spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 98

Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masyarakat luas mengenal Soleh Supriadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran. Namun, jarang ada yang mengetahui bahwa birokrat berpenampilan rapi ini merupakan mantan pesepak bola tangguh yang hampir saja berseragam Persib Bandung pada era 1990-an.

Soleh mengawali karier lapangan hijaunya dari level terbawah. Ia merupakan andalan klub lokal San Pasko Kalipucang, sebuah tim sepak bola legendaris yang merajai wilayah Pangandaran Selatan pada masanya.

Baca Juga: SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

Lolos Seleksi Djarum Super dan Masuk Jalur Utama Persib

Bakat mengolah si kulit bundar membawa Soleh ke panggung yang lebih tinggi. Ia berhasil lolos seleksi Djarum Super, sebuah ajang bergengsi untuk menyaring talenta muda berbakat di Jawa Barat.

Prestasi tersebut mengantarkan Soleh menembus jajaran pemain Produta Bandung pada tahun 1994. Kala itu, Produta merupakan tim Divisi Utama sekaligus jalur rekrutmen paling potensial untuk menembus skuad utama Pangeran Biru selain klub UNI.

“Dulu pencarian pemain Persib mengambilnya dari Produta atau UNI. Saya berhasil masuk ke Produta tahun 1994,” kenang Soleh saat menceritakan masa lalunya, Rabu (1/7/2026).

Selama menghuni mes Produta Bandung, Soleh tinggal satu asrama dengan penyerang tajam asal Kalipucang, Sutiono Lamso. Sejarah mencatat Sutiono lebih dulu bersinar hingga akhirnya Persib Bandung meminangnya menjadi striker utama yang melegenda.

“Sutiono akhirnya naik ke Persib Bandung. Nah, nasib saya tidak seberuntung Sutiono. Saya akhirnya memilih jalan lain karena mendapatkan kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengabdi sebagai pelayan publik,” jelasnya.

Alihkan Sepatu Bola ke Biliar dan Kebijakan Olahraga Usia Dini

Faktor usia membuat Soleh kini menepi dari lapangan hijau kompetitif. Ia memilih jenis olahraga yang lebih ramah fisik untuk menjaga kebugaran tubuhnya sehari-hari.

“Sepak bola dengan kondisi umur dan tubuh saya sekarang terasa sangat berat. Saya sekarang menyukai padel dan biliar. Fokus utama saya saat ini adalah olahraga biliar,” tutur Soleh.

Meskipun sudah menanggalkan sepatu bola, kecintaan Soleh terhadap dunia sepak bola tidak pernah pudar. Ia menyalurkan gairah tersebut lewat kebijakan strategis dinas, salah satunya memberikan dukungan penuh bagi sekolah sepak bola (SSB) usia dini di Pangandaran.

Secara khusus, Soleh menaruh perhatian pada kehadiran SSB Persib Junior di Kecamatan Mangunjaya yang baru berdiri kurang dari satu tahun. Ia memuji kualitas anak-anak usia SD dan SMP di sana yang sudah menunjukkan teknik bermain bola di atas rata-rata.

Soleh menegaskan bahwa ia tidak ingin SSB di Pangandaran sekadar menjadi wadah kegiatan ekstrakurikuler pengisi waktu luang. Ia bermimpi SSB bertransformasi menjadi pabrik pencetak bibit unggul. Targetnya, talenta-talenta muda asli Pangandaran mampu menembus kompetisi kasta utama tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga merambah ke level internasional.

(Sajidin)

HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Banjar Bagikan Traktor Gratis Demi Pacu Ketahanan Pangan

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Ketua Kelompok Tani Tunggak Semi Desa Waringinsari, Riyanto menerima bantuan alsintan saat HUT Bhayangkara ke 80. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polres Banjar mengemas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 secara berbeda di Lapang Bhakti Taman Kota, Kota Banjar, Rabu (1/7/2026). Selain memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihak kepolisian turut menyokong program ketahanan pangan nasional lewat penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menegaskan bahwa momentum seabad kurang dua dekade ini merefleksikan kuatnya kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kota Banjar, TNI, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta seluruh elemen masyarakat setempat.

Baa Juga: Perumda Tirta Anom Umumkan Gangguan Air, Ini Penyebab dan Imbauannya

Sokong Visi Ketahanan Pangan Presiden Lewat Alsintan

Guna mendorong produktivitas sektor agraria lokal, Polres Banjar bersama pemerintah daerah menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada kelompok tani jagung. Bantuan tersebut berupa dua unit traktor dan lima unit alat pemipil jagung modern.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan Presiden. Kami menyerahkan dua unit traktor dan lima alat pemipil jagung kepada kelompok tani jagung di Kota Banjar agar mereka dapat meningkatkan produktivitas pertanian,” jelas AKBP Didi Dewantoro.

Didi menambahkan, jajaran kepolisian akan terus membangun sinergi bersama instansi terkait untuk menciptakan stabilitas keamanan kota yang linier dengan kesejahteraan para petani.

Ringankan Beban Petani Waringinsari yang Kelola 113 Hektare Lahan

Bantuan teknologi pertanian ini memicu rasa syukur mendalam dari para pelaku sektor bumi. Ketua Kelompok Tani Tunggak Semi Desa Waringinsari, Riyanto, mengapresiasi langkah taktis Polres Banjar. Kelompok tani pimpinannya saat ini mengelola lahan produktif seluas 113 hektare, yang terbagi atas 91 hektare lahan darat dan 22 hektare lahan sawah.

Riyanto membeberkan bahwa budidaya tanaman jagung di wilayahnya baru berjalan sekitar dua tahun dengan intensitas dua kali musim panen. Selama ini, para petani kerap menghadapi tantangan berat berupa kelangkaan pasokan air saat musim kemarau melanda.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang, kendala utama kami adalah air. Pompa memang ada, tetapi sumber airnya cukup jauh sehingga belum maksimal,” ungkap Riyanto.

Meskipun menghadapi kendala irigasi, Riyanto menilai hasil panen jagung sejauh ini masih cukup memuaskan. Ia optimistis kehadiran traktor baru ini akan memangkas durasi pengolahan tanah secara signifikan sehingga efisiensi kerja petani meningkat tajam.

Bagi kelompok tani Tunggak Semi, ini merupakan bantuan alsintan pertama yang mereka terima setelah 15 tahun menggarap sektor pertanian di Kota Banjar. Riyanto berharap pemerintah terus menggulirkan program dukungan serupa demi mendongkrak taraf hidup para petani daerah.

(Agus Purwadi)

78 Guru SD di Tasikmalaya Dapat Misi Khusus, Siap Tularkan Metode STEAM ke Seluruh Kecamatan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Suasana penyampaian materi oleh pakar kurikulum dalam agenda Training of Trainer (ToT) yang diinisiasi oleh FK3G Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (1/7/2026). Sebanyak 78 guru dari 39 kecamatan disiapkan menjadi pionir penggerak mutu pendidikan di daerahnya masing-masing.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK3G) Kabupaten Tasikmalaya menggelar agenda krusial bertajuk Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Guru di Gedung Guru Singaparna, Rabu (1/7/2026). Langkah taktis ini bertujuan mendongkrak mutu pendidikan dasar sekaligus menjawab tantangan Kurikulum Merdeka yang menuntut kreativitas tanpa batas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, membuka langsung pelatihan intensif yang berfokus pada pengembangan program kokurikuler dan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis deep learning ini.

Baca Juga: Tangis Haru Warnai Kenaikan Pangkat 70 Personel Polres Tasikmalaya, Ada Tradisi Siraman Air Kembang

Strategi Cerdas: Cetak 78 Agen Perubahan Hingga ke Pelosok

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya, FK3G menerapkan strategi pelipatgandaan dampak (multiplier effect) yang masif. Setiap kecamatan mengirimkan dua guru terbaiknya sebagai delegasi potensial dari total 39 kecamatan. Sebanyak 78 guru terpilih ini mengemban misi besar sebagai agen perubahan di wilayah masing-masing.

Wakil 1 FK3G Kabupaten Tasikmalaya, Andi Suandi, menjelaskan bahwa ToT ini merupakan agenda rutin enam bulanan yang bergerak dinamis mengikuti tren pendidikan terkini.

“Target kami jelas: sepulang dari sini, para peserta wajib melakukan diseminasi atau penularan ilmu di wilayah masing-masing. Kami ingin seluruh guru di Kabupaten Tasikmalaya memiliki frekuensi dan pemahaman yang sama. Tentunya pemahaman dalam memecahkan tantangan pembelajaran saat ini,” ujar Andi.

Andi menambahkan, inti dari penerapan deep learning adalah melahirkan proses belajar-mengajar yang bermakna, penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan bagi siswa. Ketika guru mengemas kelas secara kreatif dan seru, anak-anak pasti akan sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Adopsi Kurikulum Internasional Demi Kejar Negara Maju

Langkah berani FK3G ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan setempat. Kepala Seksi Pembinaan GTK SD, Dani Mulyana, menegaskan adopsi pembelajaran berbasis STEAM ini sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam menggenjot kualitas SDM nasional.

“Ini adalah langkah konkret kita untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah menerbitkan buku panduan khusus pembelajaran STEAM demi menguatkan metode deep learning ini,” jelas Dani.

Demi memastikan transfer ilmu berjalan merata hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil, FK3G memaksimalkan jaringan 120 Kelompok Kerja Guru (KKG) yang tersebar di seluruh pelosok Tasikmalaya.

Untuk memberikan bekal terbaik, ToT ini menghadirkan dua pakar nasional sebagai narasumber utama. Yaitu Dr. Rini Solihat (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dan Zamzam Nur Sani (Penulis buku pembelajaran STEAM tingkat nasional).

Melalui amunisi baru ini, puluhan guru SD tersebut kini siap menyulut semangat belajar yang lebih hidup. Terlebih dengan atmosfir kreatif di ruang kelas.

(Abdul Latif)

Jaga Identitas Sakral Klub, Balad Galuh Janji Setia Kawal PSGC Ciamis di Kasta Liga 2

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
CEO PSGC Ciamis, Herdiat Sunarya, Ketua Viking Galuh, TeBe,, Ketua Balad Galuh Ciamis dan Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kelompok suporter setia PSGC Ciamis, Balad Galuh, menegaskan komitmen mereka untuk tetap setia pada warna, setia pada bendera, dan setia pada klub kebanggaan Tatar Galuh. Sikap militan ini muncul ke permukaan usai peresmian kolaborasi strategis antara Persib Bandung dan PSGC Ciamis sebagai tim satelit.

Ketua Balad Galuh, Ghozin, menilai bahwa keputusan manajemen PSGC Ciamis saat ini merupakan langkah yang sangat tepat dan rasional.

Baca Juga: Regulasi Liga 2 Wajibkan 8 Pemain U-21, Persib Siap Orbitkan Talenta Lokal Ciamis di PSGC

Berpikir Realistis Hadapi Lonjakan Biaya Liga 2 yang Tembus Rp60 Miliar

Saat memberikan keterangan di Sekretariat DPP Balad Galuh Ciamis, Rabu (1/7/2026), Ghozin mengajak seluruh pencinta sepak bola lokal untuk berpikir realistis melihat kondisi finansial internal klub. Kemitraan bersama Pangeran Biru ini memikul harapan besar sebagai solusi finansial nyata demi menyuntik biaya operasional tim.

“Kita semua tahu atmosfer persaingan di Liga 2 musim 2026/2027 ini terasa sangat berat dan kompetitif. Tensi kompetisinya hampir menyerupai ketatnya kasta tertinggi Liga 1 beberapa tahun silam. Apalagi, kami mendengar sudah ada tim Liga 2 lain yang mempersiapkan anggaran fantastis hingga mencapai Rp60 miliar,” ungkap Ghozin.

Melalui kolaborasi ini, manajemen PSGC Ciamis juga bisa menimba ilmu tata kelola sepak bola profesional secara langsung dari Persib Bandung sebagai salah satu klub raksasa di Indonesia.

Tiga Syarat Sakral Suporter Berhasil Terakomodir Manajemen

Ghozin menegaskan bahwa sejak awal suporter memberikan lampu hijau terhadap jalinan kerja sama ini dengan mengajukan syarat mutlak. Balad Galuh menuntut manajemen wajib mempertahankan identitas sakral klub yang tidak boleh diganggu gugat.

Tiga tuntutan utama suporter tersebut meliputi:

  • Nama Klub: Manajemen tidak boleh mengubah nama PSGC Ciamis.
  • Markas Utama: Tim harus tetap bermain dan menjamu lawan di Stadion Galuh Ciamis.
  • Bakat Daerah: Manajemen wajib memberdayakan dan memberi panggung bagi pemain lokal demi masa depan sepak bola daerah.

“Dari semua syarat yang kami ajukan, ternyata manajemen mengakomodir semuanya tanpa terkecuali. Seluruh poin berjalan sesuai harapan suporter,” tambah Ghozin.

Janji Jadi Pemain Ke-12 di Atas Tribun

Menatap ketatnya atmosfer Liga 2, Ghozin memprediksi animo masyarakat Ciamis akan melonjak drastis. Oleh karena itu, ia menitipkan pesan penting kepada seluruh elemen suporter untuk menunjukkan kedewasaan dalam memberikan dukungan. Suporter wajib menjaga ketertiban umum dan menjauhi segala tindakan anarkis yang berpotensi memicu sanksi denda finansial bagi klub.

“Kami dari Balad Galuh hanyalah komunitas suporter kecil yang masih harus banyak belajar mengenai cara membesarkan basis massa dan merawat kedewasaan. Namun, meski kami masih terhitung belia, kami berjanji akan selalu hadir sebagai pemain ke-12. Biarkan para pemain berjuang di dalam lapangan, dan kami akan berjuang habis-habisan di atas tribun demi PSGC Ciamis,” pungkasnya.

(IrfansyahRiza)

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Tampilkan Atraksi K9 dan Simulasi Penanganan Tawuran

0
CIMAHI, FOKUSJabar.id
Foto: Polres Cimahi menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 di Mapolres Cimahi, Rabu (1/7/2026). (Arif)

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Polres Cimahi menggelar upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 secara meriah di Mapolres Cimahi, Rabu (1/7/2026). Pihak kepolisian menutup seluruh rangkaian perayaan yang telah berlangsung sejak beberapa pekan lalu ini dengan memamerkan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Sebelum memasuki acara puncak, Polres Cimahi telah menyosialisasikan berbagai kegiatan sosial, bakti kesehatan, anjangsana, hingga turnamen pencarian bakat seperti e-sport, badminton, dan voli yang mengirimkan para pemenangnya ke tingkat Polda hingga Mabes Polri.

Baca Juga: Gali Personal Branding, Tel-U Latih Public Speaking Siswa MA Al-Jawami

Kerahkan Pasukan K9 dan Peragakan Penanganan Eskalasi Massa

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, menjelaskan bahwa momentum seabad kurang dua dekade ini menjadi ajang pembuktian profesionalisme Polri. Usai upacara formal, Polres Cimahi langsung memukau para tamu undangan lewat berbagai atraksi dan simulasi taktis.

Pihak kepolisian menampilkan baris-berbaris dari Polisi Cilik (Pocil), aksi pelacakan dari unit satwa K9, hingga simulasi pemecahan massa saat menghadapi situasi darurat di jalanan.

“Kami menampilkan aksi Pocil dan simulasi unit K9 yang telah melewati masa latihan beberapa tahun ke belakang untuk mengantisipasi kejahatan. Kita memiliki empat satwa anjing yang siap membantu tugas kepolisian. Kami juga memperagakan simulasi menghadapi kenaikan eskalasi massa, dengan mengambil contoh penanganan tawuran antar-pelajar,” ungkap Niko.

Niko menegaskan bahwa pemilihan skenario tawuran pelajar ini sangat relevan dengan letak geografis wilayah hukumnya. Mengingat wilayah Cimahi beririsan langsung dengan Kota Bandung, Polres Cimahi wajib menunjukkan taringnya bahwa mereka siap meredam segala bentuk gesekan dan perubahan situasi keamanan kapan saja.

Sambut Hadiah Undang-Undang Baru dari Presiden

Selain memamerkan ketangkasan personel, AKBP Niko juga membawa kabar baik mengenai meroketnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Korps Baju Cokelat berdasarkan hasil survei terbaru. Capaian ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi anggotanya untuk terus meningkatkan pelayanan di wilayah Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, hingga Kecamatan Margaasih.

Dalam amanatnya, Niko juga menyampaikan pesan khusus dari Kepala Negara yang memberikan kado istimewa bagi Korps Bhayangkara pada usia yang ke-80 ini.

“Presiden memberikan hadiah berupa Undang-Undang terbaru untuk Polri. Hal ini otomatis menambah tugas dan tanggung jawab kami untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Sesuai pesan Bapak Kapolri, jika Polri-nya maju, maka Indonesia juga pasti akan maju,” pungkas Niko.

(Arif)

Gali Personal Branding, Tel-U Latih Public Speaking Siswa MA Al-Jawami

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Slamet Parsono dalam PKM

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Tim Dosen Telkom University (Tel-U) turun langsung menyambangi MA Al-Jawami untuk menggembleng kemampuan komunikasi para siswa. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), para akademisi ini menggelar pelatihan bertajuk “Personal Branding dan Public Speaking bagi Siswa MA Al-Jawami”, Selasa (30/6/2026).

Langkah nyata ini merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam mencetak generasi muda yang cakap digital. Pelatihan ini memegang peranan penting untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam membangun citra diri yang positif serta mengasah keberanian berbicara di depan umum.

Baca Juga: PSGC Ciamis Resmi Jadi Tim Satelit Persib, dr. Imam Siap Turunkan Tim Medis Terbaik untuk Liga 2

Bukan Sekadar Ingin Viral, Ini Makna Personal Branding Sesungguhnya

Narasumber utama pelatihan, Slamet Parsono, menekankan bahwa setiap siswa wajib memiliki wadah untuk menunjukkan potensi dan keunggulan diri secara bertanggung jawab. Terlebih, era ledakan media sosial saat ini menuntut integritas yang tinggi dari setiap pemilik akun.

Parsono meluruskan salah kaprah remaja zaman sekarang yang mengidentikkan citra diri dengan popularitas semu.

“Banyak orang mengira personal branding itu tentang bagaimana menjadi terkenal. Lebih dari itu, poin utamanya adalah bagaimana lingkungan mengenal kita karena kompetensi dan nilai positif yang kita miliki. Perpaduan citra diri yang kuat dan kecakapan berbicara akan membantu siswa membangun kepercayaan publik,” jelas Parsono.

Ia menambahkan, proses membangun persepsi positif ini wajib bersandar pada empat pilar utama: kompetensi, karakter, integritas, dan konsistensi perilaku sehari-hari.

Bongkar Rahasia Atasi Demam Panggung dan Optimalkan Bahasa Tubuh

Selain menyuapi siswa dengan teori citra diri, tim dosen Tel-U juga membekali peserta dengan teknik dasar mendominasi panggung (public speaking). Parsono membongkar trik taktis mulai dari membangun rasa percaya diri, mengusir kecemasan saat menatap audiens, hingga menyusun materi presentasi yang memikat.

Para siswa juga belajar langsung cara mengoptimalkan komunikasi non-verbal, seperti:

  • Menjaga kontak mata (eye contact) dengan audiens.
  • Mengatur intonasi dan artikulasi suara agar tidak monoton.
  • Memaksimalkan gerakan bahasa tubuh (gesture) yang natural.
  • Menerapkan teknik menghentak saat membuka dan menutup presentasi.

Demi mendongkrak pemahaman peserta, panitia merancang acara secara interaktif lewat simulasi dan praktik langsung. Setiap siswa mendapatkan kesempatan emas untuk berpidato singkat di depan forum.

Sesi ini menjadi ajang uji nyali dan kemampuan menyampaikan gagasan, di mana narasumber langsung memberikan umpan balik (feedback) konstruktif sebagai bahan evaluasi personal. Sinergi antara kampus Tel-U dan MA Al-Jawami ini harapannya melahirkan pemimpin masa depan yang adaptif dan mahir berkomunikasi.

(LIN)

HUT Bhayangkara ke-80, Kapolres Ciamis Tegaskan Polri Harus Hadir untuk Masyarakat

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: Polres Ciamis Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Pengabdian untuk Masyarakat Jadi Prioritas

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polres Ciamis menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan penuh khidmat di halaman Mapolres Ciamis, Rabu (1/7/2026). Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, memimpin langsung upacara sakral tersebut selaku inspektur upacara.

Perayaan seabad kurang dua dekade berdirinya Korps Bhayangkara ini mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”. Agenda penting daerah ini turut menghadirkan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Bhayangkari, pimpinan instansi vertikal, serta para tokoh agama dan masyarakat setempat.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Ciamis Beri Penghargaan kepada Empat Organisasi Wartawan

Ukuran Keberhasilan Polri: Beri Rasa Aman dan Manfaat Nyata

Saat membacakan pidato resmi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), AKBP Hidayatullah menekankan bahwa seluruh perjalanan pengabdian Polri wajib berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Polisi harus mengedepankan perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang profesional.

“Tema Hari Bhayangkara tahun ini mengandung makna seluruh perjalanan pengabdian Polri bermuara pada satu tujuan luhur, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketika masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri, maka tugas pokok kepolisian telah terlaksana dengan baik,” tegas Hidayatullah.

Ia juga mengingatkan jajarannya bahwa tantangan keamanan ke depan akan jauh lebih kompleks. Lonjakan kejahatan siber (cybercrime), dinamika geopolitik global, hingga kejahatan transnasional menuntut setiap personel Korps Baju Cokelat bertransformasi menjadi polisi yang prediktif, responsif, dan adaptif.

Tugas Baru: Kawal Makan Bergizi Gratis Hingga Berantas Judi Online

Selain mengurus masalah kriminalitas murni, Kapolres Ciamis menjabarkan peran krusial baru bagi anggotanya dalam menyukseskan berbagai program strategis pemerintah pusat.

Polri memikul tanggung jawab besar untuk mengamankan dan mengawal kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperkuat ketahanan pangan daerah, memberantas peredaran narkoba, hingga memutus mata rantai judi online yang sedang marak di tengah masyarakat.

Untuk menghadapi misi besar tersebut, Kapolres menitipkan lima arahan penting kepada seluruh jajaran Polres Ciamis:

  • Reformasi Internal: Memperkuat reformasi kelembagaan agar lebih solid.
  • Profesionalisme: Meningkatkan profesionalisme kerja dalam setiap penanganan kasus.
  • Kapasitas SDM: Mengembangkan kualitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) Polri.
  • Adaptasi Strategis: Meningkatkan kemampuan organisasi menghadapi perubahan zaman.
  • Legitimitasi Publik: Merawat dan menaikkan tingkat kepercayaan masyarakat.

Hidayatullah mengingatkan bahwa kepercayaan publik merupakan aset terbesar institusi. Oleh karena itu, ia meminta anggotanya memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, serta responsif terhadap kritik membangun dari warga.

(Mia)