spot_imgspot_img
Rabu 1 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 129

Pesta Durian Premium Serbu Tasikmalaya, Bawor dan Montong Jadi Primadona

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
et foto : Lapak Pesta Durian Plaza Asia Tasikmalaya, hadirkan varian duren Bawor dan Montong Asli Banyumas, yang siap di santap ditempat (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pecinta durian di Kota Tasikmalaya kini tak perlu jauh-jauh berburu buah favoritnya. Pameran Pesta Durian menghadirkan durian asli Banyumas, Jawa Tengah, di Lobi Nakula Plaza Asia Tasikmalaya hingga 22 Februari 2026.

Event yang terselenggara dalam rangka menyambut Imlek dan Ramadhan ini menawarkan berbagai varian premium seperti durian Bawor, Montong, Musang King, hingga Durian Hitam. Deretan buah berukuran besar dengan aroma tajam langsung menyita perhatian pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

Baca Juga: Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Tasikmalaya Hidupkan Tradisi Ziarah Leluhur

Sejak buka, lapak Pesta Durian ramai diserbu warga dari berbagai penjuru kota. Banyak pengunjung memilih langsung menyantap durian di lokasi bersama keluarga maupun teman.

Pemilik Gudang Durian, Mas Tri, mengaku antusiasme pembeli meningkat signifikan, terutama saat akhir pekan.

“Beberapa hari terakhir pengunjung terus bertambah, apalagi saat weekend kemarin, kami sampai kewalahan melayani pembeli,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Bawor dan Montong Paling Diburu

Mas Tri menjelaskan, varian Bawor dan Montong menjadi favorit pembeli. Bawor memiliki warna daging sedikit oranye dengan tekstur lebih lengket. Sementara Montong berwarna putih pucat dengan tekstur lembut dan rasa manis legit.

Untuk harga, durian Bawor mulai dengan harga Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Montong Rp87.000 per kilogram. Sementara durian utuh berukuran besar harganya mulai Rp250.000 hingga hampir Rp1 juta per buah, tergantung ukuran dan kualitas.

Bagi pembeli yang menginginkan kepraktisan, panitia menyediakan durian kupas dalam kemasan bersih seberat 500 gram dengan harga mulai Rp125.000 per kotak.

Mas Tri memastikan seluruh durian yangia pasarkan berasal dari Banyumas dengan kualitas pilihan. Ia optimistis para pengunjung akan puas dengan cita rasa dan aroma khas yang ditawarkan.

“Semua durian kami datangkan langsung dari Banyumas, kualitasnya kami jaga agar pembeli benar-benar puas,” katanya.

(Seda)

Jalur Kadungora-Garut Mengular Saat Libur Panjang

0
garut libur panjang fokusjabar.id
Arus :a;in Kadungora-Garut mengular (foto: dok Polda)

GARUT, FOKUSJabar.id: Libur panjang yang berdekatan dengan datangnya bulan Ramadan membuat mobilitas masyarakat meningkat di berbagai daerah. Kondisi tersebut turut berdampak pada arus lalu lintas di Kabupaten Garut, Jawa Barat yang sejak akhir pekan mulai di padati kendaraan.

Garut menjadi salah satu wilayah yang sering di lalui pengendara dari berbagai arah. Baik menuju Bandung, Tasikmalaya maupun kawasan wisata di selatan Jawa Barat.

BACA JUGA:

Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?

Lonjakan perjalanan ini membuat sejumlah ruas utama mengalami perlambatan.

Situasi kepadatan mulai terasa ketika warga memanfaatkan libur untuk bepergian bersama keluarga. Aparat kepolisian pun bersiaga karena Garut kerap menjadi titik temu arus kendaraan dari beberapa jalur sekaligus.

Di beberapa titik seperti Kadungora dan Limbangan, kendaraan terlihat bergerak lambat. Terutama pada sore hari.

Jalur tersebut merupakan akses penting dari arah Bandung menuju pusat kota Garut. Sehingga rawan padat saat volume meningkat.

Peningkatan arus kendaraan di dominasi oleh wisatawan yang hendak menuju destinasi populer. Termasuk kawasan pemandian air panas serta area pegunungan.

Selain itu, ada pula masyarakat yang mulai melakukan perjalanan lebih awal menjelang Ramadan.

Kasat Lantas Polres Garut, AKP Lucky Martono menyebut, lonjakan kendaraan mulai terasa sejak Sabtu (14/2/2026). Kendaraan pribadi mendominasi jalur masuk Garut dari arah Bandung.

Untuk mengantisipasi antrean panjang, polisi menerapkan rekayasa lalu lintas. Yakni, sistem satu arah atau one way di sejumlah titik yang mengalami penumpukan.

BACA JUGA:

SPPG Sindanggalih 10 Karangpawitan Garut Beroperasi

Penerapan rekayasa di lakukan secara situasional, menyesuaikan kondisi lapangan. Tujuannya, mempercepat laju kendaraan dan mencegah kemacetan meluas.

Meski demikian, kepadatan masih sulit di hindari karena tingginya volume kendaraan yang melintas dalam waktu bersamaan selama masa libur panjang.

Selain pengaturan arus, petugas juga di tempatkan di persimpangan dan titik rawan perlambatan guna menjaga kelancaran serta memastikan pengendara tetap tertib.

Polisi memperkirakan arus balik berpotensi terjadi pada hari berikutnya, ketika wisatawan dan masyarakat mulai kembali ke daerah asal setelah libur usai.

Masyarakat yang melintas jalur Garut di imbau merencanakan perjalanan dengan matang, memilih waktu keberangkatan yang lebih fleksibel serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan tetap aman dan lancar.

(Jingga Sonjaya)

Jelang Ramadhan 1447 H, Warga Tasikmalaya Hidupkan Tradisi Ziarah Leluhur

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Ket foto : Tradisi masyarakat mengunjungi makam leluhurnya dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H (dok pribadi)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Masyarakat Tasikmalaya menyambut Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 dengan berbagai tradisi religi yang terus terjaga. Ziarah ke makam leluhur, munggahan, bersih-bersih lingkungan makam hingga saling bermaafan menjadi bagian dari persiapan spiritual sebelum memasuki bulan suci.

Di sejumlah daerah, warga memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak amalan sekaligus mempererat hubungan keluarga. Tradisi tersebut juga terlihat di Kampung Kersagalih, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya.

Baca Juga: PCNU Tasikmalaya Tegas Tolak Nikah Siri, Soroti Risiko Hukum bagi Perempuan dan Anak

Azi Jaenul Irpan bersama keluarganya mendatangi makam almarhum ayahnya pada Senin (16/2/2026). Ia menuturkan, keluarga rutin melakukan ziarah setiap menjelang Ramadhan dan kembali berziarah saat Idulfitri.

“Setiap menjelang Ramadhan, kami selalu datang ke makam almarhum bapak. Setelah Lebaran pun kami kembali berziarah walaupun jaraknya cukup jauh dari tempat tinggal,” ujar Azi.

Menurutnya, ziarah bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi juga sarat nilai spiritual dan kebersamaan. Ia dan keluarga membersihkan area makam, memanjatkan doa, serta menaburkan bunga sebagai bentuk penghormatan.

“Kami membaca Al-Fatihah dan Surat Yasin, lalu mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni dosanya, dan diterima amal ibadahnya,” jelasnya.

Azi memaknai ziarah sebagai cara menjaga kasih sayang kepada orang tua yang telah wafat sekaligus pengingat tentang kehidupan akhirat. Ia menilai tradisi ini membantu keluarga memperkuat ikatan religius, melakukan refleksi diri, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjelang Ramadhan, tradisi ziarah kubur di Tasikmalaya terus hidup sebagai bagian dari kearifan lokal yang mempertemukan nilai budaya dan spiritual dalam satu momentum kebersamaan.

(Seda)

Pohon Lengkeng Tua Tumbang Menimpa Rumah Warga Pamarican Ciamis

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Rumah milik Yati warga Desa Pamarican yang tertimpa pohon tumbang dan saat menerima bantuan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Hujan deras yang mengguyur wilayah Pamarican, Senin siang (16/2/2026), memicu tumbangnya pohon lengkeng berukuran besar di Dusun Lumbungsari, Desa/Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Pohon tersebut menimpa rumah milik Yati hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Batang pohon yang sudah berusia puluhan tahun itu roboh setelah akar tidak lagi mampu menopang beban. Ukurannya yang besar membuat bagian atap dan struktur rumah mengalami kerusakan serius.

Baca Juga: Tanah Bergerak Terjang Neglasari, Dua Rumah di Pamarican Ciamis Rusak Berat

Kepala Desa Pamarican, Endang, mengatakan pemerintah desa menerima laporan dari warga tak lama setelah kejadian.

“Kami menerima laporan rumah warga tertimpa pohon tumbang saat hujan deras masih berlangsung,” ujarnya.

Endang bersama perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan memastikan kondisi pemilik rumah dalam keadaan aman. Ia juga melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan di tingkat atas guna mendapatkan tindak lanjut.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Namun, pemilik rumah harus menanggung kerugian materi akibat kerusakan bangunan.

Warga sekitar bergerak cepat membantu proses evakuasi batang dan ranting pohon secara gotong royong. Pemerintah Desa Pamarican turut menyalurkan bantuan untuk meringankan beban korban.

“Kami berupaya hadir dan membantu warga yang terkena musibah,” kata Endang.

(Husen Maharaja)

Pemprov Jabar Atur Jam Masuk ASN Saat Ramadan

0
Pemprov Jabar fokusjabar.id
Jam kerja ASN selama Ramadan (foto: dok)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar kembali melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan.

Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah puasa dan kelancaran tugas pemerintahan.

BACA JUGA:

Gubernur Jawa Barat Tolak Pembangunan Rumah di Zona Rawan Bencana

Selama bulan suci, aktivitas perkantoran tetap berjalan seperti biasa. Namun dengan jadwal yang di sesuaikan agar pegawai dapat bekerja lebih efektif di pagi hari.

Pemerintah juga menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak boleh mengalami penurunan.

Penyesuaian waktu kerja ini di terapkan untuk memastikan rutinitas kedinasan tetap terjaga. Sekaligus memberi ruang bagi ASN dalam menjalankan aktivitas keagamaan selama Ramadan.

Dalam aturan terbaru, ASN di lingkungan Pemprov Jabar di minta untuk memulai pekerjaan lebih awal di banding hari normal. Jam masuk kantor di tetapkan pada pukul 06.30 WIB.

Sementara itu, jam kerja berakhir lebih cepat. Yakni sekitar pukul 14.00 WIB.

Pengaturan ini berlaku sepanjang bulan Ramadan dan di terapkan di seluruh perangkat daerah Pemprov Jabar.

Ketentuan tersebut di tuangkan dalam Surat Edaran Nomor 23/OT.03/ORG yang mengatur penetapan jam kerja khusus Ramadan tahun 1446 Hijriah/2025 M.

Meskipun jam kerja terlihat lebih singkat, pemerintah memastikan total jam kerja efektif dalam satu minggu tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku bagi ASN.

Jadwal ini di berlakukan pada hari kerja Senin sampai Jumat. Termasuk pengaturan waktu istirahat yang di sesuaikan dengan suasana bulan puasa.

Pemprov Jabar berharap penyesuaian ini dapat membantu pegawai menjalankan puasa dengan lebih nyaman tanpa mengurangi produktivitas kerja.

BACA JUGA:

Ketua DPAC Partai Demokrat Berkumpul, Kepala BPOKK DPC Garut Hadir, Ada Apa?

Di sisi lain, instansi pemerintahan di minta tetap menjaga kualitas layanan publik. Terutama pada sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Sejumlah kantor pemerintahan pun mulai menyesuaikan ritme kerja, dengan aktivitas pegawai terlihat lebih pagi sejak awal Ramadan.

Pemerintah daerah juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan. Baik dalam hal kehadiran tepat waktu maupun penyelesaian tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

Dengan kebijakan ini, Pemprov Jawa Barat menargetkan pelayanan masyarakat tetap optimal. Sekaligus mendukung ASN menjalani Ramadan dengan lebih tertib dan seimbang.

(Jingga Sonjaya)

Tanah Bergerak Terjang Neglasari, Dua Rumah di Pamarican Ciamis Rusak Berat

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Rumah warga di Desa Neglasari Pamarican Ciamis yang retak akibat kejadian pergerakan tanah

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Tanah bergerak menerjang Dusun Cibenda, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Minggu malam (16/2/2026). Peristiwa tersebut merusak dua rumah milik Ikin Sodikin dan Jaja Opik hingga mengalami kerusakan berat.

Retakan besar tampak membelah dinding tembok rumah warga. Struktur bangunan melemah setelah tanah di sekitar permukiman bergeser akibat hujan berintensitas tinggi yang turun sejak siang hingga dini hari.

Baca Juga: JEMPOL GADIS MANIS Bergerak, Disdukcapil Ciamis Rekam 14 ODGJ Langsung ke Rumah

Anggota FK Tagana Kabupaten Ciamis, Baehaqi Effendi, menjelaskan bahwa laporan kejadian tanah bergerak di Pamarican masuk pada malam hari saat hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

“Laporan kami terima tadi malam ketika hujan deras masih berlangsung,” ujarnya.

Setelah menerima informasi, tim segera berkoordinasi dengan unsur lintas sektoral untuk melakukan penanganan dan pendataan di lokasi terdampak.

“Kami langsung melaporkan kejadian ini kepada pimpinan dan instansi terkait agar penanganan berjalan cepat,” kata Baehaqi.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material cukup besar. Kedua pemilik rumah hingga kini masih memilih bertahan di kediaman masing-masing.

Petugas mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi tanah masih labil dan potensi pergerakan susulan tetap ada.

(Husen Maharaja)

Harmoni Cinta Kasih Hartono Soekwanto di Situ Cipanten Majalengka

0
majalengka@fokusjabar.id
Fang Shen di Situ Cipanten, Harmoni Cinta Kasih Hartono Soekwanto dan Alam.(Abdul Latif/fokusjabar.id)

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Hartono Soekwanto pengusaha asal Bandung hadir kembali di Situ Cipanten Desa Gunungkuning Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka pada Minggu (15/2/2025) kemarin.

Kedatangan Hartono Soekwanto hadir bukan sekadar untuk berwisata. Dalam agenda “Munggahan” menyambut bulan suci, ia membawa sebuah misi mulia, menebar cinta kasih melalui tradisi Fang Shen.

Melepas dengan Ikhlas

​Didampingi istri, ibunda tercinta, serta sahabat-sahabat setianya seperti Irfan Hakim, Panji Petualang, dan Oghel Zulvianto, Hartono Soekwanto menggelar ritual Fang Shen.

Baca Juga: Munggahan di Situ Cipanten Pecah Irfan Hakim, Hartono Soekwanto Panji Petualang Bikin Heboh Ribuan Pengunjung

Fang Shen sendiri adalah tradisi melepaskan makhluk hidup kembali ke habitat aslinya. Sebuah simbol kebebasan, pengurangan penderitaan, dan harapan agar mahluk tersebut bisa hidup lebih lama dan bahagia.

​”Kali ini kami melakukan Fang Shen dengan melepaskan ikan Koi kesayangan Irfan Hakim. Ibu saya yang mewakili saya melepaskannya langsung ke Situ Cipanten,” ujar Hartono dengan penuh ketulusan.

​Bagi Hartono Soekwanto, ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah wujud welas asih atau cinta kasih yang mendalam kepada sesama makhluk Tuhan.

​Transformasi “Surga Kecil” di Majalengka

​Situ Cipanten kini tak lagi sama. Sebulan sebelumnya, Hartono telah melepaskan 2.165 ekor Koi kelas Premium dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Hasilnya menakjubkan. Ikan-ikan yang biasanya hidup di kolam rumahan tersebut kini justru tampil lebih prima.

​Warna yang Lebih Tajam, Lingkungan alami Situ Cipanten membuat warna ikan Koi jauh lebih kontras dan indah di banding saat berada di kolam.

​Kesehatan yang Terjaga, Air dari 7 sumber mata air purba membuat ekosistem ini menjadi rumah terbaik bagi Koi peranakan Jepang tersebut.

​Air Sebening Kaca, Kejernihan air Situ Cipanten memungkinkan pengunjung melihat ribuan Koi berenang dengan jelas, menciptakan pemandangan yang tak di temukan di tempat lain di dunia.

Dampak Bagi Masyarakat dan Pariwisata

​Kedermawanan Hartono Soekwanto membawa berkah luar biasa bagi warga setempat. Sejak kehadiran ribuan Koi kelas kontes tersebut, angka kunjungan wisatawan ke Situ Cipanten meningkat drastis. Kini, Majalengka memiliki destinasi wisata kelas dunia yang unik dan eksklusif.

​”Saya berterima kasih kepada warga yang sudah menjaga dan memberi makan ikan-ikan ini. Saya berharap kita semua terus menjaga ekosistem ini agar airnya tetap jernih dan mengalir, meski di musim kemarau sekalipun,” tambah Hartono Soekwanto.

Baca Juga: Sentuhan Bos Koi Ubah Situ Cipanten Majalengka Jadi Magnet Wisata Jabar

​Kisah Hartono Soekwanto di Situ Cipanten adalah pengingat bagi kita semua, bahwa kebahagiaan sejati justru hadir saat kita mampu memberi kebebasan bagi mahluk lain. 

Di antara riak air yang jernih dan kibasan ekor Koi yang cantik, terselip doa untuk kelestarian alam Majalengka yang lestari.

Masyarakat harus mampu menjaga dan melestarikan alam yang sudah di karuniakan oleh sang pencipta untuk keberkahan dan kemakmuran masyarakat.

(Abdul Latif)