spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 125

Kepala BGN: Pengadaan Harus Berbasis Kebutuhan dan Manfaat

0
Kepala BGN fokusjabar.id
Kepala BGN, Sudaryono

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) mengatakan, setiap pengadaan harus di dasarkan pada kebutuhan nyata dan memberikan manfaat yang jelas bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prinsip tersebut menjadi bagian dari komitmen BGN dalam memastikan anggaran negara di gunakan secara efektif, efisien dan dapat di pertanggungjawabkan.

BACA JUGA:

664 Orang Terdampak Keracunan MBG di Sidoarjo, BGN Beri Sanksi SPPG

Kepala BGN menegaskan, pengadaan tidak boleh di lakukan hanya karena tersedia anggaran atau semata-mata karena keinginan untuk membeli suatu barang.

Menurut Dia, setiap rencana pengadaan harus terlebih dahulu di uji berdasarkan kebutuhan dan manfaatnya bagi pelaksanaan tugas BGN.

“Pengadaan itu bukan karena pengen, tapi memang di perlukan dan di butuhkan,” tegas Sudaryono.

Mas Dar menambahkan, pendekatan tersebut juga di terapkan terhadap pengadaan yang sebelumnya ramai di perbincangkan di media sosial. Yakni pengadaan layar LED yang di sebut bernilai lebih dari Rp500 milyar.

Dia menjelaskan, proses pengadaan yang di maksud telah berlangsung sebelum dirinya mulai menjabat sebagai Kepala BGN.

Setelah menerima laporan mengenai proses pengadaan tersebut, Ia kemudian melakukan peninjauan dan mengambil keputusan untuk membatalkannya pada Juli 2026.

“Yang di sosmed kan ramai itu LED seolah-olah kita belanja Rp500 miliar lebih. Enggak. Saya masuk sebagai kepala kemudian kami batalkan,” kata Mas Dar.

BGN akan memastikan tidak terdapat pengadaan yang tidak memiliki dasar kebutuhan yang jelas.

Hal tersebut menjadi bagian dari pembenahan tata kelola BGN sekaligus upaya menjaga agar anggaran negara di gunakan untuk kepentingan yang memberikan manfaat langsung terhadap pelaksanaan program.

“Kami pastikan itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada,” imbuhnya.

Komitmen tersebut juga tercermin dalam pembahasan anggaran BGN tahun 2027. Mas Dar menyampaikan bahwa dalam anggaran 2027 tidak terdapat belanja modal.

BACA JUGA:

Tak Penuhi Syarat SLHS, 455 SPPG Ditutup Permanen

“Bisa lihat di tahun 2027, itu tidak ada belanja modal. Jadi tidak ada pengadaan yang aneh-aneh,” jelasnya.

Sudaryono menekankan, prinsip utama dalam pengelolaan anggaran BGN adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Setiap rupiah yang di gunakan harus memiliki manfaat yang sebesar-besarnya bagi penerima manfaat program.

“Anggaran ini adalah uang rakyat. Anggaran ini adalah satu rupiah ini menjadi penting. Tidak bisa kita gunakan seenaknya seolah-olah itu uang nenek saya. Bukan, ini adalah uang rakyat yang setiap rupiah harus bisa di pertanggungjawabkan,” tutup Mas Dar.

(Bambang Fouristian/Biro Hukum dan Humas BGN)

KSAD Maruli Siapkan Teknologi Baru Atasi Sampah Bandung, 1.000 Ton per Hari Diolah Jadi Solar

0
BANDUNG, FOKUSjabar.id
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta proses verifikasi mesin insinerator pengolah sampah di Pasar Ciwastra, Kota Bandung, dipercepat. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mendesak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mempercepat verifikasi mesin insinerator pengolah sampah di Pasar Ciwastra, Kota Bandung. Tim KLH mendapatkan target untuk menuntaskan evaluasi teknis dalam waktu satu pekan.

Pemeriksaan cepat bertujuan memastikan kelaikan mesin agar fasilitas tersebut segera beroperasi guna mengurai persoalan sampah di wilayah Bandung.

Baca Juga: Antisipasi Kemarau, Pemkot Bandung Pasang Toren Air di 500 RW untuk Penanganan Cepat Kebakaran

“Memang kita sudah menyampaikan kepada KLH untuk memastikan apakah ini sudah lulus agar bisa segera dioperasionalkan,” kata Maruli saat meninjau mesin insinerator di Pasar Ciwastra, Kota Bandung, Jumat (4/9/2026).

Evaluasi Hasil Verifikasi dan Pengembangan Alternatif

Hasil pengecekan KLH akan menjadi penentu kelanjutan penggunaan teknologi tersebut. Pemerintah akan menguji peningkatan kapasitas jika mesin lolos verifikasi, atau menyiapkan alternatif teknologi lain apabila tidak memenuhi kriteria.

“Kalau sudah lulus, kita lihat evaluasinya untuk tingkatkan lagi. Namun kalau tidak memungkinkan, kita akan cari alternatif lain,” katanya.

Rencana Pembangunan Pabrik Pengolah Sampah Jadi Solar

Selain insinerator, TNI AD berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar solar. Pabrik berkapasitas 1.000 ton per hari tersebut memulai tahap konstruksi pada September 2026 dengan durasi pengerjaan selama satu tahun.

“Seperti yang saya sampaikan, sebetulnya kami bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membuat pengolahan sampah menjadi solar. Mudah-mudahan bisa segera mulai bulan ini. Target pembuatan pabrik memakan waktu satu tahun, dan harapannya dapat mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari di sini,” ungkapnya.

Maruli optimistis skema pengolahan ini dapat mereplikasi ke berbagai daerah lain yang memiliki volume sampah harian antara 300 hingga 500 ton.

“Saya yakin konsep ini bisa berkembang di daerah-daerah lain yang kapasitas sampahnya mungkin 300 hingga 500 ton per hari. Ini akan terus kita kejar sambil berjalan,” ucapnya.

Dukungan Terhadap Arahan Desentralisasi Sampah Presiden

Pengoperasian mesin insinerator di daerah-daerah turut memperkuat program desentralisasi penanganan sampah sesuai arahan Presiden. Sistem ini memangkas ketergantungan wilayah terhadap Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) terpusat.

“Paling tidak, arahan Presiden mengenai sistem desentralisasi penanganan sampah bisa dilaksanakan, salah satunya dibantu dengan insinerator,” katanya.

Pihak KLH memerlukan waktu satu minggu untuk menyelesaikan seluruh pengujian sebelum keputusan pengoperasian resmi terbit.

“Tadi dari LH perlu waktu satu minggu. Nanti setelah satu minggu baru dievaluasi. Setelah dievaluasi, baru kita cari target lain yang disesuaikan dengan kebutuhannya, baru kita kerjakan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Dampak Gempa M 5,4 Cilacap Terasa hingga Ciamis, Rumah Warga Rusak 56 Persen

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot istimewa : Rumah warga di wilayah Desa Sukajadi Pamarican yang rusak akibat digoyang gempa dan personel BPBD Kabupaten Ciamis saat memberikan bantuan

CIAMIS,FOKUSjabar.id: Guncangan gempa bumi bermagnitudo 5,4 yang berpusat di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, merusak satu unit rumah warga di Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Hunian milik Iyan yang berisi tiga jiwa tersebut mengalami retak pada dinding depan, plester tembok terkelupas, serta genting berjatuhan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis Ani Supiani membenarkan laporan dampak kerusakan tersebut.

Baca Juga: Perkuat Kondusivitas Wilayah, Polres Ciamis Gelar Safari Salat Jumat dan Bagikan Paket Berkah

“Mendapat laporan dari aparat pemerintahan Desa Sukajadi ada rumah terdampak gempa bumi, pihaknya langsung menerjunkan personel ke lokasi kejadian,” katanya, Jumat (4/9/2026).

Hasil Asesmen Petugas di Lokasi Kejadian

BPBD Kabupaten Ciamis langsung menerjunkan tim teknis ke lokasi untuk membantu pemilik rumah sekaligus mengumpulkan data lapangan sebagai bahan laporan resmi kepada pimpinan daerah.

“Berdasarkan asesmen di lokasi, rumah itu mengalami rusak sedang (RS). Hampir 56 persen kondisi rumah itu rusak,” ucapnya.

Penyaluran Bantuan Darurat Pemkab Ciamis

Selain memetakan tingkat kerusakan bangunan, tim BPBD menyerahkan paket bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak.

“Atas nama Pemkab Ciamis kami telah memberikan bantuan untuk sedikit meringankan beban keluarga yang terdampak bencana itu,” jelasnya.

Inisiatif tersebut menegaskan komitmen dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam mendampingi warga yang tertimpa musibah.

“Mudah-mudahan saja bantuan yang telah diberikan itu bisa membantu mengurangi beban pemilik rumah dan keluarganya,” pungkasnya.

(Husen Magaraja)

Perkuat Kondusivitas Wilayah, Polres Ciamis Gelar Safari Salat Jumat dan Bagikan Paket Berkah

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot: Kapolres Ciamis AKBP. Eko Iskandar

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kepolisian Resor (Polres) Ciamis Polda Jawa Barat mempererat jalinan komunikasi dengan warga melalui safari ibadah dan dialog keagamaan. Jajaran kepolisian menggelar agenda Salat Jumat berjamah di Masjid Agung Kabupaten Ciamis demi memperkokoh kemitraan bersama masyarakat setempat.

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar menyampaikan apresiasi tinggi kepada pengurus DKM dan jamaah yang menyambut hangat kehadiran jajarannya di lokasi.

Baca Juga: 20 Mantan Pejabat Ciamis dan Banjar jadi Santri Pesantren Darussalam

“Kegiatan Shalat Jum’at keliling bukan hanya menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi saja tetapi juga merupakan bagian dari upaya Kepolisian membangun komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” katanya, Jumat (4/9/2026).

Sinergi Kepolisian dan Warga Jaga Kamtibmas

Eko menekankan bahwa pemeliharaan situasi keamanan daerah memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi yang solid antara aparat dan warga menjadi kunci utama penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kami mengajak seluruh jemaah dan masyarakat Kabupaten Ciamis untuk terus memperkuat sinergitas serta kemitraan dengan Kepolisian. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi tetapi turut berperan aktif dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Antisipasi Penyebaran Hoaks dan Paham Radikal

Pihak kepolisian mendorong partisipasi publik untuk membendung potensi ancaman yang dapat merusak kerukunan warga, seperti penyebaran informasi palsu (hoax) serta ancaman radikalisme.

“Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar merupakan salah satu kekuatan penting dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif. Oleh karena itu, komunikasi antara Kepolisian dengan tokoh agama, pengurus masjid dan seluruh lapisan masyarakat akan terus dibangun secara berkelanjutan,” jelasnya.

Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan pembagian paket program Jumat Berkah kepada para jemaah sebagai sarana memupuk kepedulian sosial.

Apresiasi dan Dukungan dari Jemaah Masjid

Inisiatif Polres Ciamis mendapat respons hangat dari jemaah Masjid Agung. Aep Deni, salah seorang jemaah, menilai kehadiran jajaran kepolisian membuka ruang komunikasi langsung antara pimpinan aparat dan warga.

“Kami merasa senang dan mengapresiasi kehadiran Kapolres bersama jajaran. Kegiatan seperti ini membuat masyarakat merasa lebih dekat dengan Polisi. Semoga silaturahmi dan kerja sama antara masyarakat dengan Kepolisian terus terjalin untuk menjaga Ciamis tetap aman dan kondusif,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Antisipasi Kemarau, Pemkot Bandung Pasang Toren Air di 500 RW untuk Penanganan Cepat Kebakaran

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran selama musim kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung mempertahankan response time layanan darurat 113 di bawah delapan menit untuk menjangkau lokasi bencana.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi ketangkasan para petugas di lapangan yang terbukti tangguh, termasuk saat berlaga di ajang Jambore Damkar se-Indonesia di Lampung.

Baca Juga: Sidang Jumaahan Ditunda, Wali Kota Bandung Fokus Tuntaskan Siskamling di 151 Kelurahan

“Damkar kita dengan layanan panggilan 113 memiliki waktu respon kurang dari 8 menit. Ini termasuk salah satu damkar terbaik di Indonesia, terbukti saat Jambore Damkar se-Indonesia di Lampung beberapa waktu lalu,” kata Farhan Jumat (4/9/2026).

Kedisiplinan Latihan dan Ketangkasan Personel

Farhan menilai keahlian dan daya operasional personel menjadi kunci utama penanganan kebakaran, meski dukungan peralatan teknis belum menjadi yang paling modern. Petugas mampu menyelesaikan gangguan teknis berisiko tinggi dengan cepat, seperti insiden korsleting listrik akibat gigitan hewan.

“Walaupun peralatannya belum yang paling canggih se-Indonesia, daya operasionalnya sangat baik,” katanya.

Para personel menjalankan instruksi latihan intensif dua kali sepekan demi menjaga ketajaman refleks saat menghadapi kondisi darurat.

“Personil Damkar rutin latihan setiap hari Selasa dan Jumat. Saya sudah beberapa kali meninjau langsung latihan mereka,” ucapnya.

Peluasan Akses Pasokan Air Hingga Wilayah Tetangga

Pemkot Bandung memperluas jangkauan sumber air untuk mengisi ulang tangki armada pemadam. Petugas kini memanfaatkan berbagai titik suplai strategis, termasuk menjalin kerja sama lintasan wilayah hingga ke area Kabupaten Bandung.

“Dulu ada di daerah Supratman. Namun pada dasarnya sekarang air bisa kita ambil dari mana saja, bahkan beberapa titik air diambil dari wilayah kabupaten,” jelasnya.

Sistem Proteksi Kebakaran Mandiri Berbasis RW

Guna mempercepat penanganan awal sebelum petuga tiba, pemerintah kota meluncurkan inovasi proteksi kebakaran berbasis lingkungan warga. Petugas menempatkan fasilitas toren dan pompa portable bertenaga motor di kawasan pemukiman padat.

“Yang terpenting adalah perbaikan. Kita juga menerapkan konsep sprinkler berbasis RW. Kita siapkan toren di lingkungan RW, jika ada keadaan darurat (emergency), air tinggal dipompa menggunakan mesin motor,” ujarnya.

Pemasangan sistem tanggap darurat mandiri ini telah menjangkau sekitar 500 titik atau setara 30 persen dari seluruh wilayah RW di Kota Bandung.

“Sudah banyak, hampir 30 persen dari total RW di Bandung, atau sekitar 500 titik RW,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Sidang Jumaahan Ditunda, Wali Kota Bandung Fokus Tuntaskan Siskamling di 151 Kelurahan

0
Bandung, FOKUSjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menunda sejenak pelaksanaan program Sidang Jumaahan yang menjadi salah satu janji politiknya saat kampanye. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memprioritaskan penyelesaian program Siskamling Siaga Bencana di seluruh 151 kelurahan sebelum meluncurkan ruang dialog tersebut.

Program Siskamling kini telah menjangkau 100 kelurahan dan menyisakan 51 wilayah lagi.

Baca Juga: Mulai Oktober 2026, Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Layani Penerbangan ke 3 Negara

“Posisinya kemarin sempat terganti oleh Siskamling. Nanti setelah saya menyelesaikan Siskamling di 151 kelurahan, baru program Jumaahan dilaksanakan,” kata Farhan Jumat (4/9/2026).

Wadah Penyerapan Aspirasi Usai Salat Jumat

Pemkot Bandung merancang Sidang Jumaahan sebagai sarana interaksi langsung antara pejabat daerah dan warga setelah ibadah salat Jumat. Forum ini memfasilitasi dialog publik untuk menampung masukan sekaligus membedah persoalan lokal.

“Konsepnya berkumpul setelah salat Jumat di berbagai tempat untuk menyerap aspirasi masyarakat,” katanya.

Adopsi Pola Kepemimpinan Kang Yoto Bojonegoro

Farhan meluruskan anggapan bahwa konsep forum publik ini meniru gaya mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Pihaknya justru mengadaptasi inovasi kepemimpinan mantan Bupati Bojonegoro, Suyoto atau Kang Yoto.

“Bukan Pak Ahok, saya meniru Kang Yoto di Bojonegoro,” ujarnya.

Jika Kang Yoto memusatkan forum di pendopo kabupaten, Farhan memilih skema mobilitas tinggi dengan mendatangi langsung berbagai sudut Kota Bandung. Evaluasi program Siskamling membuktikan bahwa metode turun langsung ke lapangan bekerja jauh lebih efektif dalam memetakan masalah warga.

“Itu hanya variasi saja. Kalau Kang Yoto terpusat di pendopo, kalau saya kemungkinan akan keliling karena hasil evaluasi Siskamling menunjukkan bahwa metode keliling lebih efektif,” jelasnya.

Pengelompokan Isu Berdasarkan Masalah Wilayah

Tim khusus akan memilah dan mengelompokkan topik pembahasan sebelum agenda mingguan berjalan. Diskusi akan berfokus pada masalah krusial di lokasi yang bersangkutan, mulai dari pengelolaan sampah hingga perbaikan fasilitas publik.

“Nanti ada tim yang mengkurasi. Misalnya isu sampah, kita datang ke titik yang memiliki masalah sampah untuk diselesaikan. Atau isu infrastruktur, kita fokus di sana. Jadi setiap minggu ada temanya,” ungkapnya.

Farhan kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membatalkan janji politik tersebut, melainkan hanya mengalihkan fokus sementara hingga seluruh kelurahan tuntas menerima program Siskamling.

“Bukan di-pending, tapi di-cover dulu dengan program Siskamling Siaga Bencana keliling di 151 kelurahan. Sejauh ini baru 100 kelurahan, masih ada 51 kelurahan lagi yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Mulai Oktober 2026, Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Layani Penerbangan ke 3 Negara

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menargetkan Bandara Internasional Husein Sastranegara layani rute internasional ke Singapura, Malaysia, dan Thailand mulai beroperasi pada Oktober 2026 -Ist- (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung mematangkan persiapan untuk melayani kembali rute penerbangan luar negeri. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membidik rute menuju Singapura, Malaysia, dan Thailand agar resmi beroperasi mulai Oktober 2026.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai kondisi operasional bandara menunjukkan peningkatan positif. Berbagai maskapai penerbangan kini mengajukan izin untuk menambah variasi rute domestik.

Baca Juga: Tanggapan BNI Terkait Gugatan Perdata di PN Bale Bandung

“Perkembangan Bandara Husein sekarang ini semakin baik. Izin untuk tujuan-tujuan domestik semakin beragam dari berbagai maskapai,” kata Farhan Jumat (4/9/2026).

Finalisasi Terminal Internasional Rampung Akhir September

Pengelola bandara terus mempercepat pembenahan fasilitas fisik pada area keberangkatan dan kedatangan terminal internasional.

“Persiapan fisik di terminal internasional, baik keberangkatan maupun kedatangan, sedang dimatangkan dan insyaallah akhir September sudah bisa difinalisasi berdasarkan informasi dari Angkasa Pura,” ujarnya.

Pemkot Bandung optimistis penerbangan antarnegara dapat langsung bergulir begitu seluruh tahap penyiapan selesai.

“Mudah-mudahan sesuai target, pada bulan Oktober maskapai penerbangan yang melayani jalur internasional ke Singapura, Malaysia, dan Thailand sudah bisa beroperasi,” katanya.

Pemkot Bandung Genjot Volume Penumpang Domestik Sebelum meresmikan jalur penerbangan internasional, Pemkot Bandung memprioritaskan penguatan volume penerbangan domestik. Saat ini bandara baru melayani sekitar tiga hingga empat penerbangan harian dengan pergerakan 1.000 sampai 1.200 penumpang per hari.

“Domestik dulu. Domestik kan masih jarang, sehari paling tiga sampai empat kali penerbangan. Jumlah penumpang berkisar 1.000 sampai 1.200 per hari,” ungkapnya.

Pemerintah setempat mematok lonjakan trafik penumpang hingga tiga kali lipat menjelang akhir tahun.

“Target pertama kita sampai akhir Oktober mencapai 3.000 penumpang per hari, agar kita bisa meningkatkan kapasitas pelayanan seperti parkir dan kendaraan umum,” jelasnya.

Kesiapan Moda Transportasi Pendukung Akses Bandara

Pemkot Bandung menyiapkan opsi moda transportasi untuk mempermudah akses penumpang menuju area bandara, meski belum terintegrasi penuh dengan jalur Metro Jabar Trans (MJT). Pihaknya menjalin kemitraan aktif bersama penyedia jasa armada taksi konvensional maupun taksi online.

“Untuk kendaraan umum ada berbagai pilihan. Pilihan yang disediakan oleh Pemkot Bandung adalah kerja sama dengan operator taksi, baik online maupun taksi meter,” katanya.

Operator angkutan lokal juga menyatakan komitmen untuk mendukung konektivitas armada feeder menuju kawasan bandara.

“Sedangkan untuk kendaraan umum yang melintas ke situ, saat ini yang berkomitmen baru Kopamas. Kopamas itu bagian dari feeder untuk MJT yang merupakan kerangka BRT,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)