spot_imgspot_img
Jumat 4 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bupati Garut Dorong Optimalisasi PAD Pariwisata

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah tidak terlepas dari kinerja sektor pariwisata dan pertanian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Bupati Garut, sektor pariwisata tercatat tumbuh hingga 13,2 Persen.

BACA JUGA:

Bupati Garut Buka Liga Desa Bola Voli Indoor 2026

“Di otak kami, kalau sektor perekonomian bagus maka harus di jaga pertumbuhannya jangan sampai turun lagi. Dan itu juga saya yakin karena kerja keras kita semua yang sudah mampu membujuk orang luar datang ke Garut,” ucap Syakur saat Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kamis (3/9/2026).

Untuk menjaga pertumbuhan tersebut, Syakur menekankan pentingnya penyelenggaraan berbagai event sebagai penggerak ekonomi daerah. Mulai dari pariwisata, olahraga, budaya hingga keagamaan.

“Menurut saya, salah satu cara yang sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi adalah melakukan event-event yang banyak. Bisa pariwisata, olahraga, budaya bahkan keagamaan,” kata Bupati.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika memaparkan, kunjungan wisatawan masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan perkotaan.

BACA JUGA:

PM Gatra: Pemekaran Kabupaten Garut Tingkatkan Kesejahteraan

Berdasarkan data Disparbud, kunjungan wisatawan mencapai 70 persen di wilayah tengah dan perkotaan, selatan 12 persen dan wilayah utara 6,7 persen.

“Kita akan fokus untuk menunjang terhadap pertumbuhan untuk daya dukung di daerah tengah dan perkotaan,” ucapnya.

Sebagai langkah konkret, tahun ini Disparbud Garut berencana membangun fondasi penataan pintu gerbang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas dengan konsep one-role service (kawasan terpadu).

Penataan tersebut di harapkan dapat menjadi daya tarik utama dan berdampak pada peningkatan kunjungan ke destinasi wisata lainnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut, Ridzky Ridznurdhin mengatakan, sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi salah satu sektor ekonomi dengan pertumbuhan tinggi.

BACA JUGA:

Bupati Garut Serahkan SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun ASN

Berdasarkan data BPS 2025, pertumbuhan sektoral tertinggi tercatat pada sektor akomodasi dan makanan minuman sebesar 13,62 persen.

Pergerakan wisatawan juga meningkat 26,15 persen dengan mayoritas pengunjung berasal dari Bandung dan sekitarnya.

“Kemudian kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan juga luar biasa.  Data BPS 2025, pertumbuhan sektoral yang paling tinggi itu ada di akomodasi makan minum (13,62 persen),” ungkapnya.

Peningkatan aktivitas wisata tersebut turut berdampak pada penerimaan daerah. Pajak Perhotelan tumbuh 47,17 persen, Pajak Makanan dan Minuman 35,53 persen serta Tingkat Hunian Kamar (Occupancy Rate) meningkat 6,95 persen.

Meski menunjukkan tren positif, Ridzky menyoroti masih adanya kesenjangan antara jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang terbit melalui sistem OSS dengan pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru