spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8250

Sosialis dan Religius, Begini HUT Brigez Indonesia ke 8 Diperingati di Ciamis

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id: OKP Brigez Indonesia Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis memepringati ulang tahun yang ke 8. Berbagai kegiatanpun digelar sejak Minggu (22/4/2018) hingg Senin (22/4/2018). Kali ini kegiatan yang mereka gelar lebih sosialis dan religius. Sedikitnya 800 an anggota Brigez Indonesia mengikuti kegiatan donor darah yang disambung dengan kegiatan religius menggelar acara manakiban.

Pengajian Manakiban Brigez Indonesia yan dimpimpin langsung oleh KH. Didin wakil talkin Mursyid TQN Surlyalaya Sirnarasa Ciamis, di Masjid Agung Kecamatan Rancah.

Ketua Brigez Indonesia DPC Rancah yang bertindak sebagai pelaksana Egi Sugiarto mengakatan, 8 Tahun Brigez Indonesia mengusung tema “Ketahanan NKRI, Kejayaan Agama dan Negara Menuju Peradaban Dunia”. Tema ini menjadi semangat anggota Brigez dalam berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan ini diharapkan silaturahmi antara anggota Brigez, ummat islam dan seluruh masyarakat bisa terjalin erat. Kami ingin semua tindak tanduk kita di tengah-tengah masyarakat bermanfaat, ” kata Egi.

Pembina Brigez Rancah Benny Andri Wisman mengungkapkan banyak terimakasih kepada pihak TQN Suryalaya Sirnarasa yang bersedia mendampingi anggota dalam berkegiatan kerohanian. “Sebelumnya ratusan anggota brigez berdzikir bersama di Ponpes Sirnarasa, sekarang menggelar manakib. Ini bukti hijrah Brigez Indonesia ke jalan yang lebih baik. Saya harap agenda Manakiban Brigez ini bisa berjalan tiap bulan,” ujar Benny.

Kegiatan Sosialis dan Religius dalam rangka HUT Brigez Indonesia ke 8 yang di gelar di Rancah ini mendapat apresiasi besar dari Kepala Desa Rancah Aman. ”Ini keren. Kegiatan ini mantap. Karena memang membangun itu bukan hanya membangun fisik tapi juga harus membangun mental Spiritual acara ini salah satu sarananya disamping itu mengadakan kegiatan yang positif. Bersosial dengan mendonorkan darah. Insya Allah darah yang telah didonorkan akan sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan,” kata Aman.

(DH)

LKS Tripartit Rekomendasikan Penataan Tenaga Kerja Asing di Jabar

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: – Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Jawa Barat merekomendasikan penataan Tenaga Kerja Asing (TKA). Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) usai Rapat Pleno LKS Tripartit Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Jl. Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Senin (23/4/18).

“Rekomendasi pertama, kita usulkan penataan Tenaga Kerja Asing di Jawa Barat. Harus ada pengaturannya,” kata Aher yang juga Ketua LKS Triparti Provinsi Jawa Barat.

Rekomendasi ini merupakan hasil Rapat Koordinasi antara LKS Tripartit Provinsi Jawa Barat dengan LKS Tripartit Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, selama masa bhakti Badan Pekerja LKS Tripartit Jawa Barat Masa Bhakti 2015-2018.

Untuk menangani TKA, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Jawa Barat Ferry Sofwan Arief mengatakan, perlu penguatan dan perluasan keanggotaan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) . Hal itu juga karena terbatasnya kantor keimigrasian yang ada di kabupaten/kota.

“Kantor imigrasi tidak semua di kabupaten/kota ada, jadi Timporanya belum semua bergerak,” tukas Ferry.

“Harus ada upaya dari kabupaten/kota masing-masing tentu dicontohkan dengan Timpora Provinsi Jawa Barat yang memperluas Timpora dengan berbagai instansi terkait agar bisa bergerak lebih baik, dan melakukan pengawasan lebih luas,” tambahnya.

Badan Pekerja LKS Tripartit Jawa Barat akan berakhir masa bhaktinya pada 25 Mei 2018 nanti. Ada dua rekomendasi yang diusulkaan LKS Tripartit Jabar 2015-2018 kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Selain tentang Penataan Tenaga Kerja Asing, direkomendasikan pula revisi Peraturan Daerah (Perda) No. 6 Tahun 2014 tentang Ketenagakerjaan.

“Ada juga usulan enam raperda (Rancangan Peratura Daerah) tentang detail-detail ketenagakerjaan,” ungkap Aher.

Keenam Raperda tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh Pemprov Jawa Barat. Diantaranya:

1. Raperda tentang Pengawasan Ketenagakerjaan,

2. Raperda tentang Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertebtu (PKWT) dan Outsoursing,

3. Raperda tentang Penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) di wilayah Jawa Barat.

4. Raperda tentang Pelaksanaan dan Penerapan Struktur dan Skala Upah

5. Raperda tentang Pelaksanaan Pemagangan dan Sertifikasi, dan

6. Raperda tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).

Kadisnakertrans Jabar Ferry Sofwan Arief menjelaskan, bahwa rekomendasi-rekomendasi tersebut akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Terpilih Hasil Pilkada 2018. Karena tidak mungkin rekomendasi-rekomedasi tersebut dilakukan dalam waktu yang singkat, terlebih masa jabatan Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2018 akan berakhir pada Juni 2018.

“Usulan-usulan ini akan diteruskan kepada pimpinan (Gubernur Jabar) yang berikutnya. Kecuali apabila raperda tidak memungkinkan – karena usulan raperda (ke DPRD) itu harus setahun sebelumnya, yang paling memungkinkan adalah Rapergub (Rancangan Peraturan Gubernur),” papar Ferry.

Sebelum berakhirnya masa kerja, LKS Tripartit Provinsi Jawa Barat juga akan menggelar Rakor dengan LKS Tripartit Kabupaten/Kota Tahun 2018. Rakor ini akan mengangkat Tema: “Kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Menghadapi Ekonomi Digital di Sektor Ketenagakerjaan”.

“Ekonomi digital ini berdampak pada regulator untuk membuat regulasi, sumber daya manusia seperti apa yang dibutuhkan ke depan,” tutur Aher dalam rapat pleno.

Lanjut Aher, tak hanya di bidang ekonomi. Digitalisasi juga berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Sistem otomatisasi dan robotika yang sudah diterapkan beberapa perusahaan telah berdampak pada pengurangan tenaga kerja.

“Dampaknya tenaga kerja yang diserap akan semakin sedikit dari sisi jumlah. Tapi semakin kuat dari sisi keahlian. Ke depan juga berdampak pada regulasi, pendidikan, kebijakan,” ucap Aher.

“Dan saat ini belum ada perbincangan tentang SDM yang diperlukan untuk era digital ekonomi, baru pada tataran pembicaraan tentang dampaknya,” pungkasnya.

(DAR/HUMAS JABAR)

Demi UNBK, Pemkot Gelontorkan 55 Milyar

0
UNBK
Kadisdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana saat memantau pelaksanaan UN SMP. (FOKUSJbar/ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: ‎Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP di Kota Bandung, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung anggarkan sekitar Rp55 milyar. Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan sekitar 5000 laptop dan 85 persen.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana menuturkan, kesiapan secara teknis tersebut diharapkan ‎mampu menstabilkan kemampuan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar maupun kegiatan ujian nasional berbasis komputer ini. Dari total laptop yang disiapkan tersebut, sebagian sudah dibagikan lebih awal ke sekolah-sekolah dan sebagian besar lagi disiapkan sebagai cadangan.

“Selain itu, di setiap sekolah, kita menyiapkan tenaga teknisi yang siap dalam segala hal selama ujian berlangsung. Dan setiap sekolah pun menyiapkan komputer cadangan jika ada masalah teknis. Dengan persiapan yang matang ini, kita harapkan pelaksanaan UNBK SMP di Kota Bandung tahun ini berjalan lancar,” ujar Elih saat ditemui saat memantau pelaksanaan pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kota Bandung ‎pada hari pertama di SMP 2 Bandung, Jalan Sumatera Kota Bandung, Senin (23/4/2018).

BACA JUGA: Jelang UNBK, SMAN 3 Bandung Gelar Try Out Bersama

Untuk pelaksanaan UNBK SMP tahun 2018, Kota Bandung menargetkan 100 persen kelulusan dan pelaksanaan. Berbagai kesiapan teknis yang sudah‎ dilakukan Pemkot Bandung ditambah kesiapan siswa, diharapkan target tersebut bisa tercapai.

“Secara teknis, dari hasil pemantauan hari ini, setiap komputer lancar ‎dan tidak ada gangguan teknis. Selain itu, para siswa pun sudah siap menjalani UN dengan basis teknologi ini. Pengawasan selama ujian pun dilakukan dengan lebih mengedepankan kenyamanan suasana sehingga siswa lebih tenang menjalani ujian,” terangnya.

Terkait persentase soal ujian, Elin menambahkan jika soal yang diujikan bersifat merentang. ‎Mulai dari soal ujian yang mudah, sedang hingga yang sulit.

‎”Komposisinya sudah ditentukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik Balitbang Kemendikbud). Biasanya proporsinya itu sekitar 20 sampai 30 persen merupakan soal sulit, 60 persen dengan tingkat kesulitan sedang, dan 10-20 persen dengan tingkat kesulitan mudah atau ringan,” pungkasnya.

(ageng)

Jika Diperintahkan Partai, Ineu Siap Nyalon DPR RI

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ineu Purwadewi Sundari siap ditempatkan dimana saja jika partai yang memerintahkan. Termasuk jika diperintahkan untuk nyalon DPR-RI.

“Tapi saya belum memikirkan pileg 2019, pileg bagaimana nanti,” kata Ineu, Senin (23/4/2018).

Ineu adalah anggota DPRD Jawa Barat dari Dapil Sumedang Majalengka dan Subang. Dia adalah  salah satu perempuan di Jawa Barat yang sukses di bidang politik. Bahkan, Ineu merupakan wanita pertama yang berhasil menjadi Ketua DPRD Jawa Barat periode 2014-2019.

Wanita kelahiran Semarang tahun 1975 itu kepada wartawan mengaku, belum sempat memikirkan Pemilihan Legislatif (Poleg) 2019 nanti. Namun, katanya, dia sanggup jika diperintahkan partai menyalonkan untuk DPR RI.

“Gimana partai aja,” singkatnya.

Ineu mengaku sulit menjadi perempuan yang aktif di bidang politik, apalgi mejabat sebagai Ketua DPRD Jawa Barat. Terkadang, katanya, kepentingan keluarga harus ditinggalkan demi kepentingan di DPRD.

“Karena kepentingan yang lebih besar harus diutamakan. Konsekuensi, harus berbagi waktu untuk keluarga dan menjadi seorang wakil rakyat,” ucapnya.

(Ibenk/DAR)

37.186 Siswa SMP di Kota Bandung Ikut UNBK

0
Siswa SMP
UN SMP di Kota Bandung 2. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 37.186 siswa SMP di Kota Bandung mulai Senin (23/4/2018) mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hingga Kamis (26/4/2018).

Dari total siswa SMP yang mengikuti UNBK, sebanyak tiga orang siswa melaksanakan ujian di Rumah Sakit di hari pertama, Senin (23/4/2018).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana menutukan, jumlah total siswa di Kota Bandung tersebut mengikuti pelaksanaan UNBK SMP tahun 2018 berasal dari sekitar 245 sekolah di Kota Bandung.

Dengan rincian, 159 sekolah menggelar UNBK Mandiri atau di sekolah masing-masing dengan jumlah siswa sebanyak 22.515 siswa.

Dan 86 sekolah menggelar ujian dengan bergabung bersama sekolah lain. Termasuk menggunakan fasilitas SMA/SMK di Kota Bandung, dengan jumlah siswa sebanyak 14.671 siswa.

BACA JUGA: Siswa SMPN 2 Ciamis Torehkan Banyak Prestasi

“Pada hari pertama ini, ada tiga siswa yang berasal dari SMP 9, SMP 20, dan SMP swasta melakukan ujian di rumah sakit. Itu atas permohonan mereka sendiri yang ingin mengikuti ujian sesuai jadwal. Sehingga tetap kami layani sesuai SOP dengan menyiapkan kertas dan pensil,” ujar Elih saat di temui di sela-sela pemantauan UNBK SMP Kota Bandung di SMP 2, Jalan Sumatera Kota Bandung, Senin (23/4/2016).

‎Selain pelaksanaan UNBK sesuai jadwal yang di mulai Senin (23/4/2018), pihaknya menyebut jika siswa belum mengikuti masih bisa menjalani ujian susulan usai pelaksanaan UNBK selesai.

Khusus untuk pelaksanaan ujian susulan, akan di lakukan pada 8-9 Mei 2018.

“Jadi kalau pun pada ‎UNBK yang sesuai jadwal di gelar mulai hari ini hingga Kamis (26/4/2018), ada siswa yang tidak ikut karena sakit atau keterangan lain, mereka masih bisa ikut ujian susulan. Pemerintah sudah siapkan jadwal ujian susulannya,” tegasnya.

(ageng)

Anak Perlu Dimotivasi Agar Terbiasa Membaca Buku

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dalam Rangka Hari Buku sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April, Taman Kanak-kanak (TK) Nurulamah Cinunuk, Kecamatan Cileunyi Kota Bandung melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan Provinsi Jawa Barat di Jalan Kawuyaan Indah II, Buahbatu, Kota Bandung.

Guru TK Nurulamah, Rojanah, mengatakan kunjungan yang dilakukan bersama puluhan muridnya merupakan salah satu cara untuk meningkatkan minat baca anak.

“Kita mengenalkan buku terlebih dahulu pada anak, mereka harus suka buku dahulu. Anak memang perlu motivasi agar terbiasa membaca,” katanya.

Dia juga mengatakan, mengunjungi perpustakaan merupakan salah satu cara memotivasi anak agar cinta pada membaca. Pada saat membaca buku, katanya, anak terpancing untuk berani bertanya yang tidak mereka fahami. Hal itu, lanjutnya, membuat anak mempunyai banyak pengetahuan.

“Di perpustakaan ini, selain banyak sekali koleksi buku anak. Ada beberapa permainan yang membuat anak suka bermain di perpustakaan,” ujarrnya.

Namun, katanya, kehadiran teknologi yang canggih seperti Handphone (HP) membuat semua orang bisa membaca tanpa harus pergi ke perpustakaan.

“Tapi hal itu kurang baik untuk anak. Anak tidak diperkenankan untuk mengenal HP,” ujarnya.

(Ibenk/DAR)

UNBK SMP di Ciamis Molor 20 Menit

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Ciamis mengalami keterlambatan sekitar 20 menit. Untuk pelajaran Bahasa Indonesia seharusnya harus dimulai pada pukul 7.30 molor jadi  pukul 08.00.

“Memang benar ada keterlambat kareba t server error,” kata Penjabat Bupati Kabupaten Ciamis Dedi Mulyadi. Senin (23/4/2018). Dedi melakukan pemantauan ke sejumlah sekolah untuk melihat pelaksanaan UN di Ciamis.

Dedi menjelaskan, adanya server yang error tersebut bukan hanya terjadi di Kabupaten Ciamis saja tetapi menyeluruh secara nasional namun setelah beberapa waktu kemudian server kembali normal.

“Pada pelaksanaan UNBK tahun kedua ini semua sekolah yang ada di Kabupaten Ciamis sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer ini,” jelasnya.

Dedi melanjutkan, memang diakui kendati semua sekolah sudah melaksanakan ujian nasional berbasis komputer masih ada empat sekolah dalam pelaksanaanya bergabung dengan sekolah lain.

“Semua sudah dipersiapkan dengan baik termasuk menyediakan genset bila-sewaktu aliran listrik padam,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/DAR)