spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8249

Berbagai Indikator Penting dalam Rasio Keuangan bank bjb Cukup Terjaga

0

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Di sisi pendanaan, dengan komitmen bank bjb untuk terus meningkatkan pelayanan demi memahami masyarakat Indonesia dan didukung dengan pengembangan IT yang baik untuk mempermudah layanan transaksi nasabah dengan cepat, aman dan nyaman, telah mendukung bank bjb untuk mempertahankan pertumbuhan dana pihak ketiga pada tingkat yang sehat. Total DPK di triwulan 1 tahun 2018 ini berhasil dicatatkan oleh bank bjb sebesar Rp. 87 Triliun atau tumbuh sebesar 11,3 % year on year dimana berhasil tumbuh diatas pertumbuhan DPK Industri per Februari sebesar 8,44%. Rasio-rasio keuangan dapat terjaga dengan baik dimana Net Interest Margin (NIM) berada pada level 6%, ROA dan ROE berada pada level 1,6% dan 17,2%, sedangkan tingkat NPL tetap kita pertahankan dibawah 2% yaitu sebesar 1,6%. (dibawah NPL Industri per bulan Februari 2018 sebesar 2,88%).

Berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup terjaga dengan baik, selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset. LDR berada pada level yang sehat yakni sebesar 81,6% dan kami akan terus mengoptimalkan LDR ke level yang lebih tinggi agar NIM menjadi lebih optimal. Seiring dengan keberhasilan bank bjb meningkatkan laba, maka rasio permodalan atau CAR terjaga di level 17,3%.

“Guna meningkatkan kualitas struktur pendanaan, pada triwulan II tahun 2018 ini bank bjb akan melakukan proses penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) 1 obligasi bank bjb tahap II tahun 2018, dimana penerbitan surat berharga ini merupakan kelanjutan dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) 1 obligasi bank bjb dan subordinasi bank bjb tahap I tahun 2017, dengan total target dana yang diperoleh sebesar 2 Triliun. Kami harapkan dengan adanya diversifikasi ini, dapat meningkatkan kualitas struktur pendanaaan yang kami miliki sehingga memberikan keleluasaan bagi bank bjb dalam melakukan ekspansi kredit di masa-masa yang akan datang.” Tambah Irfan.

(HW)

Sampah TPA Ciangir Diteliti Ahli Kementerian

0
Sampah
Perwakilan Ekonid Jerman Bersama Kepala Dinas LH Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Sampah-sampah yang ada di Kota Tasikmalaya terutama yang dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciangir Kec.Tamansari Kota Tasikmalaya mendapat perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup Federal Jerman dengan mengirim tenaga ahli pengelolaan sampah untuk melakukan penelitian terkait kandungan apa saja yang terdapat dalam sampah.

Perwakilan Kementerian LH Republik Federal Jerman Wuranto mengatakan, beberapa tenaga ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup Jerman datang ke Kota Tasikmalaya mereka ditugaskan untuk melakukan penelitian kandungan sampah yang ada di Kota Tasikmalaya khususnya di TPA Ciangir”tenaga ahli jerman akan bekerjasama dengan Pemkot Tasikmalaya dan Unsil, nantinya akan melakukan pendataan dan analisa sampah yang ada di Ciangir, hasil analisa tersebut nantinya akan disampaikan ke Jerman untuk dianalisa data mengenai teknologi apa yang cocok untuk pengelolaan sampah di Ciangir agar bisa bernilai ekonomis,”ujar Wuranto saat di Balaikota Tasikmalaya yang diterima Dinas LH Kota Tasikmalaya di ruang rapat Sekda Kota Tasikmalaya Senin (23/04/18).

”nantinya hasil analisa akan dapat diketahui teknologi yang akan dipakai untuk mengelola sampah Ciangir sehingga bisa bernilai ekonomis misalnya mungkin sampah bisa diolah menjadi bahan bangunan, jadi aspal, jadi bangku termasuk kebutuhan-kebutuhan lainnya yang bermanfaat bagi Masyarakat,”tuturnya.

BACA JUGA: Selama PSBB, Sampah di Kota Bandung Turun 5,2 Persen

Dia pun menjelaskan, program teknologi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Republik Federal Jerman sudah banyak di Indonesia dan berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat”banyak teknologi dari Jerman yang bisa diterapkan di sini dan banyak dipergunakan oleh pengusaha dan investor,”paparnya.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya Dudi Mulyadi menyambut baik dengan program penelitian dan analisa oleh tenaga ahli dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Jerman yang akan mengelola sampah di TPA Ciangir menjadi bernilai ekonomis”kita menunggu kepastian dari Federal Jerman terkait teknologin apa yang akan digunakan untuk pengelolaan sampah agar bermanfaat dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, dan tentunya ada mekanisme dan aturan terkait komitmen Pemkot Tasikmalaya dan Pemerintah Federal Jerman,”ungkap Dudi.

Ditambahkan, dengan adanya teknologi yang cangih dari Jerman, sistem pengelolaan sampah di Ciangir akan lebih berkualitas dan bernilai ekonomis”sejauh ini cara pengelolaan sampah di TPA Ciangir masih manual sehingga belum mampu didaur ulang dengan maksimal yang bisa bernilai ekonomis,”pungkasnya.

(Seda)

Ardi Idrus : Rico Cepat, Saya Bisa Cepat

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persija Jakarta akan menjadi lawan tanding Persib Bandung pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018 yang rencanannya akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Pada pertandingan pekan keenam ini, pemain belakang Persib Ardi Idrus berpeluang head to head dengan Rico Simanjuntak yang memiliki kecepatan.

Menanggapi hal tersebut, Ardi mengaku tak takut, mantan pemain PSS Sleman ini siap menampilkan permainan terbaiknya agar lini pertahann Persib sulit ditembus lawan.

“Orang banyak yang bilang suruh saya jaga Rico, menurut saya Rico manusia, saya manusia itu saja. Kalau dia cepat saya bisa cepat, dia manusia saya manusia,” kata Ardi, Senin (23/4/2018).

Sipardi Nasir dan Febri Hariyadi (Bow), dipastikan absen pada pertandingan menghadapi Macan Kemayoran. Meski begitu, Ardi menilai timnya masih memiliki banya stok pemain berkualitas.

“Menurut saya kekuatan semua Persib semua sama, siapapun bila Bow gak main di posisi Bow, saya rasa sama aja, karena pelatih, kita bagus, pemain kita bagus itu dari pelatih, karena kita main sesuai instruksi pelatih,” ucapnya.

(Arif/DH)

Setelah Menghadapi Borneo Kondisi Pemain Persib Bugar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung baru saja meraih kemenangan setelah menaklukan Borneo FC dengan skor 3-1 di Stadion Gelor Bandung Lutan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (21/4/2018).

Seusai pertandingan tersebut, dokter tim Persib Raffi Ghani menuturkan, pemain Maung Bandung dalam kondisi bugar, termasuk Dedi Kusnandar yang absen dilaga kontra Borneo, karena sebelumnya mengalami cedera.

“Keseluruhan yang terakhir Dado Alhamdulillah kondisinya sudah sembuh,” kata Rafi, Senin (23/4/2018).

Selain itu, Ardi Idrus yang harus ditarik keluar saat menghadapi Borneo, dipastikan kondisinya bugar. Walaupun sempat mengalami keluhan saat pertandingan dan harus ditarik keluar.

“Terus yang dikhawatirkan Ardi pada saat kemarin tanding tapi ternyata tidak ada masalah apa-apa. Jadi setelah istirahat dan selesai istirahat enggak ada apa-apa. Gak ada cedera,” jelasnya

(Arif/DH)

Pemprov Jabar Berkomitmen Terus Benahi BUMD

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG,FOKUSJabar.id; Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan pihaknya terus berkomitmen membenahi Badan Usaha Milik daerah (BUMD) Pemprov Jawa Barat. Ke depan pemerintah daerah harus memiliki orietasi pengawasan dan penyehatan terhadap BUMD.

“Sejak 2008 kita terus melakukan pembenahan, sebagiannya sudah berhasil sehat, sebagian lagi masih dalam penyehatan,” ujar Aher ditemui usai Rapat Kerja Pansus I terkait LKPJ Tahun Anggaran (TA) 2017 dan Akhir Masa Jabatan Gubernur Jawa Barat 2013-2018 di Ruang Rapat Banmus Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Jl. Diponegoro No. 27, Kota Bandung, Senin (23/4/17).

“Saya kira ke depan kita harus punya orientasi BUMD ini harus dipantau terus dan disehatkan, dirasionalkan,” tambahnya.

Selan itu, Aher menambahkan porsi tenaga kerja di BUMD tertentu terlalu besar. Hal itu menjadi beban bagi BUMD. Di sisi lain, Pemprov Jawa Barat juga tidak bisa melakukan PHK karena perlu ada pembiayaan APBD.

“Tadi (rapat kerja) juga mencuat ke permukaan tentang kebanyakan tenaga kerja pada BUMD-BUMD tertentu. Ini menjadi beban bagi BUMD,” kata Aher.

DPRD Jabar menilai BUMD harus bisa memberikan kontribusi lebih pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). BUMD tidak efektif lebih baik digabung atau merger. Ketua Pansus I Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) TA 2017 dan Akhir Masa Jabatan (AMJ) DPRD Jabar, Gatot Cahyono menyatakan bahwa pembenahan BUMD akan menjadi “Pekerjaan Rumah (PR)” untuk Gubernur Jabar 2018-2023.

“BUMD kita faktanya memang ada yang jalan bagus, setengah bagus, semaput. Sudah sampai ke tingkat seperti itu dan banyak juga anak perusahaannya yang tidak jalan,” jelas Gatot dalam rapat kerja.

“Saya kira ini “PR” buat Gubernur yang akan datang,” pungkasnya.

DPRD Jabar Apresiasi Capaian Pemprov Jawa Barat

Terkait LKPJ TA 2017, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengapresiasi capaian-capaian yang diraih Pemprov Jawa Barat di bidang pembangunan infrastruktur dan kemasyarakatan. Seperti Catur Sukses Penyelenggaraan PON XIX Jabar 2016 dan pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka.

“Di penghujung masa jabatan Gubernur ini, masyarakat Jawa Barat memperoleh kado terindah, yaitu akan diresmikannya Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka. Yang Insyaallah merupakan bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno-Hatta,” tutur Ineu dalam rapat kerja.

“Harapannya akan memberikan pengaruh yang sangat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” lanjutnya.

Apresiasi lain juga diberikan kepada Pemprov Jawa Barat di bawah kepemimpinan Aher. Gubernur asal Kabupaten Sukabumi ini akan mendapat penghargaan tertinggi dari Presiden RI, Parasamya Purnakarya Nugraha. Penghargaan akan diberikan Presiden Jokowi pada 25 April 2018 di Jakarta.

“Apresiasi lain di penghujung kepemimpinan saudara (Gubernur), juga telah diraih penghargaan Parasamya Purnakarya Nugeraha dari Pemerintah Pusat atas kinerja yang dinilai baik dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Barat,” ucap Ineu.

“Undangannya sudah kami terima, Pak Gubernur. DPRD diminta untuk menyaksikan. Insyaallah kami hadir,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait LKPJ TA 2017 ada beberapa hal yang menjadi penekanan Pansus I DPRD Jabar. Ketua Pansus I Gatot Cahyono juga sangat mengapresiasi capaian-capaian yang diraih Pemprov Jawa Barat. Seluruh indikator ekokomi berjalan baik dan capaian investasi cukup tinggi.

“Namun, dalam implementasinya masih ada persoalan kemiskinan yang secara angka masih cukup besar,” tandas Gatot.

Selain itu, kata Gatot meskipun masukan investasi PMA dan PMDN cukup besar hingga mencapai Rp 400 Triliun. Pansus I menilai ketimpangan tenaga kerja masih cukup besar di daerah atau hampir 8%. Hal lain yang menjadi pertanyaan Pansus I juga terkait penataan aset PON XIX Jabar 2016.

Menanggapi hal itu, Aher menjelaskan bahwa pada 2008 angka kemiskinan Jabar di angka 15% lebih. Namun, capaian angka kemiskinan 7,8% saat ini sangat diapresiasi Pemerintah Pusat. Jauh lebih rendah dibanding provinsi lain.

“Mudah-mudahan ke depan dengan e-KTP bisa lebih baik. Karena e-KTP menghadirkan data kependudukan by name by address. Tidak akan ada double data,” jelas Aher.

Terkait investasi, kata Aher Penaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang masuk ke Jabar melalui proyek-proyek padat modal. “Besar modalnya, tenaga kerjanya kecil. Seperti pabrik ban punya Korea di Karawang, pabriknya 60 hektar tapi tenaga kerjanya hanya 3.000 orang,” jelasnya.

Hal lain yang menjadi penyebab ketimpangan tenaga kerja, yaitu penerapan teknologi oleh perusahaan-perusahaan. Semakin tinggi teknologi yang digunakan perusahaan akan semakin mengurangi jumlah tenaga kerja.

“Hadir juga modal-modal besar, sepertinya di sektor hulu. Sektor hulu, kecil penyerapan tenaga kerjanya. Jadi, yang harus kita pikirkan bersama ke depan bagaimana regulasi pada saat produksi besar tapi hanya memerlukan tenaga kerja sedikit. Kita harus sambil berpikir bagaimana membangun sebuah regulasi pembentukan SDM lewat pendidikan, model apa yang kita harus lakukan ke depan. Ini cukup berat,” papar Aher.

Sementara mengenai fasilitas PON, hingga saat ini venue-venue PON XIX Jabar didayagunakan dengan baik. “Fasilitas PON ini yang terpenting didayagunakan dengan baik, tidak nganggur, tidak mangkrak seperti provinsi penyelenggara PON yang lain,” pungkasnya.

(DH)

Dilaporkan sebagai Pengedit Meme, Ini Kata Yudi Kamsut

0
ppp fokusjabar.id
Yudi Muhamad Aulia, Majelis Pakar DPW PPP Jawa Barat

GARUT, FOKUSJabar.id : Sebagai warga Negara yang baik dan taat hukum, Yudi Muhammad Aulia (Yudi Kamsut) memenuhi undangan Panwaslu Kabupaten Garut, Senin (23/4/2018).

Seperti di ketahui, Yudi Kamsut di laporkan Mulyadi salah satu tim relawan Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Garut, Rudy-Helmi terkait tulisan di gambar Paslon no1 yang dia share di grup Pilkada.

BACA JUGA:

Kecamatan Sukaresmi Gelar Kencana, SSC Garut Sosialisasi Mitigasi Bencana

Terlapor Yudi Kamsut mengatakan, dia telah di mintai klarifikasi oleh Panwaslu Kabupaten Garut terkait tulisan yang tertera di gambar Paslon petahana. Yakni, “ Menuju Garut Banjir, Rumah Sakit Kumuh, Gunung Beak.”

“ Saya di laporkan sebagai pengedit Meme Paslon No1,” beber Yudi, Senin (23/4/2018) malam.

Menurutnya, dia akan balik bertanya kepada pihak Panwaslu Garut atas tuduhan yang di alamatkan terhadap dirinya yang mengedit tulisan tersebut.

Yudi mengaku, dirinya hanya menshare ulang (melanjutkan) postingan gambar tersebut yang sudah ada di grup Pilkada. Anehnya lagi, orang yang pertama kali mengunggahnya tidak di laporkan.

“ Saya memposting ulang meme yang sudah ada di grup Pilkada. Terlebih, meme tersebut sesuai fakta yang terjadi. Jadi saya anggap, itu hanya sebuah kritikan saja,” sebut Yudi Kamsut.

(Andian/Bam’s)

Ini Beberapa Poin yang Dibahas Dalam Rapat Pansus 1 DPRD Jabar Tadi

0
Pelaksanaan Rapat Pansus 1 DPRD Jabar Bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Senin (23/4/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Rapat Panitia Khusus (Pansus) 1 untuk membahas Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) 2017 digelar di Gedung Banmus DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar) Senin (23/4/2018).

Rapat tersebut dihadiri langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari.

Ada beberapa isu yang terungkap dalam rapat tersebut diantaranya, DPRD Jabar menilai beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar yang masih semaput (kurang sehat). Lalu, Sekretaris Daerah (Setda) Jabar dinilai masih belum banyak berperan di dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Berikutnya, ada catatan tentang kabupaten/kota di Jabar yang masih mendapat nilai C dalam hal akuntabilitas publik. Lalu, rapat juga membahas nama untuk Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Aher menegaskan, isu-isu yang terungkap tersebut menjadi bahan evaluasi. Seperti BUMD, katanya, pihaknya sudah melakukan pembenahan sejak tahun 2008.

“BUMD ini ada yang sehat, ada yang sakit banget. Kedepannya, BUMD masih punya orientasi. Harus disehatkan dan dirasionalkan,” ujar Aher.

Sementara Ineu mengatakan, hasil rapat Pansus 1 DPRD Jabar bersama Gubernur Jabar tersebut akan menjadi bahan persiapan untuk rekomendasi yang akan disampaikan DPRD pada 2 Mei 2018 mendatang.

(Ibenk/DH)