik. Padahal dia sudah banyak memberikan program latihan bagaimana aliran bola antar lini bisa efektif.

Pada jeda babak pertama, dia juga sudah mengingatkan kepada anakasuhnya agar bermain lebih menekan.

Namun, dia menyayangkan tak ada gol tercipta meski permainan lebih baik di babak 45 menit kedua.

BACA JUGA:

Cetak Gol dan Bawa Persib Menang atas Persis, Ini Kata Andrew Jung

“Babak kedua permainan tim sudah banyak berubah. Jauh lebih baik, tetapi saya tak mau beralasan seperti ini. Saya mengapresiasi perjuangan pemain meski sangat disayangkan tidak menciptakan gol,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Persib Bandung meraih kemenangan dengan skor 1-0 atas Persis Solo.

Gol tunggal kemenangan Persib dicetak melalui sundulan Andrew Jung menit 39.

Pelatih Persib, Bojan Hodak mengatakan, tidak mudah bagi pasukannya meraih kemenangan pada pertandingan tandang tersebut.

Pasalnya, sesuai dengan prediksinya, Persis bermain apik dan sama sekali tidak memperlihatkan sebagai tim yang berada di papan bawah. Hal itu, tak lepas dari perubahan komposisi tim.

Dengan demikian, kemenangan dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan tandang kompetisi Super League 2025/2026 patut untuk disyukuri.

“Pertandingan yang sulit. Mereka jauh lebih tangguh dari sebelumnya karena seperti yang saya katakan,” kata Bojan Hodak.

“Mereka punya pelatih baru, mereka mendatangkan pemain asing baru, dan mereka cukup bagus, jauh lebih baik dari sebelumnya,” Dia menambahkan.

(Bambang Fouristian)

Peringatan! Jangan Buang Sampah Disini Banyak Pocong

0
jangan buang sampah@fokusjabar.id
Papan peringatan jangan buang sampah disini, di salah satu jalan Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Nampak peringatan dengan bahasa Sunda “Ulah Miceun Runtah Didieu Loba Pocong” terpasang di pinggir jalan Desa Manggungjaya, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Peringatan yang di tulis di papan kecil tersebut, sontak menjadi pusat perhatian bagi semua pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.

Ulah miceun runtah didieu loba pocong merupakan bahasa sunda yang artinya jangan membuang sampah di sini banyak pocong.

Baca Juga: Alun-alun Kota Tasikmalaya Area Favorit Masyarakat Yang Butuh Perhatian

Maksud dari peringatan tersebut adalah himbauan kepada masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan ke area sungai.

Karena papan peringatan terpasang tepat di atas jembatan sungai. Mungkin di khawatirkan jika sampah menumpuk terjadinya sumbatan yang mengakibatkan banjir.

“Memang awalnya papan peringatan itu jadi pusat perhatian bagi warga yang melintas. Karena jalan tersebut sebagai jalur pintas jadi banyak orang yang menggunakan,” ungkap Sulis warga Desa Rajapolah, Minggu (1/2/2026).

Seperti yang melakukan aktivitas berolahraga lari atau joging, lanjut dia, pasti menggunakan jalan alternatif tersebut yang jadi jalur penghubung antara dua Kabupaten yaitu Tasikmalaya dan Ciamis.

Baca Juga: Antara Perahu dan Panorama Situ Gede Kota Tasikmalaya

“Jadi jalur alternatif karena perbatasan Tasikmalaya dan Ciamis. Tepatnya Kecamatan Rajapolah dengan Kecamatan Cihaurbeuti,” tuturnya.

Namun, kata dia, papan peringatan yang di pasang di pinggir jalan tersebut, kini sudah tidak terlihat lagi.

“Sekarang kalau lewat ke jalan sana, sudah tidak nampak lagi papan peringatan tersebut. Bahasanya memang sedikit angker, tapi sebetulnya bagus sih demi kebersihan,” pungkasnya.

(Nanang Yudi)

Desa Mekarjaya Jadi Pelopor Koperasi Desa Merah Putih di Garut

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Kadiskop UKM) Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (31/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Upaya memperkuat ekonomi desa di Kabupaten Garut memasuki fase baru. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra Siswara Gumilang, menghadiri langsung peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Mekarjaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Sabtu (31/1/2026).

Desa Mekarjaya mencatat sejarah sebagai desa pertama di Garut yang menggelar seremoni resmi pembangunan KDMP. Langkah ini menandai komitmen pemerintah desa dalam mendukung program strategis nasional untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah.

Baca Juga: Sinkronkan Program Pusat dan Daerah, Bupati Garut Tinjau Jalan Garut Selatan

Hendra menegaskan, pemerintah pusat menggulirkan program KDMP atas arahan langsung Presiden dan Wakil Presiden RI sebagai strategi memperkokoh fondasi ekonomi kerakyatan.

“Pembangunan di Desa Mekarjaya ini merupakan KDMP ke-96. Program ini bersifat strategis nasional dan membutuhkan dukungan penuh seluruh elemen masyarakat,” kata Hendra.

Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan pembentukan 442 unit KDMP di seluruh wilayah. Hingga saat ini, 90 unit telah memasuki tahap pembangunan fisik dan terus bertambah secara bertahap.

Hendra menjelaskan, KDMP tidak hanya berfungsi sebagai kantor koperasi, melainkan sebagai pusat layanan terpadu desa. Koperasi ini akan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui berbagai fasilitas, mulai dari gerai sembako, gudang hasil pertanian, layanan kesehatan, hingga pusat manajemen koperasi.

“Kami ingin seluruh aktivitas ekonomi desa terintegrasi dalam KDMP sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Mekarjaya Asep Setiawan menyambut antusias pembangunan tersebut. Ia menilai KDMP membuka peluang besar bagi desa untuk mengoptimalkan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Kami akan mengarahkan operasional koperasi ke sektor pertanian dan peternakan, karena dua sektor itu menjadi kekuatan utama Desa Mekarjaya,” ungkap Asep.

Ia berharap kehadiran KDMP mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi warga sekaligus membuka lapangan kerja baru. Selain itu, pembangunan ini harapannya memicu desa-desa lain di Kabupaten Garut untuk segera merealisasikan KDMP. Untuk menjadi motor penggerak ekonomi berbasis gotong royong.

(Y.A. Supianto)

Papi Cafe dan Resto Hadirkan Sensasi Nongkrong Elegan di Rooftop Pangandaran

0
Poto: Suasana di Papi Cafe dan Resto Grand Palma Pangandaran by Horison (Istimewa). Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana di Papi Cafe dan Resto Grand Palma Pangandaran by Horison (Istimewa).

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Papi Cafe dan Resto menghadirkan pengalaman bersantai dengan suasana berbeda di rooftop Grand Palma Pangandaran by Horison. Dari ketinggian, pengunjung dapat menikmati ragam minuman dan sajian ringan sambil merasakan atmosfer santai yang berpadu dengan sentuhan elegan.

Tak sekadar menawarkan pemandangan, Papi Cafe dan Resto juga menyuguhkan beragam pilihan minuman berkualitas. Konsep yang diusung cocok bagi penikmat kopi, teh, hingga minuman segar yang ingin bersantai dengan nuansa berkelas.

Baca Juga: Tak Pernah Kering Sejak 1926, Sumur Tua di Pangandaran Sarat Misteri

Cluster GM Hotel Grand Palma Pangandaran by Horison, Raden Angga, menjelaskan bahwa menu minuman di Papi Cafe dan Resto tersusun lengkap untuk memenuhi selera pengunjung.

“Kami menyediakan berbagai pilihan, mulai dari kopi, teh, hingga minuman racikan khusus,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).

Untuk pecinta kopi, Papi Café dan Resto menyajikan espresso based seperti Espresso, Americano, Macchiato, Cappuccino, Café Latte, Affogato, Mochaccino, hingga aneka flavour coffee. Pilihan manual brew juga tersedia, di antaranya Vietnam drip, V60, kopi tubruk, kopi rempah, dan kopi susu kita.

Bagi penikmat teh, tersedia artisan tea, regular tea, dan flavour tea. Selain itu, Papi Cafe dan Resto juga menghadirkan beragam coffee dan tea based mocktail seperti Triple Kill, Stay Up, Summer Coffee, Orange Coffee, hingga kreasi Matcha dan Thai Tea dengan berbagai perpaduan rasa.

Papi Café dan Resto Pangandaran Juga Menyajikan Aneka Appetizer

Menu fruit based mocktail turut melengkapi pilihan, mulai dari Sunset Vibe, Seaside, Virgin Pina Colada, Virgin Mojito, hingga Strawberry Peach. Pengunjung juga dapat memilih minuman mineral, soft drink, aneka wedhang tradisional, milk based seperti cokelat dan taro, serta fresh juice yang menyesuaikan ketersediaan buah.

Tak hanya minuman, Papi Cafe dan Resto menyajikan aneka appetizer untuk menemani waktu bersantai. Beberapa menu yang tersedia antara lain Avocado Prawn Salad, asinan buah, muesli bowl, Thai beef salad, BBQ chicken wings, mix platter, fried cassava, dan chicken karaage.

Raden menegaskan, Papi Cafe dan Resto terbuka untuk umum. Pengunjung tidak harus menginap di hotel untuk menikmati suasana rooftop tersebut.

“Kami buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 23.00 WIB. Kami juga menghadirkan live music setiap Sabtu malam dan Minggu malam untuk menambah kehangatan suasana,” pungkasnya.

(Sajidin)

Lapangan Ambrol, SDN 3 Tanjungsukur Ciamis Terancam Longsor

0
CIAMIS,FOKUSJabar.id
Ketpot: Lapangan olahraga SDN 3 Tanjungsukur Kecamatan Rajadesa Ciamis yang ambrol

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Tanjungsukur di Desa Tanjungsukur, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, berada dalam kondisi rawan longsor. Ancaman ini muncul setelah bagian bawah lapangan olahraga sekolah terus tergerus aliran air.

Air dari saluran yang meluap akibat tumpukan sampah mengikis struktur tanah penyangga lapangan. Kondisi tersebut berpotensi memicu ambrolnya lapangan secara menyeluruh dan mengancam bangunan sekolah serta rumah warga yang berada di bawahnya.

Baca Juga: Dari Rumah Sempit Hingga Sudut Kota, Menteri LH Sidak Pengelolaan Sampah di Ciamis

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa peristiwa longsor pada sebagian lapangan olahraga terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Desa Tanjungsukur beberapa hari lalu.

“Hujan deras disertai angin kencang memicu longsornya sebagian lapangan olahraga SDN 3 Tanjungsukur,” ujar Ani, Minggu (1/2/2026).

Selain longsor di area sekolah, BPBD Ciamis juga mencatat dampak bencana lain di Desa Tanjungsukur. Angin kencang merobohkan sejumlah pohon hingga menimpa rumah warga, sementara sebagian genting atap rumah beterbangan tersapu angin.

“Bencana yang terjadi tidak hanya longsor, tetapi juga pohon tumbang dan kerusakan atap rumah warga,” kata Ani.

Hujan deras dan angin kencang tersebut berdampak pada beberapa dusun di Desa Tanjungsukur, di antaranya Dusun Sukajaya dan Dusun Karoya. Tiga rumah warga tercatat mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut.

Tidak hanya Kecamatan Rajadesa, cuaca ekstrem juga melanda wilayah Kecamatan Cipaku. BPBD mencatat kejadian pohon tumbang di tanjakan Alinayin serta di Desa Pusakasari yang sempat mengganggu aktivitas warga.

BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan longsor dan kawasan dengan saluran air yang berpotensi tersumbat, guna mencegah dampak bencana yang lebih besar.

(Husen Maharaja)

Tak Pernah Kering Sejak 1926, Sumur Tua di Pangandaran Sarat Misteri

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Penampakan sumur tua di wilayah desa Paledah kabupaten Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Sebuah sumur tua di Dusun Neglasari, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, terus menyimpan kisah yang melampaui logika. Sumur yang telah berdiri sejak 1926 itu bukan hanya sumber air, tetapi juga ruang hidup bagi cerita mistis dan kearifan lokal yang diwariskan lintas generasi.

Warga setempat tidak pernah mengetahui secara pasti siapa sosok pertama yang menggali sumur tersebut. Seiring berjalannya waktu, cerita demi cerita tumbuh dan membentuk keyakinan bersama bahwa sumur tua ini memiliki penjaga tak kasat mata.

Baca Juga: Panorama Indah Langit Senja Pantai Pangandaran

Sejumlah warga mengaku pernah mengalami kejadian tak biasa di sekitar sumur. Mereka mendengar suara langkah kaki pada malam hari, merasakan bisikan halus saat menimba air, hingga melihat bayangan putih yang muncul lalu menghilang begitu saja.

Salah satu cerita yang paling sering beredar berkaitan dengan etika bersikap di area sumur. Warga meyakini siapa pun harus menjaga tutur kata dan perilaku di sekitarnya. Konon, seorang pendatang pernah melontarkan ucapan kasar dan meremehkan keberadaan sumur tersebut. Tak lama kemudian, ia jatuh sakit tanpa penjelasan medis, hingga keluarganya memohon maaf melalui prosesi adat.

“Sumur ini bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dihormati,” ujar Karni, pemilik sumur tua tersebut, Minggu (1/2/2026).

Karni menuturkan, warga selalu mengawali kegiatan pembersihan atau perbaikan area sumur dengan ritual tertentu. Mereka menyiapkan sesaji sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang diyakini menjaga tempat tersebut.

Di balik kisah mistisnya, sumur tua Neglasari tetap memegang peran penting dalam kehidupan sehari-hari warga. Masyarakat memanfaatkan airnya untuk kebutuhan rumah tangga dan meyakini air tersebut membawa ketenangan batin serta keselamatan.

“Warga percaya air sumur ini memberi keberkahan dan rasa tenang,” kata Karni.

Kondisi Air di Sumur Tua Pangandaran Tetap Jernih Meski Cuaca Kemarau

Keunikan lain yang terus menjadi perbincangan ialah kondisi air sumur yang tak pernah surut. Bahkan saat musim kemarau panjang melanda, airnya tetap jernih, tidak berbau, dan selalu tersedia.

“Sejak dulu airnya seperti ini, tidak pernah kering atau berubah,” tambahnya.

Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, sumur berusia hampir satu abad ini tetap berdiri kokoh. Keberadaannya menjadi saksi perjalanan zaman sekaligus pengingat bahwa cerita mistis dan kearifan lokal masih hidup berdampingan dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Bagi warga Neglasari, sumur tua itu bukan sekadar sumber air, melainkan penjaga sejarah, tradisi, budaya, serta misteri yang terus bertahan melintasi waktu.

(Sajidin)