spot_imgspot_img
Rabu 29 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kepala BGN Larang SPPG Gunakan Bahan Pangan dan Energi Subsidi

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono (Mas Dar) melarang keras seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan bahan pangan dan energi bersubsidi (MinyaKita, LPG 3 kilogram dan beras SPHP).

Larangan tersebut di terapkan agar subsidi pemerintah tetap tepat sasaran dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:

Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Menurun

Kepala BGN menegaskan, seluruh mitra penyedia makanan MBG wajib menggunakan bahan baku komersial. Bukan barang yang memperoleh subsidi dari pemerintah.

“Tidak boleh masak memakai MinyaKita, tidak boleh memakai LPG 3 kg dan tidak boleh memakai beras SPHP,” tegas Sudaryono di kutip jawapos.com, Rabu (29/7/2026).

Pihaknya meminta masyarakat maupun media melaporkan jika menemukan SPPG yang masih menggunakan barang bersubsidi.

Menurut dia, BGN akan memberikan sanksi hingga penutupan SPPG apabila pelanggaran tersebut terbukti.

“Jika awak media menemukan di sosmed silakan di laporkan, dapur mana menggunakan MinyaKita. Kita beri teguran surat peringatan. Kalau memang ngeyel, bandel kita tutup,” katanya.

Sudaryono mengatakan, program MBG juga di arahkan untuk menjaga harga komoditas di tingkat petani dan peternak.

Ia mencontohkan, komoditas telur yang sempat mengalami penurunan harga jauh di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Dalam kondisi tersebut, dapur MBG tetap di minta membeli telur sesuai harga acuan agar peternak tidak rugi.

“Harga telur yang harusnya HAP-nya Rp 25.000 di kandang, itu kemudian jatuh sampai Rp12.000-15.000 pernah tuh kemarin. Maka juga kemudian si Kepala Dapur harus membeli telur bukan kemudian 12.000-15.000, harus membeli telur di harga acuan pemerintah, untuk supaya memastikan stabilisasi harga, peternak tidak dirugikan,” jelasnya.

BACA JUGA:

Kepala BGN Pecat 261 Pegawai Non ASN dan Tenaga Ahli

Sudaryono menegaskan, salah satu tujuan MBG bukan hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi instrumen stabilisasi harga di tingkat produsen.

“Memang dari MBG ini untuk sebagai stabilisator pasokan dan stabilisator harga level paling bawah yang namanya flooring price supaya memastikan peternak petani itu kemudian tidak di rugikan,” tutup Mas Dar.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru