BEKASI, FOKUSJabar.id: Upaya menjaga kawasan pesisir Kabupaten Bekasi kembali di lakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat. Salah satunya diwujudkan lewat penanaman 1.500 pohon Mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong.
Kegiatan tersebut di gelar oleh PT Cikarang Listrindo Tbk bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir utara Jawa.
BACA JUGA:
Hadapi Kekeringan El Nino, PMI Bekasi Siapkan Instalasi Air Bersih
Penanaman ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan lingkungan di kawasan pesisir.
Melalui kegiatan tersebut, rehabilitasi mangrove di Muaragembong di harapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman bibit.
Pemerintah daerah menilai keterlibatan berbagai pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan pesisir menjadi bagian penting untuk memastikan mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Anggota Tim Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bekasi, Crisly Manuel Manalu menyebut, rehabilitasi mangrove menjadi salah satu tindakan nyata untuk merespons persoalan lingkungan yang saat ini di hadapi secara bersamaan.
“Bumi kita sedang menghadapi triple planetary crisis. Yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati dan pencemaran. Ketiga isu ini saling berkaitan dan mengancam stabilitas ekologi, ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan mangrove memiliki fungsi ekologis yang luas. Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove, ekosistem tersebut berperan dalam mengendalikan abrasi, menyediakan habitat bagi berbagai keanekaragaman hayati, serta membantu menyimpan karbon.
Manfaat mangrove juga tidak terbatas pada aspek lingkungan. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir, keberadaan ekosistem ini dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi. Antara lain melalui dukungan terhadap produktivitas perikanan serta penyediaan sumber bahan pangan.
Kawasan mangrove juga berpotensi di manfaatkan sebagai ruang edukasi dan destinasi wisata.
“Oleh karena itu, penanaman mangrove ini bukan sekadar menanam pohon. Tetapi sebuah langkah konkret dalam upaya kita menjaga kelangsungan ekosistem mangrove dan daerah pesisir,” katanya.
BACA JUGA:
PT Oishii Food Indonesia Ekspor 20 Ton Kecap ke Belanda, UMKM Bekasi Tembus Eropa
Menurut Crisly, proses rehabilitasi tidak bisa di anggap selesai setelah seluruh bibit di tanam.
Tahap berikutnya justru menjadi bagian yang tidak kalah penting. Yakni memastikan mangrove mendapatkan perawatan sehingga dapat bertahan, tumbuh dan menjalankan fungsi ekologisnya.
“Pekerjaan ini tidak dapat selesai hanya dalam satu hari. Yang lebih penting adalah kebersamaan kita untuk merawat, menjaga dan melanjutkan upaya rehabilitasi pesisir secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Risk & Compliance Associate Director PT Cikarang Listrindo Tbk, Winan Kusno, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam melaksanakan program pengembangan masyarakat.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya di arahkan pada peningkatan kapasitas dan kondisi ekonomi warga. Tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Bagi kami, pengembangan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas maupun ekonomi masyarakat. Tapi juga bagaimana kita bersama-sama menjaga lingkungan yang menjadi tempat kita tinggal dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat,” jelasnya.
Winan menilai, ekosistem mangrove mempunyai fungsi strategis dalam mempertahankan kondisi kawasan pesisir.
Vegetasi mangrove dapat membantu menjaga garis pantai dari ancaman abrasi, menekan risiko banjir dan gelombang serta menjadi tempat hidup berbagai biota. Seperti ikan, udang, kepiting, dan jenis biota pesisir lainnya.
Atas dasar itu, ia menilai penanaman 1.500 pohon mangrove di Desa Pantai Harapan Jaya tidak semata-mata dapat di lihat dari jumlah bibit yang di tanam pada kegiatan tersebut.
Mangrove yang tumbuh dan terpelihara di harapkan menjadi manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus masyarakat setempat.
“Karena itu, 1.500 pohon yang kita tanam hari ini bukan sekadar jumlah bibit yang di tanam, tapi merupakan investasi bagi lingkungan dan masyarakat di masa depan. Terutama untuk masyarakat Desa Pantai Harapan Jaya,” katanya.
Winan menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci agar program rehabilitasi tersebut dapat mencapai hasil yang di harapkan.
Bibit yang telah di tanam membutuhkan perhatian dan perawatan secara berkelanjutan agar dapat tumbuh dengan baik dan mampu menjalankan fungsi perlindungan terhadap kawasan pesisir.
Karena itu, kolaborasi yang telah terjalin antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat di harapkan tidak berhenti setelah kegiatan penanaman selesai.
BACA JUGA:
Pemkab Bekasi Buka Kanal Lapor AA, Warga Cikarang Timur Bisa Sampaikan Keluhan
Kerja sama antarpihak perlu terus di perkuat untuk menjaga keberadaan mangrove sekaligus memastikan upaya rehabilitasi kawasan pesisir Muaragembong dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah bagaimana mangrove yang di tanam ini bisa terus di jaga, di rawat dan tumbuh dengan baik. Harapannya, kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi antara perusahaan dengan masyarakat Desa Pantai Harapan Jaya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” pungkasnya.
(Jingga Sonjaya)



