spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 126

Libur Nasional Imlek, Polres Majalengka Tingkatkan Kesiagaan

0
majalengka@fokusjabar.id
Sumber Gambar: Akun Instagram @/humaspoldajabar

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Masa libur panjang Hari Raya Imlek 2577 Kongzili di perkirakan mendorong meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Majalengka.

Mobilitas warga yang bertambah selama long weekend menjadi perhatian aparat keamanan agar situasi tetap tertib dan aman.

Dalam kondisi seperti ini, kesiapan aparat sangat di butuhkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas.

Baca Juga: Munggahan di Situ Cipanten Pecah Irfan Hakim, Hartono Soekwanto Panji Petualang Bikin Heboh Ribuan Pengunjung

Pengamanan tidak hanya di fokuskan pada perayaan Imlek, tetapi juga pada aktivitas masyarakat umum yang memanfaatkan waktu libur.

Sebagai langkah awal, Polres Majalengka melakukan pengecekan kesiapan personel melalui apel siaga pengamanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah selama periode libur nasional dan cuti bersama.

Apel siaga tersebut di laksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Lapangan Apel Mapolres Majalengka. Kegiatan ini di gelar untuk memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjalankan tugas di lapangan.

Kabag Ops Polres Majalengka, Kompol Mangapul Simangunsong, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya apel. Personel yang hadir merupakan anggota yang telah di tugaskan dalam surat perintah pengamanan selama libur panjang.

Dalam kegiatan itu, Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., turut mendampingi bersama jajaran pejabat utama dan para kasat opsnal. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap kesiapan seluruh personel.

Libur nasional dan cuti bersama Imlek tahun ini berlangsung pada 16 hingga 17 Februari 2026. Pada rentang waktu tersebut, arus pergerakan masyarakat di perkirakan meningkat, baik di pusat kota maupun jalur-jalur utama.

Penting Kehadiran Polisi

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwandi melalui jajaran pejabat utama mengingatkan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Selain menjaga keamanan, kepolisian juga menaruh perhatian pada kelancaran lalu lintas. Pengaturan arus kendaraan di siapkan untuk mencegah kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan.

Baca Juga: Harmoni Cinta Kasih Hartono Soekwanto di Situ Cipanten Majalengka

Masyarakat yang menikmati libur panjang di imbau agar tetap waspada serta mematuhi aturan berlalu lintas. Ketertiban di jalan raya di nilai menjadi kunci keselamatan bersama.

Polres Majalengka juga mengajak warga untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing, sehingga suasana perayaan Imlek dapat berlangsung damai dan tertib.

Dengan kesiapan personel serta dukungan masyarakat, kepolisian berharap rangkaian libur panjang Imlek di wilayah Majalengka dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif bagi semua pihak.

(Jingga Sonjaya)

Munggahan di Pantai Karapyak Pangandaran, Warga Sambut Ramadhan dengan Suasana Tenang

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana pengunjung rayakan Munggahan di Pantai Karapyak Pangandaran (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, suasana Pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, dipenuhi pengunjung yang merayakan tradisi munggahan.

Sejak pagi, deretan kendaraan roda dua dan roda empat memadati area parkir. Warga datang bersama keluarga maupun sahabat sambil membawa tikar dan bekal makanan dari rumah. Mereka memilih duduk santai di tepi pantai, menikmati angin laut sebelum makan bersama.

Baca Juga: Ibu Hamil, Menyusui dan Balita Dapat MBG di Pangandaran

Hamparan batu karang khas Karapyak menjadi latar favorit untuk berfoto. Anak-anak bermain di pasir, sementara orang tua bercengkerama menunggu waktu santap bersama.

Asep (44), pengunjung asal Banjarsari, sengaja memilih Karapyak karena suasananya lebih tenang dibandingkan kawasan Pantai Pangandaran pusat.

“Kalau ke Pangandaran pusat biasanya lebih ramai dan biayanya lebih besar. Di sini lebih sederhana, bisa bawa makanan sendiri jadi lebih hemat,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Ia menilai munggahan bukan sekadar rekreasi, melainkan momen mempererat hubungan keluarga sebelum menjalani ibadah puasa.

“Biasanya kumpul di rumah, sekarang sekalian ke pantai supaya anak-anak juga senang,” katanya.

Pendapat serupa disampaikan Yanti (28), warga Cilacap yang datang bersama rombongan teman. Ia menyebut Karapyak cocok untuk kegiatan kebersamaan karena area pantainya luas dan tidak terlalu padat.

“Tempatnya lega, bisa gelar tikar bareng-bareng. Tiket masuknya juga masih terjangkau,” ucapnya.

Momentum munggahan juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. Asep (51), pedagang minuman di kawasan pantai, merasakan peningkatan penjualan.

“Kalau munggahan seperti ini biasanya lebih ramai. Banyak yang beli minuman, kelapa muda, dan jajanan,” tuturnya.

Sebagai destinasi alternatif di wilayah selatan Pangandaran, Pantai Karapyak menawarkan suasana lebih santai dengan biaya masuk relatif terjangkau. Lokasinya yang berada di jalur lintas selatan memudahkan akses bagi warga Pangandaran maupun daerah sekitar seperti Banjar dan Cilacap.

Tradisi munggahan pun menyatu dengan panorama pantai, menghadirkan kebersamaan sederhana sebelum umat Muslim memasuki bulan suci Ramadhan.

(Sajidin)

Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai?, Ini Prediksi Tanggal Awalnya

0
ramadan@fokusjabar.id
foto: Web

GAYA HIDUP, FOKUSJabar.id: Umat Muslim di Indonesia mulai menantikan kepastian mengenai kapan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah akan di mulai.

Penetapan hari pertama Ramadan selalu menjadi momen penting karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah selama satu bulan penuh.

Menjelang bulan suci, pembahasan tentang perkiraan awal Ramadan biasanya muncul lebih awal. Banyak masyarakat memerlukan gambaran waktu agar dapat mempersiapkan kegiatan ibadah, agenda keluarga, hingga aktivitas sosial selama Ramadan.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Program MBG Jangkau 60 Juta Penerima

Meski begitu, hingga kini tanggal resmi awal Ramadan 1447 H belum di umumkan pemerintah. Kepastian tersebut baru akan di tetapkan setelah proses pengamatan hilal dan sidang isbat yang menjadi acuan nasional.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah serta pergerakan astronomi bulan, awal Ramadan tahun ini di perkirakan jatuh pada kisaran 18 atau 19 Februari 2026. Perbedaan prediksi ini masih mungkin terjadi karena metode perhitungan yang di gunakan tidak selalu sama.

Sebagian lembaga menggunakan pendekatan hisab untuk memperkirakan posisi bulan sabit muda. Namun, hasil perhitungan tersebut tetap bersifat sementara sebelum di lakukan verifikasi melalui pengamatan langsung.

Dalam penentuan awal bulan Hijriah, keberadaan hilal menjadi faktor utama. Karena itu, rukyatul hilal biasanya di lakukan pada akhir bulan Sya’ban di sejumlah titik pemantauan yang telah di tentukan.

Hasil pengamatan tersebut kemudian di bahas dalam sidang isbat yang di gelar pemerintah. Sidang ini melibatkan unsur kementerian terkait, ahli astronomi, serta tokoh organisasi keagamaan untuk menentukan satu keputusan bersama.

Menunggu Pengumuman Resmi

Sampai sidang tersebut berlangsung, tanggal yang beredar di masyarakat masih berupa perkiraan. Umat Islam pun menunggu pengumuman resmi sebagai pedoman pelaksanaan puasa secara serentak.

Perkiraan awal Ramadan ini kerap di manfaatkan masyarakat untuk mulai mempersiapkan kebutuhan ibadah, mulai dari jadwal sahur, rencana berbuka, hingga kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pembentukan Provinsi Priangan Timur Menggema di Rakorwil KAHMI Jabar

Selain itu, sektor pendidikan dan dunia usaha juga biasanya menyesuaikan aktivitas operasional menjelang bulan puasa, mengingat perubahan pola kegiatan masyarakat selama Ramadan.

Bulan Ramadan bukan hanya tentang ibadah puasa, tetapi juga menjadi periode yang penuh tradisi, kebersamaan, dan peningkatan aktivitas keagamaan di berbagai daerah.

Dengan demikian, penetapan resmi awal Ramadan melalui sidang isbat akan menjadi momen penting yang menandai di mulainya bulan suci bagi umat Muslim di Indonesia.

(Jingga Sonjaya)

Pesta Durian Premium Serbu Tasikmalaya, Bawor dan Montong Jadi Primadona

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
et foto : Lapak Pesta Durian Plaza Asia Tasikmalaya, hadirkan varian duren Bawor dan Montong Asli Banyumas, yang siap di santap ditempat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pecinta durian di Kota Tasikmalaya kini tak perlu jauh-jauh berburu buah favoritnya. Pameran Pesta Durian menghadirkan durian asli Banyumas, Jawa Tengah, di Lobi Nakula Plaza Asia Tasikmalaya hingga 22 Februari 2026.

Event yang terselenggara dalam rangka menyambut Imlek dan Ramadhan ini menawarkan berbagai varian premium seperti durian Bawor, Montong, Musang King, hingga Durian Hitam. Deretan buah berukuran besar dengan aroma tajam langsung menyita perhatian pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Baca Juga: Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Tasikmalaya Hidupkan Tradisi Ziarah Leluhur

Sejak buka, lapak Pesta Durian ramai diserbu warga dari berbagai penjuru kota. Banyak pengunjung memilih langsung menyantap durian di lokasi bersama keluarga maupun teman.

Pemilik Gudang Durian, Mas Tri, mengaku antusiasme pembeli meningkat signifikan, terutama saat akhir pekan.

“Beberapa hari terakhir pengunjung terus bertambah, apalagi saat weekend kemarin, kami sampai kewalahan melayani pembeli,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Bawor dan Montong Paling Diburu

Mas Tri menjelaskan, varian Bawor dan Montong menjadi favorit pembeli. Bawor memiliki warna daging sedikit oranye dengan tekstur lebih lengket. Sementara Montong berwarna putih pucat dengan tekstur lembut dan rasa manis legit.

Untuk harga, durian Bawor mulai dengan harga Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Montong Rp87.000 per kilogram. Sementara durian utuh berukuran besar harganya mulai Rp250.000 hingga hampir Rp1 juta per buah, tergantung ukuran dan kualitas.

Bagi pembeli yang menginginkan kepraktisan, panitia menyediakan durian kupas dalam kemasan bersih seberat 500 gram dengan harga mulai Rp125.000 per kotak.

Mas Tri memastikan seluruh durian yangia pasarkan berasal dari Banyumas dengan kualitas pilihan. Ia optimistis para pengunjung akan puas dengan cita rasa dan aroma khas yang ditawarkan.

“Semua durian kami datangkan langsung dari Banyumas, kualitasnya kami jaga agar pembeli benar-benar puas,” katanya.

(Seda)

Jalur Kadungora-Garut Mengular Saat Libur Panjang

0
garut libur panjang fokusjabar.id
Arus :a;in Kadungora-Garut mengular (foto: dok Polda)

GARUT, FOKUSJabar.id: Libur panjang yang berdekatan dengan datangnya bulan Ramadan membuat mobilitas masyarakat meningkat di berbagai daerah. Kondisi tersebut turut berdampak pada arus lalu lintas di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang sejak akhir pekan mulai di padati kendaraan.

Garut menjadi salah satu wilayah yang sering di lalui pengendara dari berbagai arah. Baik menuju Bandung, Tasikmalaya maupun kawasan wisata di selatan Jawa Barat.

BACA JUGA:

Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?

Lonjakan perjalanan ini membuat sejumlah ruas utama mengalami perlambatan.

Situasi kepadatan mulai terasa ketika warga memanfaatkan libur untuk bepergian bersama keluarga. Aparat kepolisian pun bersiaga karena Garut kerap menjadi titik temu arus kendaraan dari beberapa jalur sekaligus.

Di beberapa titik seperti Kadungora dan Limbangan, kendaraan terlihat bergerak lambat. Terutama pada sore hari.

Jalur tersebut merupakan akses penting dari arah Bandung menuju pusat kota Garut. Sehingga rawan padat saat volume meningkat.

Peningkatan arus kendaraan di dominasi oleh wisatawan yang hendak menuju destinasi populer. Termasuk kawasan pemandian air panas serta area pegunungan.

Selain itu, ada pula masyarakat yang mulai melakukan perjalanan lebih awal menjelang Ramadan.

Kasat Lantas Polres Garut, AKP Lucky Martono menyebut, lonjakan kendaraan mulai terasa sejak Sabtu (14/2/2026). Kendaraan pribadi mendominasi jalur masuk Garut dari arah Bandung.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas. Yakni, sistem satu arah atau one way di sejumlah titik yang mengalami penumpukan.

BACA JUGA:

SPPG Sindanggalih 10 Karangpawitan Garut Beroperasi

Penerapan rekayasa di lakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi lapangan. Tujuannya, mempercepat laju kendaraan dan mencegah kemacetan meluas.

Meski demikian, kepadatan masih sulit di hindari karena tingginya volume kendaraan yang melintas dalam waktu bersamaan selama masa libur panjang.

Selain pengaturan arus, petugas juga di tempatkan di persimpangan dan titik rawan perlambatan guna menjaga kelancaran serta memastikan pengendara tetap tertib.

Polisi memperkirakan arus balik berpotensi terjadi pada hari berikutnya, ketika wisatawan dan masyarakat mulai kembali ke daerah asal setelah libur usai.

Masyarakat yang melintas jalur Garut di imbau merencanakan perjalanan dengan matang, memilih waktu keberangkatan yang lebih fleksibel serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Tasikmalaya Hidupkan Tradisi Ziarah Leluhur

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Tradisi masyarakat mengunjungi makam leluhurnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H (dok pribadi)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Masyarakat Tasikmalaya menyambut Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 dengan berbagai tradisi religi yang terus terjaga. Ziarah ke makam leluhur, munggahan, bersih-bersih lingkungan makam hingga saling bermaafan menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci.

Di sejumlah daerah, warga memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak amalan sekaligus mempererat hubungan keluarga. Tradisi tersebut juga terlihat di Kampung Kersagalih, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: PCNU Tasikmalaya Tegas Tolak Nikah Siri, Soroti Risiko Hukum bagi Perempuan dan Anak

Azi Jaenul Irpan bersama keluarganya mendatangi makam almarhum ayahnya pada Senin (16/2/2026). Ia menuturkan, keluarga rutin melakukan ziarah setiap menjelang Ramadhan dan kembali berziarah saat Idulfitri.

“Setiap menjelang Ramadhan, kami selalu datang ke makam almarhum bapak. Setelah Lebaran pun kami kembali berziarah walaupun jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal,” ujar Azi.

Menurutnya, ziarah bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga sarat nilai spiritual dan kebersamaan. Ia dan keluarga membersihkan area makam, memanjatkan doa, serta menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan.

“Kami membaca Al-Fatihah dan Surat Yasin, lalu mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni dosanya, dan diterima amal ibadahnya,” jelasnya.

Azi memaknai ziarah sebagai cara menjaga kasih sayang kepada orang tua yang telah wafat sekaligus pengingat tentang kehidupan akhirat. Ia menilai tradisi ini membantu keluarga memperkuat ikatan religius, melakukan refleksi diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjelang Ramadhan, tradisi ziarah kubur di Tasikmalaya terus hidup sebagai bagian dari kearifan lokal yang mempertemukan nilai budaya dan spiritual dalam satu momentum kebersamaan.

(Seda)

Pohon Lengkeng Tua Tumbang Menimpa Rumah Warga Pamarican Ciamis

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Rumah milik Yati warga Desa Pamarican yang tertimpa pohon tumbang dan saat menerima bantuan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur wilayah Pamarican, Senin siang (16/2/2026), memicu tumbangnya pohon lengkeng berukuran besar di Dusun Lumbungsari, Desa/Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Pohon tersebut menimpa rumah milik Yati hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Batang pohon yang sudah berusia puluhan tahun itu roboh setelah akar tidak lagi mampu menopang beban. Ukurannya yang besar membuat bagian atap dan struktur rumah mengalami kerusakan serius.

Baca Juga: Tanah Bergerak Terjang Neglasari, Dua Rumah di Pamarican Ciamis Rusak Berat

Kepala Desa Pamarican, Endang, mengatakan pemerintah desa menerima laporan dari warga tak lama setelah kejadian.

“Kami menerima laporan rumah warga tertimpa pohon tumbang saat hujan deras masih berlangsung,” ujarnya.

Endang bersama perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan memastikan kondisi pemilik rumah dalam keadaan aman. Ia juga melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan di tingkat atas guna mendapatkan tindak lanjut.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, pemilik rumah harus menanggung kerugian materi akibat kerusakan bangunan.

Warga sekitar bergerak cepat membantu proses evakuasi batang dan ranting pohon secara gotong royong. Pemerintah Desa Pamarican turut menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban.

“Kami berupaya hadir dan membantu warga yang terkena musibah,” kata Endang.

(Husen Maharaja)