spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 129

Mahasiswa Unigal Sulap Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik untuk Atasi Tanah Cadas Pangandaran

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Mahasiswa Unigal Sulap Limbah Dapur Jadi Pupuk Organik untuk Atasi Tanah Cadas Pangandaran

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kelompok KKN Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) menghadirkan inovasi pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Batumalang, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran. Langkah ini menjadi solusi konkrit untuk mengolah lahan pekarangan warga yang berkontur tanah cadas.

Koordinator Desa KKN Unigal, Ade Ahmad Hanifan, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian ini mengintegrasikan penyuluhan lahan cadas dengan praktik langsung pembuatan POC. Oleh karena itu, program ini mengusung konsep urban farming demi memperkuat ketahanan pangan rumah tangga warga setempat.

Baca Juga: Dua Mahasiswa Asal Kuningan Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Banjarsari Ciamis

“Program pengabdian masyarakat di Desa Batumalang tersebut berhasil mengintegrasikan penyuluhan lahan pekarangan berkontur tanah cadas dengan praktik langsung pembuatan Pupuk Organik Cair (POC),” ungkap Ade.

Tantangan Geologis Kawasan Karst Pangandaran

Desa Batumalang berada dalam Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangandaran-Cimerak. Sebab, wilayah ini memiliki struktur tanah cadas berkapur hasil pelarutan batu gamping oleh air hujan.

Kondisi geologis ini memang mengurangi tingkat kesuburan tanah untuk pertanian konvensional. Namun, warga tetap bisa memanfaatkan pekarangan rumah untuk memproduksi pangan lokal secara mandiri.

Oleh sebab itu, para mahasiswa menggelar penyuluhan dan praktik pembuatan POC, Kamis (27/8/2026) di Aula Desa Batumalang. Sebanyak 60 ibu-ibu anggota PKK menghadiri kegiatan yang berlangsung selama empat jam tersebut.

Teknik Rekayasa Media Tanam dan Pembuatan POC

Para mahasiswa mengenalkan wadah tanam alternatif seperti pot, polybag, ember bekas, hingga rak bertingkat. Selain itu, mahasiswa membagikan resep rekayasa media tanam melalui campuran tanah, kompos, dan pupuk kandang.

Kemudian, peserta langsung mempraktikkan pembuatan POC menggunakan galon bekas, limbah dapur, cairan molase, air cucian beras, dan aktivator EM4.

“Materi unggulan mencakup teknik rekayasa media tanam melalui kombinasi tanah, kompos, pupuk kandang, dan bahan organik,” ucap Ade.

Langkah Praktis Pembuatan Pupuk Organik

Ibu-ibu PKK memotong kecil bahan organik untuk mempercepat proses fermentasi di dalam galon. Setelah itu, mereka mengaduk campuran bersama larutan gula serta EM4, lalu menutup rapat wadah menggunakan kain bersih.

Proses fermentasi ini membutuhkan waktu penyimpanan di tempat teduh selama 14 hari. POC yang matang akan mengeluarkan aroma khas seperti tape dan memiliki warna yang lebih gelap.

“Program ini juga menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi produk bernilai guna,” pungkas Ade.

(Diky)

Dua Mahasiswa Asal Kuningan Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Banjarsari Ciamis

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Dua Mahasiswa Asal Kuningan Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Banjarsari Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dua mahasiswa asal Kabupaten Kuningan, Zaki (29) dan Akbar (22), meninggal dunia di tempat usai mengalami kecelakaan maut. Sepeda motor milik korban menabrak tiang telepon di pinggir Jalan Raya Banjarsari–Pangandaran, tepatnya kawasan Dusun Mekarsari, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Panit 1 Lantas Polsek Banjarsari, Aipda Edi Susanto, membeberkan kronologi insiden maut tersebut. Zaki mengendarai sepeda motor Honda Beat merah bernomor polisi E 2713 YBI sambil membonceng Akbar dari arah Pangandaran menuju Banjarsari dengan kecepatan cukup tinggi.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Hutan Bambu di Baregbeg Ciamis Berhasil Dipadamkan Petugas

“Dari kejauhan menurut saksi motor itu terlihat zig-zag, dugaannya pengemudinya kelelahan atau mengantuk,” katanya, Kamis (3/9/2026).

Kronologi Kendaraan Menghantam Tiang Telepon dan Tembok

Saksi mata melihat motor korban berjalan melenceng ke kiri dan ke kanan sebelum menghantam tiang telepon di tepi jalan raya.

“Setelah menabrak tiang telepon kemudian sepeda motor itu menghantam kembali tembok sebuah bangunan beberapa meter dari tiang telepon,” ucapnya.

Kemudian, benturan keras tersebut melempar tubuh kedua korban hingga menghantam dinding beton di pinggir jalan. Akibatnya, kedua mahasiswa ini meninggal seketika di lokasi kejadian.

“Keduanya tewas di lokasi kejadian akibat benturan keras saat sepeda motor korban menabrak tiang telepon dan tembok bangunan yang ada di lokasi kejadian,” jelasnya.

Warga Bantu Evakuasi Korban ke Rumah Duka

Sesaat setelah kejadian, warga sekitar tempat kejadian perkara langsung melaporkan kecelakaan tunggal ini ke Polsek Banjarsari. Warga setempat juga langsung membantu polisi mengevakuasi tubuh para korban.

Oleh karena itu, kepolisian segera menangani insiden ini dan menghubungi pihak keluarga korban di Kuningan.

“Saat ini jenazah kedua korban laka tunggal itu sudah diantarkan ke keluarganya,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Kebakaran Lahan Hutan Bambu di Baregbeg Ciamis Berhasil Dipadamkan Petugas

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot istimewa : Kebakaran lahan hutan bambu di wilayah Desa Baregbeg

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Si jago merah melalap lahan hutan bambu milik Otong Dirjo di Desa Baregbeg, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kobaran api yang membakar vegetasi bambu tersebut sempat mengancam keamanan area pemukiman warga sekitar.

Namun, amukan api tidak sampai menjangkau kawasan perumahan warga. Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis bersama UPTD Pemadam Kebakaran Ciamis bergerak sigap memadamkan kobaran api sesaat setelah warga memberi laporan.

Baca Juga: 152 Knalpot Brong Disita Polres Ciamis, Remaja dan Pelajar Dominasi Pelanggar

Aktivitas pembakaran sampah yang warga tinggalkan menjadi pemicu utama insiden ini. Oleh karena itu, api pembakaran sampah dengan cepat membesar dan menjalar ke tumpukan ilalang kering di sekitarnya.

Respons Cepat Mengamankan Pemukiman Warga

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, membenarkan penanganan cepat insiden tersebut. Sebab, posisi lahan berada sangat dekat dengan tempat tinggal warga.

“Tadi kami telah berhasil memadamkan api yang sedang membakar lahan hutan bambu di wilayah Desa Baregbeg,” kata Ani Supiani, Kamis (3/9/2026).

Oleh sebab itu, tim gabungan langsung mendatangi lokasi begitu menerima laporan warga dan berkoordinasi dengan UPTD Damkar Ciamis.

“Api yang membakar lahan hutan bambu itu kini sudah berhasil terkendali dan api sudah padam,” ucapnya.

Peristiwa Serupa Terjadi di Sindangkasih

Selain insiden di Baregbeg, pihak BPBD Ciamis juga menerima laporan kebakaran hutan bambu di lokasi lain pada hari yang sama.

Kemudian, tim BPBD langsung meluncur untuk mengamankan lokasi kebakaran kedua tersebut.

“Kebakaran hutan kedua yang terjadi ada di wilayah Dusun Nagrog Desa Sukasenang Kecamatan Sindangkasih dan itu pun sudah berhasil kami kuasai dengan telah memadamkan api di lokasi kejadian,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

152 Knalpot Brong Disita Polres Ciamis, Remaja dan Pelajar Dominasi Pelanggar

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot : Kapolres Ciamis AKBP.Eko Iskandar saat ekpos kasus di Mapolres Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Suara knalpot bising atau brong masih menjadi keluhan utama warga di Kabupaten Ciamis. Penggunaan komponen yang tidak sesuai spesifikasi teknis kendaraan ini bukan sekadar mengganggu pendengaran, melainkan kerap memicu gesekan sosial di tengah pemukiman.

Merespons kondisi tersebut, jajaran Polres Ciamis terus menggelar operasi penertiban secara berkesinambungan. Petugas kepolisian berhasil menyita sebanyak 152 unit knalpot tidak standar sepanjang periode Februari hingga Agustus 2026.

Baca Juga: Banyak Pelajar Putri Sindangkasih Ciamis Terdeteksi Anemia, Puskesmas Soroti Kebiasaan Diet Asal-asalan

“Ratusan knalpot itu kita amankan melalui berbagai kegiatan kepolisian, mulai dari Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga patroli dan penindakan langsung di lapangan,” katanya Kapolres Ciamis, AKBP Eko Iskandar, Kamis (3/9/2026).

Picu Perkelahian hingga Polusi Suara

Eko membeberkan bahwa penindakan di lapangan menyasar para pengendara yang tertangkap tangan menggunakan knalpot tidak layak teknis, baik saat patroli rutin maupun giat KRYD.

“Persoalan knalpot itu bukan hanya berkaitan dengan suara bising. Dalam sejumlah kasus suara knalpot yang mengganggu dapat memicu ketersinggungan hingga berujung pada perkelahian,” ucapnya.

Selain memicu konflik antarwarga, pemakaian knalpot non-standar ini memperburuk kualitas lingkungan melalui polusi suara yang intens.

“Selain polusi udara, knalpot bising itu juga mengganggu kenyamanan warga,” jelasnya.

Faktor Gaya Jadi Alasan Utama Kalangan Remaja

Dari seluruh hasil penindakan, kepolisian menemukan fakta bahwa kelompok remaja dan anak sekolah mendominasi daftar pelanggar.

“Sebagian pengguna sebenarnya memahami, suara knalpot yang terpasang pada sepeda motornya mengganggu orang lain. Namun karena faktor gaya dan keinginan terlihat gagah menjadi salah satu alasan knalpot itu tetap mereka pasang,” terangnya.

Pihak kepolisian memastikan operasi penertiban ini bakal terus berlanjut guna menjawab keresahan masyarakat yang mendesak penindakan tegas di jalan raya.

“Ini merupakan atensi kita karena sangat banyak sekali keluhan dari masyarakat yang menginginkan untuk ditertibkan. Kita sebagai anggota kepolisian, sebagai aparat, berkomitmen akan menertibkan knalpot bising,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Banyak Pelajar Putri Sindangkasih Ciamis Terdeteksi Anemia, Puskesmas Optimalisasi Pemberian Tablet Tambah Darah

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Kepala Puskesmas Sindangkasih, Dewi Endah Purnamawati Dewi Endah Purnamawati, S.Tr.Keb., SKM., BDN., MKM

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kesehatan remaja putri di wilayah Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis mendapat perhatian serius. Kepala Puskesmas Sindangkasih, Dewi Endah Purnamawati, membeberkan bahwa anemia merupakan kondisi saat jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin tubuh merosot di bawah batas standar.

Hemoglobin sendiri berfungsi penting sebagai protein pembawa oksigen dari paru-paru menuju seluruh jaringan tubuh. Penurunan kadar hemoglobin secara drastis memicu organ kekurangan pasokan oksigen, atau awam mengenal kondisi ini sebagai kurang darah.

Baca Juga: Persib Bandung Pinjamkan Bek Muda Faris Abdul Hafizh ke PSGC Ciamis

“Dari hasil CKG Pelajar ditemukan banyak Pelajar Putri di wilayah kerja Puskesmas kami mengidap penyakit Anemia,” ungkap Dewi, Kamis (3/9/2026).

Diet Asal-asalan dan Malas Minum Tablet Tambah Darah

Berdasarkan penelusuran tim Puskesmas, kebiasaan pola makan yang keliru menjadi pemicu utama anemia pada kalangan pelajar perempuan. Keinginan tampil langsing kerap membuat mereka mengabaikan sarapan dan jadwal makan teratur.

“Karena ingin langsing jarang sarapan dan makan teratur, asupan gizi jelas berkurang, akhirnya badan lemas karena kurang darah,” ujarnya.

Pihak Puskesmas Sindangkasih telah mengambil tindakan cepat melalui distribusi vitamin penambah darah. Sayangnya, masalah baru muncul lantaran tingkat kepatuhan konsumsi obat masih tergolong rendah.

“Sudah kami berikan vitamin penambah darah, namun ada ketidakpatuhan juga untuk meminum tablet tambah darah bagi remaja putri,” ujarnya.

Kreatifitas Menu Makan Bergizi Gratis dan Capaian CKG

Guna menekan angka anemia, Dewi mengimbau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menyajikan variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih menggugah selera siswa.

“Agar para pelajar mau mengonsumsi menu MBG, dengan begitu pola makan pelajar ikut terjaga,” ungkap Dewi.

Hingga saat ini, pelaksanaan program Cepat Tanggap Kesehatan (CKG) di Sindangkasih telah menjangkau lebih dari 24,23 persen dari total 50 ribuan warga. Angka penjangkauan ini naik sekitar dua persen dalam kurun waktu satu bulan. Selain kasus anemia, pemeriksaan CKG Pelajar juga banyak menemukan kasus karies gigi pada siswa.

Puskesmas Sindangkasih berjanji terus memperluas penyisiran kesehatan ke seluruh segmentasi usia. Di samping program CKG, pihak Puskesmas juga memuat catatan sukses setelah menuntaskan seluruh rangkaian Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahun 2026.

(Diky)

Persib Bandung Pinjamkan Bek Muda Faris Abdul Hafizh ke PSGC Ciamis

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Foto: Persib Resmi Pinjamkan Faris Abdul Hafizh ke PSGC. (media officer Persib)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persib Bandung kembali melepas salah satu amunisinya menjelang guliran musim 2026/2027. Skuad Pangeran Biru resmi meminjamkan bek muda Faris Abdul Hafizh ke klub Liga 2, PSGC Ciamis, demi mengamankan jam terbang dan pengalaman bertanding.

Manajemen tim pelatih Persib, pengurus PSGC, serta sang pemain telah menyepakati langkah peminjaman ini. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa kebijakan tersebut menjadi bagian penting dari strategi pembinaan pemain muda sekaligus bentuk dukungan nyata bagi PSGC selaku klub satelit Persib.

Baca Juga: Marc Klok Bicara Soal Tantangan Persib Bandung

Menjamin Jam Terbang dan Perkuat Ekosistem Sepak Bola

Adhitia menjelaskan bahwa skema peminjaman ini mengusung dua misi utama untuk kemajuan tim dan sang pemain.

“Keputusan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, memberikan Faris kesempatan untuk mendapatkan menit bermain dan pengalaman bertanding yang lebih banyak sebagai bagian dari proses perkembangannya,” kata Adhitia.

“Kedua, kami ingin terus mendukung PSGC sebagai klub satelit PERSIB dengan menghadirkan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim,” jelas Adhitia.

Menurut Adhitia, menit bermain secara reguler bakal mengasah kemampuan, mematangkan mental, dan mendewasakan pemahaman taktik seorang pemain muda di level kompetitif.

“Kami melihat peminjaman ini sebagai bagian dari proses pembelajaran Faris. Bersama PSGC, kami berharap dia bisa lebih kompetitif, mendapatkan pengalaman yang berharga, dan terus berkembang sebagai pemain,” ujarnya.

“Pada saat yang sama, kami berharap Faris dapat memberikan kontribusi positif bagi PSGC,” ungkap Adhitia.

Dampak Positif bagi PSGC Ciamis

Manajemen Maung Bandung meyakini kedatangan Faris sanggup menyuntikkan energi segar bagi Laskar Singacala. Keberadaan klub satelit seperti PSGC memegang peranan vital dalam memperluas wadah potensi lokal serta memperkuat ekosistem sepak bola di Jawa Barat.

“Kami berharap kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi kedua pihak. Faris mendapatkan pengalaman dan kesempatan berkembang, sementara PSGC juga mendapatkan tambahan kekuatan untuk menghadapi kompetisi,” katanya.

“Ini merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem sepak bola yang saling mendukung dan memberikan manfaat lebih luas,” ucap Adhitia.

Tim pelatih Persib berjanji akan terus memantau grafik performa Faris selama berseragam PSGC Ciamis, sehingga sang pemain siap menjadi pilar masa depan Maung Bandung.

(Arif)

Hampir Setahun Tinggal di Rumah Darurat, Warga Pangandaran Menanti Bantuan Rutilahu

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Penampakan rumah tidak layak huni milik Endan Suwandi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Endan Suwandi, warga Dusun Empangsari, Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, terpaksa mendiami rumah sementara selama hampir satu tahun. Hujan deras dan angin kencang merobohkan bangunan permanen miliknya hingga rata dengan tanah.

Warga setempat bergotong royong membangun hunian darurat tersebut. Meski begitu, bangunan ala kadarnya ini belum memberikan rasa aman secara maksimal. Pihak desa sebenarnya telah mendaftarkan Endan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun hingga kini pencairan bantuan belum membuahkan hasil.

Baca Juga: Karang Taruna Desak Audit Dugaan Monopoli SPPG Sindangwangi Pangandaran

Upaya Desa Terbentur Anggaran Daerah

Kepala Desa Kalipucang Teguh Sugiharto menegaskan bahwa pihaknya sudah menyalurkan permohonan bantuan ke berbagai instansi, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial.

“Sudah diajukan. Ke BPBD, Dinsos, sudah,” kata Teguh saat wawancara via telepon, Kamis (3/9/2026).

Instansi terkait sejauh ini baru menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa sembako dan karpet untuk kebutuhan dasar. Sementara itu, program pembangunan ulang rumah masih tertahan. Teguh menduga keterbatasan anggaran Pemkab Pangandaran menjadi penghambat utama pencairan dana tersebut.

“Ya, mungkin anggaran di kabupaten. Mungkin per tahun, mungkin tidak masuk,” ujarnya.

Pihak desa terus memperkuat desakan permohonan tersebut, terlebih setelah Bupati Pangandaran Citra Pitriyami meninjau langsung lokasi pada Sabtu (29/8/2026).

“Kemarin saya perkuat,” kata Teguh.

Penghasilan Serabutan dan Harapan Rumah Layak

Kondisi ekonomi keluarga Endan kini semakin memprihatinkan. Mantan penyadap nira kelapa ini sekarang harus bekerja serabutan demi menafkahi istri dan kedua anaknya.

Pemerintah sebenarnya memasukkan keluarga Endan ke dalam data penerima bantuan sosial (bansos) karena tergolong kelompok masyarakat prasejahtera.

“Memang penerima bansos,” ujarnya.

Endan terus bertahan di hunian sementara yang berdiri persis di samping puing-puing rumah lamanya. Penghasilan serabutan yang tidak menentu menyulitkan Endan untuk mendirikan rumah secara mandiri. Ia sangat berharap pemerintah daerah segera mengucurkan bantuan Rutilahu agar keluarganya bisa kembali mendiami tempat tinggal yang aman.

(Sajidin)