spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 125

Ratusan Warga Lengkong Tasikmalaya Gelar Munggahan Akbar di Jalan Kampung

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Warga Kp. Lengkong Barang Pagerageung Tasikmalaya, lakukan ritual Munggahan Akbar sambut bulan suci Ramadhan.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tradisi munggahan kembali menghidupkan suasana kampung di berbagai wilayah Tatar Sunda menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Warga Kampung Lengkong Barang, Desa Cipacing, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, ikut merawat tradisi tersebut dengan penuh kebersamaan, Senin (16/2/2026).

Sejak pagi, warga bergotong royong membersihkan jalan kampung di sekitar kawasan Pondok Pesantren Riyadhul Ulun Wadda’wah Pagerageung. Setelah itu, mereka menggelar makan bersama di sepanjang jalan lingkungan pesantren.

Baca Juga: Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Tasikmalaya Hidupkan Tradisi Ziarah Leluhur

Ratusan warga duduk berjejer, menyantap nasi dan aneka lauk yang mereka bawa dari rumah masing-masing. Daun pisang yang dibentangkan memanjang menjadi alas hidangan, menciptakan suasana sederhana namun sarat makna.

Panitia kegiatan, Undang, menjelaskan bahwa munggahan sudah menjadi agenda tahunan warga Lengkong Barang.

“Kegiatan ini kami gelar setiap tahun sebagai bentuk kegembiraan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi makan bersama di atas daun pisang sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Ia menilai munggahan bukan sekadar santap bersama, melainkan simbol kekeluargaan dan keharmonisan antarwarga.

“Kami ingin menunjukkan bahwa warga kampung ini satu keluarga besar. Kami menyambut Ramadhan dengan rasa syukur dan suka cita,” katanya.

Selain makan bersama, panitia juga mengisi acara dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak yatim dan lansia. Warga mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias hingga acara berakhir.

Selpi, salah seorang warga, mengaku senang dapat ikut serta dalam tradisi tersebut.

“Saya bahagia bisa makan bersama dan bertemu tetangga. Momen seperti ini mempererat silaturahmi,” tuturnya.

Ia memaknai munggahan sebagai cara membersihkan diri dan memperkuat nilai spiritual sebelum memasuki bulan puasa.

Tradisi munggahan di Lengkong Barang pun menjadi gambaran kuatnya budaya lokal Sunda yang terus hidup dan menyatu dengan semangat menyambut Ramadhan.

(Seda)

SPPG Kadupandak Ciamis Serap Puluhan Tenaga Kerja, MBG Hidupkan Ekonomi Desa

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Perwakilan yayasan dan mitra SPPG Kadupandak, Rizal Pantiga memimpin proses rekrutmen perdana dengan membuka 37 lowongan kerja

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Kadupandak, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, langsung memberi dampak antusiasme positif bagi masyarakat sekitar.

Melalui perwakilan yayasan dan mitra SPPG Kadupandak, Rizal Pantiga memimpin proses rekrutmen perdana dengan membuka 37 lowongan kerja untuk operasional dapur. Jumlah tersebut masih berada di bawah kebutuhan ideal yang mencapai minimal 47 orang untuk 200 penerima manfaat.

Baca Juga: Pohon Lengkeng Tua Tumbang Menimpa Rumah Warga Pamarican Ciamis

Antusiasme warga pun sangat tinggi. Sebanyak 80 pelamar dari lingkungan sekitar mendaftarkan diri untuk bergabung. Tim seleksi menetapkan kualifikasi normatif, salah satunya pelamar minimal memiliki sertifikat tata boga untuk mendukung standar operasional dapur.

Antusiasme Warga Kadupandak Ciamis mendaftar lowongan untuk Dapur MBG Kadupandak Ciamis
Antusiasme Warga Kadupandak Ciamis mendaftar lowongan untuk Dapur MBG Kadupandak Ciamis

Menariknya, beberapa pelamar bahkan memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (S1). Namun, mereka tetap memilih bergabung karena ingin bekerja lebih dekat dengan tempat tinggal sekaligus berkontribusi pada program sosial di wilayahnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terintegrasi melalui SPPG ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Selain membuka lapangan pekerjaan, program ini juga memicu perputaran ekonomi lokal.

Dengan perekrutan tenaga kerja baru daya beli masyarakat di lingkungan sekitar akan meningkat, sehingga akan berdampak terhadap perputaran ekonomi di wilayah tersebut.

SPPG Desa Kadupandak tidak hanya menyerap tenaga kerja setempat, tetapi juga akan menggandeng petani lokal sebagai pemasok bahan pangan. Komoditas seperti pisang mulih dan hasil pertanian lainnya menjadi bagian dari rantai suplai dapur MBG. Langkah ini mendorong peningkatan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi desa.

Sebagian besar tenaga kerja dan pemasok berasal dari wilayah yang sama, sehingga manfaat ekonomi berputar di lingkungan Tambaksari. Kehadiran SPPG Dapur MBG pun menghadirkan harapan baru bagi penguatan ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.

(Irfansyahriza)

Libur Nasional Imlek, Polres Majalengka Tingkatkan Kesiagaan

0
majalengka@fokusjabar.id
Sumber Gambar: Akun Instagram @/humaspoldajabar

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Masa libur panjang Hari Raya Imlek 2577 Kongzili di perkirakan mendorong meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Majalengka.

Mobilitas warga yang bertambah selama long weekend menjadi perhatian aparat keamanan agar situasi tetap tertib dan aman.

Dalam kondisi seperti ini, kesiapan aparat sangat di butuhkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan maupun kepadatan lalu lintas.

Baca Juga: Munggahan di Situ Cipanten Pecah Irfan Hakim, Hartono Soekwanto Panji Petualang Bikin Heboh Ribuan Pengunjung

Pengamanan tidak hanya di fokuskan pada perayaan Imlek, tetapi juga pada aktivitas masyarakat umum yang memanfaatkan waktu libur.

Sebagai langkah awal, Polres Majalengka melakukan pengecekan kesiapan personel melalui apel siaga pengamanan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas wilayah selama periode libur nasional dan cuti bersama.

Apel siaga tersebut di laksanakan pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Lapangan Apel Mapolres Majalengka. Kegiatan ini di gelar untuk memastikan seluruh unsur pengamanan siap menjalankan tugas di lapangan.

Kabag Ops Polres Majalengka, Kompol Mangapul Simangunsong, S.H., M.H., memimpin langsung jalannya apel. Personel yang hadir merupakan anggota yang telah di tugaskan dalam surat perintah pengamanan selama libur panjang.

Dalam kegiatan itu, Wakapolres Majalengka Kompol Dani Prasetya, S.H., M.H., turut mendampingi bersama jajaran pejabat utama dan para kasat opsnal. Kehadiran pimpinan menjadi bentuk dukungan terhadap kesiapan seluruh personel.

Libur nasional dan cuti bersama Imlek tahun ini berlangsung pada 16 hingga 17 Februari 2026. Pada rentang waktu tersebut, arus pergerakan masyarakat di perkirakan meningkat, baik di pusat kota maupun jalur-jalur utama.

Penting Kehadiran Polisi

Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwandi melalui jajaran pejabat utama mengingatkan pentingnya kehadiran polisi di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

Selain menjaga keamanan, kepolisian juga menaruh perhatian pada kelancaran lalu lintas. Pengaturan arus kendaraan di siapkan untuk mencegah kemacetan dan mengurangi risiko kecelakaan.

Baca Juga: Harmoni Cinta Kasih Hartono Soekwanto di Situ Cipanten Majalengka

Masyarakat yang menikmati libur panjang di imbau agar tetap waspada serta mematuhi aturan berlalu lintas. Ketertiban di jalan raya di nilai menjadi kunci keselamatan bersama.

Polres Majalengka juga mengajak warga untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing, sehingga suasana perayaan Imlek dapat berlangsung damai dan tertib.

Dengan kesiapan personel serta dukungan masyarakat, kepolisian berharap rangkaian libur panjang Imlek di wilayah Majalengka dapat berjalan aman, lancar, dan kondusif bagi semua pihak.

(Jingga Sonjaya)

Munggahan di Pantai Karapyak Pangandaran, Warga Sambut Ramadhan dengan Suasana Tenang

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Suasana pengunjung rayakan Munggahan di Pantai Karapyak Pangandaran (istimewa)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, suasana Pantai Karapyak di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, dipenuhi pengunjung yang merayakan tradisi munggahan.

Sejak pagi, deretan kendaraan roda dua dan roda empat memadati area parkir. Warga datang bersama keluarga maupun sahabat sambil membawa tikar dan bekal makanan dari rumah. Mereka memilih duduk santai di tepi pantai, menikmati angin laut sebelum makan bersama.

Baca Juga: Ibu Hamil, Menyusui dan Balita Dapat MBG di Pangandaran

Hamparan batu karang khas Karapyak menjadi latar favorit untuk berfoto. Anak-anak bermain di pasir, sementara orang tua bercengkerama menunggu waktu santap bersama.

Asep (44), pengunjung asal Banjarsari, sengaja memilih Karapyak karena suasananya lebih tenang dibandingkan kawasan Pantai Pangandaran pusat.

“Kalau ke Pangandaran pusat biasanya lebih ramai dan biayanya lebih besar. Di sini lebih sederhana, bisa bawa makanan sendiri jadi lebih hemat,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Ia menilai munggahan bukan sekadar rekreasi, melainkan momen mempererat hubungan keluarga sebelum menjalani ibadah puasa.

“Biasanya kumpul di rumah, sekarang sekalian ke pantai supaya anak-anak juga senang,” katanya.

Pendapat serupa disampaikan Yanti (28), warga Cilacap yang datang bersama rombongan teman. Ia menyebut Karapyak cocok untuk kegiatan kebersamaan karena area pantainya luas dan tidak terlalu padat.

“Tempatnya lega, bisa gelar tikar bareng-bareng. Tiket masuknya juga masih terjangkau,” ucapnya.

Momentum munggahan juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar. Asep (51), pedagang minuman di kawasan pantai, merasakan peningkatan penjualan.

“Kalau munggahan seperti ini biasanya lebih ramai. Banyak yang beli minuman, kelapa muda, dan jajanan,” tuturnya.

Sebagai destinasi alternatif di wilayah selatan Pangandaran, Pantai Karapyak menawarkan suasana lebih santai dengan biaya masuk relatif terjangkau. Lokasinya yang berada di jalur lintas selatan memudahkan akses bagi warga Pangandaran maupun daerah sekitar seperti Banjar dan Cilacap.

Tradisi munggahan pun menyatu dengan panorama pantai, menghadirkan kebersamaan sederhana sebelum umat Muslim memasuki bulan suci Ramadhan.

(Sajidin)

Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai?, Ini Prediksi Tanggal Awalnya

0
ramadan@fokusjabar.id
foto: Web

GAYA HIDUP, FOKUSJabar.id: Umat Muslim di Indonesia mulai menantikan kepastian mengenai kapan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah akan di mulai.

Penetapan hari pertama Ramadan selalu menjadi momen penting karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan ibadah selama satu bulan penuh.

Menjelang bulan suci, pembahasan tentang perkiraan awal Ramadan biasanya muncul lebih awal. Banyak masyarakat memerlukan gambaran waktu agar dapat mempersiapkan kegiatan ibadah, agenda keluarga, hingga aktivitas sosial selama Ramadan.

Baca Juga: Presiden Prabowo: Program MBG Jangkau 60 Juta Penerima

Meski begitu, hingga kini tanggal resmi awal Ramadan 1447 H belum di umumkan pemerintah. Kepastian tersebut baru akan di tetapkan setelah proses pengamatan hilal dan sidang isbat yang menjadi acuan nasional.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah serta pergerakan astronomi bulan, awal Ramadan tahun ini di perkirakan jatuh pada kisaran 18 atau 19 Februari 2026. Perbedaan prediksi ini masih mungkin terjadi karena metode perhitungan yang di gunakan tidak selalu sama.

Sebagian lembaga menggunakan pendekatan hisab untuk memperkirakan posisi bulan sabit muda. Namun, hasil perhitungan tersebut tetap bersifat sementara sebelum di lakukan verifikasi melalui pengamatan langsung.

Dalam penentuan awal bulan Hijriah, keberadaan hilal menjadi faktor utama. Karena itu, rukyatul hilal biasanya di lakukan pada akhir bulan Sya’ban di sejumlah titik pemantauan yang telah di tentukan.

Hasil pengamatan tersebut kemudian di bahas dalam sidang isbat yang di gelar pemerintah. Sidang ini melibatkan unsur kementerian terkait, ahli astronomi, serta tokoh organisasi keagamaan untuk menentukan satu keputusan bersama.

Menunggu Pengumuman Resmi

Sampai sidang tersebut berlangsung, tanggal yang beredar di masyarakat masih berupa perkiraan. Umat Islam pun menunggu pengumuman resmi sebagai pedoman pelaksanaan puasa secara serentak.

Perkiraan awal Ramadan ini kerap di manfaatkan masyarakat untuk mulai mempersiapkan kebutuhan ibadah, mulai dari jadwal sahur, rencana berbuka, hingga kegiatan sosial di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Pembentukan Provinsi Priangan Timur Menggema di Rakorwil KAHMI Jabar

Selain itu, sektor pendidikan dan dunia usaha juga biasanya menyesuaikan aktivitas operasional menjelang bulan puasa, mengingat perubahan pola kegiatan masyarakat selama Ramadan.

Bulan Ramadan bukan hanya tentang ibadah puasa, tetapi juga menjadi periode yang penuh tradisi, kebersamaan, dan peningkatan aktivitas keagamaan di berbagai daerah.

Dengan demikian, penetapan resmi awal Ramadan melalui sidang isbat akan menjadi momen penting yang menandai di mulainya bulan suci bagi umat Muslim di Indonesia.

(Jingga Sonjaya)

Pesta Durian Premium Serbu Tasikmalaya, Bawor dan Montong Jadi Primadona

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
et foto : Lapak Pesta Durian Plaza Asia Tasikmalaya, hadirkan varian duren Bawor dan Montong Asli Banyumas, yang siap di santap ditempat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pecinta durian di Kota Tasikmalaya kini tak perlu jauh-jauh berburu buah favoritnya. Pameran Pesta Durian menghadirkan durian asli Banyumas, Jawa Tengah, di Lobi Nakula Plaza Asia Tasikmalaya hingga 22 Februari 2026.

Event yang terselenggara dalam rangka menyambut Imlek dan Ramadhan ini menawarkan berbagai varian premium seperti durian Bawor, Montong, Musang King, hingga Durian Hitam. Deretan buah berukuran besar dengan aroma tajam langsung menyita perhatian pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Baca Juga: Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Tasikmalaya Hidupkan Tradisi Ziarah Leluhur

Sejak buka, lapak Pesta Durian ramai diserbu warga dari berbagai penjuru kota. Banyak pengunjung memilih langsung menyantap durian di lokasi bersama keluarga maupun teman.

Pemilik Gudang Durian, Mas Tri, mengaku antusiasme pembeli meningkat signifikan, terutama saat akhir pekan.

“Beberapa hari terakhir pengunjung terus bertambah, apalagi saat weekend kemarin, kami sampai kewalahan melayani pembeli,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Bawor dan Montong Paling Diburu

Mas Tri menjelaskan, varian Bawor dan Montong menjadi favorit pembeli. Bawor memiliki warna daging sedikit oranye dengan tekstur lebih lengket. Sementara Montong berwarna putih pucat dengan tekstur lembut dan rasa manis legit.

Untuk harga, durian Bawor mulai dengan harga Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Montong Rp87.000 per kilogram. Sementara durian utuh berukuran besar harganya mulai Rp250.000 hingga hampir Rp1 juta per buah, tergantung ukuran dan kualitas.

Bagi pembeli yang menginginkan kepraktisan, panitia menyediakan durian kupas dalam kemasan bersih seberat 500 gram dengan harga mulai Rp125.000 per kotak.

Mas Tri memastikan seluruh durian yangia pasarkan berasal dari Banyumas dengan kualitas pilihan. Ia optimistis para pengunjung akan puas dengan cita rasa dan aroma khas yang ditawarkan.

“Semua durian kami datangkan langsung dari Banyumas, kualitasnya kami jaga agar pembeli benar-benar puas,” katanya.

(Seda)

Jalur Kadungora-Garut Mengular Saat Libur Panjang

0
garut libur panjang fokusjabar.id
Arus :a;in Kadungora-Garut mengular (foto: dok Polda)

GARUT, FOKUSJabar.id: Libur panjang yang berdekatan dengan datangnya bulan Ramadan membuat mobilitas masyarakat meningkat di berbagai daerah. Kondisi tersebut turut berdampak pada arus lalu lintas di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang sejak akhir pekan mulai di padati kendaraan.

Garut menjadi salah satu wilayah yang sering di lalui pengendara dari berbagai arah. Baik menuju Bandung, Tasikmalaya maupun kawasan wisata di selatan Jawa Barat.

BACA JUGA:

Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?

Lonjakan perjalanan ini membuat sejumlah ruas utama mengalami perlambatan.

Situasi kepadatan mulai terasa ketika warga memanfaatkan libur untuk bepergian bersama keluarga. Aparat kepolisian pun bersiaga karena Garut kerap menjadi titik temu arus kendaraan dari beberapa jalur sekaligus.

Di beberapa titik seperti Kadungora dan Limbangan, kendaraan terlihat bergerak lambat. Terutama pada sore hari.

Jalur tersebut merupakan akses penting dari arah Bandung menuju pusat kota Garut. Sehingga rawan padat saat volume meningkat.

Peningkatan arus kendaraan di dominasi oleh wisatawan yang hendak menuju destinasi populer. Termasuk kawasan pemandian air panas serta area pegunungan.

Selain itu, ada pula masyarakat yang mulai melakukan perjalanan lebih awal menjelang Ramadan.

Kasat Lantas Polres Garut, AKP Lucky Martono menyebut, lonjakan kendaraan mulai terasa sejak Sabtu (14/2/2026). Kendaraan pribadi mendominasi jalur masuk Garut dari arah Bandung.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas. Yakni, sistem satu arah atau one way di sejumlah titik yang mengalami penumpukan.

BACA JUGA:

SPPG Sindanggalih 10 Karangpawitan Garut Beroperasi

Penerapan rekayasa di lakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi lapangan. Tujuannya, mempercepat laju kendaraan dan mencegah kemacetan meluas.

Meski demikian, kepadatan masih sulit di hindari karena tingginya volume kendaraan yang melintas dalam waktu bersamaan selama masa libur panjang.

Selain pengaturan arus, petugas juga di tempatkan di persimpangan dan titik rawan perlambatan guna menjaga kelancaran serta memastikan pengendara tetap tertib.

Polisi memperkirakan arus balik berpotensi terjadi pada hari berikutnya, ketika wisatawan dan masyarakat mulai kembali ke daerah asal setelah libur usai.

Masyarakat yang melintas jalur Garut di imbau merencanakan perjalanan dengan matang, memilih waktu keberangkatan yang lebih fleksibel serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar.

(Jingga Sonjaya)