spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 9

Cegah Bullying, Wali Kota Bandung Latih Guru BK

0
kota bandung bullying fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Saat Meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 43 Bandung Senin (13/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) memperkuat upaya pencegahan bullying di sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

Strategi yang di tempuh tidak hanya melalui pelatihan guru Bimbingan dan Konseling (BK) oleh psikolog. Tetapi juga melanjutkan pendidikan karakter bagi siswa kelas 9 dengan melibatkan instruktur TNI dan Polri.

BACA JUGA:

Kondisi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Membaik, Tim Dokter Masih Lakukan Observasi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penanganan bullying harus di mulai sebelum muncul korban.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung memilih memperkuat sistem pencegahan melalui pendampingan psikologis dan pembentukan karakter siswa.

“Untuk pengawasan bullying, tahun lalu kita sudah mulai melakukan pelatihan kepada para guru BK oleh psikolog. Nanti kita evaluasi apakah efektif atau tidak. Kita ingin mencegah berkembangnya budaya kekerasan atau bully sejak awal,” kata Farhan saat Meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 43 Bandung, Senin (13/7/2026).

Farhan menjelaskan, guru BK menjadi ujung tombak dalam mendeteksi persoalan yang di hadapi peserta didik. Termasuk mengenali potensi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah sebelum berkembang menjadi kasus yang lebih serius.

Selain itu, Pemkot Bandung tetap menjalankan program pendidikan karakter melalui kegiatan bela negara bagi siswa kelas 9.

Program tersebut telah di mulai sejak 2025 berdasarkan hasil kajian akademik dan di laksanakan setiap Jumat di sekolah.

BACA JUGA:

Bandung Jadikan Palestina Sorotan Utama Asia Africa Festival 2026

“Sejak tahun 2025 kita sudah mulai berdasarkan kajian dari UPI. Setiap hari Jumat pendidikan bela negara di lakukan oleh para instruktur dari TNI dan Polri untuk masuk ke sekolah khusus kelas 9,” katanya.

Menurutnya, siswa kelas 9 menjadi sasaran program karena berada pada masa pencarian jati diri yang membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan maupun tekanan pergaulan.

“Kenapa? Karena anak-anak remaja ini sedang rentan-rentannya. Mereka mencari identitas, mencari kelompok tertentu. Kita pastikan mereka tidak tersesat,” ucapnya.

Farhan berharap, kombinasi penguatan pendidikan karakter, pendampingan psikologis serta peningkatan kapasitas guru BK mampu menekan angka perundungan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat dan nyaman bagi para peserta didik.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak lagi cukup di lakukan melalui pendekatan konvensional. Tetapi juga harus di dukung dengan layanan psikologi yang memadai di lingkungan sekolah.

“Tapi yang pasti sekarang ini pendidikan karakter juga harus di kombinasikan dengan psikolog modern. Itu sebabnya saya akan evaluasi hasil pelatihan guru-guru BP, sekaligus mengevaluasi keberadaan psikolog klinis yang ada di 12 puskesmas,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

HKP ke-54, 1.500 Petani Ciamis Ikut Penguatan Inovasi Pertanian

0
HKP Ciamis fokusjabar.id
Hari Krida Pertanian ke-54 Tingkat Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Tingkat Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) Tahun 2026 resmi di gelar di Lapang Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli tersebut di ikuti sekitar 1.500 anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Polres Ciamis Intensifkan Patroli KRYD, Cegah C3, Premanisme hingga Balap Liar

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan,” HKP menjadi ajang berkumpulnya petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian hingga pemerintah untuk berbagi pengalaman, inovasi dan teknologi terbaru di sektor pertanian.

HKP di buka Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Ketua KTNA Jawa Barat Otong Wiranto, jajaran KTNA dari kabupaten tetangga serta unsur Forkopimda dan pemerintah daerah.

Bupati Ciamis mengapresiasi khusus kepada KTNA Kabupaten Ciamis yang tetap mampu menyelenggarakan Hari Krida Pertanian ke-54 meski tanpa dukungan hibah dari pemerintah daerah.

“Saya apresiasi, hatur nuhun kepada Ketua KTNA Kabupaten Ciamis beserta seluruh jajaran. Tahun ini HKP tetap dapat terlaksana tanpa hibah dari pemerintah daerah. Bukan karena tidak ingin memberikan bantuan, tetapi memang kondisi kemampuan anggaran daerah sedang terbatas,” kata Herdiat.

Menurutnya, konsistensi KTNA dalam menyelenggarakan HKP menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan sektor pertanian. Terutama dalam memberikan ruang penyuluhan, edukasi dan peningkatan kapasitas petani.

“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi sarana penyuluhan bagi para petani. Keberadaan KTNA harus terus di perkuat sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani agar mampu menghadapi berbagai tantangan pertanian ke depan,” katanya.

Herdiat berharap, semangat gotong royong dan kolaborasi yang di tunjukkan KTNA dapat terus di pertahankan. Sehingga Hari Krida Pertanian tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:

Fenomena Langka, Empat Lutung Muncul di Desa Cikupa Ciamis

Ketua KTNA Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Aprilin mengatakan, Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tetapi bentuk penghormatan kepada para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan.

“Petani adalah pahlawan pangan yang bekerja tanpa mengenal lelah. HKP menjadi momentum memberikan penghormatan sekaligus memperkuat semangat mereka dalam meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Menurut Pipin, kegiatan HKP juga menjadi forum penyampaian aspirasi petani sekaligus sarana memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dapat di terapkan untuk meningkatkan hasil produksi.

Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya para petani di Kabupaten Ciamis.

Ketua KTNA Ciamis juga menyampaikan hasil rembug KTNA yang di gelar bersamaan dengan HKP.

“Dari hasil rempug KTNA, seluruh peserta menyepakati agar Hari Krida Pertanian tetap di laksanakan setiap tahun. Bahkan, empat kecamatan (Sadananya, Kawali, Purwadadi dan Banjarsari) telah mengajukan diri menjadi calon tuan rumah HKP 2027,” pungkasnya.

(Mia)

Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa

0
Bupati Garut potensi siswa fokusjabar.id
Nipati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mendorong peran aktif orang tua dalam mendampingi anak pada masa awal sekolah, Senin (13/7/2026).

Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.

BACA JUGA:

PM Gatra Apresiasi Kajian Akademik Genealogi Raden Fatah dan Sunan Rumenggong

Bupati Garut memberikan kewenangan dan kelonggaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang putra-putrinya sedang memasuki masa awal sekolah untuk dapat mendampingi mereka dengan tetap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas kedinasan.

Menurutnya, pendidikan merupakan proses yang sangat penting dan strategis bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

Karena itu, kehadiran orang tua pada momen-momen penting dalam masa pertumbuhan anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.

“Keberadaan orang tua itu harus selalu mendampingi anaknya untuk menjaga ketahanan keluarga,” kata Bupati Garut saat Apel Gabungan di Lapangan Setda.

BACA JUGA:

Diduga Ada Masalah, Deden Sopian Minta BPK Periksa Pembangunan RSUD Limbangan

Bupati Garut juga berkomitmen dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan positif.

“Pemerintah Daerah akan terus memperbanyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik melalui berbagai ajang kompetisi,” ungkapnya.

Ajang tersebut meliputi perlombaan cerdas cermat, kegiatan olahraga, seni budaya hingga life skill (keterampilan hidup).

Upaya tersebut di harapkan mampu mengembangkan minat, bakat serta potensi anak secara optimal sekaligus membentuk generasi yang berprestasi dan berkarakter.

Bupati mengingatkan, anak merupakan amanat yang harus di jaga dan di bimbing dengan sebaik-baiknya.

Pihaknya mengajak para orang tua untuk memberikan ruang bagi anak berkembang sesuai potensi yang dimiliki, tanpa melakukan intervensi secara berlebihan. Sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri dan bertanggung jawab.

(Bambang Fouristian)

PM Gatra Apresiasi Kajian Akademik Genealogi Raden Fatah dan Sunan Rumenggong

0
PM Gatra Raden Fatah fokusjabar.id
Ketum PM Gatra. Rd. H. Holil Aksan Umarzen

GARUT, FOKUSJabar,id: Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Holil Aksan Umarzen mengapresiasi atas lahirnya kajian akademik berupa tesis Magister Navida Febrina Syafaaty berjudul Masalah Keagamaan dan Genealogi Raden Fatah (1483–1518) yang di susun di Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dia menilai, penelitian tersebut merupakan kontribusi akademik yang penting karena menghadirkan perspektif baru mengenai genealogi Raden Fatah. Termasuk hipotesis adanya hubungan genealogis dengan Sunan Rumenggong, tokoh yang di kenal dalam tradisi sejarah Tatar Sunda.

BACA JUGA:

Diduga Ada Masalah, Deden Sopian Minta BPK Periksa Pembangunan RSUD Limbangan

“Kami menyambut baik lahirnya penelitian ini sebagai bagian dari dinamika akademik. Kajian tersebut memperkaya khazanah historiografi Indonesia dan membuka ruang diskusi ilmiah mengenai peran Tatar Sunda dalam perkembangan Islam Nusantara,” kata Holil.

Menurut Dia, keberanian menghadirkan perspektif baru melalui penelitian ilmiah patut di apresiasi. Setiap tesis merupakan hasil kajian akademik yang sah dan memiliki nilai penting untuk memperluas wawasan sejarah, sekaligus menjadi bahan dialog ilmiah yang konstruktif.

Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa hipotesis mengenai hubungan genealogis Sunan Rumenggong dengan Raden Fatah masih memerlukan penelitian lanjutan dan belum dapat di pandang sebagai kesimpulan akhir yang telah menjadi konsensus para sejarawan.

“Kami menghormati proses akademik. Sebuah tesis adalah kontribusi ilmiah yang harus di uji melalui penelitian berikutnya. Karena itu, penelitian ini hendaknya menjadi awal bagi lahirnya kajian-kajian baru, bukan akhir dari perdebatan sejarah,” ungkap Ketum PM Gatra.

BACA JUGA:

Disperkim Garut Sosialisasi dan FGD Perubahan Perbup Pengelolaan PSU Perumahan

Holil menilai, penelitian tersebut menjadi momentum penting untuk mendorong inventarisasi manuskrip kuno, penelitian filologi, kajian genealogi serta penelitian arkeologi terhadap situs-situs sejarah di Limbangan dan wilayah Tatar Sunda lainnya.

Menurut organisasi tersebut, apabila penelitian lanjutan berhasil memperkuat hipotesis yang di ajukan, maka sejarah Islam Nusantara berpotensi memperoleh perspektif baru mengenai hubungan antara Kerajaan Sunda, Cirebon dan Kesultanan Demak.

Sebaliknya, apabila di temukan bukti yang berbeda. Maka koreksi terhadap hipotesis tersebut juga merupakan bagian dari proses ilmiah yang harus di hormati.

Untuk itu, pihaknya mengajak perguruan tinggi, para sejarawan, filolog, budayawan serta Pemda untuk menjadikan kekayaan sejarah Tatar Sunda sebagai objek penelitian yang lebih serius dan berkelanjutan.

“Sejarah lokal tidak boleh hanya hidup dalam tradisi lisan. Tapi harus di teliti, di dokumentasikan dan di kaji secara ilmiah agar dapat memberikan kontribusi bagi historiografi nasional. Kami berharap, kajian ini menjadi pemicu lahirnya penelitian-penelitian baru yang semakin memperjelas peran Tatar Sunda dalam sejarah Islam Indonesia,” katanya.

PM Gatra meyakini bahwa semakin banyak penelitian yang di lakukan secara objektif, terbuka dan berbasis bukti, semakin lengkap pula pemahaman bangsa terhadap sejarah Nusantara.

Karena itu, setiap karya ilmiah yang lahir patut di apresiasi sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun historiografi Indonesia yang lebih kaya, inklusif dan berlandaskan bukti.

(Bambang Fouristian)

Bupati Dony jadi Model Kopdar Fotografi Sumedang 2026

0
Bupati Dony Sumedang fokusjabar.id
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (foto: sumedangkab.go.id)

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Suasana berbeda mewarnai rangkaian kegiatan Kopdar Fotografi Sumedang 2026 yang di gelar di kawasan Synersialoka, area landing Paralayang, Sabtu (11 Juli 2026) lalu.

Kegiatan yang di ikuti para fotografer tersebut menghadirkan momen unik di tengah panorama alam Kabupaten Sumedang.

BACA JUGA:

Program Gempita Jadi Inovasi Unggulan Sumedang dalam Penilaian PPD 2026

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir tidak hanya hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Orang nomor satu di Kabupaten Sumedang itu juga turut ambil bagian dalam sesi pemotretan sebagai model bagi para peserta.

Kehadiran Bupati Dony sebagai objek foto menambah antusiasme para fotografer yang hadir.

Kegiatan itu sekaligus menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menghasilkan karya visual dengan latar alam Sumedang yang memikat.

Berlatar hamparan sawah dan panorama perbukitan Toga di kawasan landing Paralayang, Bupati Dony tampil mengenakan busana kasual.

Ia tampak santai dan berinteraksi langsung dengan para fotografer selama sesi pemotretan berlangsung.

Momen tersebut di manfaatkan peserta untuk mengasah berbagai keterampilan fotografi. Mulai dari teknik komposisi, pengaturan pencahayaan hingga pemilihan sudut pengambilan gambar menjadi bagian dari proses belajar yang di lakukan selama sesi berlangsung.

Suasana kegiatan pun berjalan hangat dan penuh semangat. Para fotografer secara bergantian mengabadikan berbagai ekspresi dan pose Bupati Dony dengan latar lanskap pedesaan yang menjadi salah satu kekayaan visual Kabupaten Sumedang.

Bupati Dony mengatakan, kegiatan pemotretan itu tidak sekadar menjadi ajang berburu gambar menarik. Menurutnya, sesi tersebut juga dapat menjadi media untuk memperkenalkan potensi alam Sumedang melalui karya-karya visual yang di hasilkan para fotografer.

BACA JUGA:

Sumedang Targetkan Zero Waste, SKPD Siap Diterapkan Reward dan Punishment

“Sumedang memiliki banyak lokasi yang indah dan layak di promosikan. Saya berharap, teman-teman fotografer dan konten kreator terus menghasilkan karya terbaik yang mampu memperkenalkan keindahan Sumedang kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menilai karya fotografi memiliki peran penting dalam membangun citra daerah. Selain itu, fotografi juga dapat menjadi sarana yang efektif untuk mendukung promosi sektor pariwisata, budaya hingga ekonomi kreatif.

Sesi pemotretan di tengah hamparan sawah tersebut pun menjadi salah satu agenda yang paling di minati dalam Kopdar Fotografi Sumedang 2026.

Keindahan panorama alam yang tersaji memberikan daya tarik tersendiri bagi para peserta.

Lebih dari sekadar menghasilkan foto yang menarik, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan komunitas fotografi serta para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Sumedang.

Melalui kegiatan tersebut, di harapkan kolaborasi antara pemerintah dan komunitas kreatif dapat terus terjalin. Sehingga potensi alam, budaya dan berbagai kekayaan daerah Sumedang semakin di kenal oleh masyarakat luas melalui karya-karya visual yang inspiratif.

(Jingga Sonjaya)

Pemkab Bogor Percepat Penataan Sungai dan Saluran Irigasi Rancabungur

0
Pemkab Bogor fokusjabar.id
Normalisasi sungai dan penataan bangunan liar di Kecamatan Rancabungur melalui kolaborasi lintas sektor bersama masyarakat. (foto: bogorkab.go.id)

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat (Jabar) terus mendorong upaya pemulihan fungsi sungai dan saluran irigasi di Kecamatan Rancabungur.

Langkah tersebut di lakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi serta partisipasi aktif masyarakat.

BACA JUGA:

Sekda Bogor Ajak ASN Tingkatkan Sense of Crisis Hadapi Tantangan Fiskal 2026

Upaya penataan juga menyasar keberadaan bangunan liar di kawasan sempadan sungai. Program ini di jalankan sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto guna mengurangi potensi banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.

Pendekatan yang di lakukan tidak hanya berfokus pada penertiban fisik. Tetapi juga mengedepankan komunikasi dan kerja sama dengan warga.

Pemkab Bogor berupaya memastikan seluruh proses berjalan secara bertahap dan mendapat dukungan masyarakat.

Rangkaian kegiatan di awali dengan rapat koordinasi yang di gelar di tingkat Kecamatan Rancabungur pada Senin, 23 Juni 2026.

Pertemuan tersebut di hadiri oleh Forkopimcam Rancabungur, Satpol PP Kabupaten Bogor, kepala desa terdampak se-Kecamatan Rancabungur, PSDA, UPT Jalan dan Jembatan serta UPT Pengairan dan Irigasi.

Dalam pertemuan itu di sepakati bahwa pemerintah desa di berikan waktu selama 14 hari untuk melakukan pendataan sekaligus menyosialisasikan rencana penataan bangunan liar di sempadan sungai kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Gelar Kerja Bakti Akbar Tata Bersih Jalan Raya Jakarta–Bogor

Selama masa sosialisasi berlangsung, sejumlah pemilik bangunan menunjukkan dukungannya dengan membongkar bangunan secara sukarela.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengembalikan fungsi sungai dan saluran air.

Sejak Selasa, 24 Juni 2026, Pemerintah Kecamatan Rancabungur bersama pemerintah desa dan PSDA juga mulai melaksanakan normalisasi Sungai Cidepit secara manual.

Kegiatan di lakukan setiap hari dengan membersihkan sedimentasi, sampah serta berbagai material yang menghambat aliran air.

Sementara itu, pada Minggu, 29 Juni 2026, Forkopimcam Rancabungur bersama UPT Pengairan dan Irigasi serta Pemerintah Desa Candali melakukan peninjauan ke Sungai Cibeuteung sebagai persiapan pelaksanaan normalisasi.

Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi sedimentasi di sungai tersebut tergolong cukup berat. Sehingga di butuhkan dukungan alat berat berupa PC200 Long Arm untuk mempercepat pekerjaan.

Sambil menunggu ketersediaan alat berat, masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan sungai secara manual pada Minggu, 12 Juli 2026.

Kemudian pada Kamis, 9 Juli 2026, Pemerintah Kecamatan kembali menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pemilik bangunan liar di sepanjang Sungai Cidepit agar melakukan pembongkaran secara mandiri.

BACA JUGA:

Setelah Juara di Yogyakarta, Irfan Hakim Borong 14 Gelar Bergengsi di Bogor Koi Show 2026

Langkah tersebut mendapat respons positif dengan adanya sejumlah bangunan yang telah di bongkar oleh pemiliknya.

Camat Rancabungur, Dita Aprilia mengatakan, seluruh tahapan penataan di lakukan secara bertahap dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan persuasif dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Sebelum penataan di lakukan, kami memberikan waktu kepada pemerintah desa untuk melakukan pendataan dan sosialisasi agar masyarakat memahami tujuan kegiatan ini. Yaitu mengembalikan fungsi sungai dan saluran irigasi demi kepentingan bersama. Alhamdulillah, sejumlah warga telah membongkar bangunannya secara mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap program ini,” ujar Dita.

Ia menambahkan, meski proses normalisasi saat ini masih di lakukan secara manual sambil menunggu jadwal pengerahan alat berat, semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan fungsi sungai.

“Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah agar dukungan alat berat dapat segera di terjunkan. Sambil menunggu, kami bersama masyarakat tetap melaksanakan pembersihan sungai secara manual,” kata Dita.

Dita mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai.

Menurutnya, kepedulian bersama sangat di butuhkan agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir di wilayah Rancabungur dapat di minimalkan.

(Jingga Sonjaya)

Ini Alasan Luka Menalo Gabung Persib Bandung

0
Luka Menalo persib fokusjabar.id
Pemain anyar Persib, Luka Menalo (kanan). (foto: Arif)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemain anyar Persib Bandung, Luka Menalo mengaku senang bergabung dengan skuad Maung Bandung untuk musim 2026/2027.

Pemain asal Bosnia dan Herzegovina ini sudah berlatih bersama skuad Maung Bandung sejak sesi latihan perdana.

BACA JUGA:

Meet and Greet Adam Alis Ramaikan Pembukaan Pop Up Store Kelme di Paris Van Java

Menurut Luka Menalo, meski menu latihan awal terasa menguras fisik. Namun ia tetap menikmati dan menjalankan seluruh program yang di berikan tim pelatih.

Selain itu, Luka Menalo juga antusias untuk mengarungi musim 2026/2027, apalagi Persib akan tampil di beberapa kompetisi baik domestik maupun Asia.

“Oke, dua hari pertama latihan rasanya berat, tapi itu wajar. Ini akan menjadi pramusim yang berat. Kami ada Piala Presiden, lalu setelah itu AFC (Champions League Two) dan kami sedang bersiap-siap,” ungkapnya.

Pemain yang berposisi sebagai penyerang sayap ini juga membeberkan alasan kuat di balik keputusannya bergabung dengan skuad Maung Bandung.

Menurutnya, Persib merupakan klub besar yang memiliki target tinggi, selain itu dalam tiga musim berturut-turut berhasil meraih gelar juara di kompetisi Liga Indonesia.

Selain itu, Persib juga merupakan klub yang memiliki jumlah suporter yang sangat banyak, sehingga membuatnya tertarik bergabung dengan skuad Maung Bandung.

“Karena Persib adalah tim dengan ambisi tertinggi. Tiga tahun berturut-turut menjadi juara, dan mereka bermain di AFC, lalu karena pelatihnya juga, dan karena fansnya yang sangat banyak,” ujarnya.

BACA JUGA:

Latihan Perdana Persib Bandung, Ini Kata Adam Alis

Tak hanya itu, ia juga mengaku sangat terkesan dengan fanatisme luar biasa yang ditunjukkan Bobotoh.  Karena, selain dalam pertandingan mereka juga hadir dalam sesi latihan.

Antusias Bobotoh dalam mendukung Persib, memberikan pengalaman baru yang sangat luar biasa bagi perjalanan karier Luka Menalo.

“Persib adalah salah satu klub paling terkenal di Asia Tenggara, dan sangat, sangat menyenangkan bisa berada di sini dan merasakan hal ini. Ketika anda selesai latihan, ada hampir 2.000 orang yang menunggu Anda, itu sesuatu yang luar biasa,” tegasnya.

(Arif)