SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang melaju kencang dalam ajang Penilaian Tahap II Wawancara dan Verifikasi Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat kabupaten/kota tahun 2026. Dalam forum krusial tersebut, tim pemda menjagokan Gerakan Multipihak Pelatihan dan Penempatan Kerja (Gempita) sebagai senjata andalan untuk mendongkrak mutu SDM sekaligus menyapu bersih angka pengangguran.
Bertempat di Ruang Bupati Sumedang, Kamis (2/7/2026), pemda membeberkan lompatan besar di sektor ketenagakerjaan berkat taktik sinergi lintas sektor ini.
Baca Juga: CSR Award 2026 Kabupaten Bekasi Beri Penghargaan kepada Perusahaan dan Mitra Terbaik
Dobrak Ego Sektoral Lewat Konsep Quintuple Helix
Program Gempita mencuat sebagai solusi konkret atas berbagai penyakit klasik ketenagakerjaan, seperti rendahnya keahlian pekerja, ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan lulusan dengan kebutuhan pabrik, hingga masalah ego sektoral antarinstansi.
Guna mengatasi hal itu, Sumedang menerapkan model kolaborasi Quintuple Helix. Formula ini mengunci lima pilar penting untuk bergerak bersama dalam satu irama:
- Pemerintah daerah selaku regulator.
- Kalangan akademisi (kampus/sekolah) pembentuk kurikulum.
- Dunia usaha (pelaku industri) penyedia lowongan.
- Kelompok masyarakat selaku pencari kerja.
- Sektor lingkungan pendukung.
Melalui ekosistem terpadu ini, Pemkab Sumedang menggelar pelatihan vokasi berbasis kompetensi, menerbitkan sertifikasi keahlian, membuka akses info kerja hulu-hilir, hingga memfasilitasi permodalan wirausaha baru.
Rekor Capaian: Luluskan Ribuan Sertifikasi dan Terbangkan Pekerja ke Jepang
Inovasi Gempita terbukti bukan sekadar konsep di atas kertas. Hingga penutupan tahun 2025, program ini sukses membukukan rapor kinerja yang sangat mentereng di lapangan:
- Sertifikasi Keahlian: Meluluskan 1.779 pekerja yang mengantongi sertifikat kompetensi resmi.
- Penyerapan Kerja: Melatih sekaligus menyalurkan 16.102 tenaga kerja ke berbagai sektor industri.
- Cetak Pengusaha Baru: Melahirkan 1.007 pelaku UMKM baru yang mandiri secara finansial.
Sederet angka positif tersebut sukses mengubah indikator ekonomi makro Sumedang sepanjang tahun 2025. Laju pertumbuhan ekonomi daerah melejit ke angka 5,48 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik kelas ke level 75,50, angka kemiskinan merosot ke 8,81 persen, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sukses menyusut hingga tersisa 6,08 persen.
“Tahun kemarin kurang lebih 150 orang telah kami fasilitasi bekerja ke Jepang. Kami tidak ingin hanya pasif menunggu investor datang ke daerah. Selama ada peluang kerja global dan masyarakat memiliki kemauan untuk bekerja, pemerintah daerah harus hadir memfasilitasinya secara penuh,” tegas Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila.
(Jingga Sonjaya)



