GARUT, FOKUSJabar.id: Bidang Hubungan antar Lembaga dan Komunikasi Publik Paguyuban Masyarakat Garut Utara (PM Gatra), Uus Sumirat menyebut, Kecamatan Cibatu memiliki potensi wisata yang cukup beragam. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, wisata budaya hingga wisata arung jeram (rafting) Sungai Cimanuk.
Sayangnya, wisata arung jeram tersebut belum di kembangkan secara optimal. Padahal, beberapa waktu lalu aliran Sungai Cimanuk telah di manfaatkan untuk kegiatan arung jeram yang melibatkan komunitas olahraga arus deras, Pemda dan masyarakat.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Peran Orang Tua Kembangkan Potensi Siswa
Menurut Dia, salah satu lintasan yang telah di gunakan adalah segmen Jembatan Mangkubumi hingga kawasan Beko yang memiliki karakter aliran cukup stabil dengan kombinasi jeram ringan hingga menengah. Sehingga memberikan pengalaman yang menarik bagi peserta.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa Sungai Cimanuk tidak hanya memiliki potensi secara fisik. Tetapi juga telah memiliki rekam jejak pemanfaatan sebagai lokasi wisata minat khusus.
Keberadaan Sungai Cimanuk yang berdekatan dengan kawasan bersejarah perkeretaapian Cibatu membuka peluang untuk di kembangkan.
Konsepnya, wisata terpadu yang menggabungkan wisata sejarah (heritage tourism), wisata edukasi, wisata alam dan wisata petualangan.
Uus mengatakan, aliran Sungai Cimanuk di wilayah Cibatu memiliki karakter yang cukup ideal untuk kegiatan arung jeram. Bentuk sungai yang berkelok, lebar aliran yang relatif memadai serta variasi elevasi menghasilkan beberapa jeram alami yang memberikan tantangan tanpa mengurangi aspek keselamatan apabila di kelola sesuai SOP.
BACA JUGA:
Disperkim Garut Sosialisasi dan FGD Perubahan Perbup Pengelolaan PSU Perumahan
“Pada musim normal, debit air Sungai Cimanuk relatif stabil. Sehingga memungkinkan kegiatan wisata berlangsung pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Di sepanjang aliran sungai juga masih terdapat vegetasi alami yang memberikan panorama menarik serta menciptakan suasana wisata berbasis alam yang asri,” ungkap Uus.
Karakteristik tersebut menjadi modal dasar dalam pengembangan wisata petualangan yang mengedepankan prinsip konservasi lingkungan, keselamatan pengunjung dan keberlanjutan kawasan.
Potensi Sungai Cimanuk bukan hanya berupa kajian teoritis. Melainkan telah di buktikan melalui pelaksanaan beberapa uji coba kegiatan arung jeram pada lintasan Jembatan Mangkubumi hingga Beko.
“Pelaksanaan kegiatan tersebut menunjukan hasil positif sekaligus menjadi bukti bahwa Sungai Cimanuk layak di kembangkan menjadi destinasi wisata arung jeram secara permanen,” imbuhnya.
Uus mengatakan, pengembangan kawasan wisata arung jeram Sungai Cimanuk merupakan salah satu strategi untuk mengoptimalkan potensi SDA Kecamatan Cibatu. Sekaligus memperkuat di versifikasi produk wisata Kabupaten Garut.
BACA JUGA:
PM Gatra Apresiasi Kajian Akademik Genealogi Raden Fatah dan Sunan Rumenggong
Dia menjelaskan, keberadaan Sungai Cimanuk yang melintasi kawasan Cibatu tidak hanya memiliki fungsi hidrologis dan ekologis. Tetapi juga menyimpan potensi sebagai destinasi wisata minat khusus yang memadukan unsur olahraga, petualangan, edukasi dan konservasi lingkungan.
Pengembangan wisata arung jeram di Cibatu tidak di arahkan sebagai objek wisata yang berdiri sendiri. Melainkan menjadi bagian dari konsep kawasan Cagar Wisata Cibatu yang mengintegrasikan warisan sejarah perkeretaapian, wisata alam, wisata budaya dan ekonomi kreatif.
“Sungai Cimanuk dekat dengan Stasiun Cibatu serta kompleks perumahan bersejarah karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dengan bgeitu memberikan peluang untuk menciptakan paket wisata terpadu yang menawarkan pengalaman berbeda di bandingkan destinasi lain di Kabupaten Garut,” ujarnya.
Melalui konsep tersebut, wisatawan dapat menikmati rangkaian aktivitas yang saling melengkapi. Mulai dari wisata sejarah perkeretaapian, jelajah kawasan heritage, wisata kuliner lokal hingga kegiatan arung jeram.
“Pengembangan kawasan wisata arung jeram tidak hanya berorientasi pada penyediaan sarana rekreasi. Namun juga menjadi instrumen pembangunan wilayah yang mendukung pelestarian lingkungan sungai, pemberdayaan masyarakat, penguatan identitas kawasan dan peningkatan daya saing pariwisata Cibatu sebagai destinasi wisata terpadu berbasis warisan budaya dan potensi alam,” katanya.
Dia mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan akan mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan ekonomi. Seperti penyediaan jasa pemandu arung jeram, penyewaan peralatan, transportasi lokal, penginapan, rumah makan, pusat oleh-oleh hingga usaha ekonomi kreatif.
“Efek berganda (multiplier effect) dari aktivitas tersebut akan memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat struktur ekonomi kawasan,” kata Uus.
Dari sisi sosial, pengembangan wisata arung jeram dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), koperasi maupun kemitraan dengan pelaku usaha dan komunitas olahraga arus deras.
Pengembangan kawasan juga berpotensi mendorong pelestarian lingkungan Sungai Cimanuk. Ketika sungai menjadi aset wisata yang memberikan manfaat ekonomi, masyarakat dan para pemangku kepentingan akan memiliki kepentingan bersama untuk menjaga kualitas air, melindungi sempadan sungai, mengendalikan pencemaran dan mempertahankan kelestarian vegetasi riparian.
Dengan demikian, pengembangan wisata arung jeram tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi. Tetapi juga memperkuat kesadaran terhadap pentingnya konservasi SDA.
BACA JUGA:
Diduga Ada Masalah, Deden Sopian Minta BPK Periksa Pembangunan RSUD Limbangan
Pada skala yang lebih luas, meningkatnya aktivitas pariwisata akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Garut. Baik dari penerimaan pajak hotel, restoran, hiburan, parkir hingga retribusi jasa pariwisata.
Oleh karena itu, pengembangan wisata arung jeram perlu di pandang sebagai bagian dari strategi pembangunan kawasan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan.
(Bambang Fouristian)



