spot_imgspot_img
Kamis 8 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8248

Didukung 30. 000 Relawan, Asyik Siap Lahirkan Jutaan Wirasusahawan

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) memantapkan program Asyik Preuneur. Melalui salah satu program unggulannya itu, Asyik bertekad membuka dua juta lapangan kerja baru.

Untuk mewujudkan hal itu, sekitar 30 ribu relawan mulai direkrut sebagai bagian dari peneguhan komitmen terhadap program ekonomi pasangan Asyik.

Senin (24/4) lalu, seluruh koordinator Asyik Preuneur dari 27 kabupaten/kota telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Cawagub Ahmad Syaikhu di Bekasi.

“Kami konkretkan program Asyik Preneur dengan mempersiapkan 30 ribu relawan,” tegas Syaikhu, Selasa (24/4/2018).

Menurut dia, program Asyik Preuneur digulirkan untuk menyejahterakan masyarakat Jabar sesuai visi yang diusung pasangan Asyik, yakni mewujudkan Jabar sebagai provinsi termaju, bertakwa, aman dan sejahtera.

“Para relawan akan mempersiapkan target pencapaian 30 ribu enterpreneur baru dan mempersiapkan penyerapan 2 juta lapangan kerja baru,” jelas dia.

Syaikhu berharap, Asyik Preuneur menjadi wadah untuk melahirkan para wirausaha baru, khususnya kalangan muda yang memiliki semangat usaha yang tinggi dan kreatif. Asyik Preuneur pun diharapkan menumbuhkan semangat masyarakat yang memiliki keahlian untuk berwirausaha.

“Di dalamnya terdapat tiga hal, pertama wirausaha teknologi seperti desain grafis, fotografi, dan sebagainya. Kedua, wirausaha pertanian, dan terakhir wirausaha di bidang perikanan,” jelas Syaikhu.

Syaikhu menegaskan, meskipun merupakan bagian kampanye pasangan Asyik jelang Pilgub Jabar 2018, namun program Asyik Preuneur tidak akan bergantung pada hasil Pilgub Jabar 2018. Pihaknya akan terus melaksanakan Asyik Preuneur agar masyarakat Jabar sejahtera.

Terlebih, kata dia, geliatnya sudah sangat bagus da menarik banyak pihak. Pihaknya akan konsisten dalam pengembangan program ini.

“Memang ini bagian dari program kampanye, tapi saya berusaha agar program ini tidak hanya janji dan tidak terkait ada atau tidak adanya pilkada,” tegas Syaikhu.

Untuk diketahui, pasangan Asyik telah meluncurkan Asyik Preneur, Kamis (12/4/2018, Asyik Preuneur digadang-gadang merupakan program lanjutan yang telah dirintis oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan yang telah sukses mencetak sekitar 120 ribu wirausahawan baru selama masa kepemimpinannya.

(LIN)

DPD Hanura Jabar Alihkan Dukungan dari Rindu ke Hasanah

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Partai Hanura Jawa Barat mengalihkan dukungannya dari pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) ke pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah).

Atas peralihan dukungan tersebut, Ketua Tim Pemenangan Hasanah Abdy Yuhana menyatakan apresiasinya.

“Ini bentuk kepercayaan yang diberikan kepada kami, dan dalam waktu dekat akan dikonsolidasikan, termasuk di kabupaten/kota,” kata Abdy di kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Selasa (24/4/2018).

Dukungan dari Hanura itu, kata Abdy, semakin mengukuhkan langkah Hasanah menuju kemenangan di Pilgub Jabar 2018.

” Dalam waktu dekat Hasanah akan menggelar kampanye akbar, dalam acara tersebut akan diumumkan surat resmi dukungan Hanura Jabar kepada Hasanah,” tegas Abdy.

Sementara itu, Ketua DPD Hanura Jabar Wisnu Purnomo menegaskan bahwa Hanura Jabar resmi mengalihkan dukungan dari pasangan Rindu ke Hasanah.

Saat ini, kata dia, sebanyak 1,1 juta pemilih di Jabar yang memilih Hanura saat Pileg lalu akan dialihkan ke Hasanah.

“Pengalihan ini kami lakukan karena visi-misi yang konkrit dari pasangan Hasanah,” jelas Wisnu di kantor DPD PDIP Jabar.

(LIN)

Yossi – Aries Siap Benahi Pasar Tradisional dan Menambah Pasar Wisata di Kota Bandung

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung nomor urut 2 Yossi Irianto-Aries Supriatna berjanji membenahi pasar-pasar tradisional di Kota Bandung yang masih kumuh, menjadi pasar yang bersih, tertata dan ramai pengunjung.

Calon Wakil Wali Kota Bandung Aries Supriatna mengatakan bahwa persoalan yang dihadapi sejumlah pasar tradisonal di Bandung adalah kondisi pasar yang kotor, kumuh dan sepi pengunjung, sehingga banyak pedagang yang gulung tikar.

Padahal menurut Aries, kondisi pasar yang kumuh dan sepi pengunjung saling berkaitan. Menurut dia, salah satu penyebab sepinya pengunjung di pasar tradisional adalah karena kondisi pasar yang kumuh dan karut marut.

Ke depan pasar-pasar tradisional harus dibenahi agar menjadi pasar yang bersih dan tertata tanpa menghilangkan ciri khasnya sebagao pasar tradisional.

“Intinya bukan pasar modern,” jelas Aries saat berdialog dengan pedagang Pasar Cibogo, Sukajadi Bandung, Senin (23/4/2018).

Fungsi dan kekhasan pasar tradisional, kata dia, sebagai tempat berinteraksinya masyarakat, tetutama pedagang dan pembeli. Untuk itu, pasar harus nyaman, ditata lebih modern dan bersih.

“Pasar tradisional zaman now harus bersih dan tertata baik, sehingga seluruh lapisan masyarakat pun tertarik dan mau datang ke pasar. Dengan begitu, pedagang pun bisa nyaman berusaha karena pengunjungnya membludak. Pasar pun akan menjadi sentra kegiatan ekonomi warga,” ungkap dia.

Jika terpilih nanti, Aries dan pasangan akan menjadikan penataan pasar-pasar kumuh sebagai salah satu program prioritas.

Tentunya setelah persoalan status lahan dan aset pasarnya selesai. Hal itu pentung agar dalam pembangunan dan penataannya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Sebab pemerintahan sebelumnya, kata dia, seringkali tidak bisa menata karena terkendala persoalan aset lahannya.

“selain itu ada yang lebih krusial, yakni persoalan komunikasi. Tentu program penataan harus didahului proses komunikasi yang intensif sehingga terbangun saling pengertian dan kesepahaman. Sebab, penataan pasar itu terkait kepentingan pedagang, pengunjung hingga pemerintahnya,” kata Aries.

Selain menata pasar tradisional, pasangan Hebring pun berencana membangun dan merevitalisasi pasar-pasar wisata dan pasar khas lainnya.

Apalagi sebagai kota tujuan wisata akan memiliki prospek bagus, sekaligus menumbuhkan pusat-pusat perekonomian masyarakat.

“Nanti pasar-pasar wisata ini akan mempunyai ciri khas masing-masing. Pasar khas yang sudah ada pun akan kita benahi,” jelas dia.

(LIN)

Dispora Jabar Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Wasit Judo

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Seksi Pengembangan Tenaga dan Organisasi Olahraga pada Bidang Olahraga Prestasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat memberikan pelatihan kepada 57 wasit olahraga judo melalui program Pengembangan Tenaga Keolahragaan. Pelatihan sendiri digelar  di Grand Guci, Jalan Pasir Kaliki, Kota bandung, 17-19 April lalu.
Kepala Seksi Pengembangan Tenaga dan Organisasi Olahraga pada Bidang Olahraga Prestasi Dispora Jabar, Asep Sutisna‎ menuturkan, pelatihan sendiri merupakan salah satu upaya pihaknya melakukan peningkatan serta pengembangan kualitas maupun kuantitas dari tenaga keolahragaan, salah satunya wasit. Melalui program ‎ini, pihaknya berharap kemampuan maupun pengetahuan wasit judo di Jabar mengalami peningkatan sehingga mampu memimpin pertandingan dengan baik dan sesuai aturan.
‎”Peraturan dalam pertandingan Judo itu terus mengalami perubahan sehingga kami menilai pelu diadakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan wasit judo di Jabar sekaligus mengetahui aturan-aturan baru. Program ini pun untuk menambah wasit judo di Jabar yang jumlahnya masih sedikit,” ujar Asep saat ditemui di ruang kerjanya, komplek olahraga SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Acamanik, Kota Bandung, Selasa (24/4/2018).
‎Pada pelatihan tersebut, para wasit judo yang berasal dari kota/kabupaten serta klub judo di Jabar mendapat materi dari wasit judo nasional/internasional asal Pengprov PJSI Jabar dan PB PJSI. Materi yang disampaikan sendiri meliputi peraturan pertandingan terbaru, perwasitan, hingga praktek perwasitan baik bagi judo reguler maupun blind judo.
“Dengan pelatihan yang sudah diberikan, para ‎wasit ini diharapkan bisa lebih mengembangkannya di kota/kabupaten maupun klub judo asal mereka. Dengan demikian, mereka bisa memimpin laga dengan lebih baik serta menerapkan peraturan perwasitan dengan tepat dan benar,” tegasnya.
(ageng/Bam’s)

BJB Tercatat Paling Moncer Berkontribusi ke PAD Jawa Barat

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Panitia Khusus (Pansus) Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPj) menyebutkan, terdapat dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat yaitu Bank BJB dan PT. Jasa Sarana yang berkinerja baik.
Dua perusahaan tersebut tercatat berkontribusi maksimal untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
” Yang bagus tuh dua, BJB dan PT. Jasa Sarana yang bergerakdalam bidang jalan Tol,” ujar Ketua Pansus LKPJ, Gatot Cahyono, Selasa (24/4/2018).
Bjb lanjut Gatot, sudah masuk sebagai 12 Bank terbesar di Indonesia. PAD yang dihasilkan pertahunnya antara Rp300 sampai dengan Rp350 milyar. Sedangkan PT. Jasa Sarana mancapai Rp11 milyar.
” Kalau yang lain ada yang sudah mulai baik, tapi sisanya harus dievaluasi dari sisi prospek,” terangnya.
Lanjut Gatot, perusahaan yang masuk dalam tahap tersebut diantaranya, PT. Migas Hulu yang menjalani patnership dan Internship dengan Pertamina untuk mengelola Blok Offshore North West Java (ONWJ). Selanjutnya PT. Jasa Wisata yang memiliki banyak aset diharuskan mengkonsolidasikan internal pegawai.
Dengan perkembangan tersebut, evaluasi harus disegerapan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jawa Barat karena sebagian BUMD belum memberikan kontrib usi maksimal terhadap PAD. Tercatat saat ini terdapat 13 BUMD di Jawa Barat.
” Klasifikasi ini ada yang baik, setengah baik dan memang parah, yang parah ini ya laternatifnya akusisi, likuidasi dan dimerger. Ini catatan untuk gubernur baru,” katanya.
(Adie/Bam’s)

Romy Anggap Poros Ketiga di Pilpres 2019 Hanya Mimpi

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuzy  (Romi) menganggap, potensi tiga poros di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sulit direalisasikan.
” Saya yakin tidak akan terbentuk poros ketiga. Pasalnya, harus ada tiga Partai Politik (Parpol),” kata Romy di Bandung, Selasa (24/4/2018).
Romy berharap, pimpinan partai yang menjajaki poros ketiga agar mengurungkan niatnya dan bergabung dengan poros yang sudah ada.
” Kalau tiga Parpol berarti ada satu Parpol yang kebagian slot jadi Capres atau Cawapres. Mending ikut poros ke satu atau kedua yang lebih besar kemungkinan menangnya,” ujar dia.
Diwartakan sebelumnya, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjajaki kemungkinan membentuk poros ketiga di Pilpres 2019. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, bahwa penjajakan itu mula-mula dilakukan dengan pertemuan antara dirinya dan Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan di DPP PKS, Selasa, 17 April 2018.
“Disampaikan pak Syarief Hasan,’Kita ingin berdiskusi meneropong kemungkinan munculnya poros ketiga’,” ujar Sohibul di sela-sela milad ke-20 PKS di DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 20 April 2018.
Menurut Sohibul, Pilpres 2019 dikhawatirkan menghadirkan segregasi sosial yang terlalu kentara jika hanya diikuti oleh dua paslon. Pemikiran itu lalu membuat kemungkinan memunculkan poros ketiga dipertimbangkan. “Gagasan untuk memunculkan poros ketiga, saya kira bagus,” ujarnya menambahkan.
(Adie/Bam’s)

Hoax, LIPI : Masih Kentalnya Saling Curiga Diantara Elemen Bangsa

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsudin Haris menilai, banyaknya hoax saat sekarang merupakan dampak dari masih kentalnya saling curiga diantara berbagai elemen bangsa.
Situasi tersebut diperparah dengan adanya pihak – pihak tertentu yang memanfaatkan situasi dengan menyajikan informasi bohong.
” Itu dampak belum adanya saling percaya dan itu yang digoreng terus. Mumpung situasinya tidak saling percaya, jadi dimanfaatkan,” ujar Syamsudin di Bandung,  Selasa (24/4/2018).
Menurut Syamsudin,  fenomena hoax diperparah dengan semakin menguatnya primodialisme.  Ada sentimen yang didasarkan pada kesamaan suku,  ras maupun agama yang begitu kental.
” Dahsyatnya berita bohong saat ini, ditambah lagi krisis kepemimpinan di semua level.  Baik level negara atau sipil society,” ujarnya.
Syamsudin pun mengungkapkan, banyaknya tokoh agama yang terjun ke dunia politik yang tidak bisa menjaga dan mengawal keinginan kebanyakan pengikutnya.
” Khusus civil society sangat sedikit ulama yang bisa menjaga hati umat dan bisa mengawal hati masyarakatnya,” katanya.
(Budi/Bam’s)