KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri langsung sekaligus memberikan orasi motivasi pada acara Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Kuningan (Uniku) Tahun 2026. Agenda seremonial ini berpusat di Lapangan Rektorat Universitas Kuningan, Senin (13/7/2026).
Pihak kampus resmi menerjunkan sebanyak 1.169 mahasiswa dari lima fakultas untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat selama satu bulan penuh, mulai 13 Juli hingga 14 Agustus 2026. Para mahasiswa tersebut akan tersebar di 60 desa yang mencakup 24 kecamatan pada enam kabupaten, yaitu Kabupaten Kuningan, Cirebon, Majalengka, Ciamis, Brebes, dan Indramayu.
Baca Juga: Bupati Kuningan Tegaskan MPLS 2026 Bebas Bullying, Perpeloncoan, dan Kekerasan
Kabid Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Dadang Solihat, M.Pd., yang mewakili Kepala Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) Uniku, merinci sebaran peserta dalam laporan resminya.
Dunia pengabdian tahun ini menggerakkan mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (279 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (469 orang), Fakultas Ilmu Komputer (305 orang), Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (61 orang), serta Fakultas Hukum (55 orang).
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menjabarkan bahwa KKN tahun ini mengusung tema “Akselerasi Berdampak Menuju Desa Mandiri dan Berdaya Saing Berbasis Inovasi Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Literasi Terintegrasi.”
Anna menilai tema besar tersebut memegang peran sebagai kompas implementasi program kerja mahasiswa. Tujuannya agar mereka mampu menelurkan dampak riil bagi warga melalui manajemen lingkungan, penguatan sektor UMKM berbasis digital, hingga peningkatan literasi komprehensif di bidang pendidikan, ekonomi, hukum, serta kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi ruang bagi mahasiswa untuk hadir bersama masyarakat, memahami persoalan, dan memberikan solusi yang berkelanjutan,” cetus Anna.
Bupati Ingatkan Mahasiswa untuk Menjaga Kerendahan Hati
Bupati Dian Rachmat Yanuar melayangkan apresiasi tinggi kepada jajaran Universitas Kuningan yang secara konsisten membingkai program KKN sebagai wahana pengabdian nyata, sekaligus jembatan penghubung antara teori kampus dan realitas lapangan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kuningan, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada sivitas akademika Universitas Kuningan yang terus konsisten menjadikan KKN bukan hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi sebagai ruang pengabdian nyata kepada masyarakat. Uniku telah menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Kuningan,” puji Dian hangat.
Bupati Dian memandang poin-poin dalam tema KKN tahun ini sangat menjawab tantangan dinamika pembangunan desa modern. Menurutnya, fondasi kemajuan Indonesia berakar dari ketangguhan desa yang mandiri, kreatif, dan kompetitif.
Oleh karena itu, ia mendorong para mahasiswa agar tidak sekadar datang menyodorkan daftar program kerja kaku. Mahasiswa harus bertindak sebagai pendengar yang baik dalam menyerap aspirasi dan kebutuhan riil warga lokal. Dian meminta peserta KKN melahirkan inovasi yang praktis, murah, mudah dipahami, serta memiliki daya keberlanjutan.
“Jangan datang ke desa untuk menggurui. Datanglah dengan rendah hati, dengarkan persoalan masyarakat, lalu hadirkan solusi yang sederhana namun bermanfaat. Terkadang inovasi yang paling berdampak justru lahir dari ide-ide sederhana yang mudah diterapkan,” tekan Bupati Kuningan tersebut.
Tantangan Digitalisasi UMKM dan Ide Kreatif Tepat Guna
Dian juga mengajak kaum intelektual muda ini untuk memacu percepatan digitalisasi UMKM. Bertujuan agar pelaku usaha lokal mampu naik kelas melalui pemanfaatan teknologi informasi. Selain itu, mahasiswa memikul tugas untuk mengedukasi masyarakat seputar urgensi pelestarian alam dan ketahanan pangan. Hingga edukasi terkait efisiensi pemakaian energi guna menjawab tantangan global.
Ia bahkan mencontohkan beberapa terobosan sederhana yang berpotensi besar berkembang di pedesaan. Di antaranya yaitu rekayasa eceng gondok menjadi media tanam terapung. Serta penerapan teknologi ventilasi rumah hemat energi tanpa bantuan mesin pendingin ruangan (AC).
Dian meyakini sentuhan kreativitas semacam itu mampu menjadi jalan keluar yang murah dan ramah ekosistem. Sekaligus menyuguhkan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
Menutup arahannya, Dian menitipkan pesan mendalam agar seluruh peserta KKN senantiasa menjaga nama baik almamater Uniku. Terlebih menghormati hukum adat istiadat setempat, mengedepankan komunikasi yang santun, serta memosisikan warga desa sebagai mitra sejajar.
“KKN merupakan jembatan antara dunia kampus dengan kehidupan nyata. Tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga dibutuhkan kecerdasan emosional, sosial, dan spiritual. Ilmu yang dimiliki akan bernilai apabila mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Dian tegas.
Prosesi pelepasan ditandai secara simbolis lewat penyematan atribut KKN oleh Bupati Dian kepada perwakilan mahasiswa. Prosesi sebagai tanda resmi dimulainya masa bakti sosial di tengah masyarakat.
(Diskominfo Kuningan/Irfansyahriza)



