spot_imgspot_img
Kamis 23 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 97

Polisi Cilik Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80 Polres Tasikmalaya, Dandim Beri Kejutan ke Kapolres

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Tasikmalaya diwarnai kejutan manis penuh kehangatan dari Dandim 0612/Tasikmalaya kepada Kapolres.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Riuh tepuk tangan undangan mendadak pecah di Lapangan Upacara Setda Kabupaten Tasikmalaya, Singaparna, Rabu (1/7/2026) pagi. Aksi gemilang barisan Polisi Cilik (Pocil) Polres Tasikmalaya sukses memukau ratusan pasang mata di bawah langit mendung tipis yang menyejukkan.

Momen ikonik ini menandai dimulainya peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tingkat Polres Tasikmalaya. Mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, upacara ini menjadi refleksi delapan dekade perjalanan Korps Baju Cokelat dalam bertransformasi menjadi institusi yang profesional, humanis, dan adaptif.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Tampilkan Atraksi K9 dan Simulasi Penanganan Tawuran

Bacakan Amanat Presiden Prabowo Subianto di Hadapan 600 Peserta

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Dr. Wahyu Pristha Utama, memimpin langsung jalannya upacara selaku Inspektur Upacara. Di hadapan sekitar 600 peserta, ia membacakan amanat tertulis dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai tantangan zaman yang kian kompleks.

Agenda penting ini turut menghadirkan Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, unsur Forkopimda, serta para tokoh agama setempat.

Pemandangan menarik terlihat saat Dandim 0612/Tasikmalaya, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim, berdiri tegap di samping Kapolres. Kehadiran pucuk pimpinan TNI ini mengirimkan pesan kuat bahwa benteng keamanan “Tanah Sukapura” begitu kokoh karena kedua institusi saling bahu-membahu.

Dandim Imvan Ibrahim Bawa Kue dan Gandeng Persit ke Markas Polisi

Jika di Kabupaten Tasikmalaya sinergitas tergambar lewat barisan defile yang gagah, pemandangan berbeda yang menyentuh hati justru tersaji di koridor Balai Kota Tasikmalaya pada hari yang sama.

Secara tak terduga, Letkol Czi M. Imvan Ibrahim melangkah membawa kehangatan. Ia menggandeng langsung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIII beserta jajaran pengurus untuk memberikan kejutan manis berupa ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 secara langsung kepada Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, dan Ketua Bhayangkari, Ny. Echy Andi.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80 untuk seluruh jajaran Kepolisian, khususnya Polres Tasikmalaya Kota. Semoga Polri semakin profesional, modern, dan senantiasa menjadi pelindung, pengayom, serta semakin dicintai oleh masyarakat,” ungkap Letkol Czi M. Imvan Ibrahim.

Jabat tangan erat dan tawa renyah seketika mencairkan ketegangan tugas kedinasan. Momen emosional ini kemudian menjadi bukti sahih bahwa hubungan antara Kodim 0612 dan Polres Tasikmalaya Kota sudah layaknya saudara kandung yang kompak menjaga kondusivitas “Kota Santri” dari berbagai potensi gangguan di era digital.

(Abdul Latif)

Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Kota Bandung Turun Akibat Perang Harga

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Harga Ayam Potong di Pasar Kosambi Bandung Turun Akibat Perang Harga Para Pedagang Rabu (1/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kondisi tidak biasa tengah melanda lantai perdagangan Pasar Kosambi, Kota Bandung. Harga komoditas ayam potong mencatatkan penurunan dalam beberapa hari terakhir. Uniknya, para pedagang menyebut fenomena ini meletus akibat perang harga antar-lapak demi memperebutkan konsumen, bukan karena faktor pasokan.

Salah satu pedagang ayam di Pasar Kosambi, Adi, membeberkan bahwa harga ayam broiler saat ini melorot menjadi Rp35.000 per kilogram dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp37.000. Penurunan lebih tajam terjadi pada varian ayam TG yang anjlok dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Baca Juga: Terminal Cicaheum Tutup, 150 Bus Hijrah ke Leuwipanjang, Keberangkatan Langsung Melonjak

Selisih Rp200 Bikin Pelanggan Kabur ke Lapak Lain

Adi menjelaskan bahwa menjamurnya lapak baru yang menjual produk serupa memicu persaingan harga yang sangat sengit dan tidak terhindarkan. Ketika satu pedagang mulai memotong harga modal, pedagang lain terpaksa ikut melakukan penyesuaian kilat agar tidak kehilangan pelanggan setia.

“Sekarang pesaing makin banyak. Begitu ada satu lapak yang menurunkan harga, otomatis yang lain ikut turun. Selisih Rp200 saja pelanggan bisa pindah ke lapak lain,” kata Adi saat melayani pembeli di Pasar Kosambi Kota Bandung, Rabu (1/7/2026).

Meskipun para pedagang sudah memangkas harga jual, strategi ini ternyata belum ampuh mendongkrak volume transaksi harian. Menurut pengamatan Adi, atmosfer pasar masih terhitung sepi pembeli jika membandingkannya dengan hari-hari normal.

Pasokan dari Lembang dan Sumedang Melimpah

Adi menegaskan bahwa rantai pasokan ayam potong ke Kota Kembang berada dalam posisi yang sangat aman. Kelancaran distribusi ini sekaligus mematahkan asumsi bahwa penurunan harga terjadi karena kelangkaan barang.

Selama ini, para pedagang mendatangkan stok ayam hidup dari berbagai daerah sentra peternakan tetangga, seperti kawasan Lembang (Kabupaten Bandung Barat) dan Kabupaten Sumedang.

Guna memenangi persaingan di tengah lesunya daya beli, Adi menyiasati penjualan dengan menjaga kualitas daging. Ia memilih memotong ayam langsung di tempat sesaat sebelum memasarkannya ke konsumen agar daging tetap segar (fresh). Kendati demikian, ia mengeluhkan animo masyarakat yang belum kunjung pulih total hingga saat ini.

(Yusuf Mugni)

Kecewa Performa Ronaldo, Kadisdikpora Pangandaran Pindah Haluan Dukung Brasil di Piala Dunia 2026

0
Pangandaran, FOKUSjabar.id
Poto: Ilustrasi by web

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi, terang-terangan mengaku berganti tim jagoan pada gelaran Piala Dunia 2026. Mantan pemain Produta Bandung ini memilih pindah haluan mendukung Timnas Brasil setelah melihat performa lesu tim kesayangannya terdahulu.

Soleh membeberkan bahwa ia sejak lama menjadi pendukung fanatik Cristiano Ronaldo dan Timnas Portugal. Namun, melihat peta persaingan saat ini, ia terpaksa realistis.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

“Saya sebenarnya memiliki fanatisme ke Portugal dan Ronaldo. Tapi melihat performa Portugal sekarang yang kurang optimal, boleh lah saya sekarang berpindah ke lain hati ke Brasil,” ujar Soleh, Rabu (1/7/2026).

Meskipun sudah berganti dukungan, Soleh berseloroh belum menghafal seluruh nama bintang baru Selecao saat ini. Ia hanya mengingat ciri fisik salah satu pemain kunci yang ia sebut sebagai titisan Lionel Messi di skuad Brasil.

Prediksi Final Klasik Amerika Selatan: Brasil Tekuk Argentina 2-1

Menatap babak krusial, Soleh memprediksi laga final ideal akan mempertemukan dua musuh bebuyutan dari Amerika Selatan, yakni Brasil melawan Argentina. Berdasarkan tren permainan dalam beberapa laga terakhir, ia meyakini Tim Samba akan mengangkat trofi juara.

“Prediksi saya, melihat performa sekarang, laga Brasil sama Argentina akan berjalan sangat ramai. Jika keduanya bertemu di final, skornya 2-1. Brasil yang tetap keluar sebagai pemenang,” tegasnya.

Rancang Agenda Nobar Skala Kabupaten Demi Picu Bakat Lokal

Dukungan Soleh untuk sepak bola tidak sebatas bualan. Mantan penggawa tim legendaris San Pasko Kalipucang ini langsung merancang wacana nonton bareng (nobar) berskala kabupaten untuk memeriahkan demam Piala Dunia 2026 di Pangandaran.

Ia mengaku sudah mendiskusikan rencana matang tersebut bersama Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Arman. Pihak dinas akan menggandeng Kelompok Kerja Guru (KKG) Olahraga se-Kabupaten Pangandaran untuk mengeksekusi teknis acara di lapangan.

Soleh menegaskan, agenda nobar ini memikul misi besar sebagai pemicu semangat anak-anak muda di Pangandaran agar lebih serius menekuni dunia sepak bola. Ia ingin euforia turnamen tertinggi jagat raya tersebut menginspirasi masyarakat dalam memajukan pembinaan usia dini, seperti yang tengah berjalan di SSB Persib Junior Kecamatan Mangunjaya. Melalui atmosfer nonton bareng ini, Soleh berharap Pangandaran bisa melahirkan talenta emas yang mampu menembus kompetisi nasional hingga internasional.

(Sajidin)

Terminal Cicaheum Tutup, 150 Bus Hijrah ke Leuwipanjang, Keberangkatan Langsung Melonjak

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Ratusan armada bus yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum kini mulai terpusat di Terminal Leuwipanjang setelah penutupan total operasional Cicaheum pada 26 Juni 2026. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Arus pergerakan transportasi umum di Kota Kembang resmi berubah total. Ratusan armada bus yang sebelumnya melayani penumpang di Terminal Cicaheum kini mulai terpusat di Terminal Leuwipanjang setelah penutupan total operasional Cicaheum sejak 26 Juni 2026 lalu.

Bedol desa angkutan umum ini otomatis mendorong lonjakan tajam pada jumlah keberangkatan armada dan volume penumpang di terminal terbesar se-Kota Bandung tersebut.

Baca Juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Cimahi Tampilkan Atraksi K9 dan Simulasi Penanganan Tawuran

99 Persen Operator Bus Sudah Hijrah, Tersisa Satu PO

Kepala Terminal Leuwipanjang, Asep Hidayat, menjelaskan bahwa hingga saat ini sekitar 99 persen armada dari Cicaheum telah beralih beroperasi ke Leuwipanjang. Dari total sekitar 20 Perusahaan Otobus (PO) yang terdampak, hampir seluruhnya sudah menyesuaikan diri dengan jalur baru.

“Sudah mulai 99 persen dari armada yang di Cicaheum beralih ke Leuwipanjang. Yang belum masuk tinggal City Trans, informasinya mereka mulai bergabung tanggal 2 Juli,” kata Asep, Rabu (1/7/2026).

Asep menyebut jumlah total armada yang berpindah jalur ini mencapai lebih dari 150 unit bus.

Terapkan Sistem Jeda (Headway) Demi Cegah Macet Parah

Guna mengantisipasi kelumpuhan lalu lintas akibat membeludaknya bus baru, pihak pengelola terminal menerapkan sistem headway atau pengaturan jeda kedatangan kendaraan secara ketat. Langkah ini bertujuan agar lahan terminal tidak mengalami kelebihan muatan.

“Setiap bus yang belum waktunya masuk ke Terminal Leuwipanjang kami tahan dulu. Mereka wajib menunggu di pool masing-masing dan baru boleh masuk sesuai jadwal keberangkatan. Kalau tidak ada pengaturan, pasti akan terjadi penumpukan dan kemacetan karena lahan terminal terbatas,” jelas Asep.

Selain mengatur arus keluar-masuk kendaraan, pihak terminal juga memperketat pemeriksaan kelayakan bus (ramp check) demi menjamin keselamatan penumpang angkutan jarak jauh. Petugas langsung menyisir kelengkapan administrasi dan aspek teknis kendaraan.

Selama proses inspeksi, petugas menemukan beberapa armada yang melanggar aturan, seperti menyalahgunakan Kartu Pengawasan (KPS) pariwisata, belum mengantongi KPS, hingga masa berlaku izin yang sudah kedaluwarsa. Pengelola terminal langsung menolak operasional dua hingga empat bus yang tidak layak tersebut dan memerintahkan mereka kembali ke garasi.

Volume Keberangkatan Melonjak Hingga 300 Bus Per Hari

Perpindahan rute ini mengubah peta aktivitas harian di Terminal Leuwipanjang secara signifikan. Grafik keberangkatan bus reguler kini mencatatkan kenaikan yang sangat mencolok daripada hari-hari biasanya.

Jika sebelumnya Terminal Leuwipanjang hanya memberangkatkan rata-rata 200 bus per hari, kini angka tersebut melesat tajam menjadi sekitar 300 armada bus per hari yang keluar dari pintu terminal untuk mengantar penumpang ke berbagai kota tujuan.

(Yusuf Mugni)

Tak Banyak yang Tahu, Kadis Disdikpora Pangandaran Pernah Nyaris Berseragam Persib

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriadi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Masyarakat luas mengenal Soleh Supriadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran. Namun, jarang ada yang mengetahui bahwa birokrat berpenampilan rapi ini merupakan mantan pesepak bola tangguh yang hampir saja berseragam Persib Bandung pada era 1990-an.

Soleh mengawali karier lapangan hijaunya dari level terbawah. Ia merupakan andalan klub lokal San Pasko Kalipucang, sebuah tim sepak bola legendaris yang merajai wilayah Pangandaran Selatan pada masanya.

Baca Juga: SMKN 1 Pangandaran Resmi Jadi SMK Maung, Nilai di Bawah 80 Gugur

Lolos Seleksi Djarum Super dan Masuk Jalur Utama Persib

Bakat mengolah si kulit bundar membawa Soleh ke panggung yang lebih tinggi. Ia berhasil lolos seleksi Djarum Super, sebuah ajang bergengsi untuk menyaring talenta muda berbakat di Jawa Barat.

Prestasi tersebut mengantarkan Soleh menembus jajaran pemain Produta Bandung pada tahun 1994. Kala itu, Produta merupakan tim Divisi Utama sekaligus jalur rekrutmen paling potensial untuk menembus skuad utama Pangeran Biru selain klub UNI.

“Dulu pencarian pemain Persib mengambilnya dari Produta atau UNI. Saya berhasil masuk ke Produta tahun 1994,” kenang Soleh saat menceritakan masa lalunya, Rabu (1/7/2026).

Selama menghuni mes Produta Bandung, Soleh tinggal satu asrama dengan penyerang tajam asal Kalipucang, Sutiono Lamso. Sejarah mencatat Sutiono lebih dulu bersinar hingga akhirnya Persib Bandung meminangnya menjadi striker utama yang melegenda.

“Sutiono akhirnya naik ke Persib Bandung. Nah, nasib saya tidak seberuntung Sutiono. Saya akhirnya memilih jalan lain karena mendapatkan kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mengabdi sebagai pelayan publik,” jelasnya.

Alihkan Sepatu Bola ke Biliar dan Kebijakan Olahraga Usia Dini

Faktor usia membuat Soleh kini menepi dari lapangan hijau kompetitif. Ia memilih jenis olahraga yang lebih ramah fisik untuk menjaga kebugaran tubuhnya sehari-hari.

“Sepak bola dengan kondisi umur dan tubuh saya sekarang terasa sangat berat. Saya sekarang menyukai padel dan biliar. Fokus utama saya saat ini adalah olahraga biliar,” tutur Soleh.

Meskipun sudah menanggalkan sepatu bola, kecintaan Soleh terhadap dunia sepak bola tidak pernah pudar. Ia menyalurkan gairah tersebut lewat kebijakan strategis dinas, salah satunya memberikan dukungan penuh bagi sekolah sepak bola (SSB) usia dini di Pangandaran.

Secara khusus, Soleh menaruh perhatian pada kehadiran SSB Persib Junior di Kecamatan Mangunjaya yang baru berdiri kurang dari satu tahun. Ia memuji kualitas anak-anak usia SD dan SMP di sana yang sudah menunjukkan teknik bermain bola di atas rata-rata.

Soleh menegaskan bahwa ia tidak ingin SSB di Pangandaran sekadar menjadi wadah kegiatan ekstrakurikuler pengisi waktu luang. Ia bermimpi SSB bertransformasi menjadi pabrik pencetak bibit unggul. Targetnya, talenta-talenta muda asli Pangandaran mampu menembus kompetisi kasta utama tingkat provinsi, nasional, bahkan hingga merambah ke level internasional.

(Sajidin)

HUT Bhayangkara Ke-80, Polres Banjar Bagikan Traktor Gratis Demi Pacu Ketahanan Pangan

0
Banjar, FOKUSJabar.id
Caption: Ketua Kelompok Tani Tunggak Semi Desa Waringinsari, Riyanto menerima bantuan alsintan saat HUT Bhayangkara ke 80. (Agus Purwadi/fokusjabar.id)

BANJAR,FOKUSJabar.id: Polres Banjar mengemas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 secara berbeda di Lapang Bhakti Taman Kota, Kota Banjar, Rabu (1/7/2026). Selain memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pihak kepolisian turut menyokong program ketahanan pangan nasional lewat penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, menegaskan bahwa momentum seabad kurang dua dekade ini merefleksikan kuatnya kolaborasi antara Polri, Pemerintah Kota Banjar, TNI, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta seluruh elemen masyarakat setempat.

Baa Juga: Perumda Tirta Anom Umumkan Gangguan Air, Ini Penyebab dan Imbauannya

Sokong Visi Ketahanan Pangan Presiden Lewat Alsintan

Guna mendorong produktivitas sektor agraria lokal, Polres Banjar bersama pemerintah daerah menyerahkan bantuan alsintan secara simbolis kepada kelompok tani jagung. Bantuan tersebut berupa dua unit traktor dan lima unit alat pemipil jagung modern.

“Bantuan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program ketahanan pangan Presiden. Kami menyerahkan dua unit traktor dan lima alat pemipil jagung kepada kelompok tani jagung di Kota Banjar agar mereka dapat meningkatkan produktivitas pertanian,” jelas AKBP Didi Dewantoro.

Didi menambahkan, jajaran kepolisian akan terus membangun sinergi bersama instansi terkait untuk menciptakan stabilitas keamanan kota yang linier dengan kesejahteraan para petani.

Ringankan Beban Petani Waringinsari yang Kelola 113 Hektare Lahan

Bantuan teknologi pertanian ini memicu rasa syukur mendalam dari para pelaku sektor bumi. Ketua Kelompok Tani Tunggak Semi Desa Waringinsari, Riyanto, mengapresiasi langkah taktis Polres Banjar. Kelompok tani pimpinannya saat ini mengelola lahan produktif seluas 113 hektare, yang terbagi atas 91 hektare lahan darat dan 22 hektare lahan sawah.

Riyanto membeberkan bahwa budidaya tanaman jagung di wilayahnya baru berjalan sekitar dua tahun dengan intensitas dua kali musim panen. Selama ini, para petani kerap menghadapi tantangan berat berupa kelangkaan pasokan air saat musim kemarau melanda.

“Kalau musim kemarau seperti sekarang, kendala utama kami adalah air. Pompa memang ada, tetapi sumber airnya cukup jauh sehingga belum maksimal,” ungkap Riyanto.

Meskipun menghadapi kendala irigasi, Riyanto menilai hasil panen jagung sejauh ini masih cukup memuaskan. Ia optimistis kehadiran traktor baru ini akan memangkas durasi pengolahan tanah secara signifikan sehingga efisiensi kerja petani meningkat tajam.

Bagi kelompok tani Tunggak Semi, ini merupakan bantuan alsintan pertama yang mereka terima setelah 15 tahun menggarap sektor pertanian di Kota Banjar. Riyanto berharap pemerintah terus menggulirkan program dukungan serupa demi mendongkrak taraf hidup para petani daerah.

(Agus Purwadi)

78 Guru SD di Tasikmalaya Dapat Misi Khusus, Siap Tularkan Metode STEAM ke Seluruh Kecamatan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Caption foto: Suasana penyampaian materi oleh pakar kurikulum dalam agenda Training of Trainer (ToT) yang diinisiasi oleh FK3G Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (1/7/2026). Sebanyak 78 guru dari 39 kecamatan disiapkan menjadi pionir penggerak mutu pendidikan di daerahnya masing-masing.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK3G) Kabupaten Tasikmalaya menggelar agenda krusial bertajuk Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Guru di Gedung Guru Singaparna, Rabu (1/7/2026). Langkah taktis ini bertujuan mendongkrak mutu pendidikan dasar sekaligus menjawab tantangan Kurikulum Merdeka yang menuntut kreativitas tanpa batas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, membuka langsung pelatihan intensif yang berfokus pada pengembangan program kokurikuler dan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis deep learning ini.

Baca Juga: Tangis Haru Warnai Kenaikan Pangkat 70 Personel Polres Tasikmalaya, Ada Tradisi Siraman Air Kembang

Strategi Cerdas: Cetak 78 Agen Perubahan Hingga ke Pelosok

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya, FK3G menerapkan strategi pelipatgandaan dampak (multiplier effect) yang masif. Setiap kecamatan mengirimkan dua guru terbaiknya sebagai delegasi potensial dari total 39 kecamatan. Sebanyak 78 guru terpilih ini mengemban misi besar sebagai agen perubahan di wilayah masing-masing.

Wakil 1 FK3G Kabupaten Tasikmalaya, Andi Suandi, menjelaskan bahwa ToT ini merupakan agenda rutin enam bulanan yang bergerak dinamis mengikuti tren pendidikan terkini.

“Target kami jelas: sepulang dari sini, para peserta wajib melakukan diseminasi atau penularan ilmu di wilayah masing-masing. Kami ingin seluruh guru di Kabupaten Tasikmalaya memiliki frekuensi dan pemahaman yang sama. Tentunya pemahaman dalam memecahkan tantangan pembelajaran saat ini,” ujar Andi.

Andi menambahkan, inti dari penerapan deep learning adalah melahirkan proses belajar-mengajar yang bermakna, penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan bagi siswa. Ketika guru mengemas kelas secara kreatif dan seru, anak-anak pasti akan sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Adopsi Kurikulum Internasional Demi Kejar Negara Maju

Langkah berani FK3G ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan setempat. Kepala Seksi Pembinaan GTK SD, Dani Mulyana, menegaskan adopsi pembelajaran berbasis STEAM ini sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam menggenjot kualitas SDM nasional.

“Ini adalah langkah konkret kita untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah menerbitkan buku panduan khusus pembelajaran STEAM demi menguatkan metode deep learning ini,” jelas Dani.

Demi memastikan transfer ilmu berjalan merata hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil, FK3G memaksimalkan jaringan 120 Kelompok Kerja Guru (KKG) yang tersebar di seluruh pelosok Tasikmalaya.

Untuk memberikan bekal terbaik, ToT ini menghadirkan dua pakar nasional sebagai narasumber utama. Yaitu Dr. Rini Solihat (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dan Zamzam Nur Sani (Penulis buku pembelajaran STEAM tingkat nasional).

Melalui amunisi baru ini, puluhan guru SD tersebut kini siap menyulut semangat belajar yang lebih hidup. Terlebih dengan atmosfir kreatif di ruang kelas.

(Abdul Latif)