spot_imgspot_img
Senin 13 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Bogor Percepat Penataan Sungai dan Saluran Irigasi Rancabungur

BOGOR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor Jawa Barat (Jabar) terus mendorong upaya pemulihan fungsi sungai dan saluran irigasi di Kecamatan Rancabungur.

Langkah tersebut di lakukan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi serta partisipasi aktif masyarakat.

BACA JUGA:

Sekda Bogor Ajak ASN Tingkatkan Sense of Crisis Hadapi Tantangan Fiskal 2026

Upaya penataan juga menyasar keberadaan bangunan liar di kawasan sempadan sungai. Program ini di jalankan sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto guna mengurangi potensi banjir dan menjaga kelestarian lingkungan.

Pendekatan yang di lakukan tidak hanya berfokus pada penertiban fisik. Tetapi juga mengedepankan komunikasi dan kerja sama dengan warga.

Pemkab Bogor berupaya memastikan seluruh proses berjalan secara bertahap dan mendapat dukungan masyarakat.

Rangkaian kegiatan di awali dengan rapat koordinasi yang di gelar di tingkat Kecamatan Rancabungur pada Senin, 23 Juni 2026.

Pertemuan tersebut di hadiri oleh Forkopimcam Rancabungur, Satpol PP Kabupaten Bogor, kepala desa terdampak se-Kecamatan Rancabungur, PSDA, UPT Jalan dan Jembatan serta UPT Pengairan dan Irigasi.

Dalam pertemuan itu di sepakati bahwa pemerintah desa di berikan waktu selama 14 hari untuk melakukan pendataan sekaligus menyosialisasikan rencana penataan bangunan liar di sempadan sungai kepada masyarakat.

BACA JUGA:

Pemkab Bogor Gelar Kerja Bakti Akbar Tata Bersih Jalan Raya Jakarta–Bogor

Selama masa sosialisasi berlangsung, sejumlah pemilik bangunan menunjukkan dukungannya dengan membongkar bangunan secara sukarela.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengembalikan fungsi sungai dan saluran air.

Sejak Selasa, 24 Juni 2026, Pemerintah Kecamatan Rancabungur bersama pemerintah desa dan PSDA juga mulai melaksanakan normalisasi Sungai Cidepit secara manual.

Kegiatan di lakukan setiap hari dengan membersihkan sedimentasi, sampah serta berbagai material yang menghambat aliran air.

Sementara itu, pada Minggu, 29 Juni 2026, Forkopimcam Rancabungur bersama UPT Pengairan dan Irigasi serta Pemerintah Desa Candali melakukan peninjauan ke Sungai Cibeuteung sebagai persiapan pelaksanaan normalisasi.

Berdasarkan hasil peninjauan, kondisi sedimentasi di sungai tersebut tergolong cukup berat. Sehingga di butuhkan dukungan alat berat berupa PC200 Long Arm untuk mempercepat pekerjaan.

Sambil menunggu ketersediaan alat berat, masyarakat melaksanakan kerja bakti pembersihan sungai secara manual pada Minggu, 12 Juli 2026.

Kemudian pada Kamis, 9 Juli 2026, Pemerintah Kecamatan kembali menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pemilik bangunan liar di sepanjang Sungai Cidepit agar melakukan pembongkaran secara mandiri.

BACA JUGA:

Setelah Juara di Yogyakarta, Irfan Hakim Borong 14 Gelar Bergengsi di Bogor Koi Show 2026

Langkah tersebut mendapat respons positif dengan adanya sejumlah bangunan yang telah di bongkar oleh pemiliknya.

Camat Rancabungur, Dita Aprilia mengatakan, seluruh tahapan penataan di lakukan secara bertahap dengan mengedepankan komunikasi, pendekatan persuasif dan partisipasi aktif masyarakat.

“Kami mengedepankan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan. Sebelum penataan di lakukan, kami memberikan waktu kepada pemerintah desa untuk melakukan pendataan dan sosialisasi agar masyarakat memahami tujuan kegiatan ini. Yaitu mengembalikan fungsi sungai dan saluran irigasi demi kepentingan bersama. Alhamdulillah, sejumlah warga telah membongkar bangunannya secara mandiri sebagai bentuk dukungan terhadap program ini,” ujar Dita.

Ia menambahkan, meski proses normalisasi saat ini masih di lakukan secara manual sambil menunggu jadwal pengerahan alat berat, semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan fungsi sungai.

“Kami terus berkoordinasi dengan perangkat daerah agar dukungan alat berat dapat segera di terjunkan. Sambil menunggu, kami bersama masyarakat tetap melaksanakan pembersihan sungai secara manual,” kata Dita.

Dita mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai dan tidak mendirikan bangunan di sempadan sungai.

Menurutnya, kepedulian bersama sangat di butuhkan agar aliran air tetap lancar dan risiko banjir di wilayah Rancabungur dapat di minimalkan.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru