spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 128

Mahasiswa Unigal Bantu UMKM Pangandaran Urus NIB Gratis, Datangi Langsung Tempat Usaha

0

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kelompok KKN Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) menggelar sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku UMKM di Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Program pengabdian ini menggabungkan penyuluhan terpusat dengan aksi door to door ke lokasi usaha warga.

Sekretaris Koordinator Desa KKN Unigal, Anisa Lutpiah Rahmayanti, membeberkan potensi besar desa tersebut yang meliputi kerajinan sapu lidi pelepah kelapa hingga olahan batok dan kopra kering. Namun, sebagian besar pelaku usaha setempat belum memiliki NIB sebagai legalitas resmi.

Baca Juga: Baru Masuk PSGC, Tiga Pemain Persib Langsung Diuji Bangun Chemistry

“Ketiadaan NIB menjadi hambatan serius bagi pengembangan UMKM karena tanpa legalitas resmi, pelaku usaha sulit memperluas jaringan pemasaran, mengakses program pemberdayaan pemerintah, dan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan resmi,” ujar Anisa.

Gelar Penyuluhan Terpusat dan Kunjungan Langsung

Para mahasiswa mengawali program ini melalui sosialisasi interaktif di Aula Desa Batumalang, Kamis (13/8/2026). Tim KKN mengedukasi warga mengenai manfaat NIB lewat sistem Online Single Submission (OSS) yang menjamin kepastian hukum, akses modal, dan penguatan kemitraan.

Selanjutnya, mahasiswa menyisir tempat usaha warga secara langsung di Dusun Sodong, Gadog, Citarik, dan Lebaksari pada Rabu (19/8/2026). Metode door to door ini terbukti efektif karena pelaku usaha tidak perlu meninggalkan tempat kerja mereka.

“Pendekatan door to door memberikan tiga keunggulan utama. Pertama, pelaku usaha tidak perlu meninggalkan tempat usaha dalam waktu lama sehingga aktivitas bisnis tetap berjalan,” ungkapnya.

Permudah Proses Pendaftaran Hingga Terbit Sertifikat Digital

Tim KKN membimbing warga secara bertahap dalam membuat akun OSS, menginput data usaha, memvalidasi dokumen, hingga menerbitkan sertifikat digital secara gratis.

Antusiasme warga melonjak setelah mengetahui bahwa pendaftaran NIB tidak memungut biaya sama sekali dan berjalan secara cepat.

Program ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman administrasi bisnis serta memicu kesadaran legalitas usaha di kalangan masyarakat Desa Batumalang. Kepemilikan NIB ini bakal membuka gerbang kemitraan yang lebih luas bagi produk-produk lokal Pangandaran ke depan.

(Diky)

Baru Masuk PSGC, Tiga Pemain Persib Langsung Diuji Bangun Chemistry

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani usai pimpin latihan di Stadion Galuh Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tiga pemain muda besutan Persib Bandung Faris Abdul Hafizh, Kevin Muhammad Islami Pasha, dan Athaya Zahran langsung mendapatkan kesempatan membela PSGC Ciamis. Tim pelatih memplot ketiganya dalam laga uji coba melawan Persiba Balikpapan di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (5/9/2026).

Pertandingan persahabatan ini menjadi panggung penting untuk membangun keterikatan (chemistry) ketiga pemain bersama skuad Laskar Singacala menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2026/2027.

Baca Juga: Persib Bandung Pinjamkan Bek Muda Faris Abdul Hafizh ke PSGC Ciamis

Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani, membenarkan rencana penerjunan trio muda Persib tersebut usai memimpin sesi latihan di Ciamis, Kamis (3/9/2026).

“Ketiga pemain ini, Faris, Kevin, dan Athaya, memang rencananya akan kita bawa ke Boyolali untuk laga ujicoba. Tujuan utamanya tentu untuk mematangkan chemistry mereka dengan para pemain yang sudah lebih dulu ada di sini,” ujar Eka.

Ajang Adaptasi dan Pengujian Taktik Tim

Eka menyadari bahwa setiap penggawa baru memerlukan waktu adaptasi dengan gaya bermain tim. Namun, laga bertensi tinggi melawan Persiba bakal menjadi indikator obyektif untuk mengukur kesiapan fisik dan pemahaman taktik mereka.

“Namanya pemain baru bergabung, secara normal pasti harus adaptasi dulu dengan karakter rekan setim dan taktik yang kita usung. Tapi melalui laga akhir pekan nanti, kita ingin melihat secara langsung di pertandingan intensitas tinggi, apakah mereka masih butuh waktu penyesuaian atau justru bisa langsung klop dengan pemain lainnya,” kata Eka.

Selain fokus menguji adaptasi pemain baru, tim pelatih memanfaatkan laga pamungkas ini untuk memoles kelemahan tim, khususnya efektivitas lini serang dan kedisiplinan benteng pertahanan.

“Ini merupakan ujicoba terakhir sebelum kompetisi dimulai. Kami sedikit mengevaluasi di lini serang, dengan taktical finishing. Untuk defender juga terus dimatangkan taktik bertahannya,” ungkapnya.

Bawa 21 Pemain Menuju Boyolali

PSGC Ciamis memboyong 21 pemain terbaik untuk meladeni tim berjuluk Beruang Madu tersebut. Sementara itu, sisa penggawa lainnya tetap tinggal di Ciamis untuk melanjutkan porsi latihan mandiri.

“Kita akan membawa 21 pemain ke Boyolali, sisanya ditinggal di sini,” pungkas Eka.

Laga uji coba ini menjadi pembuktian berharga bagi Faris, Kevin, dan Athaya untuk unjuk gigi. Sekaligus mengamankan tempat di skuad utama PSGC Ciamis.

(Mia)

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Perhutani Ciamis Salurkan 5.100 Liter Air Bersih

0
Ciamis, FOKUSjabar.id
Perhutani KPH Ciamis menyalurkan bantuan 5.100 liter air bersih untuk warga Dusun Sengkong, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Perhutani KPH Ciamis menyalurkan bantuan 5.100 liter air bersih untuk warga Dusun Sengkong, Desa Wangunjaya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Kamis (3/9/2026). Aksi sosial ini menjadi solusi cepat bagi warga yang mengalami krisis air akibat kemarau panjang.

Kepala Sub Seksi Hubungan Komunikasi Perusahaan Perhutani KPH Ciamis, Wahyu Hidayat, mewakili Administratur Perhutani KPH Ciamis Topik Hidayat, membeberkan alasan penyaluran bantuan tersebut. Musim kemarau panjang membuat debit sumber air warga menyusut drastis.

Baca Juga: Mahasiswa Unigal Sulap Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik untuk Atasi Tanah Cadas Pangandaran

“Seperti kita ketahui bersama, kekeringan panjang ini mengakibatkan penyusutan yang signifikan terhadap sumber air. Padahal air merupakan komponen yang vital dalam kehidupan manusia,” ujarnya.

Perhutani Bergerak Cepat Jawab Kebutuhan Vital Warga

Kondisi kritis itu memicu pihak Perhutani KPH Ciamis untuk langsung mengirimkan pasokan air bersih ke lokasi pemukiman warga.

Oleh sebab itu, warga Dusun Sengkong mendatangi lokasi pembagian air dengan penuh antusias sembari membawa berbagai wadah penampungan.

“Alhamdulillah sudah tersalurkan dan warga terlihat sangat antusias dan membutuhkan sekali air,” ujarnya.

Sinergi Perhutani dan Pemerintah Desa

Kegiatan distribusi air bersih ini berjalan lancar berkat kerja sama tim gabungan di lapangan.

Sejumlah pejabat turut mengawal proses pembagian air, antara lain Asper KBKPH Banjar Utara Eki Sutrisno, kemudian KSS HKAKP Wahyu Hidayat, Kepala Desa Wangunjaya Dede N, serta Danru Polhutmob Hendra bersama anggotanya.

Aksi tanggap darurat ini berhasil meringankan beban kebutuhan harian warga Desa Wangunjaya di tengah ancaman kekeringan.

(Diky)

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Sumedang Kucurkan Rp21,2 Miliar untuk Revitalisasi SMP

0
Sumedang, FOKUSjabar.id
Bupati Dony Ahmad Munir (Pemkab Sumedang)

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Sumedang terus mempercantik dan memperkuat sarana pendidikan daerah. Pemkab meyakini bahwa perbaikan fisik sekolah sanggup menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sekaligus memicu kenaikan mutu pendidikan.

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menegaskan komitmen pemerintah dalam menata lingkungan sekolah secara menyeluruh.

“Selain revitalisasi dan rehabilitasi ruang kelas juga dilakukan penataan halaman sekolah supaya lingkungan belajar semakin nyaman dan menyenangkan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” kata Bupati Dony, Kamis (3/9/2026).

Alokasi Khusus untuk Penataan Halaman Sekolah

Pemerintah mengalokasikan anggaran bernilai lebih dari Rp1 miliar khusus untuk menata halaman sekolah pada jenjang SMP tahun ini.

Program penataan lingkungan luar kelas tersebut menyasar tujuh sekolah terpilih. Langkah ini bertujuan agar para siswa mendapatkan ruang beraktivitas yang lebih asri dan tertata.

“Ada 7 SMP yang dilakukan penataan halaman sekolahnya dengan total anggaran mencapai Rp 1 miliar lebih,” katanya.

Sinergi APBN dan APBD Benahi 65 SMP

Secara keseluruhan, Pemkab Sumedang menggelontorkan dana total Rp21,2 miliar lebih pada tahun 2026 untuk membenahi sarana dan prasarana sekolah. Dana gabungan dari APBN dan APBD Sumedang tersebut menjangkau perbaikan di 65 SMP.

Kucuran dana APBN sebesar Rp14,4 miliar mengalir untuk merevitalisasi 23 SMP. Sementara itu, dana APBD Sumedang sebesar Rp3,1 miliar membiayai rehabilitasi ruang kelas di 16 SMP.

Pemerintah daerah juga mengalokasikan dana Rp749,5 juta untuk pembangunan toilet di 5 SMP, serta Rp749,4 juta guna menambah ruang kelas baru di 3 SMP. Selain itu, pengerjaan rehabilitasi jamban di 11 SMP menyerap anggaran sebesar Rp1,1 miliar.

(SumedangKab/Irfansyah)

Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemkot Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah

0
CIREBON, FOKUSJabar.id
Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemkot Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah

CIREBON,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Cirebon terus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi warga. Salah satunya melalui perhelatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Lapangan Bola Kesambi Dalam, Kelurahan Drajat, Kamis (3/9/2026).

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, meninjau langsung stan penjualan di lokasi acara. Ia memantau stabilitas harga komoditas pangan utama yang dijual kepada masyarakat setempat.

Baca Juga: Genap Berusia Dua Tahun, Museum Topeng Cirebon Bersiap Menuju Pentas Internasional

“Alhamdulillah, dari keseluruhan bahan pokok yang ada di sini masih menunjukkan harga yang stabil. Memang ada beberapa komoditas seperti daging ayam dan beras yang mengalami kenaikan sedikit, tapi itu masih bisa kita jaga,” ujar Wali Kota.

Diskon Harga Tarik Antusiasme Konsumen

Ajang GPM menyediakan aneka kebutuhan harian mulai dari beras, minyak goreng, hingga bahan hortikultura. Bahkan, pasokan daging ayam langsung ludes dalam waktu singkat karena patokan harga yang jauh lebih miring dari pasar tradisional.

Sebagai perbandingan, pedagang pasar menjual daging ayam seharga Rp38 ribu per kilogram. Sementara itu, panitia GPM melepas komoditas tersebut seharga Rp35 ribu per kilogram.

Oleh karena itu, Pemkot Cirebon terus menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Bulog untuk menggelar operasi pasar secara berkelanjutan.

“Makanya Pemerintah Kota, BI, dengan Bulog ini terus melakukan pasar murah. Kita ingin masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” katanya.

Program Mall Pangling Sisir Permukiman Warga

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Pertanian (DKPPP) Kota Cirebon, Elmi Masruroh, membeberkan strategi distribusi komoditas murah ini. Pemerintah memanfaatkan Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) untuk memangkas biaya angkut barang.

Selain perhelatan GPM skala besar setiap bulan, DKPPP juga mengoperasikan program Mall Pangling secara bergilir setiap minggu.

“Ada juga Mall Pangling yang setiap minggu berkeliling. Mall Pangling ini yang lebih minimalis, sehingga bisa menjangkau sampai ke pelosok-pelosok,” kata Elmi.

Kemudian, Elmi mengajak masyarakat agar memanfaatkan program pangan bergilir ini secara maksimal demi memenuhi kebutuhan dapur harian.

(Pemkot Cirebon/Irfansyah)

Genap Berusia Dua Tahun, Museum Topeng Cirebon Bersiap Menuju Pentas Internasional

0
CIREBON, FOKUSJabar.id
Genap Berusia Dua Tahun, Museum Topeng Cirebon Bersiap Menuju Pentas Internasional

CIREBON,FOKUSJabar.id: Museum Topeng Cirebon memperingati ulang tahun ke-2 melalui acara syukuran bersama Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, Rabu (2/9/2026) lalu. Momentum ini menandai perjalanan penting ruang kebudayaan tersebut dalam melestarikan kekayaan tradisi daerah.

Effendi Edo menyampaikan apresiasi tinggi atas perkembangan museum yang berdiri sejak 2 September 2024 ini. Menurutnya, seni topeng bukan sekadar karya estetis biasa, melainkan menyimpan filosofi dan sejarah panjang masyarakat Cirebon.

Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-528, Pemkab Kuningan Gelar Khitanan Massal untuk 151 Anak

“Topeng bukan sekadar benda seni. Di dalamnya ada cerita, karakter, filosofi, nilai-nilai kehidupan, dan perjalanan panjang budaya Cirebon yang diwariskan dari generasi ke generasi,” katanya.

Oleh karena itu, ia mendorong museum agar terus menjadi ruang budaya yang hidup bagi generasi muda.

Penyimpan Identitas Wayang Wong Cirebon

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, Agus Sukmajaya, membeberkan keunikan tradisi topeng daerahnya. Seni topeng Cirebon ternyata menyimpan lebih dari 750 karakter yang terhubung langsung dengan tradisi wayang wong lokal.

Sebab, pertunjukan wayang wong di Cirebon mengandalkan topeng sebagai representasi karakter lakon, berbeda dari daerah lain yang menggunakan riasan wajah.

Selain itu, jumlah koleksi museum terus melonjak drastis. Museum yang awalnya hanya memiliki 130 artefak kini mengoleksi sekitar 630 topeng usai menerima hibah 500 topeng dari keluarga Nani Taufik.

“Dalam satu tahun kita mendapatkan tambahan sekitar 500 koleksi. Ini menunjukkan bahwa museum terus berkembang,” ungkap Agus.

Siapkan Cirebon Mask Festival dan Target Internasional

Disbudpar Kota Cirebon kini merancang langkah besar untuk membawa museum milik pemda pertama ini ke tingkat internasional. Pihaknya sedang menyiapkan perhelatan Cirebon Mask Festival pada November mendatang dengan mengundang berbagai delegasi luar negeri.

Sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, Myanmar, dan Singapura telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Nanti, para peserta asing akan menyerahkan topeng khas negara masing-masing sebagai hibah koleksi museum.

“Kami ingin Museum Topeng Cirebon ke depan tidak hanya berbicara tentang koleksi topeng Cirebon, tetapi bisa berkembang menjadi museum topeng internasional,” kata Agus.

Strategi ini berpotensi mendongkrak angka kunjungan yang saat ini sudah menembus lebih dari 18.000 wisatawan. Oleh sebab itu, Disbudpar juga menjajaki kerja sama pertunjukan seni rutin guna memperkuat daya tarik wisata budaya Cirebon.

(Pemkot Cirebon/Irfansyah)

Peringati Hari Jadi ke-528, Pemkab Kuningan Gelar Khitanan Massal untuk 151 Anak

0
KUNINGAN, FOKUSJabar.id

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Sebanyak 151 anak dari berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan khitanan massal. Acara sosial ini berlangsung di RSUD Linggajati Kuningan, Kamis (3/9/2026) dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.

Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Kabupaten Kuningan menginisiasi kegiatan ini bersama Panitia Hari Jadi melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kuningan.

Baca Juga: Persib Bandung Pinjamkan Bek Muda Faris Abdul Hafizh ke PSGC Ciamis

Ketua LKKS Kabupaten Kuningan, Hj. Ela Helayati, menegaskan bahwa acara ini mencerminkan kepedulian sosial sekaligus memupuk kebersamaan untuk membantu warga.

“Hari ini bukan sekadar tentang khitanan, hari ini adalah tentang kepedulian yang menjadi nyata, kebersamaan yang menjadi kekuatan, dan kasih sayang yang menghadirkan kebahagiaan,” ujar Ela.

Sinergi Berbagai Pihak Melayani Masyarakat

Ela menjelaskan bahwa kesuksesan khitanan massal ini lahir dari kolaborasi erat antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, donatur, dan para relawan.

Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dokter dan perawat yang melayani para peserta secara ikhlas.

“Ketika kepedulian dipertemukan, maka kebaikan akan menjadi kekuatan yang besar,” katanya.

Selain itu, Ela menyemangati para peserta agar menanamkan keberanian selama menjalani proses khitan. Ia mendoakan anak-anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang sehat, rajin, dan berbakti kepada orang tua.

Bupati Tekankan Pentingnya Gotong Royong

Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., hadir secara langsung untuk membuka acara sosial tersebut. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh panitia, donatur, serta organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

Sebab, dukungan para pihak tersebut membuktikan hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat.

“Ini membuktikan pemerintah hadir di tengah-tengah kita,” ujar Dian.

Dian menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memikul tugas pembangunan daerah secara mandiri. Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat perlu merawat semangat gotong royong demi kemajuan bersama.

“Ngawangun téh teu tiasa dilaksanakeun ku pamaréntah nyalira, tapi ku sadayana. Hayu urang silih gotong-royong, silih dorong, silih bantu, silih memberikan manfaat,” tuturnya.

Pembacaan basmalah oleh Bupati Kuningan menandai pembukaan resmi kegiatan tersebut. Setelah itu, tim medis langsung memberikan pelayanan khitan kepada seluruh anak yang terdaftar.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara ini, antara lain Wakil Bupati Kuningan Tuti Andr

(KuninganKab/Irfansyah)