spot_imgspot_img
Minggu 4 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 130

Karang Taruna Desak Audit Dugaan Monopoli SPPG Sindangwangi Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Komisi ll Anggota DPRD kabupaten Pangandaran saat melakukan pemantauan ke SPPG Sindangwangi.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dugaan monopoli dalam rantai pasok makanan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangwangi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menjadi sorotan.

Komisi II DPRD Pangandaran turun melakukan pemantauan setelah menerima surat aduan dari Karang Taruna setempat.

‎Pemantauan dilakukan untuk menindaklanjuti persoalan keterlibatan pemasok lokal dalam penyediaan kebutuhan SPPG.

‎Anggota Komisi II DPRD Pangandaran, Sri Rahayu menyebut persoalan yang muncul sejauh ini lebih mengarah pada miskomunikasi antara pengelola SPPG dengan BUMDes dan Karang Taruna.

Baca Juga: Program Revitalisasi Sekolah Jadi Sorotan DPRD Pangandaran

‎”Untuk sementara sudah clear. Kurang komunikasi saja,” ujarnya saat pemantauan.

‎Menurutnya, BUMDes Sindangwangi sebelumnya sempat terlibat dalam suplai kebutuhan SPPG. Namun kerja sama itu tidak dilanjutkan sehingga memicu keberatan dari pihak lokal dan berujung pada surat aduan ke DPRD.

‎Komisi II DPRD Pangandaran kemudian meminta pihak-pihak terkait duduk bersama menyelesaikan persoalan.

‎”Harus komunikasi. Mudah-mudahan hari ini juga katanya mau bersama-sama duduk bersama,” katanya.

‎Penilaian bahwa persoalan hanya sebatas miskomunikasi dibantah Ketua Karang Taruna Bina Remaja Desa Sindangwangi, Padna.

‎Padna mengatakan, surat aduan ke DPRD dibuat setelah pihaknya menerima keluhan dari BUMDes, petani melon, dan pelaku UMKM yang sebelumnya terlibat suplai ke SPPG.

‎”Makanya kita membuat surat aduan ke dewan. Kalau tidak ada respons positif, kita akan lakukan audiensi secepatnya,” ujar Padna.

‎Ia menegaskan persoalan bukan sekadar komunikasi. Menurut Padna, pihak yayasan pengelola SPPG mulai lambat merespons dan ada dugaan intervensi harga terhadap pemasok sebelumnya.

‎”Perlu digarisbawahi bahwa ini bukan kesalahan komunikasi, tapi pihak dari yayasan sudah slow respons dan mulai ada dugaan intervensi harga terkait suplai sebelumnya agar tidak lagi bisa menyuplai,” katanya.

Audit Pengelolaan Yayasan

‎Padna juga menduga rantai pasok SPPG berpotensi diambil alih yayasan. Ia mengaku mendapat informasi adanya pembentukan koperasi atau usaha dagang yang disebut berpotensi masuk dalam rantai suplai SPPG.

‎”Karena diduga kuat untuk suplai akan diambil alih oleh pihak yayasan yang diduga sudah membuat koperasi ataupun usaha dagang,” ujarnya.

‎Atas dasar itu, Karang Taruna meminta persoalan tidak berhenti di pemantauan DPRD. Mereka mendorong adanya pemeriksaan atau audit terhadap pengelolaan yayasan.

‎”Makanya kita minta yayasan tersebut diaudit, bukan hanya sekadar pemantauan saja,” kata Padna.

‎Sementara itu, perwakilan pengelola SPPG Sindangwangi, Advi, membantah adanya praktik monopoli dalam pengadaan bahan maupun kebutuhan operasional.

‎Advi menyebut saat ini terdapat 27 supplier yang bekerja sama dengan SPPG. Kerja sama itu dilengkapi MoU, administrasi, dan laporan.

‎”Monopoli enggak ada di kami, alhamdulillah. Semua supplier yang di luar koperasi itu ada MoU-nya jelas, administrasinya jelas, dan laporannya juga jelas,” ujarnya.

Perubahan Sistem Pengelolaan

‎Menurutnya, 27 supplier itu tidak hanya pemasok bahan makanan, tetapi juga kebutuhan operasional seperti tali rafia hingga pengelolaan sampah.

‎”Supplier sekarang total 27. Termasuk operasional yang lain seperti rafia dan tali rafia, terus pengelolaan sampah dan lain-lain, kita ada MoU-nya,” katanya.

‎Pengelola menjelaskan ada perubahan sistem pengelolaan. Sebelumnya ada UD yang terlibat, namun setelah evaluasi kini menggunakan koperasi. Ia menegaskan koperasi tersebut tidak memiliki keterkaitan kepemilikan dengan yayasan pengelola SPPG.

Baca Juga: TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Pongpet Pangandaran

‎”Koperasi pun perlu digarisbawahi tidak ada keter-sangkutpautan dengan yayasan. Yayasan hanya mengawasi koperasi tersebut,” ujarnya.

‎Terkait BUMDes Sindangwangi, pengelola mengakui sempat terjadi miskomunikasi. BUMDes yang sebelumnya jadi pemasok disebut akan kembali digandeng.

‎”UMKM lingkungan kemarin ada, cuma karena pengelolaan kita sedang kita benahi, mungkin dikira kita berhentikan. Tapi tidak. Ke depannya kita akan gandeng lagi,” katanya.

(Sajidin)

Tanggapan BNI Terkait Gugatan Perdata di PN Bale Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Ilustrasi penarikan uang di ATM. (istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan tanggapan mengenai gugatan perdata. Yang diajukan salah satu nasabahnya di Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung. 

Gugatan di PN Bale Bandung tersebut berkaitan dengan sejumlah transaksi pada rekening nasabah. Yang diketahui setelah kartu debit miliknya tertelan di mesin ATM yang dikelola penyedia non-BNI.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo, menuturkan pihaknya menghargai hak nasabah. Dalam menempuh upaya hukum dan menghormati proses persidangan yang saat ini sedang berlangsung di PN Bale Bandung.

Baca Juga: Kasus DBD Turun 50 Persen, Ini Pesan Dinkes Kota Bandung

Selain itu, Okki menuturkan pada saat yang sama BNI tetap melakukan penanganan atas pengaduan yang disampaikan nasabah. 

Menurutnya, sejak laporan diterima pada 15 April 2026. Perseroan telah menjalankan proses tindak lanjut sesuai standar prosedur operasional dan ketentuan yang berlaku. Termasuk melakukan penelusuran atas transaksi yang dipermasalahkan. 

Dalam Penanganan Perkara

“BNI telah memberikan penjelasan dan tanggapan resmi kepada nasabah maupun kuasa hukumnya. Atas transaksi yang dipermasalahkan selama proses penanganan pengaduan,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2026).

Lebih lanjut ia menuturkan, dalam penanganan perkara tersebut, BNI juga mencermati, bahwa kendala pada kartu debit terjadi di mesin ATM. Yang dikelola penyedia non-BNI dan berada di luar Kantor Cabang BNI Ciwidey. 

Nasabah kemudian mendatangi kantor cabang untuk melaporkan kejadian tersebut. Kondisi itu, menurutnya, sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan dan pengamanan. Yang memadai pada seluruh ekosistem layanan ATM, baik terhadap perangkat maupun area tempat mesin ATM beroperasi.

“Pengawasan dan pengamanan yang memadai menjadi penting untuk meminimalkan potensi penyalahgunaan. Maupun tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya. 

Selain pengamanan dari sisi penyedia dan pengelola layanan, pihaknya juga mengingatkan nasabah untuk segera menghubungi kanal resmi BNI. Yang tersedia 24 jam guna memperoleh penanganan awal apabila mengalami kendala pada kartu atau mesin ATM. 

Kerahasiaan Data Perbankan

Pihaknya juga mengimbau nasabah untuk tidak mengikuti arahan pihak yang tidak dikenal serta tetap menjaga kerahasiaan data perbankan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan yang perlu dilakukan bersama untuk menjaga keamanan transaksi perbankan.

Baca Juga: 836 Ribu Jiwa Rasakan Manfaat Program Rumah Yatim 2025

Namun, mengenai penyebab dan tanggung jawab atas transaksi yang saat ini dipermasalahkan. BNI menyerahkan proses pembuktiannya kepada mekanisme hukum yang sedang berjalan.

“Kami menghormati proses pembuktian yang sedang berlangsung dan akan mengikuti proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Okki menegaskan komitmen BNI untuk terus memberikan perlindungan dan pelayanan yang optimal kepada nasabah. Serta menangani setiap pengaduan melalui mekanisme yang berlaku.

(Arif)

TNI Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Pongpet Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
‎TNI dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Pongpet.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pasca anjloknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, TNI bersama masyarakat turun langsung melakukan pembersihan dan perbaikan, Kamis (3/9/2026).

‎Kegiatan gotong royong itu dilakukan untuk memulihkan akses masyarakat yang lumpuh sejak jembatan ambruk saat prosesi peresmian pada Minggu (30/8/2026) sore.

‎Selain membersihkan lokasi, personel TNI dan warga juga mulai memperbaiki bagian jembatan yang rusak. 

Baca Juga: Program Revitalisasi Sekolah Jadi Sorotan DPRD Pangandaran

‎Dalam kegiatan tersebut, bantuan sembako berupa beras turut disalurkan kepada masyarakat sekitar, khususnya para seniman yang terdampak akibat terputusnya akses.

‎Dandim 0625/Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan mengatakan pihaknya turut prihatin atas kejadian tersebut. Namun ia mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan.

Evaluasi Menyeluruh

‎”Kita turut prihatin atas kejadian itu, dan kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali apa yang terjadi,” ujar Citra di lokasi jembatan gantung Pongpet.

‎Citra menegaskan, ke depan akan dilakukan evaluasi menyeluruh agar pembangunan maupun perbaikan jembatan memperhatikan aspek keamanan dan kualitas konstruksi.

‎”Kita lakukan evaluasi. Dan akan kami perbaiki untuk ke depannya. Sehingga faktor keamanan dan kualitas akan terus kami tingkatkan,” katanya.

‎Ia menyebut keberadaan jembatan itu sangat vital bagi masyarakat. Setiap hari jembatan digunakan anak-anak sekolah, petani, hingga warga yang butuh berobat.

‎”Jadi, di balik penyesalan saya dan kita stop untuk saling menyalahkan, ada anak-anak sekolah, petani, warga yang sakit yang membutuhkan akses ini,” ucap Citra.

Tingkatkan Kualitas Keamanan Konstruksi

‎‎Letkol Citra memastikan Kodim 0625/Pangandaran akan ikut dalam perbaikan jembatan dengan meningkatkan kualitas dan keamanan konstruksi. 

‎Dalam pelaksanaannya, Kodim akan berkoordinasi dengan instansi dan pihak yang memiliki keahlian di bidang konstruksi jembatan.

Baca Juga: Ombudsman Jabar Bicara Tegas Soal Jembatan Pongpet Pangandaran

‎”Jadi, kami dari Kodim Pangandaran akan memperbaiki jembatan gantung ini dengan meningkatkan kualitas ataupun keamanan dari konstruksi tersebut,” ujarnya.

‎Ia kembali mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama memulihkan akses Jembatan Pongpet.

‎”Sekali lagi kita mengajak, mari bersama-sama untuk bangkit membangun kembali akses ini. Sehingga dapat digunakan anak-anak sekolah, petani dan warga lainnya,” pungkas Citra

(Sajidin)

Kasus DBD Turun 50 Persen, Ini Pesan Dinkes Kota Bandung

0
Bandung@fokusjabar.id
Kasus demam berdarah dengue (DBD) Kota bandung.(Web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung menunjukkan penurunan sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena potensi penularan penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti masih ada, terutama di tengah perubahan cuaca.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, mengatakan penurunan kasus DBD tahun ini cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Baca Juga: 836 Ribu Jiwa Rasakan Manfaat Program Rumah Yatim 2025

“Angka persisnya saya lupa, tapi perkiraannya sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama,” kata Dadan, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca tahun ini relatif tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Penurunan kasus DBD diduga turut dipengaruhi meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta konsistensi pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Meski tren kasus menurun, Dadan meminta masyarakat tidak lengah. Sebab, perkembangan jentik nyamuk menjadi nyamuk dewasa justru dapat berlangsung lebih cepat ketika kondisi cuaca panas.

“Walaupun demikian, perlu diingat bahwa pertumbuhan jentik nyamuk menjadi nyamuk justru lebih cepat di musim panas dibanding musim hujan. Jadi begitu ada hujan, jentik yang tersisa bisa cepat menetas dan kasus bisa naik kembali,” katanya.

Baca Juga: CFD dan Braga Bebas Kendaraan Bandung Dihentikan Sementara, Farhan Ungkap Alasannya

Dadan mengungkapkan, pada 2025 kasus DBD di Kota Bandung sempat mencapai puncaknya pada Agustus. Kondisi tersebut sempat dikhawatirkan kembali terjadi tahun ini.

Namun, hingga September 2026, lonjakan kasus seperti tahun sebelumnya belum terjadi. Menurutnya, berbagai upaya pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama mulai memberikan dampak positif.

“Saya kira kampanye yang dilakukan bersama Pemerintah Kota, termasuk kunjungan ke setiap kelurahan, memberikan efek yang baik. Harapannya kondisi ini bisa terus terjaga,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Marc Klok Bicara Soal Tantangan Persib Bandung

0
Marc Klok Persib fokusjabar.id
Marc Klok (foto: ilustrasi)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kapten Persib Bandung, Marc Klok optimistis tim yang Dia bela bisa mempertahankan takhta  juara pada musim kompetisi 2026/2027.

Namun di balik peluang besar yang di miliki tim kebanggaan Bobotoh, Dia menyadari ada tantangan berat yang harus di hadapi sepanjang musim.

BACA JUGA:

Soal Juara Super League, Ini Kata Pemain Anyar Persib Bandung

Menurut Marc Klok, Persib Bandung akan menjalani agenda kompetisi yang cukup padat. Selain persaingan di kompetisi domestik, juga akan tampil di AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027.

Kondisi tersebut membuat jadwal pertandingan, perjalanan, tekanan, intensitas permainan hingga kelelahan akan menbayang-bayangi Pangeran Biru.

Marc Klok menyebut, padatnya agenda musim ini justru memberikan kesempatan besar bagi Maung bandung untuk membawa nama klub sekaligus Indonesia ke panggung yang lebih luas.

Para pemain juga memiliki peluang untuk menguji kemampuan saat menghadapi lawan dengan level persaingan yang lebih tinggi.

“Yang bagus itu adalah kita memiliki kesempatan untuk membawa Persib dan Indonesia ke level yang lebih besar dan lebih global,” ungkapnya.

hanya saja, jadwal pertandingan yang padat serta perjalanan antarkota dan antarnegara dapat menjadi tantangan tersendiri bagi pemain.

“Yang buruk adalah jadwal pertandingan, perjalanan, situasi. Itu sangat menyulitkan,” katanya.

Perjalanan panjang menuju pertandingan membuat waktu pemulihan pemain menjadi semakin terbatas. Karena itu, kemampuan menjaga kondisi fisik dan mental akan menjadi faktor penting agar para pemain tetap mampu tampil maksimal ketika harus menjalani pertandingan demi pertandingan.

Klok juga melihat kehadiran sejumlah pemain baru sebagai bagian dari dinamika musim ini. Para pemain anyar butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Termasuk memahami karakter Persib dan atmosfer yang menyertainya.

Dukungan Bobotoh ketika bermain di kandang serta kehidupan di Bandung bisa membantu pemain-pemain baru mengenal klub secara lebih cepat.

Atmosfer tersebut sekaligus menjadi bagian penting dari perjalanan mereka bersama Maung Bandung.

BACA JUGA:

Jadwal dan Calon Lawan Persib Bandung di ACL 2

Di tengah berbagai tantangan itu, Klok justru memiliki keyakinan besar terhadap kekuatan skuad musim ini. Ia bahkan menilai, komposisi tim yang di miliki Pangeran Biru merupakan salah satu yang terbaik selama dirinya memperkuat klub.

“Saya pikir kami memiliki skuad terbaik selama waktu saya di Persib Bandung,” tegas Klok di kutip persib.co.id, Kamis (3/9/2026).

Namun, kualitas skuad saja tidak cukup. Klok menilai, seluruh pemain harus mampu menerjemahkan kualitas tersebut menjadi performa di lapangan.

Kerja keras, konsistensi, kemampuan beradaptasi serta menjaga kondisi menjadi modal penting untuk melewati musim yang panjang.

Pangeran Biru juga harus mampu mengelola tenaga di tengah jadwal yang padat.

Rotasi pemain dan kesiapan seluruh anggota skuad akan menjadi penting agar tim tetap kompetitif ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi dan perjalanan yang melelahkan.

Bagi Dia, tantangan tersebut merupakan bagian dari kesempatan yang harus di manfaatkan. Semakin tinggi level kompetisi yang di hadapi, semakin besar pula peluang bagi pemain untuk berkembang dan membuktikan kualitasnya.

Karena itu, Klok percaya Persib Bandung memiliki kemampuan untuk menghadapi tekanan musim ini.

Optimisme tersebut tetap di barengi kesadaran bahwa perjalanan menuju akhir musim tidak akan mudah.

(Bambang Fouristian)

Program Revitalisasi Sekolah Jadi Sorotan DPRD Pangandaran

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Ketua komisi IV DPRD Pangandaran, Jalaludin.(fokusjabar.id/Sajidin)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dugaan adanya pengkondisian penggunaan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah) dalam program revitalisasi sekolah didalami anggota DPRD Kabupaten Pangandaran.

‎Ketua komisi IV DPRD Pangandaran, Jalaludin mengatakan, pengawasan ini dilakukan untuk memastikan sekolah penerima bantuan tidak diarahkan membeli material dari penyedia tertentu atau mengalami praktik monopoli dalam proses pengadaan.

‎“Yang sedang kita targetkan sekarang turun lapangan. Satu memastikan adanya pengusul yang implikasinya ada sesuatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh penerima manfaat. Yang kedua, benarkah SIPLah ini ada monopoli,” ujar Jalaludin usai melakukan pengawasan program Revitalisasi di Padaherang Kamis, (3/9/2026).

Baca Juga: Ombudsman Jabar Bicara Tegas Soal Jembatan Pongpet Pangandaran

‎Menurutnya, SIPLah pada dasarnya merupakan salah satu jalur yang diperbolehkan dalam proses pengadaan kebutuhan sekolah. Sistem tersebut juga memberikan kemudahan administrasi, termasuk dalam urusan pembayaran pajak.

‎“Kalau SIPLah itu lebih kepada pintu pembelanjaan, membantu kemudahan administrasi. Sebab di SIPLah itu kewajiban untuk pembayaran pajak sudah include di dalam pembelanjaan,” katanya.

Alasan Mengunci Sekolah

‎Namun, penggunaan SIPLah tidak boleh dijadikan alasan untuk mengunci sekolah pada penyedia tertentu.

‎Jalal menyebut, Sekolah juga diperbolehkan melakukan pembelian secara langsung kepada toko material, selama memenuhi ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan dalam kualitas maupun harga.

‎“Boleh melalui SIPLah. Boleh belanja langsung kepada toko terdekat dengan prinsip memberdayakan lingkungan,” ujarnya.

‎Pihaknya mengaku telah menemukan adanya variasi dalam pola belanja sekolah penerima revitalisasi. Ada sekolah yang menggunakan SIPLah dan ada pula yang melakukan pembelian langsung secara tunai kepada toko penyedia. Kondisi tersebut dinilai masih diperbolehkan.

‎Meski demikian, dugaan adanya pengkondisian secara khusus masih menjadi perhatian. Terutama apabila terdapat pihak yang mengharuskan seluruh sekolah penerima membeli material dari toko atau penyedia tertentu.

‎“Untuk sementara pengkondisian tidak ada secara saklek. Cuma kita sudah memberikan informasi by phone, tapi perlu dibuktikan. Adakah pengkondisian ketat, misalnya seluruh yang mendapatkan revitalisasi ini belanja barangnya harus dari satu tempat,” katanya.

Harus Memenuhi Standar Kualitas

‎Selain jalur pembelian, pihaknya juga akan mengecek kesesuaian harga serta spesifikasi material yang digunakan.

‎Sebab, menurutnya, sekolah tidak hanya dituntut menggunakan anggaran sesuai ketentuan, tetapi juga memastikan material yang dibeli memenuhi standar kualitas.

‎“Kalau masalah kualitas produk sama. Mau belanja langsung kepada toko penyedia ataupun melalui SIPLah harus memenuhi, terutama kalau yang pabrikan ISO-nya,” tegasnya.

Baca Juga: Petani Pangandaran Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Melon

‎Monitoring lapangan dilakukan sebagai upaya mencegah munculnya persoalan dalam penggunaan dana revitalisasi hingga program selesai.

‎Pihaknya menegaskan, proses pengadaan harus tetap transparan dan tidak boleh ada tekanan kepada sekolah penerima manfaat untuk menggunakan penyedia tertentu.

‎“Boleh belanja melalui SIPLah atau langsung ke toko terdekat, selama tidak ada monopoli dan kualitas tetap dijaga,” pungkasnya.

(Sajidin)

Persib vs PSM di GBLA, Umuh Muchtar: Yang Penting 3 Poin

0
Umuh Muchtar persib okusjabar.id
Umuh Muchtar (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, membeberkan kondisi skuad Maung Bandung menjelang pertandingan perdana Super League 2026/2027 menghadapi PSM Makassar.

Pria yang akrab di sapa Pak Haji ini menegaskan,  kondisi tim Persib siap melakoni pertandingan perdana kompetisi Super League 2026/2027.

BACA JUGA:

Jadwal dan Calon Lawan Persib Bandung di ACL 2

Menurut Umuh Muchtar, pertandingan perdana Super League di jadwalkan akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (6/9/2026).

Dia berharap, pada pertandingan tersebut skuad Maung Bandung bisa tampil maksimal dan mengamankan poin penuh. Pasalnya, kemenangan menjadi modal bagus untuk menghadapi musim 2026/2027.

“Mudah-mudahan saja semuanya lancar dan tidak ada masalah. Yang penting Persib dapat tiga poin. Nah, gitu ya. Persib selalu menang, Insyaallah,” harapnya.

Sementara itu, Persib sudah mempersiapkan diri dengan matang untuk mengarungi musim 2026/2027. Selain berlatih skuad Maung Bandung juga tampil di turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

BACA JUGA:

Persib Bandung Pinjamkan Ramon Tanque ke Chennaiyin FC

Selain itu, Persib juga menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) di Bali dan tampil turnamen pramusim Dewata Challenge Series.

Dalam pramusim Dewata Challenge Series 2026, Persib berhasil menaklukkan Bali United dan tim asal Malaysia, Sabah FC.

(Arif)