BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor terus berupaya menjaga stabilitas penyelenggaraan pemerintahan di tengah tantangan fiskal yang di hadapi pada tahun anggaran 2026.
Seluruh ASN di dorong untuk lebih peka terhadap kondisi keuangan daerah agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara efektif dan tepat sasaran.
BACA JUGA:
Setelah Juara di Yogyakarta, Irfan Hakim Borong 14 Gelar Bergengsi di Bogor Koi Show 2026
Ajakan tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika. Dia menilai, dinamika fiskal tahun ini memerlukan kesiapan seluruh perangkat daerah dalam menyesuaikan pola kerja.
Menurutnya, tantangan keuangan yang di hadapi daerah di perkirakan akan lebih besar di bandingkan tahun sebelumnya.
Karena itu, seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Bogor di harapkan mampu merespons situasi dengan sikap adaptif, waspada dan mengedepankan prinsip efisiensi dalam setiap pelaksanaan program dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Sekda.
Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah perlu melakukan penyesuaian strategi kerja agar pelaksanaan program tetap berjalan optimal.
Penyesuaian tersebut di lakukan tanpa mengurangi kualitas layanan yang di terima masyarakat.
Di sektor kesehatan, rumah sakit milik pemerintah daerah di minta untuk mempertahankan mutu pelayanan dengan menerapkan tata kelola yang lebih efisien.
Langkah tersebut di harapkan mampu menjaga kualitas layanan tanpa menambah beban pembiayaan yang di nilai kurang produktif.
Selain melakukan efisiensi, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
Salah satu upaya yang di lakukan ialah memaksimalkan pemanfaatan berbagai aset milik pemerintah. Seperti videotron, taman dan billboard sebagai sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
BACA JUGA:
Pemkab Bogor Nyatakan Perang Terhadap Judi Online
Sementara pada sektor perpajakan, pemerintah daerah akan memperkuat pendataan sekaligus melakukan penataan perizinan vila di kawasan Puncak secara lebih tertib dan terukur.
Kebijakan tersebut di harapkan dapat mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Meski kondisi fiskal menghadapi tekanan, Sekda memastikan berbagai pelayanan publik tetap harus berjalan sebagaimana mestinya.
Program penataan lingkungan, normalisasi saluran air hingga upaya menjaga kebersihan kawasan akan terus di laksanakan melalui kolaborasi antarperangkat daerah bersama masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi yang terjalin antara camat, kepala desa, perangkat daerah serta masyarakat.
Semangat gotong royong di nilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungan berbagai program pembangunan.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut saat ini di wujudkan melalui penataan kawasan jalur Cijayanti–Bojong Koneng yang sedang di persiapkan sebagai salah satu wajah Kabupaten Bogor.
Penataan kawasan tersebut di harapkan mampu memberikan kesan positif sekaligus mendukung pembangunan wilayah secara berkelanjutan.
BACA JUGA:
Jembatan Pemuda Penghubung Depok-Bogor di Cipayung Jaya Direvitalisasi
Sekda menegaskan komitmen untuk terus memperkuat integritas aparatur, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta memastikan pelayanan publik tetap berlangsung secara optimal meskipun daerah tengah menghadapi berbagai tantangan fiskal.
(Jingga Sonjaya)



