spot_imgspot_img
Rabu 1 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

78 Guru SD di Tasikmalaya Dapat Misi Khusus, Siap Tularkan Metode STEAM ke Seluruh Kecamatan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Forum Komunikasi Kelompok Kerja Guru (FK3G) Kabupaten Tasikmalaya menggelar agenda krusial bertajuk Training of Trainer (ToT) Peningkatan Kapasitas Guru di Gedung Guru Singaparna, Rabu (1/7/2026). Langkah taktis ini bertujuan mendongkrak mutu pendidikan dasar sekaligus menjawab tantangan Kurikulum Merdeka yang menuntut kreativitas tanpa batas.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, Wandi Herpiandi, membuka langsung pelatihan intensif yang berfokus pada pengembangan program kokurikuler dan metode pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) berbasis deep learning ini.

Baca Juga: Tangis Haru Warnai Kenaikan Pangkat 70 Personel Polres Tasikmalaya, Ada Tradisi Siraman Air Kembang

Strategi Cerdas: Cetak 78 Agen Perubahan Hingga ke Pelosok

Mengingat luasnya wilayah Kabupaten Tasikmalaya, FK3G menerapkan strategi pelipatgandaan dampak (multiplier effect) yang masif. Setiap kecamatan mengirimkan dua guru terbaiknya sebagai delegasi potensial dari total 39 kecamatan. Sebanyak 78 guru terpilih ini mengemban misi besar sebagai agen perubahan di wilayah masing-masing.

Wakil 1 FK3G Kabupaten Tasikmalaya, Andi Suandi, menjelaskan bahwa ToT ini merupakan agenda rutin enam bulanan yang bergerak dinamis mengikuti tren pendidikan terkini.

“Target kami jelas: sepulang dari sini, para peserta wajib melakukan diseminasi atau penularan ilmu di wilayah masing-masing. Kami ingin seluruh guru di Kabupaten Tasikmalaya memiliki frekuensi dan pemahaman yang sama. Tentunya pemahaman dalam memecahkan tantangan pembelajaran saat ini,” ujar Andi.

Andi menambahkan, inti dari penerapan deep learning adalah melahirkan proses belajar-mengajar yang bermakna, penuh kesadaran (mindful), dan menyenangkan bagi siswa. Ketika guru mengemas kelas secara kreatif dan seru, anak-anak pasti akan sangat bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Adopsi Kurikulum Internasional Demi Kejar Negara Maju

Langkah berani FK3G ini mendapat apresiasi tinggi dari Dinas Pendidikan setempat. Kepala Seksi Pembinaan GTK SD, Dani Mulyana, menegaskan adopsi pembelajaran berbasis STEAM ini sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Subianto dalam menggenjot kualitas SDM nasional.

“Ini adalah langkah konkret kita untuk mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju. Bahkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sudah menerbitkan buku panduan khusus pembelajaran STEAM demi menguatkan metode deep learning ini,” jelas Dani.

Demi memastikan transfer ilmu berjalan merata hingga ke sekolah-sekolah di wilayah terpencil, FK3G memaksimalkan jaringan 120 Kelompok Kerja Guru (KKG) yang tersebar di seluruh pelosok Tasikmalaya.

Untuk memberikan bekal terbaik, ToT ini menghadirkan dua pakar nasional sebagai narasumber utama. Yaitu Dr. Rini Solihat (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia Bandung) dan Zamzam Nur Sani (Penulis buku pembelajaran STEAM tingkat nasional).

Melalui amunisi baru ini, puluhan guru SD tersebut kini siap menyulut semangat belajar yang lebih hidup. Terlebih dengan atmosfir kreatif di ruang kelas.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru