spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 127

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Bogor Kembangkan Budidaya Kedelai di Cariu

0
Pemkab Bogor ketahanan pangan fokusjabar.id
foto: web

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pengembangan komoditas kedelai mulai mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pangan sekaligus perekonomian petani.

Langkah tersebut di lakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat hingga kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan Informasi Lewat Jaring Komunikasi Sandi

Melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun), Pemkab Bogor menggelar Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 di lahan TNI AL, Desa Mekarwangi, Kecamatan Cariu.

Kegiatan tersebut di arahkan untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang tersedia sekaligus mendorong peningkatan produksi kedelai di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam jangka panjang, pengembangan kedelai di harapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan serta membuka peluang peningkatan pendapatan dari usaha tani.

Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menilai, budidaya kedelai perlu di kembangkan secara konsisten dan tidak berhenti setelah proses penanaman selesai.

Menurutnya, petani perlu mendapatkan pendampingan hingga tanaman memasuki masa panen dan hasil produksinya dapat di pasarkan.

“Gerakan ini bukan sekadar menanam kedelai. Kita ingin membangun model budidaya yang bisa di kembangkan, meningkatkan produktivitas lahan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani,” katanya.

Entis mengatakan, Kabupaten Bogor memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan komoditas tersebut. Baik dari sisi ketersediaan lahan maupun SDM di sektor pertanian.

Potensi itu di nilai perlu di optimalkan melalui pola budidaya yang menyesuaikan karakteristik wilayah.

Atas dasar itu, kegiatan tanam kedelai di Kecamatan Cariu di tempatkan sebagai pilot project.

Pelaksanaan di lokasi tersebut menjadi kesempatan untuk melihat sekaligus menguji model pengembangan kedelai yang paling sesuai dengan kondisi pertanian di Kabupaten Bogor.

“Kalau hasilnya baik, model ini harus kita kembangkan di wilayah lain yang memiliki potensi. Jangan hanya berhenti di satu lokasi,” ujarnya.

Pengembangan komoditas pangan, tidak dapat di lakukan hanya oleh pemerintah daerah. Peningkatan produksi membutuhkan keterlibatan berbagai sektor. Termasuk pemerintah pusat, TNI, penyuluh pertanian, kelompok tani, dunia usaha hingga masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi agar dari sisi produksi, teknologi budidaya, sarana pertanian, sampai pemasaran hasil panen semuanya bisa berjalan,” jelasnya.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Tingkatkan Daya Saing Sektor Peternakan

Selain memperluas areal dan meningkatkan produksi, Pemkab Bogor juga menyiapkan dukungan yang mencakup seluruh rangkaian kegiatan pertanian. Mulai dari tahap awal hingga setelah panen.

Pendekatan dari hulu hingga hilir dinilai penting agar pengembangan kedelai tidak hanya berorientasi pada jumlah produksi.

Sejumlah dukungan di siapkan melalui penyediaan benih, pupuk dan pestisida, alat serta mesin pertanian.

Pemkab Bogor juga memperkuat infrastruktur pendukung. Di antaranya jaringan irigasi usaha tani, dam parit, jalan usaha tani, serta fasilitas penampungan hasil produksi.

Menurut Entis, berbagai dukungan tersebut di butuhkan agar peningkatan produktivitas berjalan seiring dengan peningkatan manfaat ekonomi yang di terima petani.

Dengan demikian, petani tidak hanya menghasilkan komoditas dalam jumlah lebih banyak, tetapi juga memiliki peluang memperoleh nilai jual yang lebih baik.

“Pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan menanam. Setelah panen, kita juga harus memikirkan bagaimana hasilnya terserap pasar dan memberikan nilai tambah bagi petani,” katanya.

Ia berharap, kedelai dapat menjadi salah satu pilihan komoditas yang memberikan keuntungan bagi petani Kabupaten Bogor.

Pada saat yang sama, peningkatan produksi kedelai di daerah juga di harapkan ikut menopang ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Target akhirnya adalah petani sejahtera, lahan produktif, produksi meningkat dan kebutuhan pangan masyarakat semakin kuat,” tukasnya.

Gerakan Tanam Kedelai Kabupaten Bogor Tahun 2026 di laksanakan dengan melibatkan banyak unsur. Di dalamnya terdapat Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi.

Selain unsur pemerintah pusat, kegiatan tersebut juga melibatkan TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemkab Bogor, penyuluh pertanian, perusahaan, kelompok tani serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Pemkab Bogor melihat pengembangan kedelai masih memiliki ruang untuk di perluas ke wilayah lain yang mempunyai potensi.

Peluang tersebut dapat di optimalkan melalui pemanfaatan teknologi, pendampingan kepada petani, ketersediaan sarana produksi serta dukungan terhadap kepastian pasar.

Dengan pola pengembangan yang terintegrasi tersebut, kegiatan tanam kedelai di Cariu di harapkan tidak hanya menghasilkan produksi pada satu musim tanam.

Lebih jauh, program ini di harapkan menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem budidaya kedelai yang produktif dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

(Jingga Sonjaya)

Hari Ini Pemkab Bogor Kirim 7 Relawan ke NTT

0
Pemkab Bogor fokusjabar.id
Pemkab Bogor kirim 7 relawan ke NTT (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengirimkan tim relawan kemanusiaan.

Sebanyak tujuh orang akan di berangkatkan untuk menjalankan misi bantuan langsung di sejumlah wilayah terdampak.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Tingkatkan Keamanan Informasi Lewat Jaring Komunikasi Sandi

Tim tersebut di jadwalkan bertolak ke NTT Jumat, 4 September 2026. Selama berada di lokasi, para relawan akan menjalankan tugas kemanusiaan selama kurang lebih lima hari dengan menyesuaikan kegiatan berdasarkan kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ketua Tim Relawan NTT, Didi Kurnia menyampaikan, Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah yang sementara di prioritaskan.

Penentuan lokasi tersebut di lakukan berdasarkan hasil koordinasi mengenai daerah yang membutuhkan penanganan dan bantuan.

“Tim akan mengunjungi beberapa kabupaten dan kota. Untuk sementara, fokus kita di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur. Pelaksanaannya tentu bisa berkembang sesuai dengan kondisi yang kita lihat langsung di lapangan,” ujar Didi.

Komposisi tim yang di berangkatkan berasal dari beberapa unsur. BPBD Kabupaten Bogor mengirimkan dua orang, PMI menugaskan dua relawan, sedangkan Dinas Kesehatan mengikutsertakan dua tenaga medis.

Selain itu, terdapat satu orang dari unsur media yang bertugas melakukan peliputan selama kegiatan kemanusiaan berlangsung.

Bantuan yang di siapkan Pemkab Bogor tidak hanya berupa kebutuhan logistik. Tim juga akan memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana dengan menggelar kegiatan trauma healing sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, sejumlah perlengkapan seperti boneka dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya turut di bawa ke NTT.

Peralatan itu nantinya di gunakan dalam kegiatan yang di tujukan untuk membantu anak-anak menghadapi situasi sulit setelah bencana.

Selain kebutuhan pengungsi, tim akan melihat kemungkinan dukungan untuk pemulihan fasilitas umum yang mengalami dampak bencana.

Jika hasil asesmen menunjukkan adanya kebutuhan, bantuan dapat di arahkan untuk mendukung revitalisasi infrastruktur seperti masjid dan sekolah.

“Kita juga membawa bantuan untuk trauma healing bagi anak-anak. Kemudian apabila di lapangan di perlukan bantuan untuk revitalisasi infrastruktur seperti masjid maupun sekolah, bantuan akan di arahkan sesuai hasil asesmen dan kebutuhan di lapangan,” terang Didi.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Berencana Kembangkan Menara Masjid Raya Nurul Wathon untuk Wisatawan

Koordinator Lapangan Tim Relawan NTT, Andi mengatakan, keberadaan tim selama sekitar lima hari akan di manfaatkan untuk menjalankan sejumlah agenda kemanusiaan.

Sesampainya di NTT, relawan akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan BPBD setempat sebelum menentukan langkah bantuan yang akan di lakukan.

Koordinasi tersebut menjadi tahap awal untuk mengetahui kondisi terbaru di wilayah terdampak sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat.

Setelah kebutuhan teridentifikasi, tim akan mendistribusikan bantuan ke sejumlah posko pengungsian yang menjadi lokasi penanganan masyarakat terdampak.

Andi menegaskan, penyaluran bantuan akan mengacu pada kondisi nyata yang di temukan ketika tim tiba di lokasi.

Prioritas di berikan kepada barang-barang yang paling mendesak. Terutama kebutuhan yang stoknya sudah mulai berkurang di tempat pengungsian.

“Kami benar-benar fokus pada barang yang sangat urgen dan di butuhkan masyarakat di sana. Harapannya bantuan yang di berikan tepat sasaran,” katanya.

Dukungan terhadap korban bencana juga di lakukan melalui pelayanan kesehatan.

Dua tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menjadi bagian dari tim untuk membantu memeriksa kondisi kesehatan masyarakat yang berada di lokasi pengungsian.

Pemeriksaan kesehatan tersebut secara khusus akan di lakukan terhadap masyarakat yang mengungsi di Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran tenaga medis di harapkan dapat membantu memberikan dukungan kesehatan selama proses penanganan pascabencana berlangsung.

Dalam menjalankan misi kemanusiaan di NTT, tim relawan Kabupaten Bogor juga di jadwalkan mendatangi Posko Jawa Barat.

Posko tersebut di kelola oleh BPBD Jawa Barat dan berada di NTT.

Kunjungan ini di lakukan untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan masyarakat terdampak sekaligus mendukung kelancaran distribusi bantuan.

Pengiriman tujuh relawan tersebut menjadi bentuk solidaritas Pemkab Bogor bersama masyarakat terhadap warga NTT yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

Bantuan di harapkan dapat memberikan manfaat secara langsung. Terutama bagi masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian.

Melalui koordinasi bersama pemerintah daerah setempat, BPBD, serta pihak terkait lainnya, tim akan menyesuaikan penyaluran bantuan dengan hasil asesmen di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, bantuan yang di bawa di harapkan tidak sekadar tersalurkan. Tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak dan ikut mendukung proses pemulihan para pengungsi.

(Jingga Sonjaya)

DLH Bekasi Tanam 1.500 Mangrove di Pantai Harapan Jaya Muaragembong

0
Mangrove fokusjabar.id
Kegiatan penanaman 1.500 pohon mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong (foto: bekasikab.go.id)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Upaya menjaga kawasan pesisir Kabupaten Bekasi kembali di lakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat penanaman 1.500 pohon Mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong.

Kegiatan tersebut di gelar oleh PT Cikarang Listrindo Tbk bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir utara Jawa.

BACA JUGA:

Hadapi Kekeringan El Nino, PMI Bekasi Siapkan Instalasi Air Bersih

Penanaman ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan lingkungan di kawasan pesisir.

Melalui kegiatan tersebut, rehabilitasi mangrove di Muaragembong di harapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman bibit.

Pemerintah daerah menilai keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir menjadi bagian penting untuk memastikan mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Anggota Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bekasi, Crisly Manuel Manalu menyebut, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu tindakan nyata untuk merespons persoalan lingkungan yang saat ini di hadapi secara bersamaan.

“Bumi kita sedang menghadapi triple planetary crisis. Yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati dan pencemaran. Ketiga isu ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki fungsi ekologis yang luas. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, ekosistem tersebut berperan dalam mengendalikan abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati, serta membantu menyimpan karbon.

Manfaat mangrove juga tidak terbatas pada aspek lingkungan. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, keberadaan ekosistem ini dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi. Antara lain melalui dukungan terhadap produktivitas perikanan serta penyediaan sumber bahan pangan.

Kawasan mangrove juga berpotensi di manfaatkan sebagai ruang edukasi dan destinasi wisata.

“Oleh karena itu, penanaman mangrove ini bukan sekadar menanam pohon. Tetapi sebuah langkah konkret dalam upaya kita menjaga kelangsungan ekosistem mangrove dan daerah pesisir,” katanya.

BACA JUGA:

PT Oishii Food Indonesia Ekspor 20 Ton Kecap ke Belanda, UMKM Bekasi Tembus Eropa

Menurut Crisly, proses rehabilitasi tidak bisa di anggap selesai setelah seluruh bibit di tanam.

Tahap berikutnya justru menjadi bagian yang tidak kalah penting. Yakni memastikan mangrove mendapatkan perawatan sehingga dapat bertahan, tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya.

“Pekerjaan ini tidak dapat selesai hanya dalam satu hari. Yang lebih penting adalah kebersamaan kita untuk merawat, menjaga dan melanjutkan upaya rehabilitasi pesisir secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Risk & Compliance Associate Director PT Cikarang Listrindo Tbk, Winan Kusno, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melaksanakan program pengembangan masyarakat.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya di arahkan pada peningkatan kapasitas dan kondisi ekonomi warga. Tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.

“Bagi kami, pengembangan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas maupun ekonomi masyarakat. Tapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan yang menjadi tempat kita tinggal dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” jelasnya.

Winan menilai, ekosistem mangrove mempunyai fungsi strategis dalam mempertahankan kondisi kawasan pesisir.

Vegetasi mangrove dapat membantu menjaga garis pantai dari ancaman abrasi, menekan risiko banjir dan gelombang serta menjadi tempat hidup berbagai biota. Seperti ikan, udang, kepiting, dan jenis biota pesisir lainnya.

Atas dasar itu, ia menilai penanaman 1.500 pohon mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya tidak semata-mata dapat di lihat dari jumlah bibit yang di tanam pada kegiatan tersebut.

Mangrove yang tumbuh dan terpelihara di harapkan menjadi manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus masyarakat setempat.

“Karena itu, 1.500 pohon yang kita tanam hari ini bukan sekadar jumlah bibit yang di tanam, tapi merupakan investasi bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan. Terutama untuk masyarakat Desa Pantai Harapan Jaya,” katanya.

Winan menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar program rehabilitasi tersebut dapat mencapai hasil yang di harapkan.

Bibit yang telah di tanam membutuhkan perhatian dan perawatan secara berkelanjutan agar dapat tumbuh dengan baik dan mampu menjalankan fungsi perlindungan terhadap kawasan pesisir.

Karena itu, kolaborasi yang telah terjalin antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat di harapkan tidak berhenti setelah kegiatan penanaman selesai.

BACA JUGA:

Pemkab Bekasi Buka Kanal Lapor AA, Warga Cikarang Timur Bisa Sampaikan Keluhan

Kerja sama antarpihak perlu terus di perkuat untuk menjaga keberadaan mangrove sekaligus memastikan upaya rehabilitasi kawasan pesisir Muaragembong dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Yang paling penting adalah bagaimana mangrove yang di tanam ini bisa terus di jaga, di rawat dan tumbuh dengan baik. Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat Desa Pantai Harapan Jaya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

Hadapi Kekeringan El Nino, PMI Bekasi Siapkan Instalasi Air Bersih

0
PMI Bekasi air bersih fokusjabar.id
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih (foto: bekasikab.go.id)

BEKASI, FOKUSJabar.id: Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi ancaman kekeringan yang di picu fenomena El Nino.

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PMI, organisasi kemanusiaan tersebut meningkatkan pelayanan dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi warga terdampak.

BACA JUGA:

Jelang Porprov Jabar 2026, Pemkab Bekasi Koordinasi dengan KONI dan Cabor

Salah satu upaya yang di lakukan adalah membangun instalasi air bersih sekaligus air minum darurat di Kampung Tegal Kadu, Desa Sirnajaya Kecamatan Serang Baru.

Fasilitas tersebut di targetkan dapat segera di gunakan. Sehingga distribusi air kepada masyarakat yang membutuhkan bisa di lakukan lebih cepat.

Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Ahmad Kosasih menyampaikan, peringatan HUT ke-81 menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan secara langsung.

Kondisi kemarau yang berlangsung dan potensi dampak El Nino membuat kebutuhan terhadap air bersih menjadi salah satu perhatian utama.

“Dalam ulang tahun PMI yang ke-81, kita dalam keadaan siaga bencana El Niño. Jadi kita lebih titik berat memberikan peningkatan pelayanan, distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.

Menurut Ahmad, fasilitas yang tengah di bangun PMI tersebut di rancang untuk menyediakan air bersih sekaligus mendukung kebutuhan air minum masyarakat.

Instalasi di lengkapi dengan proses pengolahan serta sistem sanitasi agar air yang di hasilkan dapat di manfaatkan sebagai air minum setelah melewati tahapan pengolahan yang memenuhi standar kebersihan.

“PMI sekarang ini sedang mendirikan instalasi air bersih darurat. Kita fokus membantu masyarakat memberikan pelayanan di bidang air bersih dan juga langsung air minum,” katanya.

Air yang akan di olah berasal dari sumber di kawasan bekas galian pasir yang berada di Kampung Tegal Kadu Desa Sirnajaya, Kecamatan Serangbaru.

Lokasi sumber air tersebut cukup jauh dari kawasan permukiman. Sehingga di pilih sebagai salah satu sumber untuk memenuhi kebutuhan instalasi darurat PMI.

BACA JUGA:

427 Siswa Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Bekasi

Sebelum di manfaatkan, kualitas air dari sumber tersebut telah di periksa melalui pengujian laboratorium.

Hasil pemeriksaan menunjukkan air memenuhi persyaratan. Termasuk tidak di temukan adanya bakteri E. coli. Sehingga sumber air di nilai layak untuk di proses lebih lanjut menjadi air bersih dan air minum.

“Airnya bagus, sudah di uji lab, bakteri E. coli-nya juga bersih, tidak ada. Tinggal kita proses untuk persiapan air bersih maupun air minumnya,” jelasnya.

PMI juga mempertimbangkan debit sumber air yang masih tergolong besar meskipun berada pada kondisi musim kemarau.

Ketersediaan sumber tersebut menjadi alasan fasilitas di bangun di kawasan itu.

Instalasi air darurat ini di rencanakan beroperasi selama kurang lebih satu bulan sebagai langkah percepatan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sekaligus membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menangani dampak kekeringan.

Dari kemampuan produksinya, instalasi tersebut dapat menghasilkan air hingga 100.000 liter setiap hari. Kapasitas produksi bahkan masih memungkinkan untuk di tingkatkan hingga sekitar 150.000 liter per hari dengan menyesuaikan waktu operasional produksi serta kemampuan penampungan air yang tersedia.

Distribusi pelayanan air bersih PMI akan di arahkan terutama kepada masyarakat yang mengalami dampak kekeringan di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan, Cibarusah dan Bojongmangu.

Untuk menunjang proses pelayanan serta penyaluran air ke wilayah yang membutuhkan, PMI Kabupaten Bekasi telah menyiapkan empat armada.

Selain melalui distribusi, masyarakat juga di berikan kesempatan untuk mengambil air secara langsung di lokasi instalasi.

Warga dapat menggunakan kendaraan pribadi. Termasuk kendaraan khusus pengangkut air.

Namun, pengambilan air tersebut memiliki ketentuan. Air yang di peroleh dari fasilitas PMI harus di gunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan tidak boleh di perjualbelikan

Ketentuan tersebut di terapkan agar bantuan air bersih benar-benar di terima dan di manfaatkan oleh warga yang membutuhkan.

(Jingga Sonjaya)

Bupati Garut Dorong Optimalisasi PAD Pariwisata

0
bupati garut pariwisata fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari kinerja sektor pariwisata dan pertanian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Bupati Garut, sektor pariwisata tercatat tumbuh hingga 13,2 Persen.

BACA JUGA:

Bupati Garut Buka Liga Desa Bola Voli Indoor 2026

“Di otak kami, kalau sektor perekonomian bagus maka harus di jaga pertumbuhannya jangan sampai turun lagi. Dan itu juga saya yakin karena kerja keras kita semua yang sudah mampu membujuk orang luar datang ke Garut,” ucap Syakur saat Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kamis (3/9/2026).

Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, Syakur menekankan pentingnya penyelenggaraan berbagai event sebagai penggerak ekonomi daerah. Mulai dari pariwisata, olahraga, budaya hingga keagamaan.

“Menurut saya, salah satu cara yang sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi adalah melakukan event-event yang banyak. Bisa pariwisata, olahraga, budaya bahkan keagamaan,” kata Bupati.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika memaparkan, kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan perkotaan.

BACA JUGA:

PM Gatra: Pemekaran Kabupaten Garut Tingkatkan Kesejahteraan

Berdasarkan data Disparbud, kunjungan wisatawan mencapai 70 persen di wilayah tengah dan perkotaan, selatan 12 persen dan wilayah utara 6,7 persen.

“Kita akan fokus untuk menunjang terhadap pertumbuhan untuk daya dukung di daerah tengah dan perkotaan,” ucapnya.

Sebagai langkah konkret, tahun ini Disparbud Garut berencana membangun fondasi penataan pintu gerbang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas dengan konsep one-role service (kawasan terpadu).

Penataan tersebut di harapkan dapat menjadi daya tarik utama dan berdampak pada peningkatan kunjungan ke destinasi wisata lainnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin mengatakan, sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tinggi.

BACA JUGA:

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun ASN

Berdasarkan data BPS 2025, pertumbuhan sektoral tertinggi tercatat pada sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 13,62 persen.

Pergerakan wisatawan juga meningkat 26,15 persen dengan mayoritas pengunjung berasal dari Bandung dan sekitarnya.

“Kemudian kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan juga luar biasa.  Data BPS 2025, pertumbuhan sektoral yang paling tinggi itu ada di akomodasi makan minum (13,62 persen),” ungkapnya.

Peningkatan aktivitas wisata tersebut turut berdampak pada penerimaan daerah. Pajak Perhotelan tumbuh 47,17 persen, Pajak Makanan dan Minuman 35,53 persen serta Tingkat Hunian Kamar (Occupancy Rate) meningkat 6,95 persen.

Meski menunjukkan tren positif, Ridzky menyoroti masih adanya kesenjangan antara jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit melalui sistem OSS dengan pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).

(Bambang Fouristian)

Wali Kota Tasikmalaya Datangi Rumah Duka Korban Penganiayaan, Minta Patroli Malam Diperketat

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Wali Kota Viman Alfarizi Ramadhan, saat melakukan tauziah ke rumah duka, korban penganiayaan di Jalan Protokol E.Z.muttaqin Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramdhan bersama jajaran Forkopimda Kota Tasikmalaya mendatangi rumah duka di kawasan Aboh, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kamis (3/9/2026).

Kedatangan Viman untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga IIM (16), korban dugaan tindak kekerasan di jalan raya yang meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan.

Baca Juga: Unsil dan Reliance Sekuritas Perkuat Sinergi Kampus-Industri, Mahasiswa Disiapkan Hadapi Dunia Kerja

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan E.Z. Muttaqin, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (30/8/2026) tengah malam.

Viman Sampaikan Belasungkawa kepada Keluarga Korban

Dalam kunjungan tersebut, Viman datang bersama jajaran Polres Tasikmalaya Kota, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Baznas, anggota DPRD Kota Tasikmalaya, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

Setibanya di rumah duka, Viman langsung menemui orang tua dan keluarga korban. Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.

“Atas nama Pemerintah Kota Tasikmalaya dan pribadi, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan,” ungkap Viman Alfarizi, Kamis (3/9/2026).

Suasana haru terasa di rumah duka. Viman berbincang dengan keluarga korban dan menyerahkan bantuan duka sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Kasus Penganiayaan Jadi PR Bersama

Viman menilai kasus kekerasan yang merenggut nyawa korban menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi berbagai pihak.

Ia meminta aparat dan instansi terkait memperkuat pengamanan serta pengawasan di sejumlah ruang publik, terutama pada waktu malam.

Menurut Viman, kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja memiliki peran penting dalam mencegah munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kedepan kita bersama unsur forkopimda dan elemen masyarakat lainnya, akan lebih meningkatkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Tasikmalaya, sehingga aksi kekerasan dan penganiayaan di jalan raya tidak terulang kembali,” tegasnya.

Polisi Diminta Perketat Patroli Malam

Viman meminta Polres Tasikmalaya Kota meningkatkan patroli di sejumlah lokasi yang memiliki potensi gangguan keamanan, khususnya pada malam hari.

Ia juga meminta Dinas Perhubungan memperhatikan penerangan di ruas jalan yang membutuhkan dukungan pencahayaan.

Sementara itu, Viman mendorong Satpol PP lebih aktif melakukan pembinaan terhadap kelompok yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat. Penegakan peraturan daerah juga perlu berjalan secara konsisten.

Langkah tersebut, kata Viman, menjadi bagian dari upaya pemerintah bersama aparat untuk mencegah terulangnya kasus kekerasan di ruang publik.

Warga Diajak Ikut Jaga Keamanan Lingkungan

Selain mengandalkan peran aparat, Viman mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, keamanan dan kenyamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Masyarakat juga memiliki peran penting untuk mengenali dan melaporkan potensi gangguan sejak dini.

“Keamanan dan kenyamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat kepolisian. Kita semua harus ikut berkontribusi. Jika melihat potensi gangguan, segera laporkan, dengan begitu rasa aman dan nyaman di lingkungan masyarakat bisa kita wujudkan bersama,” paparnya.

Viman berharap peristiwa yang terjadi di Jalan E.Z. Muttaqin menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan lingkungan.

Ia juga mendorong masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi keamanan di sekitar tempat tinggal maupun ruang publik.

Pemkot Tasikmalaya Komitmen Ciptakan Kota Aman

Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat berkomitmen memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh warga.

Viman berharap tidak ada lagi peristiwa serupa yang merenggut nyawa dan menimbulkan duka bagi keluarga.

“Kita semua tentu tidak ingin ada lagi peristiwa serupa dikemudian hari. Mari kita jaga keamanan dan kenyamanan Kota Tasikmalaya secara bersama-sama demi kepentingan bersama,” tandasnya.

(Seda)

Unsil dan Reliance Sekuritas Perkuat Sinergi Kampus-Industri, Mahasiswa Disiapkan Hadapi Dunia Kerja

0
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id
Ket foto : Pelatihan management Career and Community, yang mempertemukan dosen, mahasiswa dengan dunia kerja (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perguruan tinggi perlu membekali mahasiswa dengan lebih dari sekadar kemampuan akademik agar mampu beradaptasi dan bersaing ketika memasuki dunia kerja. Kampus juga perlu membaca perkembangan kebutuhan industri lalu menerjemahkannya melalui pengalaman belajar yang relevan.

Semangat tersebut mendorong Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya menggelar Management Career and Community Engagement (M-Care) bersama praktisi PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

Baca Juga: Hari Lahir ke-81 Kejaksaan RI, Kajari Kota Tasikmalaya Tekankan Integritas dan Kepercayaan Publik

Kegiatan bertajuk “Building Campus-Industry Synergy to Prepare Management Graduates for Career Readiness” itu melibatkan sejumlah dosen Jurusan Manajemen Unsil.

Rangkaian M-Care menghadirkan dua agenda utama, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Collaborative Capacity Building (CCB).

M-Care Perkuat Hubungan Kampus dan Dunia Industri

Jurusan Manajemen Unsil merancang M-Care sebagai wadah untuk mempertemukan kalangan akademisi dengan dunia industri.

Program tersebut tidak hanya memberikan industry exposure kepada mahasiswa. Para dosen juga dapat memperoleh industry insight secara langsung dari para pelaku industri.

Melalui forum tersebut, kampus dan industri memiliki ruang untuk berdialog secara dua arah. Kampus dapat memahami kompetensi yang industri butuhkan, sedangkan pelaku industri dapat melihat proses pendidikan sekaligus peluang kontribusinya dalam menyiapkan talenta yang lebih siap kerja.

Ketua Jurusan Manajemen Unsil Tasikmalaya, Lucky Radi Rinandiyana, memaparkan proses pembelajaran yang saat ini berjalan sekaligus arah pengembangan program studi ke depan.

Menurut Lucky, forum diskusi tersebut fokus membahas cara memperkecil kesenjangan antara kompetensi yang kampus siapkan dengan pengalaman dan kemampuan yang industri butuhkan ketika mahasiswa mulai memasuki dunia kerja.

Jurusan Manajemen Unsil juga memiliki modal penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Program studi tersebut telah mengantongi sertifikat akreditasi internasional dari AQAS.

Karena itu, jurusan terus mendorong penguatan kualitas dan relevansi pendidikan, termasuk dengan memperluas akses mahasiswa dan dosen terhadap dunia industri.

“Kami perlu terus memperkuat koneksi dengan industri untuk memahami apa yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja. Bagi mahasiswa, akses tersebut penting untuk memperbanyak pengalaman sebelum lulus. Bagi dosen, interaksi dengan praktisi memberikan industry insight yang dapat menjadi bahan refleksi untuk mengembangkan proses pembelajaran,” ungkap Lucky Radi, Kamis (3/9/2026).

Mahasiswa Perlu Berani Keluar dari Zona Nyaman

Lucky juga menyoroti kesiapan mental mahasiswa ketika menghadapi persaingan dunia kerja.

Menurut dia, mahasiswa perlu membuka akses yang lebih luas terhadap peluang karier, termasuk berani merantau dan keluar dari zona nyaman yang selama ini mereka kenal.

Pandangan tersebut mendapat perhatian dari Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada.

Reza menjelaskan bahwa industri keuangan dan pasar modal tidak hanya membutuhkan lulusan yang memiliki latar belakang pendidikan linear dengan bidang keuangan.

Banyak talenta dari berbagai disiplin ilmu justru memiliki peluang untuk berkarier di sektor tersebut.

Kondisi itu menjadi masukan bagi para dosen untuk turut membangun kepercayaan diri mahasiswa. Mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk bersaing di luar jalur yang selama ini mereka anggap familiar.

Selain kompetensi teknis, mahasiswa juga perlu membangun kemampuan beradaptasi dengan dinamika dunia kerja.

Kompetensi Digital dan Adaptasi Jadi Perhatian

Dalam FGD yang sebelumnya disampaikan Human Resource and General Affair Manager PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Shekha Mahdalia, muncul sejumlah catatan mengenai kompetensi yang perlu mahasiswa miliki.

Kesiapan lulusan tidak cukup hanya dengan mengandalkan kemampuan akademik. Pengalaman belajar yang mahasiswa jalani selama kuliah juga memiliki peran penting dalam membentuk kesiapan menghadapi dunia profesional.

Reza Priyambada mengatakan keterampilan digital dan kemampuan beradaptasi perlu hadir dalam metode pembelajaran agar mahasiswa terbiasa menghadapi situasi yang dinamis.

“Keterampilan digital dan adaptasi cepat yang tercermin dalam metode pembelajaran, akan membiasakan mahasiswa menghadapi situasi dinamis, bukan sekadar materi statis. Kesiapan mental menjadi catatan penting karena tekanan dunia kerja kerap tak diimbangi bekal mengelolanya sejak masa kuliah,” ujar Reza Priyambada.

Menurut Reza, mahasiswa juga perlu mengembangkan sikap proaktif, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian mengambil peluang.

Kampus dapat mengembangkan kemampuan tersebut melalui ruang belajar yang mendorong mahasiswa untuk mengambil inisiatif dan terlibat aktif, baik di dalam maupun di luar kelas.

Reza menegaskan, peningkatan career readiness mahasiswa tidak hanya bergantung pada materi yang dosen sampaikan.

Proses dan pengalaman belajar yang mahasiswa jalani selama menempuh pendidikan juga ikut menentukan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Reliance Sekuritas Siap Dukung Pengembangan Mahasiswa Unsil

Hasil FGD juga membuka peluang kolaborasi lanjutan antara Jurusan Manajemen Unsil dan PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk.

Pihak Reliance Sekuritas menyatakan kesiapan untuk terus mendukung berbagai kegiatan pengembangan mahasiswa Jurusan Manajemen Unsil.

Masukan dari forum tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses review kurikulum serta memperluas keterlibatan praktisi dalam proses pembelajaran.

“Hasil FGD ini tidak berhenti sebagai catatan. PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung kegiatan pengembangan mahasiswa Jurusan Manajemen Unsil, sekaligus menjadikan masukan dari forum ini sebagai bahan pertimbangan dalam proses review kurikulum serta pelibatan praktisi secara lebih rutin dalam proses pembelajaran,” paparnya.

Reza berharap forum seperti M-Care tidak berhenti pada pertukaran gagasan dan pengalaman. Kolaborasi tersebut perlu menghasilkan perubahan nyata dalam praktik pendidikan di lingkungan kampus.

CCB Bangun Kedekatan Dosen dan Praktisi

Selain FGD, M-Care juga menghadirkan Collaborative Capacity Building (CCB).

Sesi tersebut memberikan ruang yang lebih informal bagi dosen dan praktisi untuk berinteraksi serta membangun kedekatan personal.

Jika FGD berfokus pada pembahasan kebutuhan industri dan pengembangan pendidikan, CCB menghadirkan sisi berbeda melalui penguatan hubungan antarpihak yang terlibat dalam kolaborasi.

Reza menilai hubungan personal dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kerja sama jangka panjang antara perguruan tinggi dan industri.

“Forum ini menjadi investasi jangka panjang. Kolaborasi yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari kesesuaian program di atas kertas, ia membutuhkan chemistry yang terbangun di antara orang-orang yang menjalankannya, sehingga kegiatan-kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih lancar karena sudah ada fondasi hubungan yang terbangun,” imbuhnya.

Rangkaian FGD dan Collaborative Capacity Building dalam M-Care menjadi langkah Jurusan Manajemen Unsil Tasikmalaya untuk memperkuat hubungan dengan dunia industri.

Kolaborasi bersama PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk tersebut juga membuka peluang bagi kampus untuk melakukan pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran berdasarkan kebutuhan dunia kerja.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Jurusan Manajemen Unsil dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan mental untuk menghadapi persaingan karier.

(Seda)