spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8

Kapolres Ciamis Terima Penghargaan KTNA, Sinergi Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung Diapresiasi

0
CIAMIS< FOKUSjabar.id
Keterangan Foto : Wakakapolres Ciamis mewakili Kapolres Ciamis Terima Penghargaan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sinergi kuat antara Polres Ciamis dan para petani lokal dalam memperkokoh sektor ketahanan pangan membuahkan hasil manis. Komitmen nyata tersebut mengantarkan Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menerima penghargaan khusus dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis.

Wakapolres Ciamis, Kompol Sujana, S.Pd., menerima langsung piagam penghargaan tersebut mewakili Kapolres Ciamis. Momentum sakral ini bergulir di hadapan ratusan petani, penyuluh pertanian, serta unsur pimpinan pemerintah daerah.

Baca Juga: Ketua KTNA Jabar Apresiasi Konsistensi Ciamis Gelar HKP, Layak jadi Contoh

Kompol Sujana menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi apik antara Polri, pemerintah daerah, KTNA, kelompok tani, hingga organisasi kepemudaan mampu melahirkan dampak positif yang masif bagi sektor pertanian di Kabupaten Ciamis.

“Terima kasih kepada KTNA atas penghargaan yang diberikan kepada Bapak Kapolres Ciamis. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir mendukung para petani dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai arahan langsung Kapolres Ciamis, seluruh jajaran personel kepolisian terus aktif mengawal program ketahanan pangan nasional melalui berbagai aksi nyata di lapangan. Salah satu fokus utama mereka saat ini adalah mengembangkan budidaya komoditas jagung bersama kelompok tani di berbagai kecamatan.

“Melalui sinergi dengan kelompok tani dan organisasi kepemudaan, kami terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pertanian agar produktivitas jagung terus meningkat,” katanya.

Ciamis Tercatat Sebagai Salah Satu Daerah dengan Angka Serapan Jagung Tertinggi Tahun 2025

Menurut Kompol Sujana, kerja sama lintas sektor ini telah menunjukkan rapor yang sangat menggembirakan. Kabupaten Ciamis tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka serapan jagung tertinggi pada tahun 2025. Sementara pada tahun 2026 ini realisasi produksi terus merangkak naik.

“Dari target produksi sekitar 260 ton pada tahun ini, hingga saat ini pencapaiannya sudah mendekati 80 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja keras para petani yang didukung oleh seluruh pihak,” ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada budidaya jagung monokultur, Polres Ciamis juga mendorong para petani menerapkan pola tanam tumpangsari demi mendongkrak produktivitas lahan. Mereka telah menyukseskan program inovatif ini di Kecamatan Cikoneng lewat penanaman jagung bersama bawang merah di atas lahan seluas kurang lebih 71 hektare.

Ia menilai inovasi pertanian tersebut mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi petani. Sebab, para petani dapat memanfaatkan lahan secara lebih optimal sekaligus melipatgandakan hasil panen mereka dalam satu waktu.

Kompol Sujana menaruh harapan besar agar sinergi yang telah mengakar selama ini terus mendapat penguatan dari semua pihak. Langkah tersebut penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyumbang manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Dengan kolaborasi yang baik antara Polri, pemerintah daerah, KTNA, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis akan semakin kuat, sementara kesejahteraan petani juga terus meningkat,” pungkas Kompol Sujana.

(Mia/Husen)

Bupati Garut Beri Uang Kadeudeuh Tim Sepak Bola Putri U-18

0
Bupati garut sepak bola fokusjabar.id
Bupati dan Tim Sepak Bola Putri Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengapresiasi Tim Putri yang berhasil meraih predikat runner up pada ajang Hydroplus Soccer League All Stars U-18.

Apresiasi tersebut Syakur sampaikan saat menerima kunjungan kehormatan tim di Halaman Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA:

Cibatu Garut Punya Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk

Bupati mengaku bangga atas capaian yang di raih Tim Putri Garut. Menurut Dia, prestasi tersebut di nilai menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena tim sepak bola putri mampu menembus babak final pada kompetisi bergengsi tingkat nasional.

“Alhamdulillah tim Sepak bola putri bisa menorehkan prestasi yang sangat membanggakan di tingkat nasional,” katanya.

Syakur berharap, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Mengingat sebagian besar pemain akan kembali memperkuat Kabupaten Garut pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Bupati meminta para atlet untuk terus menjaga semangat dan konsistensi dalam berlatih.

Dia juga menginstruksikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut agar terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet muda.

Selain itu, mendorong penyelenggaraan lebih banyak kompetisi olahraga di daerah sebagai upaya menjaring dan mengembangkan bibit-bibit atlet berprestasi.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa

“Saya minta KONI untuk bisa mensupport kegiatan ini. Anak-anakku jangan patah arah, tetap berlatih ada lagi ke depan yang harus kita laksanakan,” kata Syakur.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan prestasi yang di raih, Bupati Garut menyerahkan uang kadeudeuh kepada Tim Putri Garut yang sukses meraih predikat Runner Up pada ajang Hydroplus Soccer League All Stars U-18.

(Bambang Fouristian)

Cibatu Garut Punya Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk

0
arung jeram sungai cimanuk fokusjabar.id
Uus Sumirat

GARUT, FOKUSJabar.id: Bidang Hubungan antar Lembaga dan Komunikasi Publik Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Uus Sumirat menyebut, Kecamatan Cibatu memiliki potensi wisata yang cukup beragam. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, wisata budaya hingga wisata arung jeram (rafting) Sungai Cimanuk.

Sayangnya, wisata arung jeram tersebut belum di kembangkan secara optimal. Padahal, beberapa waktu lalu aliran Sungai Cimanuk telah di manfaatkan untuk kegiatan arung jeram yang melibatkan komunitas olahraga arus deras, Pemda dan masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa

Menurut Dia, salah satu lintasan yang telah di gunakan adalah segmen Jembatan Mangkubumi hingga kawasan Beko yang memiliki karakter aliran cukup stabil dengan kombinasi jeram ringan hingga menengah. Sehingga memberikan pengalaman yang menarik bagi peserta.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Sungai Cimanuk tidak hanya memiliki potensi secara fisik. Tetapi juga telah memiliki rekam jejak pemanfaatan sebagai lokasi wisata minat khusus.

Keberadaan Sungai Cimanuk yang berdekatan dengan kawasan bersejarah perkeretaapian Cibatu membuka peluang untuk di kembangkan.

Konsepnya, wisata terpadu yang menggabungkan wisata sejarah (heritage tourism), wisata edukasi, wisata alam dan wisata petualangan.

Uus mengatakan, aliran Sungai Cimanuk di wilayah Cibatu memiliki karakter yang cukup ideal untuk kegiatan arung jeram. Bentuk sungai yang berkelok, lebar aliran yang relatif memadai serta variasi elevasi menghasilkan beberapa jeram alami yang memberikan tantangan tanpa mengurangi aspek keselamatan apabila di kelola sesuai SOP.

BACA JUGA:

Disperkim Garut Sosialisasi dan FGD Perubahan Perbup Pengelolaan PSU Perumahan

“Pada musim normal, debit air Sungai Cimanuk relatif stabil. Sehingga memungkinkan kegiatan wisata berlangsung pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Di sepanjang aliran sungai juga masih terdapat vegetasi alami yang memberikan panorama menarik serta menciptakan suasana wisata berbasis alam yang asri,” ungkap Uus.

Karakteristik tersebut menjadi modal dasar dalam pengembangan wisata petualangan yang mengedepankan prinsip konservasi lingkungan, keselamatan pengunjung dan keberlanjutan kawasan.

Potensi Sungai Cimanuk bukan hanya berupa kajian teoritis. Melainkan telah di buktikan melalui pelaksanaan beberapa uji coba kegiatan arung jeram pada lintasan Jembatan Mangkubumi hingga Beko.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukan hasil positif sekaligus menjadi bukti bahwa Sungai Cimanuk layak di kembangkan menjadi destinasi wisata arung jeram secara permanen,” imbuhnya.

Uus mengatakan, pengembangan kawasan wisata arung jeram Sungai Cimanuk merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi SDA Kecamatan Cibatu. Sekaligus memperkuat di versifikasi produk wisata Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

PM Gatra Apresiasi Kajian Akademik Genealogi Raden Fatah dan Sunan Rumenggong

Dia menjelaskan, keberadaan Sungai Cimanuk yang melintasi kawasan Cibatu tidak hanya memiliki fungsi hidrologis dan ekologis. Tetapi juga menyimpan potensi sebagai destinasi wisata minat khusus yang memadukan unsur olahraga, petualangan, edukasi dan konservasi lingkungan.

Pengembangan wisata arung jeram di Cibatu tidak di arahkan sebagai objek wisata yang berdiri sendiri. Melainkan menjadi bagian dari konsep kawasan Cagar Wisata Cibatu yang mengintegrasikan warisan sejarah perkeretaapian, wisata alam, wisata budaya dan ekonomi kreatif.

“Sungai Cimanuk dekat dengan Stasiun Cibatu serta kompleks perumahan bersejarah karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan bgeitu memberikan peluang untuk menciptakan paket wisata terpadu yang menawarkan pengalaman berbeda di bandingkan destinasi lain di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati rangkaian aktivitas yang saling melengkapi. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, jelajah kawasan heritage, wisata kuliner lokal hingga kegiatan arung jeram.

“Pengembangan kawasan wisata arung jeram tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana rekreasi. Namun juga menjadi instrumen pembangunan wilayah yang mendukung pelestarian lingkungan sungai, pemberdayaan masyarakat, penguatan identitas kawasan dan peningkatan daya saing pariwisata Cibatu sebagai destinasi wisata terpadu berbasis warisan budaya dan potensi alam,” katanya.

Dia mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi. Seperti penyediaan jasa pemandu arung jeram, penyewaan peralatan, transportasi lokal, penginapan, rumah makan, pusat oleh-oleh hingga usaha ekonomi kreatif.

“Efek berganda (multiplier effect) dari aktivitas tersebut akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat struktur ekonomi kawasan,” kata Uus.

Dari sisi sosial, pengembangan wisata arung jeram dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi maupun kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas olahraga arus deras.

Pengembangan kawasan juga berpotensi mendorong pelestarian lingkungan Sungai Cimanuk. Ketika sungai menjadi aset wisata yang memberikan manfaat ekonomi, masyarakat dan para pemangku kepentingan akan memiliki kepentingan bersama untuk menjaga kualitas air, melindungi sempadan sungai, mengendalikan pencemaran dan mempertahankan kelestarian vegetasi riparian.

Dengan demikian, pengembangan wisata arung jeram tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi. Tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi SDA.

BACA JUGA:

Diduga Ada Masalah, Deden Sopian Minta BPK Periksa Pembangunan RSUD Limbangan

Pada skala yang lebih luas, meningkatnya aktivitas pariwisata akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut. Baik dari penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, parkir hingga retribusi jasa pariwisata.

Oleh karena itu, pengembangan wisata arung jeram perlu di pandang sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

(Bambang Fouristian)

Ketua KTNA Jabar Apresiasi Konsistensi Ciamis Gelar HKP, Layak jadi Contoh

0
KTNA Jabar HKP fokusjabar.id
Ketua KTNA Jabar

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat (Jabar), Otong Wiranto mengapresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis dan KTNA atas konsistensinya menyelenggarakan Hari Krida Pertanian (HKP) setiap tahun.

Hal tersebut di sampaikan saat menghadiri pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Tingkat Kabupaten Ciamis di Lapang Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA:

HKP ke-54, 1.500 Petani Ciamis Ikut Penguatan Inovasi Pertanian

Menurut Otong, Ciamis menjadi salah satu daerah yang mampu menjaga keberlangsungan HKP secara rutin. Bahkan ketika banyak daerah lain belum dapat melaksanakannya setiap tahun.

“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis. Khususnya Bupati, para penyuluh, pelaku usaha pertanian dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Konsistensi Ciamis patut menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat,” katanya.

Otong menegaskan, petani bukan sekadar profesi, melainkan penjaga kehidupan bangsa. Menurutnya, ketika pangan kuat, maka kedaulatan bangsa juga akan semakin kokoh.

Ia menilai, Hari Krida Pertanian harus menjadi momentum membangun pertanian yang lebih modern melalui penerapan teknologi dan inovasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

“KTNA bukan hanya organisasi. Tetapi rumah bagi para petani untuk berbagi pengalaman, teknologi, informasi pasar, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor pertanian,” kata Ketua KTNA Jabar.

BACA JUGA:

Polres Ciamis Intensifkan Patroli KRYD, Cegah C3, Premanisme hingga Balap Liar

Otong juga mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat kolaborasi. Termasuk menyiapkan regenerasi petani agar semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan sektor pertanian.

“Petani Indonesia ada di tangan generasi muda. Hari Krida Pertanian jangan hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum mempercepat modernisasi pertanian demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Mia)

Cegah Bullying, Wali Kota Bandung Latih Guru BK

0
kota bandung bullying fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Saat Meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 43 Bandung Senin (13/7/2026) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Jawa Barat (Jabar) memperkuat upaya pencegahan bullying di sekolah pada tahun ajaran 2026/2027.

Strategi yang di tempuh tidak hanya melalui pelatihan guru Bimbingan dan Konseling (BK) oleh psikolog. Tetapi juga melanjutkan pendidikan karakter bagi siswa kelas 9 dengan melibatkan instruktur TNI dan Polri.

BACA JUGA:

Kondisi Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Membaik, Tim Dokter Masih Lakukan Observasi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penanganan bullying harus di mulai sebelum muncul korban.

Karena itu, Pemerintah Kota Bandung memilih memperkuat sistem pencegahan melalui pendampingan psikologis dan pembentukan karakter siswa.

“Untuk pengawasan bullying, tahun lalu kita sudah mulai melakukan pelatihan kepada para guru BK oleh psikolog. Nanti kita evaluasi apakah efektif atau tidak. Kita ingin mencegah berkembangnya budaya kekerasan atau bully sejak awal,” kata Farhan saat Meninjau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 43 Bandung, Senin (13/7/2026).

Farhan menjelaskan, guru BK menjadi ujung tombak dalam mendeteksi persoalan yang di hadapi peserta didik. Termasuk mengenali potensi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah sebelum berkembang menjadi kasus yang lebih serius.

Selain itu, Pemkot Bandung tetap menjalankan program pendidikan karakter melalui kegiatan bela negara bagi siswa kelas 9.

Program tersebut telah di mulai sejak 2025 berdasarkan hasil kajian akademik dan di laksanakan setiap Jumat di sekolah.

BACA JUGA:

Bandung Jadikan Palestina Sorotan Utama Asia Africa Festival 2026

“Sejak tahun 2025 kita sudah mulai berdasarkan kajian dari UPI. Setiap hari Jumat pendidikan bela negara di lakukan oleh para instruktur dari TNI dan Polri untuk masuk ke sekolah khusus kelas 9,” katanya.

Menurutnya, siswa kelas 9 menjadi sasaran program karena berada pada masa pencarian jati diri yang membuat mereka lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan maupun tekanan pergaulan.

“Kenapa? Karena anak-anak remaja ini sedang rentan-rentannya. Mereka mencari identitas, mencari kelompok tertentu. Kita pastikan mereka tidak tersesat,” ucapnya.

Farhan berharap, kombinasi penguatan pendidikan karakter, pendampingan psikologis serta peningkatan kapasitas guru BK mampu menekan angka perundungan sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat dan nyaman bagi para peserta didik.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak lagi cukup di lakukan melalui pendekatan konvensional. Tetapi juga harus di dukung dengan layanan psikologi yang memadai di lingkungan sekolah.

“Tapi yang pasti sekarang ini pendidikan karakter juga harus di kombinasikan dengan psikolog modern. Itu sebabnya saya akan evaluasi hasil pelatihan guru-guru BP, sekaligus mengevaluasi keberadaan psikolog klinis yang ada di 12 puskesmas,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

HKP ke-54, 1.500 Petani Ciamis Ikut Penguatan Inovasi Pertanian

0
HKP Ciamis fokusjabar.id
Hari Krida Pertanian ke-54 Tingkat Kabupaten Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Tingkat Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) Tahun 2026 resmi di gelar di Lapang Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli tersebut di ikuti sekitar 1.500 anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Kabupaten Ciamis.

BACA JUGA:

Polres Ciamis Intensifkan Patroli KRYD, Cegah C3, Premanisme hingga Balap Liar

Mengusung tema “Transformasi Teknologi dalam Mendukung Swasembada Pangan,” HKP menjadi ajang berkumpulnya petani, penyuluh, pelaku usaha pertanian hingga pemerintah untuk berbagi pengalaman, inovasi dan teknologi terbaru di sektor pertanian.

HKP di buka Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, Ketua KTNA Jawa Barat Otong Wiranto, jajaran KTNA dari kabupaten tetangga serta unsur Forkopimda dan pemerintah daerah.

Bupati Ciamis mengapresiasi khusus kepada KTNA Kabupaten Ciamis yang tetap mampu menyelenggarakan Hari Krida Pertanian ke-54 meski tanpa dukungan hibah dari pemerintah daerah.

“Saya apresiasi, hatur nuhun kepada Ketua KTNA Kabupaten Ciamis beserta seluruh jajaran. Tahun ini HKP tetap dapat terlaksana tanpa hibah dari pemerintah daerah. Bukan karena tidak ingin memberikan bantuan, tetapi memang kondisi kemampuan anggaran daerah sedang terbatas,” kata Herdiat.

Menurutnya, konsistensi KTNA dalam menyelenggarakan HKP menunjukkan komitmen yang kuat terhadap kemajuan sektor pertanian. Terutama dalam memberikan ruang penyuluhan, edukasi dan peningkatan kapasitas petani.

“Kegiatan ini sangat penting karena menjadi sarana penyuluhan bagi para petani. Keberadaan KTNA harus terus di perkuat sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani agar mampu menghadapi berbagai tantangan pertanian ke depan,” katanya.

Herdiat berharap, semangat gotong royong dan kolaborasi yang di tunjukkan KTNA dapat terus di pertahankan. Sehingga Hari Krida Pertanian tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani.

BACA JUGA:

Fenomena Langka, Empat Lutung Muncul di Desa Cikupa Ciamis

Ketua KTNA Kabupaten Ciamis, Pipin Arif Aprilin mengatakan, Hari Krida Pertanian bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Tetapi bentuk penghormatan kepada para petani yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan.

“Petani adalah pahlawan pangan yang bekerja tanpa mengenal lelah. HKP menjadi momentum memberikan penghormatan sekaligus memperkuat semangat mereka dalam meningkatkan produktivitas,” ujarnya.

Menurut Pipin, kegiatan HKP juga menjadi forum penyampaian aspirasi petani sekaligus sarana memperkenalkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dapat di terapkan untuk meningkatkan hasil produksi.

Ia berharap, seluruh rangkaian kegiatan selama tiga hari mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Khususnya para petani di Kabupaten Ciamis.

Ketua KTNA Ciamis juga menyampaikan hasil rembug KTNA yang di gelar bersamaan dengan HKP.

“Dari hasil rempug KTNA, seluruh peserta menyepakati agar Hari Krida Pertanian tetap di laksanakan setiap tahun. Bahkan, empat kecamatan (Sadananya, Kawali, Purwadadi dan Banjarsari) telah mengajukan diri menjadi calon tuan rumah HKP 2027,” pungkasnya.

(Mia)

Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa

0
Bupati Garut potensi siswa fokusjabar.id
Nipati Garut, Abdusy Syakur Amin

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mendorong peran aktif orang tua dalam mendampingi anak pada masa awal sekolah, Senin (13/7/2026).

Hal itu sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda.

BACA JUGA:

PM Gatra Apresiasi Kajian Akademik Genealogi Raden Fatah dan Sunan Rumenggong

Bupati Garut memberikan kewenangan dan kelonggaran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang putra-putrinya sedang memasuki masa awal sekolah untuk dapat mendampingi mereka dengan tetap bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas kedinasan.

Menurutnya, pendidikan merupakan proses yang sangat penting dan strategis bagi pembangunan daerah maupun bangsa.

Karena itu, kehadiran orang tua pada momen-momen penting dalam masa pertumbuhan anak menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan.

“Keberadaan orang tua itu harus selalu mendampingi anaknya untuk menjaga ketahanan keluarga,” kata Bupati Garut saat Apel Gabungan di Lapangan Setda.

BACA JUGA:

Diduga Ada Masalah, Deden Sopian Minta BPK Periksa Pembangunan RSUD Limbangan

Bupati Garut juga berkomitmen dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan positif.

“Pemerintah Daerah akan terus memperbanyak ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik melalui berbagai ajang kompetisi,” ungkapnya.

Ajang tersebut meliputi perlombaan cerdas cermat, kegiatan olahraga, seni budaya hingga life skill (keterampilan hidup).

Upaya tersebut di harapkan mampu mengembangkan minat, bakat serta potensi anak secara optimal sekaligus membentuk generasi yang berprestasi dan berkarakter.

Bupati mengingatkan, anak merupakan amanat yang harus di jaga dan di bimbing dengan sebaik-baiknya.

Pihaknya mengajak para orang tua untuk memberikan ruang bagi anak berkembang sesuai potensi yang dimiliki, tanpa melakukan intervensi secara berlebihan. Sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri dan bertanggung jawab.

(Bambang Fouristian)