spot_imgspot_img
Selasa 14 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7

Farhan Pastikan Tak Ada Satu Pun Anak di Bandung yang Gagal Masuk Sekolah pada SPMB 2026

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Para Siswa SMPN 43 Bandung Tegah Mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjamin seluruh anak usia sekolah yang mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 telah mengantongi tempat belajar.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan hal tersebut saat meninjau langsung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 43 Bandung, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: HKP ke-54, 1.500 Petani Ciamis Ikut Penguatan Inovasi Pertanian

Farhan menjelaskan bahwa seluruh satuan pendidikan mulai dari SD Negeri, SMP Negeri, hingga sekolah swasta di Kota Bandung telah memulai agenda MPLS secara serentak.

“Alhamdulillah hari ini kita memulai MPLS untuk anak-anak SD Negeri dan SMP Negeri, serta sekolah swasta lainnya,” kata Farhan.

Farhan membeberkan, sebanyak kurang lebih 22 ribu siswa baru berhasil masuk ke SD Negeri dan sekitar 19 ribu siswa menembus SMP Negeri. Sementara itu, sekitar 10 ribu siswa lainnya memilih melanjutkan jenjang pendidikan di berbagai sekolah swasta.

Menurut Farhan, seluruh anak yang masuk dalam basis data pendataan kini telah mendapatkan kepastian kursi belajar.

“Dari sekian banyak itu, yang desil 1 sampai desil 5 sudah masuk ke semua sekolah, baik negeri maupun swasta. Jadi Alhamdulillah hari ini tidak ada satu pun anak di Kota Bandung yang tidak mendapatkan kursi di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Sekitar 43 Ribu Siswa Berhasil Mengisi Bangku Sekolah Negeri

Farhan menyebut total siswa yang mengikuti pendataan SPMB di Kota Bandung menyentuh angka 51 hingga 52 ribu orang. Dari akumulasi data tersebut, sekitar 43 ribu siswa berhasil mengisi bangku sekolah negeri, sedangkan sisanya tersebar di lembaga pendidikan swasta.

Farhan memastikan Pemkot Bandung tetap menyalurkan bantuan dana bagi siswa yang menempuh pendidikan di sekolah swasta melalui Program Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP). Langkah ini bertujuan agar keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangat anak untuk melanjutkan sekolah.

“Sekolah SD dan SMP swasta juga kita bantu melalui program RMP, untuk mereka yang masuk SD dan SMP,” tuturnya.

Meski tahun ajaran baru ini sukses menampung seluruh siswa, Farhan jujur mengakui bahwa pekerjaan rumah terkait pemerataan akses pendidikan di Kota Bandung belum sepenuhnya tuntas.

Farhan mengungkapkan Kota Kembang masih memiliki sejumlah wilayah yang masuk kategori blind spot. Yaitu kawasan padat penduduk yang belum memiliki fasilitas sekolah negeri dengan akses terjangkau. Kondisi ini menjadi fokus perhatian Pemkot Bandung dalam menyusun cetak biru pengembangan fasilitas pendidikan ke depan.

“Kalau sekolah baru, itu harus ada penambahan, terutama bukan karena masalah jumlah daya tampungnya. Tetapi masalah lokasi dan terutama untuk blind spot. Karena ada beberapa titik yang memang kita akui masih blind spot. Bahkan di Bandung Wetan saja masih ada yang blind spot,” jelas Farhan.

Farhan memaparkan, bagi anak-anak yang terpaksa tidak bisa mengakses jalur formal, Pemkot Bandung telah menyediakan jalur alternatif melalui Sekolah Rakyat maupun Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Pihaknya bahkan masih menemukan kasus anak usia sekolah yang sama sekali belum pernah mengecap bangku pendidikan. Sehingga petugas di lapangan langsung mengarahkannya ke program pendidikan kesetaraan.

“Bagi yang tidak melanjutkan, kita arahkan ke Sekolah Rakyat atau ke PKBM kesetaraan. Ada beberapa kasus anak seperti itu, contohnya di Pagarsih ada anak umur 10 tahun yang tidak pernah sekolah, jadi akhirnya kita arahkan ke PKBM,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Tak Ada Bongkar Paksa, Satpol PP Ciamis Bantu PKL Pindahkan Lapak di Jalan Mr Iwa Kusumasumantri

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketpot: Personel Satpol PP Kabupaten Ciamis saat membantu PKL Permata Bunda untuk berpindah tempat berjualan ke lokasi yang tidak dilarang

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis merealisasikan program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri. Aksi penataan ini menyasar lapak pedagang yang berada di pinggir jalan depan RS Permata Bunda, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (13/7/2026).

Langkah penertiban kali ini menyuguhkan pemandangan berbeda dari operasi pada umumnya. Petugas mengedepankan pendekatan persuasif melalui aksi pendampingan langsung untuk membantu para pedagang saat memindahkan lapak jualan mereka.

Baca Juga: Ratusan Bibit Pohon Gratis Dibagikan di HKP Ciamis, Warga Diajak Hijaukan Lingkungan

Kasat Pol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Al Kautsar, melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas), Yudi Brata, memaparkan bahwa kegiatan penataan ini merupakan tindak lanjut nyata dari hasil sosialisasi bersama para PKL beberapa hari sebelumnya.

“Dalam pertemuan itu para pedagang telah menerima pemahaman mendalam mengenai Peraturan Daerah tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3),” kata Yudi.

Yudi menuturkan, usai membuka ruang dialog yang sehat antara Satpol PP dan komunitas PKL, kedua belah pihak akhirnya menyepakati pemindahan tempat berjualan ke area yang sesuai dengan regulasi resmi.

“Hari ini kami melaksanakan kesepakatan yang sudah dibuat bersama. Kami tidak hanya mengawasi, tetapi juga membantu rekan-rekan PKL bergeser ke lokasi yang memang diperbolehkan untuk berjualan,” ucapnya tegas.

Ruang Publik yang Harus Tetapn Steril

Yudi melanjutkan, pihak pemerintah daerah sebenarnya masih memperbolehkan aktivitas perdagangan di kawasan Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri. Namun demikian, petugas meminta para pedagang untuk tidak mencaplok fasilitas trotoar maupun taman kota. Sebab, kedua fasilitas umum tersebut memikul fungsi krusial sebagai ruang publik yang harus tetap steril.

“Penataan yang kami lakukan ini bukan melarang kegiatan jual belinya, melainkan menata penempatan lapaknya. Kami mengarahkan agar pedagang tidak menempati trotoar ataupun taman sehingga hak pejalan kaki dan fungsi ruang terbuka tetap terpelihara,” jelas Yudi.

Yudi membeberkan bahwa penataan di Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri ini merupakan langkah awal. Ke depan, Satpol PP bersama dinas terkait akan terus menggulirkan program serupa di lokasi lain. Tentu dengan pola yang sama, yaitu mengunci kesepakatan bersama melalui komunikasi dua arah.

“Kami pun akan melakukan hal serupa bagi penertiban para pedagang di lokasi lain. Tentunya yang kami nilai masih melanggar aturan karena berjualan bukan pada tempatnya,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Ratusan Bibit Pohon Gratis Dibagikan di HKP Ciamis, Warga Diajak Hijaukan Lingkungan

0
CIAMIS, FOKUSJabar.id
Ketfot: CDK Wilayah VII Bagikan Bibit Gratis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VII Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat memanfaatkan momentum Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam. Salah satu aksi nyata mereka yakni membagikan ratusan bibit tanaman secara gratis di Desa Sumberjaya, Kecamatan Cihaurbeuti, Senin (13/7/2026).

Petugas tidak sekadar membagikan bibit secara cuma-cuma, melainkan menjadikan kegiatan tersebut sebagai media kampanye penghijauan dan konservasi lingkungan yang masif. Mereka mengajak masyarakat memahami pentingnya menanam pohon guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menekan luas lahan kritis di daerah.

Baca Juga: Ketua KTNA Jabar Ingatkan Petani Ciamis Antisipasi Dampak Fenomena El Nino

Penyuluh Kehutanan CDK Wilayah VII Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Amin Budiman, mengungkapkan bahwa aksi pembagian tanaman ini merupakan bagian dari program rutin bernama Jumat Menanam yang selama ini bergulir di tengah masyarakat.

“Melalui program Jumat Menanam, kami rutin membagikan bibit kepada masyarakat secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan penghijauan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menurut Amin, kehadiran CDK Wilayah VII dalam gelaran HKP Ciamis menjadi kesempatan emas untuk memperluas jangkauan edukasi ke khalayak luas. Ratusan bibit yang mengalir ke tangan warga ini bersumber dari Gerakan Tanam dan Pelihara Pohon, yang menghimpun kepedulian dari berbagai pihak sebagai donatur tanaman.

“Bibit tersebut kami tampung dari para penyumbang, kemudian kami salurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini menjadi bentuk kolaborasi untuk mendukung pelestarian lingkungan,” katanya.

Mempercepat Rehabilitasi Lahan

Ia menjelaskan, selama ini pihak dinas lebih memprioritaskan penyaluran bantuan pohon kepada kelompok masyarakat yang mengelola lahan kritis agar dapat mempercepat rehabilitasi lahan. Namun khusus pada momentum HKP ini, mereka menyerahkan bibit langsung kepada para pengunjung demi menumbuhkan budaya menanam sejak dari pekarangan rumah.

Pihak kehutanan menyediakan berbagai jenis varietas pohon menarik, mulai dari durian, nangka, petai, picung, hingga matoa. Khusus untuk bibit picung dan matoa, petugas menganjurkan warga agar menanamnya di sekitar kawasan sumber mata air. Karena kedua pohon tersebut mengantongi fungsi ekologis yang kuat dalam mengikat dan menjaga ketersediaan air tanah.

Demi mendongkrak daya tarik stan sekaligus menambah wawasan pengunjung, CDK Wilayah VII juga menggelar kuis interaktif berhadiah sebelum menyerahkan bibit. Para peserta harus menjawab pertanyaan seputar tugas pokok Cabang Dinas Kehutanan, langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta urgensi menjaga kelestarian hutan.

“Semua bibit diberikan secara gratis. Sebelum menerima bibit, masyarakat kami ajak mengikuti kuis ringan. Sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kebakaran hutan dan pentingnya menjaga lingkungan,” tutur Amin.

Amin menaruh harapan besar agar aksi ini mampu memantik kesadaran kolektif masyarakat untuk lebih aktif menghijaukan lingkungan masing-masing. Langkah kecil ini harapannya dapat membantu memulihkan lahan kritis. Serta mengamankan pasokan sumber daya air di Kabupaten Ciamis dan Jawa Barat.

Salah seorang warga asal Kecamatan Panumbangan, Acep, mengaku sangat senang dan mengapresiasi langkah inovatif dari dinas kehutanan tersebut.

Menurut Acep, program semacam ini memberikan dampak manfaat yang nyata karena mampu memotivasi warga untuk lebih peduli terhadap masa depan lingkungan sekaligus menambah koleksi tanaman produktif di lahan milik mereka.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII yang sudah membagikan bibit secara gratis. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat. Terlebih memberi memotivasi kami untuk menanam pohon serta menjaga lingkungan,” pungkas Acep sumringah.

(Mia)

Ketua KTNA Jabar Ingatkan Petani Ciamis Antisipasi Dampak Fenomena El Nino

0
CIAMIS, FOKUSJabar.,id
Ketfot: Ketua KTNA Jabar Otong Wirangto Ingatkan Ancaman El Nino

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Jawa Barat, Otong Wiranto, mengingatkan para petani agar mewaspadai ancaman perubahan iklim global. Ia menyoroti potensi fenomena El Nino yang memicu dampak buruk terhadap sektor ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

Otong mengajak seluruh petani untuk terus memelihara semangat kerja mereka. Menurutnya, petani tidak sekadar menjalankan profesi harian, melainkan memikul peran strategis sebagai garda terdepan penjaga kehidupan bangsa.

Baca Juga: Kapolres Ciamis Terima Penghargaan KTNA, Sinergi Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung Diapresiasi

“Ketika petani kuat, maka pangan akan kuat. Ketika pangan kuat, maka bangsa akan semakin berdaulat,” tegas Otong.

Ia membeberkan, data pemerintah pusat memprediksi fenomena El Nino tahun ini akan membawa dampak kekeringan yang cukup masif. Bahkan, para petani di sejumlah lumbung padi Jawa Barat seperti Subang, Indramayu, dan Karawang mulai mengeluhkan penyusutan ketersediaan pasokan air akibat musim kemarau.

“Tadi saya sempat berbincang dengan Pak Bupati. Alhamdulillah Ciamis sampai hari ini belum terlalu terdampak. Mudah-mudahan kondisi ini tetap terjaga sehingga produktivitas pertanian di Ciamis tidak terganggu,” ujarnya.

Otong mencontohkan sistem budidaya PM AAS yang sempat mampir dalam Pekan Nasional (PENAS) KTNA. Kini, para penyuluh di Kabupaten Ciamis mulai menyosialisasikan sistem modern tersebut kepada kelompok tani. Metode ini mengedepankan sistem tanam benih langsung (Tabela) dengan sokongan penuh mekanisasi, mulai dari fase pengolahan lahan, penanaman, penyemprotan, hingga masa panen.

Penerapan Sistem Tabela

Pemerintah pusat sendiri membidik penerapan sistem Tabela ini pada satu juta hektare lahan pertanian di Indonesia guna mempercepat akselerasi swasembada pangan nasional.

Mengakhiri sambutannya, Otong mengajak seluruh elemen mulai dari jajaran birokrasi, penyuluh, akademisi, dunia usaha, hingga lembaga perbankan untuk mempererat kolaborasi. Ia juga menitipkan pesan pentingnya program regenerasi petani agar kaum muda melirik sektor pertanian sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

“Hari Krida Pertanian jangan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi momentum memperkuat tekad membangun pertanian yang maju, modern, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Menanggapi imbauan tersebut, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memaparkan bahwa pemerintah daerah sebenarnya telah menyusun langkah antisipasi dampak El Nino sejak sekitar lima bulan lalu.

“Saya sebenarnya sudah tidak ingin berbicara lagi soal El Nino. Lima bulan lalu saya sudah mengingatkan para camat, kepala desa, dan OPD agar berhati-hati mengantisipasi dampaknya. Namun ternyata sampai sekarang di Ciamis masih turun hujan,” ungkap Herdiat.

Herdiat menilai kondisi anomali cuaca ini sebagai sebuah berkah yang luar biasa. Sebab, di saat beberapa kabupaten dan kota di Jawa Barat mulai menjerit akibat kekeringan, sebagian besar hamparan sawah di Kabupaten Ciamis justru masih mencukupi kebutuhan airnya.

“Alhamdulillah di Ciamis sebagian besar wilayah pertanian masih bisa bertahan. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga. Selain ikhtiar yang sudah dilakukan pemerintah dan para petani, tentu kita juga harus terus berdoa agar Ciamis dijauhkan dari bencana kekeringan,” tuturnya.

Meski mengantongi rapor aman, Herdiat meminta seluruh pihak tetap memasang mata dan tidak lengah. Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim harus berjalan kontinu melalui manajemen sumber daya air yang matang, percepatan teknologi pertanian, serta sinergi kuat agar produktivitas gabah Ciamis tetap stabil.

(Mia)

Kapolres Ciamis Terima Penghargaan KTNA, Sinergi Ketahanan Pangan dan Produksi Jagung Diapresiasi

0
CIAMIS< FOKUSjabar.id
Keterangan Foto : Wakakapolres Ciamis mewakili Kapolres Ciamis Terima Penghargaan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Sinergi kuat antara Polres Ciamis dan para petani lokal dalam memperkokoh sektor ketahanan pangan membuahkan hasil manis. Komitmen nyata tersebut mengantarkan Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, menerima penghargaan khusus dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis.

Wakapolres Ciamis, Kompol Sujana, S.Pd., menerima langsung piagam penghargaan tersebut mewakili Kapolres Ciamis. Momentum sakral ini bergulir di hadapan ratusan petani, penyuluh pertanian, serta unsur pimpinan pemerintah daerah.

Baca Juga: Ketua KTNA Jabar Apresiasi Konsistensi Ciamis Gelar HKP, Layak jadi Contoh

Kompol Sujana menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi apik antara Polri, pemerintah daerah, KTNA, kelompok tani, hingga organisasi kepemudaan mampu melahirkan dampak positif yang masif bagi sektor pertanian di Kabupaten Ciamis.

“Terima kasih kepada KTNA atas penghargaan yang diberikan kepada Bapak Kapolres Ciamis. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir mendukung para petani dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Ia menegaskan, sesuai arahan langsung Kapolres Ciamis, seluruh jajaran personel kepolisian terus aktif mengawal program ketahanan pangan nasional melalui berbagai aksi nyata di lapangan. Salah satu fokus utama mereka saat ini adalah mengembangkan budidaya komoditas jagung bersama kelompok tani di berbagai kecamatan.

“Melalui sinergi dengan kelompok tani dan organisasi kepemudaan, kami terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pertanian agar produktivitas jagung terus meningkat,” katanya.

Ciamis Tercatat Sebagai Salah Satu Daerah dengan Angka Serapan Jagung Tertinggi Tahun 2025

Menurut Kompol Sujana, kerja sama lintas sektor ini telah menunjukkan rapor yang sangat menggembirakan. Kabupaten Ciamis tercatat sebagai salah satu daerah dengan angka serapan jagung tertinggi pada tahun 2025. Sementara pada tahun 2026 ini realisasi produksi terus merangkak naik.

“Dari target produksi sekitar 260 ton pada tahun ini, hingga saat ini pencapaiannya sudah mendekati 80 persen. Capaian ini merupakan hasil kerja keras para petani yang didukung oleh seluruh pihak,” ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada budidaya jagung monokultur, Polres Ciamis juga mendorong para petani menerapkan pola tanam tumpangsari demi mendongkrak produktivitas lahan. Mereka telah menyukseskan program inovatif ini di Kecamatan Cikoneng lewat penanaman jagung bersama bawang merah di atas lahan seluas kurang lebih 71 hektare.

Ia menilai inovasi pertanian tersebut mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi petani. Sebab, para petani dapat memanfaatkan lahan secara lebih optimal sekaligus melipatgandakan hasil panen mereka dalam satu waktu.

Kompol Sujana menaruh harapan besar agar sinergi yang telah mengakar selama ini terus mendapat penguatan dari semua pihak. Langkah tersebut penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menyumbang manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Dengan kolaborasi yang baik antara Polri, pemerintah daerah, KTNA, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat, kami optimistis ketahanan pangan di Kabupaten Ciamis akan semakin kuat, sementara kesejahteraan petani juga terus meningkat,” pungkas Kompol Sujana.

(Mia/Husen)

Bupati Garut Beri Uang Kadeudeuh Tim Sepak Bola Putri U-18

0
Bupati garut sepak bola fokusjabar.id
Bupati dan Tim Sepak Bola Putri Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengapresiasi Tim Putri yang berhasil meraih predikat runner up pada ajang Hydroplus Soccer League All Stars U-18.

Apresiasi tersebut Syakur sampaikan saat menerima kunjungan kehormatan tim di Halaman Kantor Bupati Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong, Senin (13/7/2026).

BACA JUGA:

Cibatu Garut Punya Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk

Bupati mengaku bangga atas capaian yang di raih Tim Putri Garut. Menurut Dia, prestasi tersebut di nilai menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena tim sepak bola putri mampu menembus babak final pada kompetisi bergengsi tingkat nasional.

“Alhamdulillah tim Sepak bola putri bisa menorehkan prestasi yang sangat membanggakan di tingkat nasional,” katanya.

Syakur berharap, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada masa mendatang.

Mengingat sebagian besar pemain akan kembali memperkuat Kabupaten Garut pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Bupati meminta para atlet untuk terus menjaga semangat dan konsistensi dalam berlatih.

Dia juga menginstruksikan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Garut agar terus memberikan dukungan terhadap pembinaan atlet muda.

Selain itu, mendorong penyelenggaraan lebih banyak kompetisi olahraga di daerah sebagai upaya menjaring dan mengembangkan bibit-bibit atlet berprestasi.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa

“Saya minta KONI untuk bisa mensupport kegiatan ini. Anak-anakku jangan patah arah, tetap berlatih ada lagi ke depan yang harus kita laksanakan,” kata Syakur.

Sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras dan prestasi yang di raih, Bupati Garut menyerahkan uang kadeudeuh kepada Tim Putri Garut yang sukses meraih predikat Runner Up pada ajang Hydroplus Soccer League All Stars U-18.

(Bambang Fouristian)

Cibatu Garut Punya Potensi Wisata Arung Jeram Sungai Cimanuk

0
arung jeram sungai cimanuk fokusjabar.id
Uus Sumirat

GARUT, FOKUSJabar.id: Bidang Hubungan antar Lembaga dan Komunikasi Publik Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Uus Sumirat menyebut, Kecamatan Cibatu memiliki potensi wisata yang cukup beragam. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, wisata budaya hingga wisata arung jeram (rafting) Sungai Cimanuk.

Sayangnya, wisata arung jeram tersebut belum di kembangkan secara optimal. Padahal, beberapa waktu lalu aliran Sungai Cimanuk telah di manfaatkan untuk kegiatan arung jeram yang melibatkan komunitas olahraga arus deras, Pemda dan masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa

Menurut Dia, salah satu lintasan yang telah di gunakan adalah segmen Jembatan Mangkubumi hingga kawasan Beko yang memiliki karakter aliran cukup stabil dengan kombinasi jeram ringan hingga menengah. Sehingga memberikan pengalaman yang menarik bagi peserta.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Sungai Cimanuk tidak hanya memiliki potensi secara fisik. Tetapi juga telah memiliki rekam jejak pemanfaatan sebagai lokasi wisata minat khusus.

Keberadaan Sungai Cimanuk yang berdekatan dengan kawasan bersejarah perkeretaapian Cibatu membuka peluang untuk di kembangkan.

Konsepnya, wisata terpadu yang menggabungkan wisata sejarah (heritage tourism), wisata edukasi, wisata alam dan wisata petualangan.

Uus mengatakan, aliran Sungai Cimanuk di wilayah Cibatu memiliki karakter yang cukup ideal untuk kegiatan arung jeram. Bentuk sungai yang berkelok, lebar aliran yang relatif memadai serta variasi elevasi menghasilkan beberapa jeram alami yang memberikan tantangan tanpa mengurangi aspek keselamatan apabila di kelola sesuai SOP.

BACA JUGA:

Disperkim Garut Sosialisasi dan FGD Perubahan Perbup Pengelolaan PSU Perumahan

“Pada musim normal, debit air Sungai Cimanuk relatif stabil. Sehingga memungkinkan kegiatan wisata berlangsung pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Di sepanjang aliran sungai juga masih terdapat vegetasi alami yang memberikan panorama menarik serta menciptakan suasana wisata berbasis alam yang asri,” ungkap Uus.

Karakteristik tersebut menjadi modal dasar dalam pengembangan wisata petualangan yang mengedepankan prinsip konservasi lingkungan, keselamatan pengunjung dan keberlanjutan kawasan.

Potensi Sungai Cimanuk bukan hanya berupa kajian teoritis. Melainkan telah di buktikan melalui pelaksanaan beberapa uji coba kegiatan arung jeram pada lintasan Jembatan Mangkubumi hingga Beko.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukan hasil positif sekaligus menjadi bukti bahwa Sungai Cimanuk layak di kembangkan menjadi destinasi wisata arung jeram secara permanen,” imbuhnya.

Uus mengatakan, pengembangan kawasan wisata arung jeram Sungai Cimanuk merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi SDA Kecamatan Cibatu. Sekaligus memperkuat di versifikasi produk wisata Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

PM Gatra Apresiasi Kajian Akademik Genealogi Raden Fatah dan Sunan Rumenggong

Dia menjelaskan, keberadaan Sungai Cimanuk yang melintasi kawasan Cibatu tidak hanya memiliki fungsi hidrologis dan ekologis. Tetapi juga menyimpan potensi sebagai destinasi wisata minat khusus yang memadukan unsur olahraga, petualangan, edukasi dan konservasi lingkungan.

Pengembangan wisata arung jeram di Cibatu tidak di arahkan sebagai objek wisata yang berdiri sendiri. Melainkan menjadi bagian dari konsep kawasan Cagar Wisata Cibatu yang mengintegrasikan warisan sejarah perkeretaapian, wisata alam, wisata budaya dan ekonomi kreatif.

“Sungai Cimanuk dekat dengan Stasiun Cibatu serta kompleks perumahan bersejarah karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan bgeitu memberikan peluang untuk menciptakan paket wisata terpadu yang menawarkan pengalaman berbeda di bandingkan destinasi lain di Kabupaten Garut,” ujarnya.

Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati rangkaian aktivitas yang saling melengkapi. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, jelajah kawasan heritage, wisata kuliner lokal hingga kegiatan arung jeram.

“Pengembangan kawasan wisata arung jeram tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana rekreasi. Namun juga menjadi instrumen pembangunan wilayah yang mendukung pelestarian lingkungan sungai, pemberdayaan masyarakat, penguatan identitas kawasan dan peningkatan daya saing pariwisata Cibatu sebagai destinasi wisata terpadu berbasis warisan budaya dan potensi alam,” katanya.

Dia mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi. Seperti penyediaan jasa pemandu arung jeram, penyewaan peralatan, transportasi lokal, penginapan, rumah makan, pusat oleh-oleh hingga usaha ekonomi kreatif.

“Efek berganda (multiplier effect) dari aktivitas tersebut akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat struktur ekonomi kawasan,” kata Uus.

Dari sisi sosial, pengembangan wisata arung jeram dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi maupun kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas olahraga arus deras.

Pengembangan kawasan juga berpotensi mendorong pelestarian lingkungan Sungai Cimanuk. Ketika sungai menjadi aset wisata yang memberikan manfaat ekonomi, masyarakat dan para pemangku kepentingan akan memiliki kepentingan bersama untuk menjaga kualitas air, melindungi sempadan sungai, mengendalikan pencemaran dan mempertahankan kelestarian vegetasi riparian.

Dengan demikian, pengembangan wisata arung jeram tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi. Tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi SDA.

BACA JUGA:

Diduga Ada Masalah, Deden Sopian Minta BPK Periksa Pembangunan RSUD Limbangan

Pada skala yang lebih luas, meningkatnya aktivitas pariwisata akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut. Baik dari penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, parkir hingga retribusi jasa pariwisata.

Oleh karena itu, pengembangan wisata arung jeram perlu di pandang sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.

(Bambang Fouristian)