spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 126

20 Mantan Pejabat Ciamis dan Banjar jadi Santri Pesantren Darussalam

0
mantan pejabat ciamis fokusjabar.id
20 Mantan Pejabat Ciamis dan Banjar Jadi Santri, Ikuti Amengan Sepuh di Pesantren Darussalam Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Sebanyak 20 tokoh sepuh yang mayoritas merupakan mantan pejabat Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Pemerintah Kota Banjar kembali merasakan kehidupan sebagai santri.

Mereka mengikuti program pesantren kilat khusus lanjut usia bertajuk Amengan Sepuh di Pondok Pesantren Darussalam Ciamis.

BACA JUGA:

Sinergi UID Ciamis-Pelaku Usaha melalui Konsep Layanan Delivery

Program tersebut berlangsung selama Jumat-Sabtu (4-5/9/2026).  Para peserta menjalani rangkaian kegiatan kepesantrenan dengan menginap di Wisma Ikatan Alumni Darussalam (Ikada).

Sejumlah nama yang pernah menduduki jabatan penting di Ciamis dan Banjar turut menjadi peserta. Di antaranya, mantan Sekda Kota Banjar, Sodikin, mantan Direktur PDAM Ciamis (Cece), mantan Asisten Daerah Setda Ciamis (Yasmin Sambas), mantan Kepala Dinas Pendidikan Ciamis (Akasah), mantan Asisten Daerah (Ika) serta mantan Kepala Bappeda Kota Banjar, Tommy Subagja.

Selain para purnabakti pejabat, kegiatan tersebut juga di ikuti anggota DPRD Ciamis, Ganjar M. Yusuf dan Presiden Direktur PO Bus Gapuraning Rahayu, Roni Karno.

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, KH. Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep) mengatakan, Amengan Sepuh pada gelombang pertama di batasi sebanyak 20 peserta.

Pembatasan peserta di lakukan seiring dengan jumlah kapasitas kamar yang tersedia.

BACA JUGA:

Mahasiswa Unigal Bantu UMKM Pangandaran Urus NIB Gratis, Datangi Langsung Tempat Usaha

Menurutnya, para peserta tidak hanya datang untuk berkumpul. Tetapi benar-benar mengikuti pembinaan layaknya santri dengan materi yang di sesuaikan bagi kalangan lanjut usia.

“Sekadar memperbaiki apa yang biasa bapak-bapak lakukan. Seperti penyempurnaan tata cara wudu dan salat. Selain itu ada olahraga relaksasi dan latihan pernapasan yang di sesuaikan untuk para lansia,” ujar Ang Icep.

Sebelum memulai kegiatan, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Pos Kesehatan Pesantren Darussalam.

Setelah itu, mereka mengikuti ramah tamah, menunaikan Salat Jumat, kemudian memasuki kobong untuk mengikuti rangkaian pesantren.

Program Amengan Sepuh sendiri di gagas Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana.

Gagasan tersebut muncul sekitar sebulan lalu saat dirinya berdiskusi bersama sejumlah sesepuh dan Ang Icep di Joglo Pesantren Darussalam.

Nanang mengatakan, kegiatan itu berangkat dari keinginan untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas ibadah, meski para peserta telah memasuki usia senja dan sebagian besar telah menyelesaikan masa pengabdian sebagai aparatur maupun pejabat.

“Kalau dulu kita salah karena belum tahu, itu wajar. Tetapi setelah di beri tahu masih tetap salah, itu yang mengkhawatirkan. Kegiatan ini untuk memperbaiki apa yang selama ini biasa kita lakukan. Saya ingin ibadah tidak sekadar seadanya, tetapi sesuai tuntunan guru,” katanya.

Menurutnya, tujuan utama Amengan Sepuh adalah memberikan kesempatan kepada para lansia untuk bersama-sama menyempurnakan praktik ibadah. Terutama tata cara berwudu dan salat.

“Paling tidak tujuan utamanya memperbaiki diri. Kita bisa bersama-sama menyempurnakan wudu dan salat yang selama ini kita lakukan,” ujar Nanang.

Nanang juga berharap, kegiatan tersebut dapat menghadirkan kembali suasana keagamaan yang dahulu lekat di tengah masyarakat. Salah satunya tradisi nadoman yang biasa di lantunkan di masjid pada waktu antara Salat Asar hingga Magrib.

“Waktu kecil saya sering mendengarnya di masjid. Saya rindu suasana itu, ketika antara Asar dan Magrib terdengar lantunan nadom tauhid, seperti wujud, qidam, baqa,” tuturnya.

BACA JUGA:

Baru Masuk PSGC, Tiga Pemain Persib Langsung Diuji Bangun Chemistry

Secara harfiah, Amengan Sepuh atau ulin kolot berarti “permainan orang tua.” Namun, kegiatan tersebut di maknai sebagai rekreasi spiritual bagi para lansia untuk mengisi masa senja dengan aktivitas yang bermanfaat.

Ketua Lembaga Lansia Indonesia (LLI), Akasah mengaku bangga dapat menjadi salah satu peserta.

Menurutnya, Amengan Sepuh menjadi wadah positif untuk mendorong para lansia menjalani masa tua secara sehat, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga rohani dan kesejahteraan batin.

Melalui kegiatan ini, 20 tokoh sepuh dari berbagai latar belakang itu sejenak meninggalkan status dan jabatan yang pernah mereka emban.

Mereka kembali duduk sebagai santri, belajar bersama, memperbaiki ibadah dan menjadikan masa senja sebagai kesempatan untuk terus memperbaiki diri.

(Mia)

Sinergi UID Ciamis-Pelaku Usaha melalui Konsep Layanan Delivery

0
UID Ciamis fokusjabar.id
Toserba Hamdan Wasalaman Darussalam Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Universitas Islam Darussalam (UID) Ciamis melalui Bidang Pengembangan Usaha dan Kemitraan resmi menjalin kolaborasi strategis dengan pelaku usaha lokal dalam pembukaan Toserba Hamdan Wasalaman Darussalam.

Inisiasi kerja sama ini di gagas oleh Asisten Wakil Rektor Bidang Pengembangan Usaha dan Kemitraan UID Ciamis, Ahmad Agung.

BACA JUGA:

Mahasiswa Unigal Bantu UMKM Pangandaran Urus NIB Gratis, Datangi Langsung Tempat Usaha

Kehadiran Toserba Hamdan Wasalaman merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat dan pengembangan ekonomi produktif.

Melalui skema kemitraan ini, UID Ciamis tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan. Tetapi juga sebagai agen penggerak ekonomi kerakyatan di wilayah Ciamis dan sekitarnya.

Konsep Usaha

Toserba Hamdan Wasalaman mengusung konsep Belanja Lengkap dalam Satu Tempat atau one-stop shopping.

Berbagai kebutuhan masyarakat di sediakan secara terintegrasi. Mulai dari kebutuhan pokok, produk segar berupa sayur dan buah, daging segar, ikan asin, makanan olahan, bahan seblak hingga bahan baku aneka kue.

Pengelola Toserba, Iis Nursaadah menyampaikan, keberadaan toserba ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan efisiensi waktu bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian.

“Hamdan Wasalaman menyediakan berbagai macam kebutuhan pokok. Kami hadir untuk memudahkan masyarakat berbelanja tanpa harus berpindah-pindah tempat,” ujarnya, Jumat (4/9/2026).

Sebagai strategi awal penetrasi pasar, pada hari pertama pembukaan, Toserba memberikan promo diskon 10 persen untuk seluruh produk kepada seluruh pelanggan.

Inovasi Layanan: Delivery Order, QRIS dan Sistem Keanggotaan

Selain kelengkapan produk, Toserba Hamdan Wasalaman juga mengintegrasikan layanan modern untuk meningkatkan kepuasan pelanggan.

“Layanan yang di sediakan meliputi Delivery Order atau layanan pesan antar untuk menjangkau konsumen yang memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas,” jelasnya.

BACA JUGA:

Baru Masuk PSGC, Tiga Pemain Persib Langsung Diuji Bangun Chemistry

Selain itu, Toserba ini juga di lengkapi dengan sistem pembayaran Digital. Yakni penyediaan fasilitas pembayaran melalui QRIS guna mendukung transaksi nontunai dan efisiensi.

“Ada juga Layanan Pesanan Khusus, Hamdan Wasalaman menerima pesanan untuk kebutuhan acara hajatan, kenduri dan kegiatan kolektif lainnya,” ungkap Iis.

“Program Keanggotaan/Member juga ada. Di mana pelanggan terdaftar akan memperoleh harga prioritas. Program ini juga menyasar pelaku UMKM ritel untuk memperoleh harga khusus dalam rangka dijual kembali,” tambahnya.

Peran Strategis UID Ciamis dalam Penguatan Kemitraan

Ahmad Agung selaku inisiator kerja sama menegaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen UID Ciamis dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Perguruan tinggi harus hadir tidak hanya di ruang kelas. Tetapi juga di ruang ekonomi masyarakat. Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap Hamdan Wasalaman dapat memberikan manfaat ekonomi bagi pemilik usaha, UID, dan masyarakat luas,” tuturnya.

Dia menambahkan, ke depan UID Ciamis akan terus membuka ruang sinergi dengan berbagai pelaku usaha melalui promosi, pendampingan dan jejaring kemitraan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Respons Masyarakat

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pembukaan. Salah seorang pelanggan, Ika warga Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan toserba tersebut.

“Alhamdulillah lokasinya dekat dan produknya sudah cukup lengkap. Tidak perlu jauh-jauh lagi berbelanja. Semoga ke depan produknya semakin beragam,” ungkapnya.

Pembukaan Toserba Hamdan Wasalaman Darussalam menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi lokal.

Dengan dukungan UID Ciamis dan kepercayaan masyarakat di harapkan usaha ini dapat tumbuh berkelanjutan, memberikan keberkahan serta menjadi pusat pemenuhan kebutuhan masyarakat yang efisien, modern dan berorientasi pada pelayanan.

(Mia)

BPK RI: Penatausahaan Aset Tanah Pemkab Pangandaran Belum Memadai

0
BPK RI Pangandaran fokusjabar.id
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pangandaran Fajar Saripudin

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Di tengah wacana hibah tanah 30 hektare untuk kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran justru di sorot BPK RI terkait penatausahaan aset tanah yang belum tertib.

‎Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pangandaran Tahun Anggaran 2025 Buku II halaman 54, BPK menyebut pengamanan dan penatausahaan aset tetap Pemkab Pangandaran masih belum memadai.

‎BACA JUGA:

Karang Taruna Desak Audit Dugaan Monopoli SPPG Sindangwangi Pangandaran

‎Salah satu temuan besar BPK adalah masih adanya 104 bidang tanah seluas 1.390.312 meter persegi atau sekitar 139 hektare yang belum bersertifikat.

‎Berdasarkan penelusuran BPK terhadap Kartu Inventaris Barang (KIB) A, terdapat 375 register tanah dengan luas total 6.299.829 meter persegi.

‎Dari jumlah itu, baru 271 register dengan luas 4.909.517 meter persegi yang memiliki informasi nomor sertifikat.

‎Artinya terdapat 104 bidang tanah dengan luas 1.390.312 meter persegi yang belum bersertifikat.

‎Selain itu, BPK juga menemukan selisih luas antara tanah bersertifikat yang tercatat dalam KIB A dengan daftar sertifikat tanah milik Pemkab Pangandaran sebesar 706.292 meter persegi.

‎Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Pangandaran, Fajar Saripudin menilai, Pemkab harus memaksimalkan penatausahaan aset terlebih dahulu sebelum merealisasikan hibah 30 hektare ke ISBI Bandung.

‎”Harusnya Bupati mendahulukan tata kelola aset. Rencana pelepasan atau hibah aset daerah dalam skala 30 hektare tentu membutuhkan kepastian mengenai status, legalitas, pencatatan dan pengamanan aset yang akan di hibahkan,” kata Fajar, Jumat (4/9/2026).

‎Fajar menegaskan, Pemkab harus serius menindaklanjuti catatan BPK. Dalam LHP itu BPK mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 yang mengatur pengguna barang wajib melakukan pencatatan, inventarisasi serta mengamankan dan memelihara BMD.

‎Untuk tanah, pengamanan administrasi di lakukan dengan menghimpun, mencatat, menyimpan dan menatausahakan dokumen bukti kepemilikan tanah secara tertib dan aman.

‎BPK memberikan rekomendasi khusus agar persoalan 104 bidang tanah itu segera di tindaklanjuti.

‎”Bupati Pangandaran di rekomendasikan untuk menginstruksikan Kepala BKAD selaku Pejabat Penatausahaan Barang agar lebih optimal membantu Pengelola BMD dalam mengendalikan dan mengawasi pengelolaan aset,” jelas Fajar.

‎BACA JUGA:

TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Pongpet Pangandaran

‎BPK juga meminta koordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera memproses penerbitan sertifikat terhadap 104 bidang tanah seluas 1.390.312 meter persegi yang tercatat di KIB A namun belum bersertifikat.

‎Dalam temuannya, BPK menilai Kepala BKAD selaku Pembantu Pengelola BMD kurang optimal dalam penatausahaan dan pengamanan aset tetap.

Sementara para Kepala SKPD selaku Pengguna Barang di sebut kurang optimal dalam mengamankan dan memelihara aset yang berada dalam penguasaannya.

‎Rencana pembangunan kampus ISBI di Pangandaran memang memiliki tujuan strategis.

Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami sebelumnya menyampaikan Pemkab menyiapkan lahan 30 hektare di Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih untuk pengembangan kampus tersebut.

‎”Rencananya kami menghibahkan 30 hektar di Cikalong buat kampus ISBI. Mudah-mudahan segera di bangun karena memang kalau ISBI kan sebenarnya kampusnya sudah ada di Bandung,” ujar Citra.

‎Namun rencana itu memunculkan pertanyaan publik mengenai kesiapan tata kelola aset daerah.

‎”Jika Pemkab hendak menghibahkan aset tanah, maka publik tentu berhak mengetahui apakah lahan yang akan di berikan tersebut telah memiliki status hukum dan administrasi yang jelas, tercatat secara benar dalam inventaris aset daerah, serta memenuhi seluruh prosedur hibah barang milik daerah,” tegas Fajar.

‎Apalagi BPK masih menemukan lebih dari satu juta meter persegi aset tanah Pemkab yang belum bersertifikat.

‎”Sebelum hibah di realisasikan, publik patut mendapatkan penjelasan mengenai status kepemilikan lahan Cikalong, nomor sertifikat atau bukti kepemilikannya, pencatatan dalam KIB, dasar hukum hibah serta tahapan administrasi yang telah di tempuh Pemkab Pangandaran,” paparnya.

BACA JUGA:

Program Revitalisasi Sekolah Jadi Sorotan DPRD Pangandaran

‎Menurut Fajar, pembangunan kampus ISBI penting bagi pendidikan dan budaya. Namun proses hibah 30 hektare harus di lakukan dengan tata kelola aset yang tertib, transparan dan sesuai ketentuan.

‎Terlebih BPK telah menugaskan Pemkab Pangandaran untuk memperbaiki pengamanan dan penatausahaan aset. Termasuk menyelesaikan sertifikasi 104 bidang tanah yang belum memiliki sertifikat.

(Sajidin)

Gabriel Mutombo: Persib Punya Ruang Besar Tampil di ACL 2

0
Gabriel Mutombo fokusjabar.id
Gabriel Mutombo dan Igor Tolic (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bek Persib Bandung, Gabriel Mutombo optimistis timnya punya ruang besar untuk tampil lebih baik di kompetisi AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027.

Sebelumnya Persib Bandung menang tipis 1-0 atas Manila Digger FC di pertandingan pendahuluan di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin, 31 Agustus 2026.

BACA JUGA:

Marc Klok Bicara Soal Tantangan Persib Bandung

Gol tunggal Mariano Peralta pada penghujung babak kedua akhirnya memastikan kemenangan sekaligus membawa Maung Bandung ke fase grup.

Menurut Gabriel Mutombo, pertandingan tersebut berlangsung sengit dan menguras energi. Keberhasilan melewati laga play-off menjadi modal penting dalam menghadapi musim yang lebih panjang.

“Pertandingannya sangat sengit, sangat panjang, tapi pada akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan. Jadi ini sangat bagus untuk klub dan untuk musim ini,” katanya.

Mutombo menilai, intensitas tinggi yang di tunjukkan kedua tim pada babak pertama turut memengaruhi jalannya pertandingan.

Memasuki babak kedua, Persib mampu memanfaatkan menurunnya tempo permainan lawan untuk akhirnya mencetak gol penentu.

Meski berhasil menang, Mutombo menyadari masih ada sejumlah hal yang perlu di perbaiki. Salah satunya adalah efektivitas dalam menyelesaikan peluang menjadi gol.

Persib beberapa kali mampu menciptakan ancaman di pertahanan Manila Digger. Tetapi gol baru tercipta menjelang pertandingan berakhir.

Situasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Maung Bandung sebelum memasuki persaingan yang lebih berat di fase grup.

Tantangan berikutnya pun sudah menanti. Di Grup E ACL Two 2026/2027, Pangeran Biru akan menghadapi FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia dan The Cong-Viettel dari Vietnam.

Persaingan tersebut sekaligus akan membawa Persib menjalani perjalanan tandang dengan jarak yang jauh.

BACA JUGA:

Persib vs PSM di GBLA, Umuh Muchtar: Yang Penting 3 Poin

Bagi Mutombo, kondisi tersebut bukan alasan untuk gentar, melainkan kesempatan mengukur kemampuan menghadapi klub-klub dengan level persaingan yang lebih tinggi.

“Ya, di babak penyisihan grup nanti akan sangat berat, sangat bagus untuk tim, dan saya pikir ini tantangan yang bagus untuk klub,” tegas Mutombo.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar pasang target tinggi di ACL Two meski persaingan di level Asia cukup berat.

Umuh tidak ingin keberhasilan lolos ke fase grup ACL Two 2026/2027 sebagai pencapaian akhir.

Setelah melewati babak pendahuluan, tantangan Persib Bandung kini semakin berat.

Tim kebanggaan Bobotoh akan bersaing di fase grup dengan klub-klub dari berbagai negara Asia. Sehingga membutuhkan persiapan dan kekuatan yang lebih baik.

Umuh Muchtar tidak melihat hal tersebut sebagai persoalan. Sebaliknya, ia meminta meningkatkan kualitas dan kekuatan tim agar mampu menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh.

“Enggak ada masalah walaupun lawan lebih berat. Persib harus lebih tangguh lagi,” katanya.

Kini, setelah memastikan satu tempat di fase grup, PERSIB harus segera mengalihkan fokus menghadapi tantangan berikutnya.

Persaingan yang lebih berat menuntut Maung Bandung tampil konsisten sekaligus memiliki keberanian untuk memasang target setinggi mungkin.

(Bambang Fouristian)

Target Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar di ACL 2

0
Umuh Muchtar ACL fokusjabar.id
Umuh Muchtar (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar pasang target tinggi di AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027 meski persaingan di level Asia cukup berat.

Umuh tidak ingin keberhasilan lolos ke fase grup ACL Two 2026/2027 sebagai pencapaian akhir.

BACA JUGA:

Persib vs PSM di GBLA, Umuh Muchtar: Yang Penting 3 Poin

Seperti di ketahui, Thom Haye dan kolega memastikan tiket ke fase grup ACL Two setelah mengalahkan Manila Digger dengan skor 1-0 pada pertandingan pendahuluan, Senin, 31 Agustus 2026 lalu.

Gol kemenangan Persib Bandung di cetak Mariano Peralta pada menit 89.

Setelah melewati babak pendahuluan, tantangan Persib Bandung kini semakin berat.

Tim kebanggaan Bobotoh akan bersaing di fase grup dengan klub-klub dari berbagai negara Asia. Sehingga membutuhkan persiapan dan kekuatan yang lebih baik.

Umuh Muchtar tidak melihat hal tersebut sebagai persoalan. Sebaliknya, ia meminta meningkatkan kualitas dan kekuatan tim agar mampu menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh.

“Enggak ada masalah walaupun lawan lebih berat. Persib harus lebih tangguh lagi,” katanya.

Kini, setelah memastikan satu tempat di fase grup, PERSIB harus segera mengalihkan fokus menghadapi tantangan berikutnya.

Persaingan yang lebih berat menuntut Maung Bandung tampil konsisten sekaligus memiliki keberanian untuk memasang target setinggi mungkin.

Bagi Umuh, Persib tidak boleh sekadar puas karena telah melewati babak play-off. Meski menyadari perjalanan menuju gelar juara tidak mudah.

BACA JUGA:

Soal Juara Super League, Ini Kata Pemain Anyar Persib Bandung

Dia berharap, tim besutan Igor Tolic tetap memiliki tujuan besar di kompetisi Asia.

“Targetnya juara walaupun berat,” pungkasnya.

Sebelumnya Umuh Muchtar mengatakan, pertandingan perdana Super League di jadwalkan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (6/9/2026).

Dia berharap, pada pertandingan tersebut skuad Maung Bandung bisa tampil maksimal dan mengamankan poin penuh. Pasalnya, kemenangan menjadi modal bagus untuk menghadapi musim 2026/2027.

Sementara itu, Persib sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk mengarungi musim 2026/2027. Selain berlatih skuad Maung Bandung juga tampil di turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

(Bambang Fouristian)

Rumah Warga di Pawindan  Ciamis Kebakaran, Pemilik Rugi Rp50 Juta

0
Pawindan ciamis fokusjabar.id
Proses pemadaman api

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Rumah permanen 6 x 9 meter milik Sahidin (72)  di Dusun Rancautama, Desa Pawindan Kecamatan/Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kebakaran, Kamis (3/9/2026) malam.

Penyebab kebakaran di duga dari tungku api yang di tinggal pergi setelah aktivitas memasak.

BACA JUGA:

Kebakaran Lahan Hutan Bambu di Baregbeg Ciamis Berhasil Dipadamkan Petugas

Tidak ada korban jiwa maupun luka. Pemilik mengalami kerugian materi sekitar Rp50 juta.

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi pengendalian dan penanganan kebakaran, Trisyanto mengatakan, sekitar pukul 22.00 WIB, personel piket Damkar UPTD Ciamis menerims laporan kebakaran dari aparat pemerintahan Desa Pawindan.

“Mendapat laporan, petugas langsung menuju lokasi,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Trisyanto menuturkan, Damkar UPTD Ciamis mengerahkan Dua unit mobi tangki pancar dengan jumlah personel sebanyak tujuh orang.

“Dengan cepat personel Damkar memadamkan api yang sedang membakar bangunan rumah itu,” ucapnya.

Trisyanto melanjutkan, dalam beberapa waktu api berhasil di kuasai dan di padamkan. Sehingga api tidak meluas ke bangunan yang ada di dekatnya.

BACA JUGA:

152 Knalpot Brong Disita Polres Ciamis, Remaja dan Pelajar Dominasi Pelanggar

“Berkat kecepatan laporan dari warga dan langsung di tindaklanjuti kebakaran tidak sampai meluas,” ungkapnya.

Kebakaran rumah menimbulkan kerugian besar baik materi maupun psikis. Sebagian besar kebakaran bisa di cegah jika kita lebih waspada dan disiplin menjaga keamanan rumah.

Lebih baik mencegah daripada memadamkan. Kehati-hatian kecil bisa menyelamatkan rumah dan nyawa.

(Husen Maharaja)

664 Orang Terdampak Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Beri Sanksi SPPG

0
MBG Sidoarjo fokusjabar.id
(foto: web)

SIDOARJO, FOKUSJabar.id: Kasus keracunan yang di duga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur masih menjadi perhatian.

Ratusan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan yang di distribusikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.

BACA JUGA:

BGN Kawal Penanganan 80 Siswa Sidoarjo yang Masih Dirawat

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026. Korban berasal dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo serta sejumlah pelajar di sekolah yang menerima menu MBG dari SPPG tersebut.

Mereka kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami keluhan kesehatan.

Berdasarkan pembaruan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo pada Kamis, 3 September 2026, jumlah korban yang mendapatkan penanganan mencapai 664 orang.

Dari jumlah itu, 77 pasien masih di rawat, 581 orang telah di perbolehkan pulang dan enam lainnya masih menjalani observasi.

Kondisi pasien yang masih mendapatkan perawatan di laporkan secara umum stabil.

Kepala Dinkes Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina menyampaikan perkembangan tersebut sekaligus memastikan penanganan kesehatan masih di lakukan terhadap pasien yang membutuhkan pemantauan.

“Total 664 pasien, MRS 77 pasien, KRS 581 pasien, observasi 6 pasien,” ujar Lakhsmie.

Untuk menangani dampak kejadian tersebut, Dinkes Sidoarjo mengaktifkan Tim Krisis Kesehatan.

Tim ini bertugas melakukan penanganan di lokasi kejadian maupun rumah sakit dengan dukungan tenaga kesehatan yang di siagakan untuk memberikan pelayanan kepada korban. Termasuk mereka yang membutuhkan pemeriksaan dan observasi lebih lanjut.

Pada saat yang sama, Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pemeriksaan terhadap proses penyediaan hingga pendistribusian makanan MBG yang di konsumsi para korban.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyebut, terdapat persoalan dalam kedisiplinan pelaksanaan prosedur operasional standar (SOP). Terutama mengenai batas waktu distribusi makanan setelah selesai di masak.

“Itu karena ketidakdisiplinan daripada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung di bagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam,” kata Ketut.

Ia menjelaskan, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet. Sehingga semakin lama berada di luar batas waktu yang di tentukan, risiko makanan mengalami penurunan kualitas dan pertumbuhan bakteri dapat meningkat.

Kepala BGN, Sudaryono turut memberikan penjelasan mengenai rangkaian kejadian tersebut.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, makanan di sebut selesai di masak sekitar pukul 05.00 WIB dan semestinya di konsumsi sebelum pukul 09.00 WIB.

Namun, informasi pada label makanan mencantumkan waktu produksi pukul 08.00 WIB. Sehingga batas konsumsi tercatat hingga pukul 10.00 WIB.

Masalah waktu kemudian berlanjut pada tahap distribusi. Makanan yang seharusnya sudah di kirim sebelum pukul 10.00 WIB di sebut baru tiba di sekolah sekitar pukul 11.30 hingga 11.40 WIB.

Para siswa kemudian mengonsumsi makanan tersebut setelah pukul 12.00 WIB.

BGN menilai terdapat pelanggaran terhadap ketentuan waktu distribusi yang sebelumnya telah di tetapkan.

“Berarti ini adalah kelalaian yang di sengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang di sengaja. Aturan sudah di berikan, juklak juknis sudah di berikan, cara sudah di berikan tapi Anda lalai dalam melaksanakan. Ini namanya kelalaian yang di sengaja,” tegas Sudaryono.

Ia juga menyatakan bahwa apabila proses penyelidikan nantinya menemukan unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab dapat menghadapi proses hukum.

BGN juga menemukan persoalan terkait pelabelan pada wadah makanan atau ompreng. Informasi mengenai waktu produksi dan batas konsumsi di sebut tidak di cantumkan pada setiap wadah.

Sebagai langkah perbaikan, BGN kemudian menetapkan kewajiban agar seluruh ompreng memiliki label dengan keterangan waktu yang sesuai.

BACA JUGA:

Tak Penuhi Syarat SLHS, 455 SPPG Ditutup Permanen

“Mulai hari ini saya wajibkan setiap ompreng harus ada labelnya. Saya tidak mau tahu, setiap ompreng harus ada labelnya. Dan labelnya harus di isi dengan jam yang sesuai,” ujar Sudaryono.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari evaluasi agar batas waktu konsumsi dapat di ketahui dengan jelas oleh penerima manfaat dan pihak yang bertanggung jawab dalam pendistribusian makanan.

Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, BGN menjatuhkan sanksi berupa suspend berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah.

BGN juga mengusulkan agar kepala SPPG tersebut di copot dan diganti.

Investigasi bersama dinas kesehatan tetap di lakukan untuk mengetahui secara lebih menyeluruh faktor yang menyebabkan terjadinya keracunan.

“Kami juga suspend berat selama 30 hari SPPG Sidoarjo Talangangin Kalitengah. Selain itu, kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk di copot dan di gantikan,” ujar Ketut Sumedana.

Selain persoalan teknis distribusi makanan, pengawasan terhadap operasional SPPG di Sidoarjo juga menjadi perhatian.

Bupati Sidoarjo Subandi menyebut, terdapat 170 SPPG yang berdiri di wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 31 SPPG di sebut belum memiliki izin. Sehingga pengawasan terhadap unit-unit tersebut di nilai perlu di perkuat.

“Total berdiri BGN yang ada di Sidoarjo 170. Yang masih belum ada izin, 31. Tadi kita sampaikan kepada BGN Pusat, jadi betul-betul ada pengawasan yang ekstra. Jangan sampai terjadi hal-hal yang seperti ini lagi,” ujar Subandi.

Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo menyatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terkait pemenuhan persyaratan operasional. Termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Upaya tersebut di lakukan sebagai bagian dari penguatan pengawasan terhadap penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi.

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin juga memberikan tanggapan. Ia mengatakan, laporan mengenai kejadian tersebut sedang di periksa dan hasil evaluasinya belum dapat di sampaikan karena proses pemeriksaan masih berjalan.

“Ini sudah di laporkan, sekarang kita sedang periksa. Hasilnya saya belum lihat. Biasanya akan ada pemeriksaan,” kata Budi.

Penanganan terhadap korban pun masih berlanjut seiring proses investigasi terhadap pelaksanaan MBG.

Pasien yang masih membutuhkan perawatan dan observasi tetap mendapatkan pemantauan tenaga kesehatan. Sementara ratusan korban lainnya telah di perbolehkan kembali ke rumah setelah kondisi mereka di nilai membaik.

Kasus di Sidoarjo menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan program MBG yang melibatkan distribusi makanan kepada masyarakat dalam jumlah besar.

BACA JUGA:

Kepala BGN Sudaryono Soroti Pungli SPPG, Proses Secara Hukum

BGN kini melakukan evaluasi terhadap kepatuhan SPPG terhadap SOP. Termasuk ketepatan waktu distribusi, pencantuman label pada setiap wadah makanan serta aspek keamanan dan higiene makanan.

Penanganan medis terhadap korban dan proses investigasi masih berlangsung.

Pemerintah daerah bersama BGN dan instansi terkait juga melakukan koordinasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat di ketahui dan langkah perbaikan di terapkan.

Sehingga pelaksanaan MBG berikutnya dapat berjalan sesuai ketentuan dan makanan yang di terima masyarakat tetap aman untuk di konsumsi.

(Jingga Sonjaya)